APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 63.Sabar jak


__ADS_3

Sayang.... sapa Edo tapi tidak ada jawaban dari yang punya nama.


Edo mendekiti istrinya dan ternyata sudah tidur.


Sabar jak ucapnya sambil menepuk benda keramatnya.


Tidak mau membuang waktu lama lagi, Edo segera memakai pakiannya lalu menyusul istrinya kealam mimpi sambil memeluk istrinya.


Pagi hari yang cerah Bertha bangun dan mengucapkan Trimakasih kepada sang pemberi hidup lalu segera menuju kamar mandi.


Setelah dari kamar mandi dia membangunkan Edo, agar menemani dia jalan pagi karena usia kandungnya sudah memasuki sembilan bulan.


"Sayang bangun..." sudah pagi nic, lama mengguncangkan lengan suaminya tapi tidak ada tanda dia akan bangun.


Akhirnya Bertha mencium seluruh pipi suaminya dan menggigitnya pelan.


"Sayang kamu itu sudah mulai nakal ya,"ucap Edo sambil menarik tangan Bertha hingga jatuh di dada Edo.


"Auw.. anakku tertekan deh,"


ucapnya sambil mengelus perut buncitnya.


"Maaf-maaf ucap Edo,"langsung duduk dan mencium perut buncit Bertha.


"Maaf ya sayang... aku tidak sengaja menyakitimu dan anak kita."


"Iya aku tahu sayang, ya sudah sana cuci muka biar temani aku jalan pagi ya," ucap Bertha lembut.


Edo langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan segera menarik tangan Bertha pelan.


Saat ini mereka sudah berjalan menuju taman rumah mereka yang sangat luas.


Berjalan sambil bercanda membuat mereka seperti pasangan yang lagi berpacaran.


Tanpa terasa lima putaran sudah mereka lewati, Bertha sudah merasa lelah akhirnya mereka memilih untuk beristirahat di kursi taman bunga mawar milik Bertha.


"Sayang aku pijitin ya,"ucap Edo sambil membungkuk di hadapan Bertha lalu memijit betis dan telapak kaki Bertha.


"Sudah yang dah nggak pegal kok, kita lanjut dua putaran lagi ya baru kekamar."


Ok tuan putri, hamba ikut perintah adinda ratu, ucap Edo lebay.


"Ih... lebay kamu yang," ucap Bertha sambil memukul lengan Edo pelan.


"Tidak apa-apa sayang yang penting Kamu itu bisa tertawa, aku bahagia melihatnya."


Setelah dua putaran akhirnya mereka masuk ke dalam rumah dan langsung membersihkan diri.


"Sayang mau mandi bareng nggak?"


"nggak deh," nanti lama ujar Bertha.


"Nggak sumpah, hanya untuk mandi," janji Edo sambil mengangkat dua jarinya.


Bertha akhirnya mengangguk lalu mengambil handuknya.


Setelah melepaskan pakainya Edo membantu istrinya untuk membersihkan punggung istrinya.


Selesai acara mandi dengan segera menuju meja makan untuk segera sarapan.


Edo menyuapi Bertha dengan senyuman indahnya,"sayang sudah ya aku sudah sangat kenyang nih."


"Baik tuan putri ku sayang."


Setelah selesai menyuapi Bertha barulah Edo makan untuk dirinya sendiri.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya, kamu baik -baik di rumah jika ada sesuatu kamu harus hubungan aku ok tuan putri ku."


"Ok bosku."


Edo mencium kening Bertha lalu mencium bibirnya sekilas.


Setelah Edo pergi, Bertha langsung memasuki rumah mereka, dia masuk ke dalam kamarnya karena dia akan bersantai di balkon kamarnya.


Setelah hamil Bertha sudah besar dia tidak diizinkan untuk bekerja lagi oleh papa Aldo dan suaminya.


Butik sudah dia serahkan kepada kakaknya Kinan,karena Kinan sudah menunjukkan keseriusannya untuk mengolah butik.

__ADS_1


Tapi terkadang di tengah kebosanannya Bertha merancang beberapa pakaian dan dia kirim ke butik untuk segera di jahit.


Tapi untuk saat ini Bertha sedang menikmati acara santainya,sebelum hari -harinya untuk mengurus anak dan suaminya.


Bosan dengan acara santainya dia membaringkan tubuhnya di ranjang.


Siang hari Edo pulang untuk makan siang bersama, dia tidak mau membuat Bertha kesepian hingga tidak berselera untuk makan.


Siang sayangku sapa Edo setelah masuk ke kamar mereka.


Bertha yang merasa ada mengganggu tidurnya perlahan membuka matanya.


"Eh... kamu sudah pulang sayang, maaf ya aku tidak menyambutmu."


"Tidak apa-apa sayang, tapi kok cepat banget tidurnya?"


"iya tadi aku duduk di balkon eh malah terasa ngantuk jadi aku tidur deh."


"Iya sudah kita makan yo, ini sudah waktunya untuk makan siang loh."


"Aku makan sendiri ya,"ucap Bertha setelah duduk di kursi meja makan.


"Boleh asal makannya tetap banyak."


"Ok deh, ujar Bertha semangat."


