
Andre saat ini sedang makan bersama May,Andre mencuri pandangan pada May, tapi ternyata May juga sering curi pandang hingga satu detik berikutnya mereka saling tatap.
Andre yang merasa malu akhirnya dengan cepat memalingkan wajahnya.
Dan ternyata May juga melakukan hal yang sama.
Senyum indah terpancar dari bibir keduanya.
"Kita pulang yo,"Andre mengajak May pulang karena dia juga merasa jantungnya hampir copot.
"Iya ayo mas."
Andre mengantar May sampai di depan toko bunga mereka.
"Aku langsung pulang ya, soalnya masih harus ke cafe dulu."
"Iya sudah tidak apa-apa, trimakasih ya mas."
"Sama-sama May."
Andre melajukan mobilnya menuju cafe, sebab sudah dua hari dia tidak pergi melihat secara langsung.
Andre sangat senang mengembangkan cafe karena dia tahu maminya berjuang di cafe ini demi bertahan hidup.
Setelah semua pengalaman maminya dia tahu, Andre semakin menyayangi maminya, bahkan Andre semakin besar cintanya.
Bagi Andre pengalaman maminya membuat dia semakin terbuka pada orang yang juga bernasib sama dengan maminya dulu.
Pertemuannya dengan May membuat dia semakin mencintai May, walaupun May dari orang yang susah itu tidak ada masalah bagi dia, bahkan dia semakin mencintai May karena perjuangan hidup May.
Andre suka wanita yang berjuang untuk hidupnya, karena bagi dia wanita itulah membuat dia kuat untuk menjalani hidupnya di kemudian hari.
Setelah melewati jalan yang cukup macet, akhirnya Andre sampai di cafe kebanggaannya.
Andre segera membereskan pekerjaannya hingga menjelang sore.
Saat semua sudah selesai dia menjumpai menejer yang mengurus semuanya.
"Bagaimana apa ada masalah?"
"Tidak ada bos, semua berjalan lancar.''
"Kalau begitu aku permisi pulang ya,jika ada sesuatu langsung hubungi saya."
"Baik bos."
Andre segera meninggalkan cafe dan segera bersiap untuk pulang.
Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di rumah, papi dan maminya ternyata belum pulang, terlihat semua masih sepi.
Andre berjalan menuju taman belakang, disana Dia dan Dio sedang latihan bela diri.
Edo memang sengaja mengajari anaknya untuk bela diri, dan itu di latih sejak kecil.
Edo sadar sebagai pebisnis banyak musuh yang harus di hadapai,maka harus mempersiapkan diri sejak kecil.
Andre hanya melihat dari jauh tanpa ingin mendekati.
Setelah puas menikmati pemandangan itu Andre langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan dirinya Andre mengerjakan tugas kuliahnya sambil menunggu papi dan maminya.
Satu jam kemudian Andre sudah selesai dengan tugasnya, dia turun dan ternyata kedua orang tuanya sudah duduk manis sambil menonton televisi.
"Sore pi, mi, sudah pulang ternyata aku pikir belum pulang."
"Sudah tadi baru setengah jam sayang, ini juga baru turun."
Bertha memberikan ruang agar anaknya duduk di sampingnya.
__ADS_1
Melihat hal itu, Andre langsung mengambil kesempatan dengan berbaring di sofa berbantalkan pahanya sang mami.
"Apaan kamu bang sudah besar juga,"protes papi Edo.
Andre memeluk erat maminya seolah tidak mendengar perkataan papinya.
Bertha membelai rambut anak sulungnya, seperti saat Andre kecil.
"Abang... bangun malu sudah besar,"kembali papinya protes tapi tetap tidak berpengaruh pada Andre.
Saat seperti itu kedua adiknya turun, mereka tertawa melihat abangnya seperti anak kecil minta perlindungan maminya.
"Aduh... mami ternyata masih punya baby,"ejek Dio sambil tertawa.
Andre yang merasa nyaman tidak peduli dengan perkataan papi dan adiknya.
"Mami kok malah di biarkah sih,"kesal Edo yang merasa cemburu.
"Kalian apaan sih ribut banget, dia anak aku memangnya kenapa?"
merasa di bela Andre menjulurkan lidahnya kepada adiknya.
"Iya sudah yo kita makan mami sudah lapar, ayo bangun bang."
Andre bangun dari tidurnya, tapi Andre masih terus memeluk maminya.
"Sayang ada apa, ayo papi dan adik Kamu sudah di meja makan ketiga loh."
"Nggak apa-apa mi, hanya mau meluk mami saja, aku kangen mami peluk."
"Iya sudah ini mami peluk, ayo kita gabung sama papi dan adik kamu."
Mami dan Andre sudah bergabung dengan papi dan kedua adiknya.
Mereka sedang menikmati makan malam yang sangat lezat.
Setelah selesai makan malam bersama, mereka segara berkumpul bersama di ruang keluarga.
