APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 114.Harapan


__ADS_3

Sebuah harapan bahwa hidup ini pasti akan berubah menjadi lebih baik.


Begitu juga dengan Mayanti dan mamanya, dulu tidak pernah mengira bahwa hidup mereka akan berubah kembali setelah ayahnya Mayanti kekuar dari pekerjaan ditambah lagi yang sakit.


Tapi haran untuk lebih baik masih ada, dari pada harapan pun sudah mati.


Bagi wanita beda generasi itu harapan untuk bangkit tentunya masih kuat di dalam hati mereka, dan ini saatnya untuk memulai dengan semangat.


Pagi hari setelah peresmian itu, kedua wanita beda generasi itu sudah siap menuju toko mereka, May mengantar mamanya dulu baru berangkat kuliah.


Semua sudah selesai di bersihkan oleh May dan kedua karyawan, saat ini dia akan berangkat kuliah.


"Ibu aku berangkat kuliah ya, jangan terlalu lelah, ingat ibu baru saja sembuh."


"Iya sayang, ibu pasti jaga kesehatan demi anak ibu yang cantik ini."


May menyalami ibunya lalu pergi dengan menaiki motor milik ayahnya.


Sampai di kampus May langsung memarkirkan motornya, lalu menuju kelas.


May sudah memiliki teman yang bernama Anggi.


Saat sudah masuk ke kelas Anggi menyambut May dengan senyuman indah.


"Pagi cantik," sapa Anggi yang sedang bermain poncelnya.


"Pagi juga princes."


Mereka akhirnya turun tertawa bersama, mendengar sapaan masing-masing.


Anggi adalah anak dari pemilik kampus tapi dia pribadi yang baik, tidak sombong, dan tidak memilih dalam berteman.


Bagi Anggi siapa saja bisa berteman dengan dia asal tulus bukan karena dia anak orang berada dan terutama anak pemilik kampus.


"May..." panggil Anggi saat mereka terdiam beberapa saat.


"Iya ada apa Ngi?"


"Temani aku keruangan papa yo."


"Tapi aku malu."


"Kok malu di sana ada mama aku juga, kamu tenang saja mereka lebih baik dari aku."


"Ih... kamu itu ya."


Mereka sampai di sebuah ruangan, dan ternyata bukan hanya ada papa dan mama Anggi tetapi ada beberapa anak remaja.


Dari antara anak remaja itu ternyata ada Dio dan Dia.


Juan adik Anggi ternyata teman Dio dan Dia.


Dio yang melihat May,tersenyum sebagai salam.


May melakukan hal yang sama, soalnya kemarin itu dia tidak ada menyapa kedua remaja saat peresmian toko bunga mereka, yang dia tahu bahwa mereka adiknya Andre.


Sini kak sapa pria paruh baya itu sambil menunjukkan kursi kosong.


"Ada apa pa kok rame?"


"iya nih adikmu tiba-tiba datang minta makan bersama."


"Memang ada apa dek?"


"Jadi kalian tidak ada yang ingat hari ini ada apa?"


"memangnya ada apa?" tanya Anggi masih merasa tidak bersalah.


Juan yang merasa kecewa karena keluarganya tidak ada yang ingat hari ulang tahunnya, akhirnya memilih untuk pergi bersama ketiga sahabatnya.


"Tidak ada apa-apa kok, tadinya aku mau sekalian memperkenalkan teman aku saja, tapi ya sudahlah kami makan berempat saja."


"Ayo Dio kita pergi."

__ADS_1


Juan langsung berdiri dan berlalu membuat ketiga sahabatnya mengikuti Juan setelah permisi pada papa dan kak Pino Anggi.


"Juan tunggu dong," teriak Dia sambil mengejar Juan.


Vian juga ikut mengejar Juan, saat ini mereka berempat sudah sampai di parkiran.


"Maaf ya sepertinya kita tidak bisa makan bersama keluarga aju, mungkin aku terlalu berharap pada mereka."


"Ok tidak masalah, sekarang kita jalan bagaimana?"tanya Vian agar sahabatnya tidak bersedih.


"Kemana?" tanya Dio yang sedikit kwatir pasalnya mereka belum izin.


"Mendaki yo," ajak Juan yang membuat Dia membelalakkan matanya lebar.


"Nggak ah... kita makan di cafe saja, enak saja mau mendaki yang ada papi dan mami kami bisa marah besar."


"Iya sudah deh selesai makan kita harus kita ke rumah singgah saja,"ujar Juan pada akhirnya.


Rumah singgah adalah tempat mereka berjumpul untuk nengajari anak -anak yang tidak sekolah.


Dia sangat senang mendengarnya soalnya Dia sudah sangat rindu pada anak perempuan yang imut.


Mereka berempat naik mobil Juan, saat ini sudah berada di cafe untuk mengisi perut yang sudah kosong.


Sampai di cafe segera mereka memesan makanan.


Sambil menunggu makanan mereka merencanakan apa yang akan mereka ajarkan nanti.


