
Sebuah pertemuan yang tidak sengaja merupakan anugrah bagi banyak orang,apalagi orang yang sudah lama tidak berjumpa.
Tapi tidak dengan Bertha,pertemuannya dengan mamanya merupakan malapetaka.
Hari ini Bertha berjumpa dengan mamanya disalah satu pusat perbelanjaan.
Bertha yang sengaja membawa adiknya,tanpa sengaja berjumpa dengan mamanya.
"Hai kamu sini!"bentak mamanya ketika mereka berjumpa.
Wanita itu menyeret paksa Bertha kedalam toilet.
Tapi belum sampai di depan toilet, Bertha mulai berontak, dia tidak lagi Bertha yang dulu, yang menerima semua penghinaan dari mamanya.
"Ada apa sih ma? belum cukup mama menyakiti Bertha selama ini? apa salah ku pada mama?"
"Salah kamu adalah Kamu lahir hanya untuk membawa sial,"ujar wanita itu penuh emosi.
"Dan sekarang Kamu malah mengompori kedua anakku dan melupakan aku."
"Aku tidak mengompori kakak,mereka yang memilih karena mereka sudah tahu mana yang baik dan tidak baik."
"Sekarang kamu sudah berani melawan aku ya,"ujar mamanya yang kemudian hendak menampar Bertha.
Tapi belum sampai tangan mamanya sampai ke pipi Bertha seseorang menahan tangannya.
"Cukup nyonya jangan pernah menyakiti non Bertha juga tidak mau berurusan dengan kantor polisi."
Apa urusanmu ini... belum sempat wanita itu menyelesaikan ucapannya, pria itu menyelanya.
"Aku rasa ibu masih ingat dengan janji ibu ketika kami datang menghampiri ibu setelah menghina Bertha dipusat perbelanjaan beberapa bulan yang lalu."
"Aku pengacara keluarganya nyonya dan ingat apa yang anda ucapkan saat itu."
Terasa tertotok,wanita itu diam tanpa bisa berkata.
Ia sadar bahwa dia tidak bisa melawan Bertha lagi, apa lagi terang -terangan seperti ini.
Nona Bertha silakan lanjutkan Kegiatan bersama den Joni.
Permisi ujar pria paruh baya itu dan berlalu dari hadapan bertha.
Sebenarnya saat pria itu merasuki pusat perbelanjaan untuk menjemput istri dan anaknya.
"Dia melihat Bertha dan adiknya,"dan kemudian melihat wanita itu mendekati Bertha.
Makanya pria yang berstatus pengacara itu menghampiri mereka.
Setelah kepergian pria itu Bertha juga meninggalkan wanita yang disebut mama itu.
Bertha melanjutkan perjalanan untuk mencari sepatu olahraga yang diminta oleh Joni.
"kak siapa sih ibu tadi?"apa kok jahat banget ya seru Joni.
Bertha tidak menjawabnya,dia tersenyum dan berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Dek kita cari eskrim yo kakak haus"ucapnya sambil menggandeng tangan adeknya.
Bertha segera memesan eskrim untuk mereka berdua, dan tanpa terasa menunggu waktu yang lama pesanan mereka sudah sampai.
Dek ayo kita makan esnya, nanti keburu cair loh, ucap Bertha lembut.
Selesai makan eskrim Bertha akhirnya mengajak adeknya pulang, supir yang membawa mereka segera membuka pintu untuk kedua majikannya.
Bertha dan Joni sekarang sudah berada di dalam mobil.
"Kak kita kemana lagi?"tanya Joni pada kakaknya.
"Memang mau kemana adikku yang ganteng ini hemmm?" tanya Bertha.
"Kita pulang saja deh Kak,"aku takut ibu tadi datang lagi,Jelas Joni yang merasa takut.
__ADS_1
Dia melihat kakaknya tadi diseret oleh wanita itu.
Setelah mereka sampai di rumah, mereka naik kekamar Joni, Bertha menemani Joni sampai tidur pulas.
Setelah Joni sudah tidur nyenyak, Bertha kembali kedalam kamarnya.
Didalam kamar Bertha memikirkan kejadian tadi,tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
Karena merasa lelah akhirnya Bertha tertidur,dia melepaskan segala beban batin dan pikirannya.
Hanya melalui tidurlah Bertha melepaskan beban hidupnya.
Sementara dikantor Aldo sangat marah setelah tahu apa yang dilakukan oleh kakak iparnya.
Ia kemudian menghubungi kakaknya untuk mengingatkan tentang perjanjian mereka, apa lagi hak asuh Bertha sudah jatuh di tangan Aldo.
Setelah selesai menghubungi kakak iparnya Aldo segera meninggalkan ruangannya untuk segera pulang.
