APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 60.Tertangkap


__ADS_3

Saat Irfan menodong Bertha dengan pisau, semua menjadi bingung, jika memaksa maka nyawa Bertha jadi taruhannya, soalnya Bertha ada di genggaman Irfan.


Edo langsung melirik pak Wo agar mencari celah.


Saat Bertha keluar ditarik paksa hati Edo merasa sakit apa lagi istrinya yang lagi mengandung.


Melihat hal itu pak Wo semakin geram, dengan cepat dia menendang kaki Irfan, yang spontan membuat Irfan terhuyung kebelakang.


Edo langsung menangkap Bertha agar tidak terjatuh.


Melihat Irfan terhuyung pengawal Bertha menendang Irfan sekali lagi, hingga dia jatuh di lantai.


Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menangkap Irfan.


Setelah Irfan di amankan Edo membawa Bertha duduk untuk mengobati bekas goresan ujung pisau.


Tidak terlalu dalam tapi cukup panjang dari pipi dan leher Bertha.


"Sayang kita kerumah sakit dulu ya, biar kita periksa luka kamu aku takut nanti jadi infeksi."


Sampai di rumah sakit Bertha sudah langsung di tangani oleh dokter.


"Tidak ada yang perlu di kwatirkan, lukanya lumayan panjang tapi tidak dalam."


Setelah luka Bertha dibersihkan dan di perban,Edo menebus obat untuk Bertha.


"Sayang kita langsung pulang ya, kita tidak usah ke rumah papa lagi."


"Iya sayang aku tidak mau membuat papa kwatir."


"Aku juga berpikir kesana, kita kasih tahu papa jika keadaannya sudah pulih."


Sampai di rumah Bertha langsung membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya disofa.


"Sayang baringnya langsung di ranjanglah, biar lelahnya hilang, jika di sofa kaki kamu tergantung."


"Iya hanya sebentar saja."


Pino yang baru sampai di kantor sehabis dari luar kota, terkejut dengan apa yang di ceritakan oleh sekretaris omnya itu.


"Apa itu benar? tanya Pino dengan emosi."


Sekretaris yang lagi cerita ikut terkejut karena dia sejak tadi tidak tahu jika Pino ada di sana.


"Pak.. maaf saya bicara jujur, tapi kata bu Bertha jangan sampai pak Aldo tahu."


"Terus bu Bertha sekarang ada di mana?"


"Tadi di bawa ke rumah sakit sama pak Edo pak."


"Iya sudah kamu handel semua di kantor, saya mau pulang."


Pino yang cemas langsung menuju kediaman Edo.


Saat sudah sampai di depan rumahnya Edo, penjaga langsung menyuruh Pino masuk karena mereka sudah mengenalnya.


Pino langsung di bawa masuk oleh penjaga serta mempersilahkan untuk duduk.


Edo langsung menemui kakak iparnya setelah penjaga depan memberitahu atas kedatangan Pino.


"Selamat sore kak,"sapa Edo lalu duduk di sampingnya.


"Sore juga, gimana keadaan Bertha,"tanya tanpa basa basi.


"Sudah tidak apa-apa kak," dia baru tidur, kata dokter lukanya tidak dalam hanya sedikit panjang.


"Apa kakak baru sampai?"

__ADS_1


"iya kebetulan saat kakak sampai sekretaris yang menemani Bertha sedang cerita kepada temannya."


"Maaf gara -gara kakak tidak bisa cepat pulang jadi seperti ini,"ujar Pino penuh penyesalan.


"Ini juga bukan kesalahan kakak, dasar orangnya memang sedikit eror."


"Sebaiknya kakak istirahat sambil menunggu Bertha bangun."


Pino yang memang sangat rindu adiknya sehingga ia langsung menyetujui ucapan Edo.


Saat sudah malam mereka berkumpul untuk makan malam.


Saat Bertha sudah duduk manis dia menyapa kakaknya.


"Kakak sudah lama nyampai?"


"jam tiga dek, gimana masih terasa sakit?"


"Sedikit kak."


"Syukurlah kakak senang dengarnya."


"Kak jangan kasih tahu papa dulu ya, biar papa sembuh dulu."


"Iya tenang saja, tapi kok bisa kamu dapat perlakuan seperti itu, apa kakak kenal orangnya."


"Entahlah kak,"tapi orangnya nyebelin dan sudah di urus semua kok, dia sudah dapat ganjarannya.


"Syukurlah kalian langsung siaga seperti itu andai tidak pastinya tidak tahu apa yang terjadi."


"Iya kak, saat papa cerita tentang perusahaan itu aku langsung suruh pak Wo cari tahu tentang Irfan."


"Terus kamu bilang apa dek sama papa kamu."


"Iya belum ada kak," tadi hanya bilang kami langsung pulang setelah menemui Irfan.


"Iya kak, banyak salam nanti sama papa dan kak Kinan,aku sudah lama jumpa mereka."


Selepas makan Pino benar-benar meninggalkan rumah adiknya, hatinya sudah bahagia setelah melihat keadaan Bertha.


Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di rumah om Aldo.


"Malam om, bagaimana keadaan om?"ucapnya setelah berada di kamar om Aldo.


"Malam nak, sudah lumayan."


"Syukurlah om,"tapi om masih nampak pucat.


"Oya jam berapa kamu pulang? semua berjalan lancar?"


"iya om, tenang saja dan om istirahat saja dulu setelah sehat baru kita bahas soal pekerjaan."


"Ha... ha.. kamu sama saja dengan adikmu, oya ngomong soal adikmu tolong jaga adikmu lebih baik lagi, om jadi kwatir setelah tahu siapa Irfan, om yakin setelah menolak kerja sama ini pasti akan balas dendam."


"Apa yang om kwatirkan memang benar terjadi, tapi om salah karena Irfan bertindak dengan cepat."Gumam Pino dalam hati.


Setelah mereka melepaskan rindu akhirnya Pino pamit untuk pulang.


Pagi hari saat Bertha masih tidur, Edo sudah bersiap untuk kerja, dia sengaja tidak membangunkan Bertha.


Edo sarapan sendiri, lalu berangkat ke kantor.


Pagi ini mereka harus bertemu dengan divisi keuangan dari semua pabrik.


Sampai di kantor, sambil menunggu waktu Edo menghubungi istrinya.


Bertha yang baru bangun mengambil poncelnya, dia tersenyum setelah melihat siapa yang menghubungi dia melalui vc.

__ADS_1


Segera dia menggeser tombol hijau untuk mengangkat poncelnya.


"Halo sayang, sudah bangun, maaf ya aku pergi tanpa bilang kamu."


"Tidak apa-apa sayang aku baik -baik saja di sini semangat kerjanya demi dedek bayi kita."


"Iya sudah ya sayang, aku kerja dulu, jaga diri baik-baik."


Setelah mengakhiri hubungan telepon dengan Edo, Bertha bergegas untuk membersihkan diri.


Saat Bertha selesai mandi ternyata asisten rumah tangga mereka ternyata mengantarkan sarapan untuk dia.


Dengan semangat Bertha menghabiskan sarapannya, dia tidak ingin membuat anaknya kelaparan.


Selesai sarapan Bertha memakan obat dan vitaminnya.


Bertha berjalan menuju balkon kamarnya Edo dan dia.


Bertha melihat pemandangan di sekitarnya, kendaraan yang lalu lalang melintasi jalanan membuat Bertha sadar bahwa hidup ini seperti kendaraan itu.


Silih berganti menimpa hidup manusia, malah terkadang tanpa terasa setiap manusia harus menjalaninya.


Setelah lelah dengan pemandangan yang ada di hadapannya, Bertha kembali merebahkan tubuhnya diranjang.


Bertha memejamkan matanya agar dapat menenangkan hatinya.


Bertha heran mengapa banyak sekali orang jahat di dunia ini dan selalu berhadapan dengan dia.


Apa sebenarnya salah dia, kenapa banyak orang ingin melihat dia menderita.


Perlahan air matanya mengalir membasahi pipinya ketika semua kenangan pahit yang dulu dia lalui.


Karena lelah akhirnya Bertha tertidur, hingga menjelang sore saat Edo pulang.


"Sayang.. kamu nyenyak banget sih tidurnya? samapi aku mandi tidak kamu dengar."


"Maaf aku ketiduran."


"Jangan bilang kalau kamu tidak makan siang ya."


Bertha nyengir... agar Edo tidak marah.


"Iya... aku tidur setelah selesai makan lalu duduk di balkon sekitar satu jam lalu tudur," jelas Bertha tanpa merasa bersalah.


"Iya ampun sayang, tunggu di sini! aku akan ambilkan makan untuk kamu ok."


Beberapa menit kemudian Edo sudah datang dengan membawa napan yang di atasnya nasi di piring dan ayam goreng kesukaannya.


Edo menyuapi Bertha dengan sabar hingga nasi dalam piring sudah habis.


"Kamu makan obat ya, biar lukanya cepat sembuh, jika lama sembuh maka kita tidak bisa menemui papa dan Joni."


Setelah selesai makan obat, Edo mengantar bekas makan Bertha ke dapur.


Edo segera kembali ke kamar untuk menemani istrinya yang lebih manja setelah hamil.


"Tadi kamu habis nangis ya? aku kok wajah kamu sedikit lembab."


"Nggaklah, buat apa aku nangis,"ujar Bertha bohong.


"Baguslah kalau begitu, tadi saat aku baru sampai aku sudah berpikir kesana."


Kamu bisa bohong sayang, tapi aku tahu, dan itu pasti karena kejadian Kemarin dan mengingat hal buruk yang sudah kamu alami selama ini.


Edo bergumam dalam hati, dia tahu percis keadaan istrinya.


Sakit hati luka batin tidak mudah untuk menyembuhkan, di luar bisa berkata iya tapi tidak dengan hati sulit untuk berdamai, apa lagi masih terulang kembali.

__ADS_1


Trimakasih untuk like dan vote nya ya.


__ADS_2