APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode terakhir 116.Resmi


__ADS_3

Berlalunya waktu tidak dapat kita hindari karena tanpa kita suruh waktu akan tetap berjalan, dan jika kita ingin menghentikan waktu itu juga mustahil.


Andre juga sudah melewati waktu bersama May,hari ini Andre meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang kekasih.


Sebuah taman sudah Andre sulap menjadi tempat yang romantis.


Sore hari Andre menyuruh May datang ketaman tersebut,melalui telpon.


Andre.... "May tolong datang ke taman ini ya, aku kesakitan nic."


May...." Memang kenapa? "


Andre.... "Nggak tahulah May, tapi benaran sakit deh."


May..... "Baiklah aku akan segera kesana."


Sepuluh menit kemudian May sudah ada di sana, dengan bergegas turun dari sepeda motor May mencari keberadaannya Andre.


Dari arah kanan May melihat Andre sedang duduk di rumput.


May berlari menuju tempat duduk Andre.


"Kenapa bang?"


"ah... ini hati aku sakit," jelas Andre yang membuat May bingung.


"Abang bohongin aku ya?"


"nggak May aku serius, hatiku memang sakit dan akan lebih sakit jika kamu tidak mau menerima cinta ku."


"May maukah kamu jadi pacar aku?"


"tapi tidak a... "aku tidak mau mendengar penolakan dari kamu, ujar Andre memotong perkataan May.


"Aku mencintaimu May."


May akhirnya mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Andre, tadinya dia sempat jengkel tapi perlahan rasa itu hilang.


"Aku juga mencintai mu maas tapi aku takut terluka karena aku terlahir dari keluarga miskin."


"Aku sudah menjelaskan semua sama kamu May, dan aku yakin papi dan mami tidak akan keberatan."


"Iya maaf mas sudah membuat kamu kecewa karena menolak cinta mu dua kali."


"Tidak apa-apa sayang yang penting sekarang kamu sudah jadi pacar aku."


"Sayang kita kesana yo."


"Ikut kemana?"


"nanti kamu akan tahu,yang penting sekarang kamu ikut aku."


Andre membawa May ke kursi yang sudah di sediakan khusus untuk mereka.


Meja romantis, dihiasi lilin dan bunga mawar merah dan putih.


"Sayang trimakasih sudah menerima cinta ku, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu."


"Trimakasih mas, sudah mencintai aku yang tidak punya apa-apa ini."


"Sudah jangan di bahas masalah materi aku tidak mempermasalahkan hal itu."


"Papi tidak pernah mempermasalahkan hal itu sedangkan papi mencintai mami di saat mami hidup sendiri."


"Apa kamu tahu jika mamiku tidak seberuntung yang kita kira,mami hidup sendiri dan harus berjuang untuk hidupnya, setelah selesai SMA mami baru mengunjungi kakek Aldo.


Dan mulai saat itulah mereka bersatu."


"Apa itu betul bahwa mami kamu mengalami beratnya hidup ini?"


"Jadi menurut kamu sejak kemarin aku cerita, aku hanya berbohong?"


"aku pikir itu hanya terik kamu mas."


"Tidak sayang bahkan lebih sakit dari itu mami sudah alami, bagaimana mami sampai depresi saat itu, tapi papi tetap menemani mami, bahakan mami berkali-kali terluka."


"Maaf mas,jika selama ini tidak bisa mengerti perasaan kamu."


"Mami itu baik, sayang makanya aku sangat menyayangi beliau pengorbanan hidupnya sangat berat hingga sampai saat ini, aku harap kamu juga dapat menyayangi mami,aku juga akan berusaha menyanyangi ibu seperti mamiku sendiri."


May meneteskan air matanya mendengar cerita Andre, dia tidak menyangka jika wanita itu samapi menderita berat untuk hidupnya.


May tahu keluarga Andre sangat baik, hal itu dapat dia rasakan sejak ibunya masuk rumah sakit dan samapi memberikan usaha kebun dan toko bunga.


