APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 40.Kebersamaan


__ADS_3

Keluar dari kamar papa Robert, papa Aldo dan Bertha duduk di ruang keluarga bersama Pino, Rita dan Kinan.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang nak?"tanya papa Aldo kepada Kinan,yang hanya duduk berdiam diri.


"Baik om,"ujar Kinan singkat.


Kinan yang masih melek canggung bersama keluarganya, hanya diam saja.


Sejak kecil dia selalu di manja oleh mamanya, apa pun yang dilakukannya selalu mendapatkan dukungan itulah sebabnya Kinan berubah menjadi anak yang manja dan sesuka hati.


Kinan saat ini merasa tidak ada teman ,walau sudah sampai sejauh ini yang terjadi kepadanya serta mamanya meninggal akibat permintaan yang tidak bisa ditolak oleh mamanya, tidak membuat dia langsung bertobat.


Pino dan Rita sebenarnya sudah mulai ramah kepada Kinan,mereka sangat berharap agar adiknya itu mau berubah menjadi yang terbaik.


Setelah bercerita beberapa saat, papa Aldo dan Bertha akhirnya permisi mau pulang.


"Nak kami permisi pulang dulu ya, soalnya masih ada pekerjaan om."


"Iya om, trimakasih untuk semua perhatian om."


"Sama -sama nak, jagalah papa kalian dengan baik dan juga Kinan."


Saat papa Aldo sudah di dekat mobilnya ia memberikan nasihat kepada keponakannya yang paling besar itu.


"Baik om, Pino akan mencoba mendekati Kinan."


"Iya nak, kasihan juga dia tidak punya teman."


Saat mobil yang membawa papa Aldo dan Bertha sudah melaju, Pino baru masuk ke dalam rumah.


Hari berganti hari keadaan papa Robert semakin membaik, begitu juga dengan kinan.


Pino dan Rita sudah kembali bekerja,saat diperjalanan Pino terlihat tidak fokus mengemudi hingga hampir menabrak pembatas jalan.


"Kakak kenapa sih?"tanya Rita karena kaget.


"Maaf dek."Pino menarik napasnya dalam, setelah sedikit tenang, barulah Pino melanjutkan perjalanan mereka.


Saat sampai di rumah Pino langsung menjumpai papanya yang sedang duduk di taman belakang rumahnya.


"Sore pa,"sapanya lalu mencium punggung tangan papanya.


"Sore nak, kalian sudah pulang,"ujarnya dengan berusaha tersenyum.


"Pa, aku boleh bertanya?" ucap Pino ragu.


"Boleh, ada apa nak?" tanya saja apa yang ingin kau tanyakan.


"Apa pertamanya masalah kantor kok bisa sampai bangkrut? bukannya perusahaan itu sudah cukup besar? apa papa ada musuh."


"Sudahlah nak, ini kakak semua salah papa yang tidak tegas selama ini, kepada mamamu."


Sudah sejak beberapa tahun ini, keadaa perusahaan goncang, tapi mamamu masih terus menghamburkan uang.


Terakhirnya ketika mamamu keluar dari tahanan, ia ikut jual beli berlian, dan ternyata palsu.


Sebenarnya papa sudah melarang, tapi mamamu ngtot karena katanya untuk Kinan.


Robert tersenyum miris memikirkan perusahaan yang sudah dia perjuangkannya itu hancur ,tanpa sisa.

__ADS_1


Sebenarnya Pino sedikit kecewa kepada papanya itu, masalah sebesar itu tidak pernah membagi agar ia bisa membantu .


Bahkan sewaktu mereka bekerja di kantor Bertha tidak ada sedikit pun ada niat untuk mengajaknya bergabung.


Seolah papanya pasrah dengan apa yang sedang terjadi.


"Jadi sekarang apa rencana papa untuk selanjutnya, apa tidak bisa diperbaiki lagi? tanya Pino datar."


"Tidak nak,papa sudah jual semua aset yang ada untuk membayar utang, hanya tersisah rumah ini."


Mungkin papa akan memulai dengan membuka rumah makan di lahan peninggalan kakekmu.


Dulu juga mereka buka rumah makan disana, tapi beberapa tahun terakhir ini, papa menutupnya karena ternyata tempat itu menjadi tempat mamamu bermain api di belakang papa.


"Maksud papa,mama selingkuh?" Pino yang sudah tidak ada komunikasih yang baik dengan orang tua mereka, tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka.


"Iya bisa dikatakan seperti itu,"dan hasil dari rumah makan itupun tidak pernah nampak, semuanya habis dibuat mamamu.


"Maaf pa, jika selama ini kami tidak ada untuk papa, tapi mulai sekarang papa tidak boleh menyimpan masalah papa lagi."


"Aku akan membatu papa untuk memulai usaha itu, aku tahu papa pasti bisa."


"Trimakasih nak, papa akan mencoba untuk bangkit kembali dan memulai dengan kebersamaan kita."


Seperti janji Pino pada papanya, dia membantu untuk merenopasi gedung rumah makan yang sudah lama tidak ditempati itu.


Bertha yang tahu papanya memulai usaha baru juga ikut membantu.


Hari ini Bertha mengunjungi rumah makan milik papanya atas izin pria yang telah membesarkannya yaitu papa Aldo.


"Pagi pa,"sapa Bertha saat sudah sampai di rumah makan papanya.


"Bagaimana keadaannya papa?" Bertha mencium punggung tangan papanya itu.


