
"Sayangnya mami, sebenarnya kamu masih terlalu kecil untuk mengerti semua."
"Tapi aku mau tahu mi, soalnya aku mau mami tetap kuat."
"Tapi kamu masih kecil sayang."
"Tidak apa-apa mi."
"Tapi kamu harus janji sama mami, untuk tidak benci sama orang yang pernah membuat mami berada di dasar yang paling bawah."
"Iya mi,aku janji."
"Sejak kecil mami di asuh oleh kakek Aldo, mereka sangat menyayangi mami, tapi ketika nenek meninggal, kakek menikah beberapa bulan kemudian lalu mami kembali ke rumah kakek om Pino.
Disanalah awal penderitaan mami."
Semuanya telah diceritakan oleh Bertha, Andre menangis mendengar cerita maminya yang sangat membuat dia sedih.
"Berarti sejak dulu papi sangat menyayangi maminya?"
"iya sayang, mungkin jika tidak ada papi, mungkin mami tidak ada sampai saat ini."
"Tidak mi, aku tahu karena mamiku kuat."
"Sekarang mami tambah kuat, karena mami sudah memiliki para malaikat kecil yang akan menemani mami sampai tua."
"Iya mi, aku janji jadi anak yang baik dan bisa mami banggakan."
"Mami percaya pada kamu sayang,dan mami tidak akan pernah mengulang kejadian yang membuat mami harus bisa berjuang untuk hidup mami tanpa kasih sayang dari ibunya mami hingga akhir hidupnya, hanya ada ucapan tulus yaitu permintaan maaf."
"Apa mami bisa langsung memaafkan nenek?"
"mami hanya manusia biasa sayang, yang juga merasa sakit dan butuh waktu lama untuk memperbaiki hati mami."
"Mami...Andre memeluk maminya dengan erat, aku sangat menyayangi mami."
Edo yang kebetulan sudah pulang merasa heran mengapa kedua yang paling dia sayang kok bergulat dengan air mata.
"Hei kalian kenapa kok pada nangis?"
"papi... Trimaksih sudah sangat mencintai mami."
Andre beralih memeluk papinya, sedikit rasa bahagia karena papi dan maminya saling menyanyangi.
"Iya jelas dong papi sangat menyayangi mami orang istrinya papi."
"Tapi kalian belum jawab papi kenapa kalian pada nangis."
"Tidak apa-apa pi abang hanya ingin tahu apa pernah mami pernah merasakan bagaimana saat berada saat di bawah."
"Oh... gitu, mami itu orang kuat sayang, buktinya masih bertahan hingga saat ini."
"Iya... tapi papi yang selalu ada untuk mami."
"Jadi karena itu putranya papi sampai mewek gini?"
"iya.. pi, abang sedih banget dengar kisah mami."
"Sudah... sudah tidak usah ada yang nangis kirain kenapa, masa lalu itu tidak usah jadi penghalang untuk bangkit, tapi jadikan pengalaman pahit itu menjadi pelajaran berharga yang tidak bisa kita dapat dari sekolah."
"Oya... papi kok sudah pulang?"
"mungkin karena dengar tangisan kalian, papi jadi tidak tenang makanya papi cepat pulang."
"Bagaimana kalau kita keluar cari makan, biar dedek kembar di jaga sama bibi."
"Boleh pi."
Akhirnya mereka keluar, taman yang dulu tempat Edo membawa Bertha jika ada masalah.
Saat ini mereka sudah duduk santai,meja bundar yang di hias dengan bunga dan lilin.
"Wah tempatnya bagus banget pi."
"Ini dulu tempat vaforitnya mami sama papi, jika mami sedih atau ada masalah."
"Papi pandai cari tempat untuk mami."
"Jelas dong papi sangat menyayangi mami mu, jadi tempatnya juga harus yang paling bagus, hingga bisa membuat mamimu merasa bagahia."
Seorang karyawan datang untuk mengantar makanan yang sudah di pesan Edo via telepon tadi.
"Kok makanannya sudah sampai saja, pada hal kita belum pesan pi."
"Papi tadi sudah pesan sayang ketika kita masih di rumah."
"Begitu ya pi, wah keren ya."
"Iya sudah ayo kita makan,nanti keburu dingin jadi tidak enak."
"Ok pi," Andre sangat terlihat lahap bahkan dia tambah dua kali.
"Kamu benar sangat lapar sayang?"
"Iya pi, makanannya juga sangat enak."
"Kamu suka makanannya serta tempatnya sayang?"
"iya pi."
__ADS_1
"Baik kalau begitu kita akan makan di sini setiap akhir pekan."
"Benar pi?"
"benaran dong masa bohong."
"Hore.... papi memang yang paling ganteng deh."
"Abang mau lihat papi dan mami nyanyi nggak?"
"mau banget pi."
"Ok sebentar iya,papi daftar dulu, sekalian minta tolong om itu untuk jaga abang."
Setelah selesai mendaftar diri, Edo mengandeng tangan istrinya menuju pentas setelah pegawal menjaga Andre.