Sudah dua minggu papa Aldo berada di rumah sakit.
"Mi besok aku menemani kakek ya, soalnya aku lagi tidak ada kuliah."
"Iya sayang, sore biar mami yang jaga sampai om kamu datang."
Setelah beberapa menit kemudian Edo bersiap menuju rumah sakit untuk mengganti Andra.
"Papi berangkat ke rumah sakit dulu ya,"kalian hati-hati di rumah, pesannya pada anak dan istrinya.
Jika malam dia yang akan menjaga papa Aldo bergantian dengan Joni.
Terkadang Pino juga ikut bergantian bahkan Yanto suami Kinan.
Setelah Edo berangkat mami Bertha segera mengajak anaknya ke kamar masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.
Pagi hari semua anggota keluarga sudah berkumpul termasuk papinya karena tadi sudah pulang setelah Rita datang untuk menjaga omnya.
Bagi mereka papa Aldo adalah orang tua mereka, karena tinggal papa Aldo keluarga yang mereka punya, apa lagi papa Aldo sangat baik pada mereka.
Kegiatan mereka terlaksana seperti biasa, Edo berangkat ke kantor setelah mengantar anaknya.
Saat di kantor Edo tidak bisa menahan rasa ngantuknya, Bertha yang melihat itu langsung menyuruh suaminya untuk beristirahat.
"Pi sana tidur, tidak usah di paksakan kasih papi joget kiri dan kanan."
"Iya sayang tapi temani," ujarnya manja.
"Tapi pekerjaan aku masih banyak pi."
"Kalau papi ngajak Dian mau?"
__ADS_1
"Ih... papi apaan sih."
Dian adalah sekretarisnya, ya otomatis Bertha tidak setuju dong.
"Makanya temanin sayang."
Edo menarik tangan Bertha menuju kamar pribadinya setelah berpesan pada sekretarisnya untuk tidak di ganggu.
Edo membuka jasnya lalu berbaring di ranjang, sesungguhnya dia sangat ngantuk, maka ia mengajak istrinya agar cepat terpejam.
Edo memeluk istrinya dengan erat hingga dia terlelap.
Bertha yang tadinya tidak mengantuk akhirnya tertidur juga.
Dua jam kemudian Edo terbangun, dia mencium b*b*r istrinya kemudian turun pada leher yang putih mulus itu.
Bertha yang merasa terganggu perlahan membuka matanya, diatasnya Edo tersenyum manis.
"Sayang aku mau," ucapnya dengan suara memohon.
Bertha tersenyum lalu mengangguk.
Percintaan panas itu pun terjadi di siang hari, suara erangan seolah hanya nyanyian indah bagi keduanya.
Edo sangat menikmati segala permainannya begitu juga dengan istri tersayang yang merasa puas dengan apa yang di berikan oleh suaminya.
Gundukan indah itu seolah alat musik bagi Edo, ibarat pemain musik yang sangat menikmati musiknya.
Merasa puas dengan musiknya Edo segera melancarkan aksinya dengan alat musik yang paling merdu.
Dan benar saja setelah alat musik itu di mainkan Keduanya terbang tinggi tanpa ada beban yang mereka rasakan.
Ah.... teriakan terakhir membuat Edo menarik alat musiknya, karena konsernya telah berakhir setelah mengeluarkan sesuatu yang hangat.
Keduanya lemas karena kelelahan, Edo mengajak istrinya untuk membersihkan diri karena sudah waktunya makan siang bahkan sudah terlewat setengah jam yang lalu.
Semua terasa manis jika sudah menyangkut cinta, baik yang muda maupun yang sudah tua, terbukti bagi pasangan Edo dan Bertha.
Setelah selesai dengan urusan membersihkan diri mereka segara menuju ruang kerjanya, di sana sudah tertata makan siang mereka, karena tadi Edo sudah meminta pada sekretarisnya agar memesan makanan.
Bertha kemudian keluar dengan penampilan yang sangat segar membuat Edo sulit mengalihkan pandangannya.
"Pi, ada apa sih kok melihat mami begitu banget?"
"sayang melihat kamu segar begini membuat aku mau lagi."
"Papi apaan sih?"
Edo terkekeh melihat istrinya salah tingkah.
"Ayo makan banyak sayang biar punya banyak tenaga untuk nanti."
Bertha tidak menjawab perkataannya Edo yang menurut Bertha mesum.
Mereka menikmati makanan tersebut hingga semua sudah habis.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan pekerjaan yang sudah tertunda.
Menjelang sore mereka beranjak meninggalkan kantor karena mereka akan pulang.
Gilbert sudah menunggu kedatangan mereka.
Setelah mereka masuk Gilbert langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Edo.
"Aku langsung ya,"ujar Gilbert setelah sampai di depan rumah Edo.
"Ok hati-hati jangan ngebut."
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like dong.