Didalam perjalanan Aldo merasa cemas memikirkan Bertha Aldo sangat takut Bertha akan mengalami seperti beberapa bulan yang lalu.
Tiga puluh menit kemudian Aldo sudah sampai di depan rumahnya, dengan tergesa -gesa Aldo mencari keberadaannya Bertha.
Dengan bergegas menuju kamar Bertha dan langsung mengetok pintu kamar Bertha, tapi karena tidak ada suara maka Aldo langsung membuka pintu kamarnya.
Aldo membangunkan Bertha,tanpa menunggu waktu yang lama Bertha segera membuka matanya.
Melihat papanya yang sudah berada di dekatnya Bertha langsung duduk dan memeluk papanya.
Bertha menangis dalam Pelukan papanya, sesak yang dia rasa kini sedikit berkurang.
"Tenang sayang sekarang papa ada di sini untuk menemanimu, jangan sedih lagi ya."
Bertha menghapus airmatanya,dan berusaha untuk tersenyum demi pria yang selalu menyayangi,dan memberi hidupnya.
"Iya pa,aku sudah tidak apa-apa sekarang,"ucap Bertha sambil melepas pelukannya.
"Iya sudah kita jalan yo,"
kita pergi kesuatu tempat, papa tunggu di bawah ya sayang, ujar Aldo yang kemudian meninggalkan kamar Bertha.
Setelah merasa cukup,Bertha segera turun untuk menemui papanya.
Saat sampai di bawah ternyata papanya dan Joni sudah menunggu.
Ayo kak kita segara berangkat nanti keburu hujan, ucap Joni asal.
"Ok ganteng."
Mereka segara berangkat menuju tempat yang ingin mereka kunjungi.
Disebuah restoran mereka makan terlebih dahulu, baru melanjutkan perjalanan mereka.
Setengah jam berada di restoran tersebut, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan.
Didalam mobil Joni yang bingung mau kemana akhirnya bertanya
Pa kita mau kemana sih, kok tidak sampai -sampai. Gerutu Joni yang sudah mulai bosan.
Sebentar lagi sayang ujar Aldo yang ingin mengurangi rasa bosan anaknya.
Sekarang mereka telah sampai di tempat yang dituju.
Perlahan mereka turun dari mobil ,tempat yang mereka datangi saat ini adalah sebuah danau.
"Indah sekali tepatnya pa,"ujar Joni yang sudah memutar tubuhnya untuk menikmati segarnya udara.
Kalian suka nak seru Aldo Tersenyumn .
"Suka pa,"lagian ibu tadi tidak mungkin datang kesini ujar Joni.
"Iya nak tidak usah takut sekarang ada papa yang akan jaga kalian."
__ADS_1
"Ok pa,"aku percaya sama papa,seru Joni semangat.
"Ayo kita berkeliling sambil menikmati udara segar dan bunga yang ada disini."
Mereka berjalan sambil menikmati udara segar dan wanginya bunga mawar yang wangi.
Bertha memetik setangkai bunga mawar putih setelah izin kepada petugas.
"Pa kita istirahat dulu ya ajak Joni yang sudah merasa lelah."
Saat menjelang malam mereka akhirnya pulang dan karena besok mereka harus sekolah dan papanya juga harus bekerja.
Sampai di rumah mereka membersihkan diri dan kemudian berpakaia santai.
Mereka saat ini berada di ruang makan untuk makan mengisi perut yang sudah mulai bernyanyi minta diisi.
Selesai makan mereka menuju kamar masing -masing.
Sampai di kamar Bertha mendengar suara yang berasal dari hand pondnya,Bertha tersenyum melihat nama yang tertera.
Bertha segera menjawab panggilan tersebut.
Bertha
Halo yang,jawab Bertha.
Edo
Halo sayang ,tadi habis dari mana, kok tidak ada dirumah?
Bertga
Tadi pergi ke danau sama papa dan Joni.
Edo
Enak banget sayang,kok nggak ngajak sayang?
Bertha
Acaranya dadakan yang, makanya nggak sempat ngajak, ujar Bertha menyesal.
Edo
Tidak apa-apa sayang, aku hanya bercanda.
Bertha
Sudah makan yang? tanya Bertha lembut.
Edo
Ini lagi makan sayang, mau aku suapin? tanya Edo.
Bertha
Tidak sayang aku masih kenyang seru Bertha untuk menolak secara lembut.
Edo
Iya sudah sana tidur,sinar mata kamu sudah redup.
Bertha
Iya nih aku sudah ngantuk banget.
Edo
Selamat tidur cinta, ucap Edo yang kemudian mematikan panggilannya.
Bertha yang memang sangat ngantuk langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa vote dan like ya.