
Kinan dan Yanto akhirnya pergi liburan sekaligus berbulan madu, Kinan mendapatkan hadiah dari pertobatan yang membuat hati seluruh anggota keluarganya merasa bahagia.
Setelah beberapa tahun akhirnya mereka bisa berdamai satu sama lain.
Papanya menangis mengiringi keberangkatan putrinya yang sudah menemaninya sejak beberapa tahun ini.
Keterpurukannya membuat dia sadar bahwa bukan harta penyebab kebahagiaan, bahkan justru karena harta keluarga mereka hancur.
Hidup sederhana malah membuat dia semakin dekat dengan anak-anaknya.
"Sudah bang tidak perlu menangis lagi, semua anak abang akhirnya sudah mendapat kebahagiaannya sendiri, abang tidak perlu merasa bersalah lagi, nikmati hari-harimu."
"Trimakasih Al ini semua berkat kamu yang tidak pernah benci pada keluarga abang."
"Bagaimana caranya aku membenci kalian jika darah yang mengalir dalam tubuhmu juga mengalir dalam tubuhku."
Kedua pria yang sudah tidak muda itu akhirnya berpelukan setelah sekian lama jarak hati yang membuat mereka jauh.
Jika di hitung jarak lokasih mereka sangat dekat tapi hati yang angkuhlah yang menjauhkan mereka.
Hari ini terkikis sudah jarak itu, tawa bahagia yang terlihat diantara mereka.
"Sebaiknya kita pulang supaya dapat istirahat karena besok akan ada hari baru yang harus kita lewati."
Papa Aldo tersenyum bahagia setelah mengatakan itu dan semua menyetujuinya.
Semua meninggalkan daerah hotel menuju rumah tempat tinggal mereka masing-masing.
Andre sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan semua keluarga terutama Andra mereka bisa bermain-main berdua.
Saat ini Andre sudah membersihkan diri lalu menemui papi dan maminya.
Edo yang baru selesai memandikan Dio tersenyum melihat anak sulungnya sudah sangat rapi.
"Abang sudah selesai mandi tuh dek, nanti jika adek sudah besar harus seperti abang mandiri, ucap Edo panjang lebar."
Andre sangat bahagia melihat adiknya sangat aktif.
Sambil di pakaikan baju selalu bergerak sambil mengoceh.
"Adek nggak capek ya gerak terus?" tanya Andre sambil memegang kedua tangan adiknya.
Wa... a.. celoteh Dio karena kakaknya memegang tangannya.
"Abang jangan dong tangan dedek," sakit ujar Edo dengan gaya bicara anak kecil.
"Sakit iya maafkan abang dek, hanya bercanda."
Dia akhirnya keluar dari kamar mandi bersama maminya.
"Adek abang yang cantik ah.. di ganggu."
Andre gantian mengganggu Dia,dia tertawa melihat tingkah abangnya.
"Adek abang yang cantik nggak marah abang ganggu?"
"Abang Dio marah tadi abang ganggu loh."
"Abang sih suka banget ganggu adeknya."
"Maaf mami, habis gemas tahu melihat dedek."
"Sudah selesai" ucap maminya setelah memberikan bedak bayi pada wajah Dia.
"Wah tambah cantik dedek abang, Dia cantik... sini abang gendong."
"Abang duduk saja deh, dipangku saja ya mami takut abang nggak kuat ketika dedek gerak."
"Boleh deh mi."
"Abang duduk di ranjang,lalu nyender di kepala ranjang ok."
Tanpa membantah ucapan maminya Andre langsung menuju ranjang.
Akhirnya Andre menggendong dedek bayi Dia.
Wajah Andre berbinar melihat adiknya aman dalam pangkuannya.
__ADS_1
Sementara itu Kinan dan suaminya sudah sampai di tempat liburan.
Walaupun masih berada di tanah air tapi sungguh membuat hatinya bahagia.
"Sayang... aku tidak menyangka ternyata semua keluargamu melakukan ini semua, kita tidak boleh membuat mereka kecewa untuk kedepannya."
"Iya mas aku juga tidak menyangka, jika kak Pino mau melakukan itu semua pada hal selama ini dia selalu dingin jika kami jumpa," jelas Kinan lirih.
"Iya sudah sekarang yang harus kita lakukan bukan mengingat yang buruk, tapi berjuang untuk lebih baik, lihat pengorbanan yang mereka lakukan."
"Iya mas aku janji akan lebih baik dan tidak menyakiti orang lagi."
"Aku percaya sama kamu sayang."
"Trimakasih mas sudah mau menerima aku."
"Aku sangat mencintai kamu sayang jadi aku akan menemani kamu untuk lebih baik."
"Aku juga mencintai kamu mas, maaf dulu aku sempat meragukan cintamu."
"Kita istirahat yo, biar nanti malam punya tenaga."
Yanto seorang pria yang baik dan bertanggung jawab, dia hanya memiliki ibu, tapi dia tidak pernah mengeluh dan selalu bisa membahagiakan mamanya.
satu jam istirahat akhirnya mereka membersihkan diri karena mereka harus makan malam.
Makan malam berjalan dengan lancar, makanan yang lezat membuat mereka sangat menikmati apa lagi mereka sudah sangat lapar.
