APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 100.Bahagianya Aku


__ADS_3

Pagi hari ketika semua sibuk untuk bekerja, beda halnya dengan pasangan yang satu ini, Joni hari ini menemani adik dari kekasihnya untuk wisuda.


Entah apa yang mereka sibukkan dan perdebatankan.


"Kak aku tidak mau ah harus pakai dandana seperti ini, aku mau hanya pakai bedak."


"Mana ada orang wisuda jelek seperti kamu, semua dandan yang cantik."


"Iya... kakak."


"Jika kamu melawan kakak nggak mau datang ya, malas kakak punya adik jelek."


"Iya sudah deh tapi risih tahu kak."


Saat mereka masih asyik dengan perdebatan itu ternyata Joni sudah datang dan mendengar semua perdebatan panjang mereka.


Karena tidak tahan melihat wajah cemberut adiknya Angel malah terbawa membuat Joni ikut tertawa.


Mendengar suara tertawa Joni spontan mereka melihat kearah suara tersebut.


"Ih.. kalian pasti mengetawain aku tidak iya?"


Joni datang menghampiri mereka dan berdiri di depan adiknya.


"Jika kamu cemberut seperti ini kamu terlihat jelek, tapi tersenyum kamu cantik gadis kecil."


"Kakak sama saja, aku malu tahu."


"Kok malu, kamu cantik."


"Sudah ayo kita berangkat, kalau kita dengarkan dia yang ada nanti terlambat."


Akhirnya mereka segera berangkat, dan sampai di aula gedung ternyata para temannya sudah menungggunya.


"Waow... kamu cantik banget cil,"


ujar Revan sahabanya.


"Kamu tidak lagi mengejek akukan boc?"


"tidak cil, sumpah kamu cantik banget tahu tanya tuh para wanita."


"Iya cil kamu itu sangat cantik, tidak salah tuh, mata boc."


Joni yang mendengar panggilan dari teman-temannya tersenyum, jika dia memanggil gadis kecil, ada pula yang manggil cil, dan boc untuk teman prianya, sangat kompak gumamnya dalam hati.


Acara sudah berlangsung, satu hal yang istimewa dari gadis cantik dan mungil itu adalah dia mendapatkan nilai terbaik.


Rasa bahagia meliputi hati mereka terutama Angel,ia bangga dengan perjuangan adiknya.


Semua nasihatnya sebagai kakak yang bertanggung jawab tidak disia-siakan oleh adiknya.


Bahkan ada tiga nama perusahaan yang mau menerima dia langsung untuk bekerja.


Setelah selesai dengan acara mereka segera pulang karena berencana akan mengajak gadis kecil itu untuk berlibur selama dua hari.


Saat ini mereka sudah berada di rumah untuk bersiap.


"Kak kita benaran mau ke danau toba kak?"


"iya gadis kecil ini hadiah untuk kamu."


"Kamu ajak tuh si apa namanya boc?"


"boleh kak?"


"boleh kasihan juga jika kamu nanti hanya obat nyamuk kami."


"Trimakasih ya kak."


"Memangnya kamu ambil tiket pesawat berapa say?"


"empat sayang, kan kasihan adik kamu tidak ada teman."


"Trimakasih ya say, aku senang banget lihat wajah berseri dia sesudah tahu mau liburan."


"Sama-sama sayang."

__ADS_1


Karena semua sudah di sediakan oleh Joni maka Revan dan Vero tinggal duduk manis, mereka benar -benar menikmati liburan kali ini walau hanya sebentar.


Saat ini mereka sudah berada di danau indah cukup menyejukkan hati bagi mereka dengan segala pemandangan alam yang sungguh indah.


"Cil nanti kamu pilih kerja di perusahaan mana?"


"aku masih bingung nih, aku mau perusahaan yang tidak ada yang mengenal aku sih,tapi tidak enak sama ayah Wo."


"Memang beliau ada ngajak kamu?"


"nggak ada sih hanya dia sudah aku anggap sebagai ayah aku, dan aku nggak enak jika pilih perusahaan lain, sementara perusahaan tempat ayah bekerja juga termasuk pilihan."


"Iya sudah pilih saja yang itu, lagian kamu tidak satu kantor dengan kak Angel."


"Mungkin boc."


"Terus kamu sendiri bagaimana?"


"iya aku harus cari kerja lagi."


"Buat lamaran di sana saja, biar kita kerja bareng."


"Boleh deh."


"Tapi kamu tidak mau nerusin usaha kuliner keluargamu boc?"


"biar kakak aku saja cil."


"Eh.. boc kita ke sana yo, sepertinya bagus banget untuk foto."


"Iya tapi cari makan dulu cil aku lapar."


"Kakak kemana ya?"


"pacaranlah, masa hanya ngawasin kamu yang sudah tua, kasihan kakak kamu,sampai tua jadi satpammu doang."


"Sadis banget kamu boc."


"Lah memang nyatanya gitu, lagian ya aku di ajak ikut pasti biar ada teman kamu cil, aku tahu ini pasti akalan calon kakak iparnya kamu."


"Iya sudah ayo, aku lapar lagian tenang saja cil kamu tidak akan aku jual."


