APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 77.Kembali


__ADS_3

Tanpa terasa keadaan Bertha semakin membaik hingga hari ini mereka sudah boleh pulang.


Semua sudah berkumpul termasuk para karyawan Bertha dan Edo.


Taman rumah sudah di sulap menjadi tempat yang indah, ada beberapa rekan bisnis yang sudah mereka anggap sebagai keluarga.


Setelah pulang dari rumah sakit Bertha hanya sebentar memberi ucapan terimakasih lalu di bawa masuk.


Saat ini hanya Edo dan kekuarga yang menemui para tamu mereka.


Walau kebanyakan karyawan tapi tetap mereka hormati.


Setelah selesai acara makan dan tadi doa bersama sekarang semua sudah pulang ke rumah masing-masing.


Edo segera membersihkan diri, karena dia harus mengurus baby Andre mereka.


Saat ini Edo sedang mengendong putri kecilnya, tidak menangis tapi tidak tidur beda dengan baby Dio,dia terlelap begitu pulas.


"Ih... sayangnya papi kok manja banget ya, nggak mau tidur,pengen dekat papi terus ya? nanti sesudah cantiknya papi besar jadi anak yang baik ya sayang, sama seperti mami yang baik hati."


Lama Edo menimang putri Dia tapi tidak mau tidur juga, matanya masih sangat segar.


"Sayang bobok dong biar cepat besar, nanti papi ajak main pasti gadisnya papi sangat suka seperti mamimu."


Akhirnya setengah jam kemudian putrinya sudah tertidur, Edo terkekeh atas ulahnya yang melihat putrinya bergeliat kegelian.


"Pi kok di ganggu lagi dedeknya, dia kegelian papi cium begitu, nanti bangun lagi loh pi."


"Nggaklah sayang papi senang, lucu rasanya melihatnya seperti ini."


"Terserah papi sayang sajalah, tapi mami kasihan tahu baru tidur papi ganggu."


Akhirnya Edo menghentikan kegiatannya untuk menggannggu sang putri, dia meletakkan putrinya di box lalu menuju ranjang.


"Sayang aku ganggu kamu boleh? "


Edo memeluk Bertha tanpa menunggu jawaban dari istrinya.


Sudah tidur aku ngantuk ujar Edo lalu memejamkan matanya.


Satu jam kemudian Edo sudah terbangun, karena dia mendengar tangisan putranya.


Edo bangkit dari tidurnya lalu menghampiri box iya putranya.


Setelah membuka bedong sang baby,eh ternyata dia puk... Edo dengan telaten membersihkan, dia sudah tahu ketika mengurus Andre.


Setelah bersih Edo membuatkan susu untuk putranya.


"Kamu miik ya, baru tidur lagi, papi akan jaga kalian, maka jagoan papi harus kuat dan jadi anak yang kuat, biar ada teman papi dan mami."


Hampir satu jam semua kegiatan Edo bersama putranya akhirnya dia membuat susu untuk sang putri yang sudah mulai bergerak -getak.


"Wah putri papi sayang mau mik ya, tahu saja papi lagi buatin minum."


"Ha.... sekarang aku tidur lagi deh semua sudah terlelap."


Edo tidur hingga pagi baru bangun, di sana sudah ada mamanya, dan kedua babynya sudah pada segar.


"Edo... mandi sana biar kita sarapan, nanti tidur lagi.

__ADS_1


"Baik ratu, perintah akan segera di laksanakan."


Setelah mengucapkan kata itu Edo berlari karena akan ada semprotan berikutnya dari sang mama.


Beberapa menit kemudian Edo sudah telihat segar,dan sudah rapi ia berjalan menuju ranjang di mana istrinya hanya tersenyum melihat dia.


"Kamu sudah sarapan sayang?"


"sudah, kamu sana sarapan jangan sampai sakit."


Baiklah nidadariku yang cantik, aku tinggal ya, ujar Edo lalu mencium kening istrinya.


Edo turun dan semua masih duduk di sekeliling meja makan.


"Pagi.. semuanya," sapanya lalu mengambil duduk di kursi kosong.


Edo sarapan sendiri sedangkan yang lain asyik cerita, soalnya mereka sudah selesai sarapan ketika Edo turun tadi.


Papa Aldo terlihat lebih ceria hari ini, tidak pucat seperti kemarin, iya sejak Bertha masuk ruang operasi jantungnya seakan berhenti berdetak, ada rasa trauma yang tiba -tiba menyerangnya hingga dia harus berada di ruang rawat kembali selama dua hari.


"Kamu istirahat sana ujar," papa Edo melihat keadaan besan sekaligus sahabatnya masih kurang ful.


"Kamu tenang saja aku sudah tidak apa-apa."