Saat resepsi pernikahan mereka tidak bisa menikmati makanan,rasa gugup menghilangkan selera makan mereka.
Di tambah lagi mereka langsung mengadakan perjalanan.
"Apa kamu tidak tambah sayang?"
"nggak ah sudah malam takut gemuk."
"Memangnya jika kamu gemuk kenapa?"
"nanti kamu akan ninggalin aku."
"Aku itu mencintai kamu bukan karena fisik tapi memang seluruh yang ada pada diri kamu, terutama niat kamu untuk memulai yang baik."
"Tidak dong, malah aku bahagia punya istri yang mau berubah."
"Apa mas punya kenangan yang menyakiti hatimu?"
"iya sayang dulu aku punya pacar sejak kuliah sampai satu tahun aku bekerja, tapi iya ternyata dia tidak sebaik yang aku lihat."
"Dia itu wanita iri pada orang lain, hingga akhirnya dia meninggalkan aku,dia pergi dengan pacar sahabatnya."
"Rasanya aku tidak percaya saat itu, apa lagi dia sudah hamil dulu."
"Apa?" tanya Kinan terkejut, sejahat-jahatnya dia dulu tidak sampai mengorbankan diri sendiri.
"Iya dia menghalalkan semua cara agar dia bisa bersama pria itu."
"Makanya pertama aku lihat kamu bekerja sebagai pelayan di taman danau aku sudah tertarik sama kamu."
"Tunggu-tunggu jangan bilang kalau mas yang sering duduk di pojok dan harus aku yang layanin?"
"Ha.... ha.. ha... kamu benar sayang itu aku."
"Sumpah ya, kadang saat itu aku sebal banget lagi kerja eh dipaksa harus ngantar pesanan."
"Maaf ya sayang aku sudah mengganggu pekerjaan kamu saat itu."
Kinan menunjukkan senyuman termanisnya tanda dia menerima permintaan maaf dari suaminya.
"Terus dari mana mas tahu bahwa aku bekerja di butik?"
"dari Lila sayang."
"Iya Lila itu adik sepupuku, jadi aku tahu semua dari dia."
"Apa? Lila saudara mas?" mata Kinan membulat sempurna.
"Iya, jangan kaget gitu ah."
__ADS_1
"Sekarang apa kabar dia mas?"
"Kabar dia baik sudah punya anak dua."
"Kamu keluar beberapa bulan lagi dia juga keluar karena mau menikah."
"Tapi saat kami bekerja dia bilang belum punya pacar."
"Mereka di jodohkan sayang, sama sahabat mas, tapi mereka tinggal di Kalimantan untuk mengurus usaha kakek dari ibunya."
"Oh... gitu ya."
"Iya sayang."
"Aku rindu dia mas, dulu aku memang datang ke sana untuk menemuinya tapi katanya sudah keluar."
"Iya sudah kapan-kapan kita jumpa sama mereka."
"Trimakasih mas."
"Iya sayang,ya sudah yo kita ke kamar."
Sampai di kamar Yanto mendekati Kinan.
"Sayang..." ucapnya sambil memeluk Kinan dari belakang.
"I.. ya.. mas ,"jawab Kinan terbata-bata.
"Apa kamu siap sayang jika malam ini aku minta jatah, tapi jika kamu belum siap mas tidak apa-apa kok."
Yanto yang tidak mau memaksakan kehendaknya pada sang istri langsung berkata demikian.
Kinan berbalik sehingga mereka saling bertatapan.
"Aku sudah siap kok mas," jawab Kinan yang membuat Yanto sangat bahagia.
Yanto langsung menc**m
bib*r mungil Kinan.
Belain lembut membuat Kinan bisa menikmati apa yang di suguhkan oleh suamiany.
Kedua gunung milik istrinya menjadi tempat favorit bagi Yanto.
"Sayang boleh ya?" tanya Yanto sekali lagi setelah dia tidak dapat menahan apa yang tertahan di bawah sana.
Kinan hanya mengangguk pasrah, dan saat ini Yanto sudah resmi menjadi suami Kinan seutuhnya.
Akhirnya mereka segera melakukan apa yang seharusnya tugas terjadi ketika bulan madu.
Setelah pergulatan malam panas itu, mereka tidur saling berpelukan.
Terik matahari sudah memancarkan sinar gangatnya, tapi kedua pasangan baru itu belum juga membuka matanya.
Hingga jam sepuluh mereka terbangun.
"Sayang ayo bangun sudah siang apa kamu tidak lapar?"
"aduh badan aku sakit semua mas."
Yanto terkekeh mendengar perkataan istrinya.
Tanpa aba-aba dia mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.
"Sayang aku masih bisa jalan sendiri tahu," protes Kinan tapi tidak di gubris oleh Yanto.
"Mau di temani atau berendam sendiri?"
"sendiri deh mas,"jawab Kinan dengan cepat.
Kinan tidak mau sampai terulang kembali, yang tadi malam saja masih ngilu.
"Baiklah aku akan menunggu."
Yanto keluar dari kamar mandi dan menutup pintu.
Sebenarnya dia sudah mandi setelah bangun.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa ya seperti biasa author minta dukungannya.