APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 98.Menikahlah


__ADS_3

Hari ini Bertha sengaja datang ke kantor melihat adiknya serta kak Pino, tadi Joni minta datang untuk mengajarinya, karena papanya kurang sehat.


Sampai di kantor Joni langsung menyambut Bertha dengan senyuman manisnya.


"Ada apa?"tanya Bertha curiga melihat senyuman adiknya.


"Tidak ada apa-apa kak, senang rasanya bisa bersama kakak di sini."


"Oya? kok rasanya mau terbakar Ya,panas....ucap Bertha menggoda Bertha."


"Ah kakak bisa saja jangan ngejek aku dong, mau cepat dapat adik ipar nggak?"


"jadi kakak diminta datang ke sini hanya untuk mendengar curahan hatimu saja? tapi saran kakak menikahlah. "


"tidak dong, ada yang harus aku tanya, soalnya sama papa nggak mungkin dan kak Pino juga masih di luar kota,soal menikah ada waktunya kak."


"Memang ada apa dek?"


"tidak ada yang serius sih kak hanya membingungkan."


"Kakak lihat deh laporan ini, ada yang ganjal nggak sih kak, apa hanya penasaran aku saja."


"Siapa yang menangani?"


"Simo kak."


"Begitu iya? apa Andre sudah tahu?"


"belum kakak aku takut aku yang salah, makanya aku panggil kakak."


"Panggil dia kemari."


Setelah Joni memanggil Andre segera mereka membahas tentang masalah tersebut.


"Sudah berapa lama dia bekerja dengan kita?"


"sudah dua tahun bu," Andre akan propesional ketika di kantor, panggilan resmi yang dia pakai lain halnya jika tidak sedang bekerja sesuai kemauan Bertha dia akan panggil kakak.


"Iya sudah uruslah semua, jangan sampai pelanggan kita kecewa."


"Baiklah bu."


Perusahaan milik Bertha yang bergerak dalam pengolahan makanan ringan dan berbagai macam makanan siap saji.


Pabrik harus selalu diawasi ketat, karena sedikit saja ada kelonggaran maka orang yang tidak jujur dengan cepat bergerak.


Banyak hal yang mereka lakukan ada bahan yang diganti secara kualitas, yang bisa merugikan perusahaan karena cita rasa yang tidak biasanya.


Maka konsumen yang sudah merasa puas akan kecewa.


"Semua akan segera teratasi tenang saja kak, sepertinya tidak ada bahan yang berbahaya."


"Kakak percaya sama kalian."


"Kakak mau pulang atau masih mau di sini soalnya kami harus ke pabrik sekarang."


"Kalian pergi berdua?"


"iya kak aku juga belum pernah ikut ke pabrik."


"Iya sudah kakak ikut kalian ya."


"Bolehlah kak siapa juga yang bisa larang kakak."


"Jangan begitulah, ayo!


nanti kakak jewer kamu."


Sakit...... ucap Joni membuat mereka bertiga tertawa.


Sepanjang lorong kantor mereka tertawa hingga masuk ke mobil, sehingga membuat para karyawan merasa terharu melihat kekompakan pemimpin mereka.


Seorang wanita cantik berseru kepada kawan sesama karyawan.

__ADS_1


"Aku senang melihat mereka begitu kompak."


"Sama alyia aku juga, jika mereka kompak kita juga nyaman bersama mereka."


"Iya kamu benar."


"Sudah ayo kita lanjutkan pekerjaan kita dan harus tambah semangat."


Sementara itu ketiga bos besar mereka sudah sampai di pabrik karena datang tanpa ada aba-aba maka tidak ada penyambutan hanya hormat dari tempatnya.


Terakhir mereka bertemu pemimpin itu,ada yang senyum ada pula hanya tunduk hormat.


Semua atasan di pabrik segera di proses, Bertha hanya sebagai pendengar.


Mandur produksi nampak pucat melihat ketiga atasan mereka, apa lagi sang pemilik juga ada semakin kocar kacir pertahanan nyalinya.


Seluruh tubuhnya gemetaran karena takut, sebenarnya dia tidak terlibat hanya saja dia sebagai mandur teledor.


Walaupun sebatas pabrik seluruh ruangan di lengkapi cctv,maka sangat gampang mengetahui orang yang ingin bermain karena kamera cctv tersembunyi para karyawan bahkan tidak tahu letaknya.


Karena sejak adanya teknologi tersebut mereka sudah menggunakan kerena pabriklah sumber penghasilan mereka maka sejauh mungkin harus selalu terjaga.


Dua jam berada di pabrik akhirnya mereka segera kembali, pertama mereka mengantar Bertha pulang,baru kembali ke kantor.