Bertha duduk di depan papanya sambil menatap wajah papanya yang masih terlihat pucat itu.


"Apa kemarin ramai sama seperti hari pertama pa?"Bertha bertanya pada papa Robert, karena kemarin dia tidak ikut menemani papanya.


Satu bulan setelah peresmian butik Bertha, Bertha sering menghabiskan waktu di sana.


"Pa apa perusahaan papa dulu tidak bisa di ambil alih kembali? bukannya apa -apa pa, hanya jika memang masih bisa diambil alih, biar Bertha sama papa Aldo."


"Kita tidak bisa mengambil alih lagi nak, jika mereka tidak menjualnya."


"Begitu ya pa?" aku akan berusaha membantu mengembalikan apa yang harus milik papa, gumamnya dalam hati.


Sampai siang hari Bertha masih bercerita bersama papa Robertnya,hingga dia permisi untuk pulang.


Keluar dari rumah makan itu,lalu Bertha menuju kantor papanya.


Sampai di lobi kantor, Bertha disambut hangat oleh para karyawan yang berpapasan dengannya demikian juga dengan sekuriti yang sedang berjaga disana.


Sampai di ruangan papanya Bertha langsung mengetuk pintu ruangan papanya, setelah mendapatkan izin, barulah Bertha masuk.


"Ada apa sayang?" kamu nggak jadi menjumpai papamu?papa Aldo bertanya sambil berjalan mendekati putriny yang telah duduk di sofa.


"Pa, apa perusahaan yang di kekolah papa Robert selama ini milik kakek?"


"iya sayang," sejak dari nol kakek memperjuangkan semua itu, sebelum papa Robert yang memegang, papa dulu yang bekerja di sana bersama kakek.

__ADS_1


Dulu papamu diberikan usaha bagian travel oleh kakek dan akhirnya bangkrut tepat saat kamu lahir.


Karena keadaan mereka lagi terpuruk nenek memberikan rumah makan yang sekarang dikelolah papamu, tapi pertamanya mereka menolak dengan alasan bisa bangkit sendiri.


Tapi pada akhirnya mereka menyerah karena tidak bisa bangkit kembali.


"Terus kenapa akhirnya mereka yang pegang Pa?"Bertha semakin tertarik mendengar penjelasan papanya.


Saat itu kakek dan nenek kamu sudah tua dan sakitan, papamu yang rela menukar perusahaan itu dengan kamu nak.


Papa saat itu ingin merawat kamu karena tidak tega melihat keadaan kamu yang tidak mendapatkan perhatian.


Saat itu papa masih bekerja di sana, walaupun kakek dan nenek tidak setuju bahwa kamu bersama papa dan perusahaan menjadi milik mereka.


Bertha tersenyum miris mendengar penjelasan papanya, yang satu sisi dia sangat bersyukur, tapi satu sisi dia kecewa dengan orang tuanya.


Perlahan ada keraguan diwajah Bertha, apa dia harus bicara untuk membeli perusahaan itu kembali.


"Kamu bertanya seperti itu ada apa nak?"melihat Bertha yang melamun membuat papa Aldo curiga ada sesuatu pada Bertha.


Tadinya Bertha mau minta tolong sama papa agar mau membeli perusahaan itu kembali.


"Ta.. pi mendengar penjelasan papa aku menjadi ragu pa."


"Papa tahu kamu orang baik sayang, tapi tidak perlu kamu berpikir sampai kesana."


Sebebarnya pertama kali mendengar bahwa perusahaan mereka bangkrut, ingin rasanya papa bantu, tapi jika ingat yang lalu, papa terasa sakit makanya papa biarkan saja, biar menjadi pengalaman berharga bagi kita.


"Jadi tidak usah dibeli kembali pa?"tanya Bertha pada akhirnya.


"Tidak usah sayang, papa sudah mengiklaskan semua asal Putri papa yang cantik ini selalu bersama papa,"ucapnya tulus.


Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan.Seperti halnya mahasiswa /mahasiswi mengharapkan hari kelulusan bereberkesan,diwisuda bagaikan ratu dan raja.


Demikian juga dengan Bertha dan Edo, hari ini adalah hari wisuda mereka.


Setelah melewati berbagai rintangan yang telah dilalui oleh Edo dan Bertha, sekarang telah tiba saatnya menikmati dari hasil rintangan itu.


Dengan nilai yang cukup memuaskan Edo dan Bertha merayakan kebahagiaan itu yang di dampingi oleh papa Aldo, sedang Edo juga di dampingi orang tuanya.


"Sayang selamat ya akhirnya kalian wisuda juga," ucap mama Jilda .


"Trimakasih ma,:Bertha membalas pelukan mama dari kekasihnya itu.


Setelah selesai semua acaranya Edo dan Bertha juga meninggalkan tempat itu, mereka berencana berlibur sebelum sepenuhnya waktu mereka sibuk dengan pekerjaan.


"Mama tidak apa-apa jika kami berangkat duluan?" tanya Edo sedikit cemas.


"Tidak sayang, ini juga rumah papa dan mamakan?"jadi kamu tidak perlu kwatir.


Edo dan Bertha berangkat menuju tempat mereka akan berlibur yang diantar oleh pak Wo.


"Hati -hati ya nak,"ucap ketiga sahabat itu.


"Iya pa, kami berangkat jawab anak mereka sambil tersenyum bahagia."


Bersambung


Jangan lupa dukung karya ku ini dengan like dan komentar anda ya.

__ADS_1


Trimakasih.


__ADS_2