"Jadi aku mohon jangan pernah mempermasalahkan hal itu lagi sayang."

__ADS_1


"Aku percaya sama kamu mas."


Tidak ada lagi yang perlu di ragukan oleh May, sebab dia sudah merasakan bagaimana perhatian keluarga Andre.


"Aku hanya minta agar kita saling menjaga hati agar hati kita tidak beralih dengan cinta yang lain."


"Aku juga mau seperti itu, aku malah yang harus bersyukur bisa di terima oleh keluarga kamu."


"Aku mau kita seperti papi dan mami, mereka bertemu masih sejak SMP tapi sampai saat ini mereka tetap bersama, bahkan cinta mereka sangat kuat."


"Aku berharap terjadi seperti itu


pada kita bang dan cinta kamu pada aku tidak hanya saat ini, dan setelah kamu melihat yang lebih cantik bahkan lebih segalanya dari aku, kamu akan berpaling."


"Tidak sayang aku bersumpah tidak akan menyakiti hatimu jika aku terlena tolong ingatkan aku."


"Iya aku percaya sama kamu mas."


"Iya aku juga berharap sayang, tapi boleh aku minta sesuatu jangan panggil aku abang dong geli aku dengarnya, soalnya sejak kecil aku suka di panggil abang."


"Boleh deh, jadi aku panggil bangAn ya."


"Sayang juga boleh."


"Kita makan yo ini semua untuk kamu,aku sangat bahagia."


Setelah makan akhirnya Andre mengajak May duduk di ayunan yang dihiasi oleh bunga.


Andre berjongkok di depan May.


"Sayang trimakasih ya sudah mau jadi pacar aku."


May hanya mengangguk karena sejujurnya dia sangat bahagia.


Andre memeluk May,lalu duduk kembali di samping May.


Setelah sore Andre mengantar pulang May kerumahnya, pada saat mereka sampai ternyata ibunya May juga baru saja sampai.


Setelah memarkirkan mobilnya Andre turun untuk menyalam ibunya, lalu permisih untuk pulang karena masih harus menyelesaikan pekerjaannya yaitu untuk memeriksa laporan keuangan dari cafe.


Andre sangat bahagia melakukan pekerjaannya karena dia sangat menghargai usaha papinya untuk membantu sang mami di saat sulit.


Andre sampai di rumah langsung menuju kamarnya dan membersihkan dirinya.


Malam pi, mi,sapanya setelan dia sudah sampai di ruang makan.


Semua sudah duduk manis dan langsung saja memulai makan karena semua sudah berkumpul.


Mami mengambil makanan untuk papi dan setelah itu mami mengambil untuk dia sendiri.


Dia juga sudah mengambil makanannya sendiri tanpa Andre.


Hanya terkadang Andre memberikan lauk untuk adiknya.


Malam ini Dia hanya diam, piringnya langsung dia isi dengan lauknya.


Sampai selesai makan, Dia hanya diam.


Di ruang keluarga yang biasa tempat Dia bergembira juga hanya diam.


Setelah beberapa menit Dia peemisi untuk tidur dengan alasan dia sangat mengantuk.


Hari ini Dia sangat kecewa dengan ke dua saudarnya.


Saat pulang sekolah Dio meninggalkan adik kembarnya demi mengantarkan cewek gebetannya.


Dan saat Dia minta di jemput sama Andre, eh abangnya malah bilang lagi sibuk pada hal Dia tahu hari ini Andre tidak ada jadwal kuliah.


Karena penasaran Dia mencari keberadaannya hingga sampai di suatu taman, Dia sangat kecewa karena yang abangnya bilang sibuk ternyata hanya sibuk dengan cewek.


Dia menyaksikan semuanya dari awal.


Saat Dia sampai di kamar ia langsung membersihkan dirinya lalu berbaring, dia benar lelah hati dan pikiran.


Setelah merebahkan tubuhnya diranjang empuknya tanpa menunggu lama Dia sudah terlelap.