Saat Bertha tiba ternyata Edo dan Andre juga tiba.


mereka yang akhirnya makan siang bersama.


"Aku pikir mami belum pulang," ujar Andre karena sangat bahagia melihat maminya sudah berada di rumah.


"Tadi pekerjaan mami selesai langsung pulang sayang."


"Semua beres sayang?" tanya Edo penasaran dengan pekerjaannya masuk Bertha.


"Ada masalah sedikit di pabrik."


"Berarti tadi habis dari babrik?"


"iya pi."


"Kok papi sudah pulang, memang tidak mau kekantor lagi?"


"nggak mi, mau nemani istri dan anakku saja."


"Benarkah?"


"benar dong sayang."


"Terus Gilbert mana?"


"balik ke kantor sayang tugas dia masih banyak."


"Kenapa papi bisa menyelesaikan pekerjaan sedang Gilbert tidak?"


"kangen mi."


"Papi apaan sih sama maminya abang."


"Andre cemberut sambil protes atas perkataan papinya karena dia tahu maminya tidak bebas jika papinya bicara seperti itu."


"Loh kok abang marah, dia istri papi jadi wajar dong jika papi rindu mami,memang abang mau jika papi rindu perempuan lain?"


"Papi jahat teriak Andre lalu berlari menuju kamar."


"Wah.... wah sainganku sekarang semakin berat,bagaimana ini mi?"


"papi sih senang sekali mengerjai anak sendiri," ujar Bertha menyesali perkataan suaminya.


"Maaf mi rencananya hanya jahilin abang eh, ternyata malah serius."


Sementara Andre juga tertawa di dalam kamarnya.


"Ha... ha... ha.. rasain pi, kenapa ngerjain abang."

__ADS_1


Mendengar suara langka kaki menuju kamarnya Andre berpura -pura kesal.


"Sayang maafin papi dong, tadi papi hanya bercanda kok abang malah anggap serius."


"Salah papi bicara begitu, abang nggak suka."


"Iya papi tahu, papi minta maaf ya sayang."


"Ada syaratnya pi."


"Apa itu?"


"temani abang naik sepeda keliling rumah."


"itu saja?"


"iya pi, dan satu lagi awas ya kalau papi sempat melirik wanita lain, abang tidak akan maafkan papi."


"Beres bos."


"Yes... papi nemani aku keliling naik sepeda."


"Iya dong kamukan jagoan papi."


"Iya sudah papi nemuin mami ya, abang bobok biar nanti kuat lawan papi."


Di bawah Bertha masih duduk di ruang keluarga, dia menunggu suaminya menyelesaikan masalahnya dengan putranya.


"Sayang kamu tidak mau istirahat?"


"iya pi, gimana apa abang sudah tidak marah?"


"aman mi, tapi nanti harus nemani abang keliling naik sepeda, tapi tidak apa-apa mi asal dapat vitamin sebelum sore, boleh ya mi."


"Ah papi kok gitu mami tidak ikutan masalah kalian tapi kenapa mami di bawa -bawa."


"Iya dong, biar impas."


"Ayo mi kita masuk ke kamar."


Sampai di kamar Bertha langsung membersihkan dirinya lalu menyusul si kembar.


Sudah sejak pagi dia meninggalkan si kembar.


Sikembar di bawa ke kamar dulu di susui.


Tugas sebagai ibu telah selesai, sekarang melakukan tugas sebagi istri.


Tangan Edo sudah menari-nari di punggung mulus istrinya.


"Sayang boleh ya?"


"boleh pi, apa yang tidak untuk papi, silahkan ini semua milik papikan?"


"iya sayang."


Syahdunya cinta membuat siapa saja yang mengalami bisa merasa terbang seolah dunia ini hanya ada yang ibdah.


Hal itu juga yang di alami oleh Edo dan Bertha, belaian yang pertama lembut tapi seiring permainan yang semakin lama maka berubah sedikit kasar.


Bibir mungil Bertha menjadi candu bagi Edo, jika dua hari saja tidak menikmati maka sepanjang hari akan urung-iringan.


Puas dengan ciuman panas itu Edo melanjutkan pemain menuju dua gunung yang sudah memantangnya sejak tadi.


Edo menyatukan miliknya pada sang istrinya, sehingga hanya ada suara aneh sehingga membuat mereka semakin bersemangat.


Setelah penyatuan mereka, Edo segera membersihkan dirinya, sedang Bertha berencana untuk segera tidur.


"Sayang Trimaksih ya sudah mau menemani aku di sini."


"Sama-sama pi."


Bersambung.

__ADS_1


Maaf ya sayang bab ini lebih sedikit.


__ADS_2