"Iya aku tahu tapi wajah pucatmu masih terlihat jelas, apa kamu mau putrimu melihatmu seperti itu," ujar wanita satu -satunya berada di sana, siapa ya? jawabannya adalah mama Edo yang tidak bisa papa Aldo bantah.


Melihat papa Aldo beranjak pergi Edo hanya terkekeh.


"Kenapa kamu?" tanya sang papa yang melihat anaknya bertingkah seperti itu, seolah mengejek sang papa.


"Papa kasih keterangan panjang kali lebar tetap saja yang di dengar ucapan bidadarimu pa."


"Tidak apa-apa, memang kenapa?"


"Kamu ngejek papa ceritanya?"


"memang papa ngarasa gitu?"


"sudah -sudah kalian sudah tua terus saling ngejek heran mama."


Mama menengahahi keributan keduanya agar tidak melanjutkannya.


Setelah selesai saling ejek sekarang dua pria beda generasi itu sudah akur dengan permainan catur.


Satu jam bermain-main Edo mulai mengantuk, dia permisi kepada papanya untuk segera menuju kamarnya.


"Sudah ya pa aku ngantuk banget, aku mau tidur dulu."


"Iya sudah sana, papa juga mau menyelesaikan pekerjaannya papa."


Edo masuk ke kamar mereka semua masih sama tudur pulas, maka dia tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk terlelap.


********


Sementara itu Kinan yang lagi sibuk dengan butik yang semakin ramai, tidak memikirkan akan masa depan untuk memiliki seorang suami.


Sebenarnya ada seseorang yang selalu memperhatikannya dan menerima segala kekurangannya baik masa lalu yang pernah menjadi narapidana.


Pria itu selalu melihatnya dari jauh, bahkan iseng mencari pakaian untuk keponakannya.

__ADS_1


Kinan yang merasa tidak pantas selalu berusaha untuk menghindarinya.


Pagi ini pria itu datang menjumpai Kinan di ruangannya.


"Kinan tolong beri aku kesempatan untuk bicar, saat ini aku mohon dengarkan aku."


"Yan... aku sudah bilang sama kamu bahwa aku tidak pantas mendampingimu aku tidak ada sekolah, aku mantan narapidana aku jahat, aku tidak punya apa -apa yang harus aku banggakan sama kamu."


"Aku tidak masalah sayang ,aku menerima semuanya aku sangat mencintaimu."


"Bagaimana dengan keluarga kamu?"


"mama tidak masalah selagi kamu mau berubah, dan aku tahu kamu berusaha untuk itu, jadi aku mohon."


"Baiklah aku terima kamu."


"Trimakasih Nan,aku sangat bahagia memiliki kamu."


"Aku akan kasih tahu mama atas kabar baik ini,kamu maukan bertemu dengan mama aki besok."


"Iya aku mau."


"Aku pulang dulu ya, besok aku jemput jam lima sore."


Kinan tersenyum sambil mengangguk.


Ada rasa bahagia di hati Kinan,sebenarnya dia juga sudah cinta kepada Yanto atas keteguhannya mengejar Kinan.


Senangkan Yanto ketika sampai di rumah, dia langsung menjumpai mamanya yang lagi memasak.


"Mama... Trimakasih atas doanya, dia sudah mau menerima aku ma, dia sudah berjanji besok mau jumpa mama."


"Baiklah mama sangat senang, mama juga tidak tega melihat keadaan kamu yang selalu uring -uringan sayang."


"Trimakasih ma, sudah mau menerima orang yang aku cinta, walaupun bukan orang yang sempurna."


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini sayang, mama juga bukan orang yang sempurna,mama lebih suka orang yang mau berubah dari pada menganggap diri tidak berdosa."


"Iya ma."


"Dari pada pacarmu dulu, cantik, kaya tapi tidak bisa merima mama buat apa."


"Iya ma, aku minta maaf karena aku mama di hina sama mereka."


"Sudah tidak apa-apa sayang,mama sudah maafkan semua nya terjadi."


Ibu dan anak itu akhirnya berpelukan untuk mengungkapkan rasa bahagia masing-masing.


"Kita makan yo, besok mama akan memasak yang enak untuk menyambut calon mantu mama."


Keesokan harinya sesuai janji Kinan dia ikut menemui ibu Yanto.


Sore tante, sapa Kinan setelah di depan wanita paruh baya itu.


"Kinan? ternyata Kinan yang mama kenal."


"Kalian sudah saling kenal ya."


"Iya nak, dia gadis cantik yang mama ceritakan waktu itu."

__ADS_1


"Jadi kamu yang sudah tolong mamaku."


"Sama -sama mas, ucap Kinan tulus."


__ADS_2