Beberapa menit kemudian mereka sudah menikmati makanan yang sudah tersaji.


Setelah mereka makan segera pergi ke rumah singgah hingga sekarang mereka sudah sampai di rumah singgah.


Suasana tampak sepi, pintu tertutup,Juan yang merasa aneh dengan situasi langsung mengetuk pintu.


Pintu tidak segera di buka, dia melihat teman-temannya terlihat santai.


Tiba -tiba pintu terbuka dan terdengar lagu yang sangat merdu, dan suara itu dari orang yang sangat di kenal yaitu Art.


Semua anak-anak ikut bernyanyi indah yaitu menyanyikan selamat ulang tahun.


Dia sengaja mengajak ke rumah singgah karena mereka sudah mempersiapkan semuanya, termasuk mengajak Juan menemui keluarganya.


Papa mama dan kak Anggi serta May sudah berada di sana.


Papa dan mama serta Anggi memeluk adiknya dengan sayang.


Selamat ulang tahun sayang, ujar mamanya sambil memeluk Juan.


Aku pikir papa dan mama lupa sama ulang tahunku.


Semua terlihat sangat bahagia, Juan hari ini genap berusia tujuh belas tahun, semua anak merasa bahagia, mereka dapat makan serta hadiah dari keluarganya Juan.


"Trimakasih banyak Dia,"aku tahu pasti ini adalah usulan kamu, ma.


"Sama-sama Juan,yang penting kamu senang itu sudah lebih dari cukup kok."


"Iya aku tahu kamu itu pantas untuk bahagia, bukan bersedih tahu."


"Oya sudah sore,ayo kita pulang, aku takut mami dan papi kami cemas."


"Baiklah cantik."


"Hei apa kamu bilang tadi?"tanya Dio yang baru tiba.


"Cantik... "jawab Juan tanpa merasa bersalah.


"Kamu tidak boleh gombalin adik aku."


"Kenapa?memang Dia cantik."


"Iya dia itu cantik tapi tidak juga harus gombal sama dia."


"Sudah-sudah jangan ribut karena memang aku itu cantik sejak lahir kali."

__ADS_1


"Iya aku percaya, karena nyata jika kamu cantik."


"Hei... kamu mau ini?"Dio mendekati Juan sambil menunjukkan kepalan tangannya.


"Tidak dong,orang baru tadi baru ulang tahun masa audah mau di masukin ke rumah sakit."


"Iya sudah kita mau pulang atau mau adu jotos nic, kebetulan sudah lama nggak latihan."


Juan akhirnya berlari menuju mobilnya,ia mengejek Dio dengan melambaikan tangan.


"Da... Dio ganteng."


Dia malah tertawa melihat tingkah kedua pria yang selalu ada untuknya.


Vian merangkul pundak Dio sambil berjalan menuju mobilnya Juan.


Setengah jam kemudian Dio dan Dia sudah sampai di rumah, sementara Juan langsung pulang karena harus mengantar Vian lagi.


Dia mendekati mami yang sedang sibuk di dapur.


"Sore mami mau masak apa kok serius banget sih."


"Masak semur ayam sayang."


"Waow semakin enak dong, iya sudah aku mandi dulu ya mi, biar enak makannya nanti."


"Iya sayang yang bersih mandinya, mami tunggu ya."


"Ok mami."


Dio yang melihat adik kembarnya sudah berlari akhirnya dia juga menyusul menuju kamarnya.


Dua puluh menit kemudian Dio sudah turun untuk segera makan malam bersama.


Sebenarnya Dia tidak begitu lapar, tapi melihat masakan maminya dia akhirnya lebih semangat.


Semua sudah berkumpul termasuk papinya.


Kebiasaan mereka saat makan yaitu sambil cerita masalah kecil, bercanda hingga akhirnya mereka selesai makan.


Dia yang sudah duluan selesai makan, hanya menunggu papi dan mami serta abangnya kedua abangnya.


"Tumben kamu makan sedikit dek?" tanya Andre yang merasa heran, karena biasanya jika ada semur ayam dia akan banyak makan.


"Tadi sore aku banyak makan bang, jadi belum terlalu lapar."


"Makan di mana dek?"


"Di rumah singgah bang, tadi itu ulang tahun Juan."


"Ok baiklah adikku yang paling cantik, sekarang kamu kupasin abang apel ini."


"Tumben banget, biasanya kupas sendiri juga."


"Iya sekali -kali tidak apa-apa dek, abang juga mau makan yang dari tangan kamu."


"Sekalian untuk aku ya,"ujar Dio sambil memberikan buah yang ada di tangannya.


"Ih... kok gitu sih, punya aku saja belum lagi."


"Sekalianlah dek, pelit banget."


"Iya.... ya... bawel."


Edo hanya diam menikmati makan malamnya.


Interaksi antara ketiga anaknya cukup membuat dia bahagia.


"Sayang mau juga?"


Edo bertanya pada istrinya, sambil menyodorkan buah yang sudah di kupasnya.


"Boleh pi."

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa like dan komentarnya dong.


__ADS_2