Aku tahu kamu capek sayang jadi aku tidak mau harus menyusahkan kamu,batin Bertha.


Dengan semangat Bertha menghabiskan makanannya,sehingga membuat Edo tersenyum bahagia.


"Ha... gitu dong sayang, makan banyak supaya kalian sehat."


Selesai makan Edo kembali lagi ke kantor bersama Gilbert yang datang bersama dia tadi.


Saat Bertha asyik dengan bunga -bunganya Joni datang untuk menemani kakaknya agar tidak merasa bosan.


Hai kak..


sapanya setelah sampai di taman.


Iya,setelah Bertha melihat adiknya datang ia langsung mencari tempat duduk.


"Kamu kesini sama siapa dek?"


"sama supir kak tadi aku sudah izin ke papa tadi," jelas Joni.


"O... gitu ya, Trimakasih ya adekku yang ganteng sudah mau menemani kakak."


"Iya dong, kan hanya aku adiknya kakak yang paling ganteng."


"Iya deh, kamu menang kakak yang kalah."


"Oya kakak nggak lanjut berkebun lagi? ayo aku bantu."


"Bolehlah kakak senang punya teman."


Sampai sore kakak beradik itu asyik membersihkan dan menyiram bunga di taman.


Papa Aldo datang untuk menjemput anaknya sekalian untuk menjenguk putri yang sudah beberapa hari mereka tidak bertemu.


Saat papa Aldo sampai ternyata Edo juga sampai.


"Papa sudah lama?kok nggak langsung masuk pa? memang Bertha tidak ada pa?"


Edo bertanya tanpa memberikan waktu untuk menjawab perkataannya.


"Tadi sudah di panggil sama bibi, katanya mereka lagi berkebun."


Ha? kejut Edo.


"Iya nak."


Edo langsung menuju taman untuk memanggil istrinya,sementara papa Aldo sudah duduk disofa ruang tamu.


"Sayang sudah sore loh,"ujar Edo setelah dekat dengan istrinya.


"Eh.. iya sayang ini juga sudah siap, ayo dek," ajaknya pada adik tersayangnya.

__ADS_1


"Asyk bangat samapi papa datang kamu tidak tahu."


"Papa datang kok aku tidak tahu ya."


"Jelas dong sayang soalnya papa tidak mau mengganggu kalian tapi kasihan tahu tidak ada yang menemani."


Sampai di ruang tamu Bertha langsung minta maaf kepada papanya.


"Pa maaf ya aku tidak tahu jika papa datang, lagian kenapa papa tidak panggil kami tadi."


"Tidak apa-apa sayang, papa juga baru sampai kok, tidak usah merasa bersalah gitu."


"Kamu baik -baik sajakan sayang?"


"iya pa, aku tidak apa-apa."


"Iya sudah kamu mandi sana sudah sore, tidak baik wanita hamil mandi sore."


"Baik pa, aku permisi papaku sayang."


"Kami langsung pulang ya nak, pamit papa Aldo pada menantunya."


"Nggak makan dulu pa."


"Dirumah saja nak, papa masih ada kerjaan sebelum pulang, hanya papa pikir sekalian mampir untuk menjemput adikmu ini."


"Kalau begitu hati -hati ya pa."


Setelah papa Aldo dan joni pulang Edo langsung menyusul istrinya ke dalam kamar.


"Sudah siap mandinya?"


"Sudah memang kenapa sayang?"


"tidak apa-apa sayang hanya nanya soalnya aku rasa istriku ini sangat harum."


Edo mendekiti istrinya sambil memeluk begitu erat dan detik kemudian sudah menjadi ciuman panas.


"Ih mandi sana nyosor saja deh," ujar Bertha pura -pura kesal.


"Boleh dong nyosor kapan saja, ini semua milik aku tahu."


Edo menunjukkan semua favoritnya yang ada dalam diri istrinya.


"Iya -iya kamu menang sayang, aku kalah puas????"


ha.. ha... tawa Edo pecah melihat ekspresi istrinya.


"Ih... kamu ya, ngejek aku ya."


Bertha memukul dada bidang Edo sambil terus mengomel.


"Maaf sayang aku hanya bercanda,sudah ya, kamu capek."


Edo memeluk Bertha,kemudian mencium kening istrinya, lalu masuk ke kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian Edo sudah siap dengan pakaian santainya.


Edo berbaring di ranjang di mana Bertha duduk, berbantalkan pahanya Bertha.


Bertha mengelus rambut Edo dengan sayang.


Capek ya? tanya Bertha masih tetap membelai rambut suaminya.


"Nggak sayang,aku hanya ingin menikmati indahnya cinta kita, bersama anak yang ada di sini sayang."


"Kami juga sangat bahagia memiliki pria tampan seperti kamu sayang."


"Sama sayang aku juga sangat bersyukur memiliki istri secantik dan sebaik kamu."


Nanti jika anak kita sudah lahir, aku akan berusaha semampuku untuk membahagiakan kalian semua itu janjiku sayang.


Trimakasih ya sudah mampir di karyaku ini.


Jangan lupa ya like dan komentarnya serta votenya.


Trimakasih.

__ADS_1


__ADS_2