
Via mulai menata hatinya untuk bangkit kembali, dia tidak mau hanya duduk manis tanpa berjuang kembali.
Memulai dengan harapan bahwa dia bisa akan bangkit dengan memulai berjualan pada pagi ini.
Satu persatu dia melayani pembeli yang mampir di kios kecilnya.
Setelah seharian dia lewati,Via duduk manis sambil mulai mengenang kembali, kisah cintanya dengan Pino.
Ada rasa penyesalan yang ada dalam hatinya,kenapa dia mau terpengaruh dengan Riko si berengsek.
"Andai aku tidak tertipu dengan kamu Riko keparat.... "teriak Via dengan keras, membuat para pedagang yang masih ada di sana menolak ke arah Via.
Via yang sadar akan kesalahannya membuat orang menatap dia dengan pandangan aneh, entah apa yang ada dalam pikiran mereka.
Via berjalan meninggalkan kiosnya, dia pulang menuju rumah kontrakannya.
Sementara itu Pino sudah juga bangkit kembali, dia sudah ikut bekerja setelah beberapa hari mengambil cuti, atas permintaan Bertha.
Hari ini Pino menjumpai Bertha yang ada di rumah bersama anaknya.
Kakak... ucap Bertha melihat penampilan kakanya yang sudah rapi.
"Iya dek kakak kesini, karena hati kakak sudah membaik karena kamu selalu membantu kakak."
"Syukurlah kalau begitu kak, aku senang jika kakak sudah lebih baik."
"Jadi kakak sudah dari kantor?"tanya Bertha setelah mereka sudah duduk yang rapi.
Iya, makanya karena merasa bagahia karena kakak sudah bekerja dan sudah baik kembali.
"Kita makan siang di luar yo," ajak Pino kemudian.
"Kenapa tidak kakak telepon saja biar kita jumpa di luar?"
"kaka mau pergi bersama kalian,jadi kakak punya banyak waktu untuk melihat keponakanku yang tampan ini."
"Iya sudah aku siap -siap dulu ya kak, biar kita berangkat."
Pino memang lebih dekat dengan Bertha ketimbang dengan Kinan,meskipun mereka sudah menerima segalanya dari Kinan,tapi belum ada rasa nyaman seperti bersama Bertha.
Bertha yang lebih dewasa di timbang dengan Kinan,membuat Pino lebih dekat bersama adik bungsunya.
Setelah selesai bersiap Bertha menghampi Pino yang sedang bermain-main bersama Andre kecil.
"Ayo kak aku sudah siap,"ucap Bertha sesudah sampai di depan kakaknya.
Saat ini mereka sudah berada di restoran mewah, dengan segala jenis makanan yang menggugah selera.
Tidak ada percakapan yang berat, tapi hanya cerita ringan.
Kebahagiaan mereka terlihat jelas, sambil menikmati makanannya Pino mengajak keponakannya berbincang, walaupun sebenarnya Andre belum bisa mengerti apa yang omnya lakukan.
Setelah mereka selesai makan, Pino membawa adiknya ke kantor, disana papa Aldo yang merasa lelah sedikit terhibur dengan melihat cucunya dengan pipi bakpaunya.
"Sayang sini bawa cucu papa,"kami mau bermain sebentar saja, papa sangat lelah.
Bertha mengerahkan putranya pada sang papa, Bertha juga sangat bahagia melihat papanya bisa tersenyum bahagia dengan bermain-main bersama Andre kecil.
"Kak bagaimana perkembangan cabang perusahaan?" tanya Bertha ketika memasuki ruangan kakaknya.
"Sudah lumayan normal dek, tapi mungkin sekali lagi kakak harus kesana untuk mengurus semua secara langsung, sebelum kita menyerahkan kepada kepercayaan kita."
"Semangat ya kak."
"Pasti dek, kakak tidak akan mengecewakan ibu bos kakak yang paling cantik ini.''
"Ih kakak apaan sih, kok ibu bos, aku itu adiknya kakak tahu."
"Iya kakak tahu tapi itu mimik kamu dek, jadi kamu tetap ibu bos."
"Nggak tahu ah kak, aku tidak suka dengarnya."
__ADS_1
"Ok.... ok... kakak minta maaf, kakak hanya bercanda sayang."
Akhirnya mereka tertawa bersama, papa Aldo yang melihat Bertha dan Pino tertawa lepas merasa sangat bahagia,pasalnya selama ini sangat jarang terdengar suara tawa seperti itu.
"Lihat tu dek, om dan mamimu lagi bahagia,"ujar papa Aldo pada cucunya.
"Papa sapa Bertha," saat papanya sudah berada di dekatnya.
Mereka bercanda beberapa saat hingga akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing -masing.
"Papa keruangan dulu ya,masih ada yang harus papa selesaikan,"pamit papa Aldo pada Bertha dan Pino.
"Ok pa."
Setelah papa Aldo pergi, Bertha membahas karyawan pengganti Via.
"Kak apa sudah dapat pengganti Via?"
"sudah dek, dia sudah bekerja dua hari yang lalu."
"Baguslah kalau begitu kak, aku senang dengarnya."