"Ok kita dengar suara emas dari pasangan yang sejak sepuluh tahun lalu menjadi pengunjung taman ini."
"Siapakah dia,mari kita saksikan bersama."
Edo dan Bertha mengambill alih mikrofon.
"Baiklah kami akan membawakan lagu yang berjudul."
"Anggur merah"
Edo###Berulang kali kucoba memahami
Berulang kali aku bertanya
Haruskah diriku selalu menderita
Bertha####Sakit dihatiku bukan karena cemburu, sakit di hati karena janji
sia-sia sudah diriku menanti di sini
Edo dan Bertha ###
Anggur merah di genggaman ku
Pecah sudah dan membasahi bajuku
Inikah ibarat dirimu telah diambil orang
Edo ####
keping -keping hancur hatiku
Pijakan kakiku terasa hampa
Kemana lagi harus melangkah oh... sayang....
Bertha ####
Tertiup angin yang kencang terjatuh dimana ......
Edo ###
Sakit di hatiku bukan karena cemburu
Sakit di hati karena janji
Sia-sia sudah diriku menanti di sini
Edo dan Bertha ###
Anggur merah di genggamanku Pecah sudah dan membasahi bajuku
Inikah ibarat dirimu telah di ambil orang
keping -keping hancur hatiku
pijakan kakiku terasa hampa kemana lagi harus melangkah oh... sayang
Efo####
Bagaikan layang-layang putus benangnya
Bertha ####
Tertiup angin yang kencang terjatuh di mana....
Edo dan Bertha ###
Tertiup angin yang kencang terjatuh di mana.
Setelah mereka mempersembahkan lagu tersebut, tepuk tangan riuh terdengar dari pengunjung taman.
Sambung..
sambung...
Teriakan untuk menambah sebuah lagu membuat menejer taman mendatangi Edo agar mau menyumbangkan lagu kembali.
Baik tembang manis dari artha sister
"Sonata Yang Indah"
Bertha####Kuingin duduk di sisi mu kuingin bernyanyi untuk mu, satu senota yang paling indah menghantar hayal mu pada cinta kita
__ADS_1
Edo####
kuingin manjakan dirimu kuingin membelai rambut mu
satu sentuhan yang paling mesra
Menghantar tidur mu mimpi tentang kita.
Edo dan Bertha ####
katakan -katakan kau cinta padamu
katakan -katakan kau hanya milik ku.
Kanku bawa kau kelangit biru
kankudendangkan lagu rindu untukmu
Bertha ####
du... du...du...du... du..du
huu... lala...hu..
du... du... du..
du.. huu... lala... hu
Edo ###
Kuingin manjakan dirimu
kuingin membelai rambut mu
satu sentuhan yang paling mesra menghantar tidurmu mimpi tentang kita
Edo dan Bertha ####
Katakan -katakan kau cinta padaku
katakan -katakan kau hanya milikku
kan ku bawa kau ke langit biru
kan kudendangkan lagu rindu untukmu.
Bertha ###
du.. du... du... du... du..
huu... lala... hu
du... du... du... du... du...
huu... lala... hu...
Terimakasih semoga terhibur.
Setelah memberikan mikrofon pada anngota band yang ada di sana, mereka menuju meja dimana sang putra sangat bahagia melihat kedua kesayangannya bisa bernyanyi dengan merdu.
"Ternyata papi dan mami pandai ya? kok tidak pernah Andre lihat."
"Dulu papi sering membantu mami untuk bernyanyi di tempat kerja mami."
"Tempatnya kerja mamikan cafe papi."
"Iya, memang kenapa?"
"memang papi tidak malu, nema in mami untuk nyanyi?"
"nggaklah, ngapain malu, mami pintar dan cantik."
"Tapi mami hanya kerja sedangkan papi yang punya."
"Iya nggak apa-apa sayang, orang papi sayang mami juga, andaikan tidak papi jaga ketat pasti mami tidak sama papi."
Bertha yang merasa malu atas jawaban Edo pada putranya, hanya tersenyum lalu mencubit pinggang Edo.
"Ada apa sayang kok jadi kepiting sih?"
"kenapa pi?" kali ini bukan Bertha yang jawab malah Andre yang bertanya karena melihat papinya meringis kesakitan.
"Tidak apa-apa boy, tadi ada kepiting yang gigit pinggang papi."
"Ha...? kok bisa ya pi?"
"bisalah boy orang kepitingnya mami kamu."
"Kok papi samain mami kepiting sih!."
"Maaf boy habisnya mami cubit papi."
"Ah... papi kurain apa, gitu saja sudah mengeluh, belum lagi mami pukul papi."
"Nggak seru kamu boy, bukannya bela papi malah nyalahin papi."
Maaf pi, sengaja.
Bersambung
__ADS_1
Hai....... semua Trimakasih untuk semua, tapi tidak bosan juga deh author minta dukungannya dengan like dan komentarnya serta votenya.