Dio yang tidak merasa bersalah penasaran mengapa adiknya hanya diam.


Tadi saat di sekolah Dia tidak marah saat bilang pulang sendiri.


Setelah sampai di kamar Dia, sambil mendekati ranjang untuk mencari tahu apakah Dia pura-pura atau serius tidur, tapi ternyata Dia benar terlelap, hanya wajahnya sangat murung.


Karena Dia sudah tidur Dio kembali ke kamarnya, saat hendak berbalik setelah menutup pintu, Dio tabrakan dengan maminya.


"Adik kamu kenapa?"

__ADS_1


"nggak tahu mi, tapi Dia tidur."


"Apa ada masalah?"


"nggak tahu mi, tadi saat pulang sekolah Dia baik tuh."


"Iya sudah kamu balik ke kamar, biar mami lihat Dia dulu."


"Baik mami selamat tidur mi, mimpi indah."


"Kamu juga sayang."


Mami Bertha masuk ke kamar Dia, dan benar saja bahwa Dia sudah terlelap.


Wajah murung Dia membuat Bertha ikut bersedih, entah kenapa hatinya sedih melihat sedih putri kesayangannya.


Setelah menarik selimut untuk menutupi tubuh Dia, mami Andre meninggalkan kamar gadisnya lalu menuju kamar mereka.


Sampai di kamar Edo menghampirinya.


"Ada apa sayang kok wajah kamu sedih banget."


"Entahlah pi, aku rasa Dia ada masalah, dia tidur tapi wajahnya tampak sedih."


"Sudahlah sayang jangan sedih begitu, besok kita akan cari tahu kenapa Dia sedih."


"Tidur yo sudah malam."


Karena Edo tahu hati istrinya lagi sedih, jika di ajak kerja juga tidak akan bagus hasilnya maka lebih baik jika di ajak tidur saja.


Bertha juga menurut saja, hingga ia terlelap di atas paha Edo, seperti biasa jika Bertha sulit tidur, maka dengan senang hati Edo memberikan kakinya.


Pagi hari semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk sarapan bersama.


Dia masih sama, ia banyak diam hingga membuat anggota keluarga msrasa heran.


Karena mau berangkat sekolah maka papi dan mami tidak bertanya, hanya saja papi mengajak Dia makan siang bersama.


Sampai di sekolah, Dio mengajak adiknya bicara tapi Dia tidak mau bicara.


"Dek kamu kenapa kok diam terus?"


"tidak ada apa-apa,masuk yo,"ajaknya untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


Akhirnya Dio mengalah karena ia tahu adiknya tidak suka di paksa.


Mereka sudah sampai di kelas, tidak berapa lama lonceng berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai.


Saat bel istirahat berbunyi, Dio mengajak Dia ke kantin tapi Dia menolaknya.


Dia hanya berdiam diri di kelas, hingga bel kembali berbunyi dan pelajaranpun akan dimulai.


Tepat pukul dua, Dia keluar dari kelas, papi dan maminya sudah menunggu di depan gerbang.


"Ayo masuk sayang," ujar Bertha sambil memberikan jalan untuk masuk ke dalam mobil.


Dio di jemput oleh supir yang biasa menjemput mereka pulang.


Edo membawa Bertha dan Dia je danau indah pavoritnya.


Setelah mereka duduk, segera memesan makanan.


Sambil menunggu makanan mami bertanya.


"Sayang apa kamu ada masalah?"


"tidak ada mi."


"tapi mami lihat bahwa kamu banyak diam tidak seperti biasa."


"Tidak ada apa-apa mi."


"Kamu serius tidak mau cerita sama papi dan mami?"


"Dia kesal sama mereka berdua mi, masa aku di tinggal sendiri demi cewek."


"Masa sih?"


"Iya mi."


"Dengan Dio juga?"


Bersambung.


Jangan lupa like dong.

__ADS_1


__ADS_2