Tok.... tok... tok... suara pintu terdengar di ketok seseorang.
"Iya silahkan masuk," ucap Pino.
Rino sang sekretaris Pino muncul kemudian.
"Pak meeting akan segera dimulai,semua sudah menunggu kedatangan bapak."
"Ok baiklah mari kita berangkat."
"Dek kakak rapat dulu, kamu mau pulang,tunggu di sini atau keruangan kamu?"
"keruanganku saja kak,nunggu papinya Andre."
"Baiklah, kakak duluan ya."
Sore hari Edo datang menjemput Bertha dan anaknya.
Edo mencari istrinya keruangan kakak iparnya.
Tok... tok.. tok.. Edo mengetuk pintu ruang kerjanya Pino, setelah mendapatkan jawaban barulah Edo masuk.
"Sore kak, Andre dan maminya ada di mana?"
"oh... kamu sudah datang, mereka ada di ruangannya Bertha mungkin masih tidur, tadi katanya mau tidur waktu kakak tinggal mau rapat."
"Iya sudah aku lihat mereka dulu ya kak."
"Trimakasih ya, sudah ngijinkan mereka menemani kakak."
"Sama-sama kak."
Akhirnya Edo meninggalkan ruangannya Pino menuju ruangan sang istri, yang hanya di pakai sesekali saja.
Setelah membuka pintu, Edo langsung menuju kamar pribadi Bertha dan benar saja kedua orang yang sangat dicintainya masih terlelap.
"Sayang....ayo pulang, sudah sore nic."
Hemm.. ucap Bertha sambil berusaha membuka matanya.
"Pisay sudah sampai."
"Iya sayang, makanya cepat bangun supaya kita pulang, atau mau kita tidur di sini?"
"nggak pi, kita pulang saja."
"Iya sudah ayo cepat."
Edo yang melihat Bertha sudah bangun, dia segera menggendong putranya yang masih terlelap.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju parkiran, para karyawan menyapa dengan senyuman indah dan juga hormat.
Para karyawan merasa cemburu melihat kemesraan bos mereka itu.
Sampai di mobil Edo dan Bertha duduk di kursi belakang, sedangkan pak Wo langsung menjalankan mobil setelah melihat bosnya duduk dengan baik.
"Bagaimana makan siangnya tadi?"
"lancar pi, asyik tahu."
"Syukur deh, tadi aku benar tidak bisa ikut makan bersama kalian, maaf ya sayang."
"Tidak apa-apa pi."
Tanpa terasa ternyata mereka sudah sampai di depan rumah mereka.
Edo segera membawa orang yang dia sayang menuju kamar mereka.
"Sayang mandi dulu sana, biar aku yang mandiin jagoan kita."
"Ok pi, aku juga lagi gerah nic."
Bertha segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dua puluh menit kemudian Bertha keluar sudah dalam keadaan segar.
Sementara Edo juga sudah selesai memandikan Andre serta memakaikan pakainnya.
"Aduh jagoan mami sudah wangi, sekarang tinggal papi tuh yang masih bau."
"Nggak apa-apa ya dek, yang penting kedua kesayangannya papi sudah pada wangi."
Edo memberikan Andre pada Bertha untuk di dususui, karena memang setiap selesai mandi Andre akan di beri asi agar tidak kedinginan.
Sementara Andre mengisi perut maka Edo menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Walaupun Edo sudah sangat lelah tetapi dia memiliki kebahagiaan tersendiri jika bisa menghabiskan waktu bersama sang putra.
Apa lagi pada saat mandi, rasa lelahnya hilang melihat putranya gembira bermain di dalam bak mandinya.
Setelah selesai membersihkan diri Edo segera keluar, dia melihat sang istri sedang menyisir rambutnya.
"Cantik," puji Edo sambil membungkuk untuk mencium pipi istrinya.
"Trimakasih ya papi sayang,"ucap Bertha sambil mencium b*b*r Edo.
Untuk? tanya Edo atas ucapan istrinya.
"Pujiannya pi."
"Iya tapi bukan hanya ucapan tapi harus dengan cara di ranjang ok."
"Siapa takut pi."
"Ok kalau begitu, tapi sebaiknya kita makan dulu biar punya tenaga yang cukup kuat."
Mereka turun untuk makan malam, sedang Andre di jaga sang bibi.
Selesai makan mereka duduk sambil menikmati siaran televisi bersama pak Wo dan yang lain.
Acara yang mereka tonton sudah selesai, maka semua kembali ke kamar masing-masing untuk mendapatkan tenaga baru pada esok hari.
Edo mendekiti istrinya yang sudah berbaring di ranjang.
Edo memulai aksinya dengan lembut, dan disinilah mereka berdua ada, yaitu memadu manisnya cinta dengan kegiatan suami istri yang penuh cinta.
"Trimaksih iya sayang," ucap Edo sambil mencium kening istrinya.
"Sama -sama papi sayang."
Bersambung.
__ADS_1
Hai... semuanya Trimakasih ya atas dukungannya, tapi jangan lupa dong, like dan komentarnya serta votenya.