"Ha.... ha.... ternyata kamu pendendam ya cil baru tahu aku."


"Oya... boc apa pacar kamu tidak marah nic?"


"ah... kamu cil pikirannya kok baru sekarang, kemarin kemana saja."


"Aku terlalu bahagia boc jadi tidak berpikir sampai ke sana, maklum tidak pernah liburan."


"Kami sudah putus cil, aku lebih bahagia bersama kamu."


"Maksudnya apa boc?"


"aku mencintaimu cil, entah kenapa yang ada di dalam hati dan pikiran aku hanya kamu, makanya saat kami makan siang satu minggu yang lalu nama kamu yang terucap, ya.... dia marah dan minta putus deh."


"Kamu tidak lagi ngigaukan?"


"tidak cil,aku benaran."


"Tapi boc, aku jadi tidak enak sama Karin."


"Kenapa emangnya?kami sudah lama tidak cocok sebenarnya aku juga sudah tahu dia selingkuh dengan cowok lain, tapi aku perlu bukti, hanya sebelum semua terungkap eh dia yang minta putus dulu,aku sangat bersyukur."


Hem...tarikan nafas Vero terdengar kasar oleh Revan.


Sebenarnya dia yang selalu merasa nyaman dengan Revan perlahan cintanya mulai tumbuh hanya selama ini dia tidak mau membuat hubungan Revan dan Karin.


"Tapi jika kamu tidak mau aku tidak apa-apa cil, biar kita tetap jadi sahabat."


"Aku juga cinta kamu boc."


"Apa jadi cintaku tidak bertepuk sebelah tangan?"


"iya boc."


"Berarti sekarang kita jadian nic."

__ADS_1


"Ai... kamu tidak ada romantisnya."


"Aku terlalu bahagia cil, kamu tahu mama pasti sangat senang dengarnya."


"Loh kenapa?"


"mama ingin kamu jadi menantunya, sudah berapa kali mama minta aku putusin Karin."


"Memang kenapa?"


"kata mama sih Karin itu bukan orang baik dan tulus."


"Kamu bisa saja."


"Tapi terbuktikan?"


"uya sudah yo, kita makan aku sudah sangat lapar."


Akhirnya mereka mencari tempat untuk makan, dengan senyum merekah karena merasa bagahia.


Sementara itu pasangan yang satu lagi juga sibuk untuk memadu manisnya cinta.


Mereka menikmati kesempatan ini benar -benar dari lubuk hati samapi puas.


Kapal feri menjadi seksi untuk mereka berdua untuk merencanakan hari pernikahan mereka.


Saat malam hari barulah mereka berkumpul untuk makan malam bersama, sambil memberitahukan rencana mereka pada Vero.


"Dek... ada yang mau kakak omongin,"ucap Angel setelah selesai makan.


"Ada apa ya kak?"


"Begini dek, rencananya kami mau menikah bulan depan, jadi karena hanya kamu saudara terdekat kakakmu jadi ya kak izin kamu dulu."


Jawaban Joni membuat Vero terharu, walaupun tadi yang mau ngomong kakaknya tapi dia sangat suka gaya Joni yang bertanggung jawab.


"Aku restuin kak, aku mau kakak juga bahagia, sudah cukup pengorbanan kakak selama ini, maaf jika aku membuat kakak kecewa."


"Aku tidak pernah kecewa sama kamu dek, kakak malah bangga sama kamu."


"Trimakasih kak."


"Oya... dek kamu pilih kerja di perusahaan mana?"


"sepertinya di perusahaan kak Edo, tidak apa-apakan kak?"


"tidak apa-apalah, lagian kakak sudah bekerja di perusahaan kak Bertha, jadi kakak rasa lebih baik."


"Terus kamu Van?"Joni ingin membantu Joni jika dia mau.


"Belum tahu lagi kak, soalnya aku tidak seperti si cil, aku harus mencari sendiri."


"Kamu biar sama kami saja, jadi sekretaris aku mau?"


"Tapi kakak sudah punya sekretariskan?" tanya Vero spontan.


"Kakak sudah mau menikah jadi kakak lebih suka yang pria, jadi lebih bebas, dia bisa di pindahkan nanti."


Revan merasa sangat bahagia mendapat tawaran untuk jadi sekretaris, walaupun hanya wakil direktur.


"Maulah kak, tapi aku belum ada pengalaman loh kak."


"Kita bisa belajar."


"Baik kak, dan kamu buatkan surat lamaran ya, besok kamis antar ke kantor."


Pembicaraan mereka kali ini sangat memberikan kebahagiaan yang luar biasa.


Esok harinya mereka hanya keliling ke Tomok,melihat apa yang mereka sukai.


Baju, aksesoris, dan banyak lagi hingga siang baru mereka pulang ke hotel karena harus bersiap untuk pulang.


Perjalanan yang melelahkan tapi tidak dengan hati mereka yang sangat bahagia.


Hari ini adalah hari di mana mereka menunjukkan keseriusannya serta hasil dari yang mereka pelajari selama ini.


Revan sudah resmi jadi sekretaris Joni dan Vero sudah bekerja di perusahaan Edo sebagai asisten pak Wo.

__ADS_1


Bersambung


Hai... jangan lupa like iya.


__ADS_2