APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 50.Malam Indah


__ADS_3

"Sayang kita ke kamar ya, sudah kenyangkan?hari ini bukannya kamu sangat lelah? aku tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan kamu."


Sampai di kamar Bertha bingung harus bagaimana, ia sangat gugup, walaupun mereka sudah sering bersama tapi entah kenapa malam ini dia begitu gugup.


"Sayang kamu kenapa? kamu gugup sayang? jujur aku juga sangat gugup, kita duduk dulu."


Perlahan Edo membawa Bertha dalam pelukannya, dia mengelus rambut panjang Bertha hingga membuat mereka larut dalam kebahagian.


Entah siapa yang mulai tapi nyatanya Edo sudah membaringkan tubuhnya Bertha di ranjang hotel.


Edo sudah sangat liar menjamah istri yang sangat dicintainya itu.


Melihat Bertha tidak menolak belaian dari Edo, maka ia melanjutkan kembali kegiatannya dengan memberikan sensani pada gundukan benda kenyal milik istrinya.


Edo yang selalu menjaga Bertha tidak pernah melakukannya selama ini, baik dengan perempuan yang lain.


Bagi mereka berdua ini adalah pengalaman pertama,tanpa mereka sedari ternyata Edo sudah menerobos gawang pertahanan Bertha setelah dua kali Edo menyelamatkan dari orang jahat.


Melihat Bertha berlinang air mata, Edo sejenak menghentikannya, dia mengusap pelan wajah Bertha berurai air mata.


"Sayang maaf membuat kamu sakit tapi ini hanya sebentar, nanti akan baikan."


Melihat Bertha sudah mulai tenang dia meneruskan kegiatannya kembali hingga mereka mencapai puncak kenikmatan.


Trimakasih akhirnya aku bisa mempertahankannya karena kamu selalu ada buat aku."


"Iya sama -sama sayang,aku juga berterimakasih karena akhirnya aku yang mendapatkannya."


Edo membawa Bertha dalam pelukannya,"trimakasih untuk malam yang indah ini sayang."


"Iya,Trimakasih sudah menerima aku apa adanya."


"Aku sangat mencintaimu sayang, jadi apa pun tentang kamu aku ikhlas menerimanya."


"Hmmm... iya aku sangat lelah."


Kedua insan yang sedang bahagia itu akhirnya tertidur pulas, karena mereka sudah sangat lelah dengan semua kegiatan hari ini.


Pagi hari mereka sudah bangun, mereka harus cepat bersiap untuk pulang,karena kedua orang tuanya Edo hari ini harus pulang, karena sudah satu minggu mereka tinggal di rumah Edo untuk mengurus segala pernikahannya Edo.


Setelah selesai membersihkan diri Edo segera membawa Bertha untuk sarapan, karena dia tidak ingin mereka kelaparan sampai di rumah.


"Sayang ayo duduk kita harus sarapan dulu baru kita pulang."


Setelah selesai sarapan Edo yang sudah di jemput oleh pak Wo,segera menggandeng tangan Bertha menuju mobilnya.


Sepanjang jalan mereka tampak berseri -seri dari sorot mata dan juga senyum yang selalu menghiasi bibir mereka.


Sampai di depan pintu rumah, ternyata mereka sudah di sambut oleh semua keluarga.


"Selamat datang... "


ucap mereka dengan semangat, mereka bergantian memeluk Bertha dan Edo.


Pernak -pernik bertaburan menghiasi udara hingga jatuh di atas kepala mereka.


Acara keluarga singkat mereka adakan untuk menyambut pengantin baru tersebut.


Setelah semua acara selesai, semua keluarga sudah pulang demikianlah juga dengan kedua orang tuanya Edo.


Sekarang tinggal mereka berdua, mereka segera mempersiapkan diri untuk liburan ketempat rumah singgah kakek Edo.


Sebenarnya Edo ingin membawa Edo bulan madu keluar negeri atau kemana Bertha yang mau, tapi sayangnya Bertha menolak dan mau berlibur ke rumah singgah.


Bertha yang ingin menyumbangkan uang yang akan mereka yang gunakan berbulan madu ke anak yang sangat membutuhkannya.


"Sayang nanti kita bulan madu kemana?"tanya Edo saat kedua orang tuanya Edo mempertanyakan tentang bulan madu mereka.


"Aku mau ke rumah singgah, dan uangnya yang akan kita gunakan kita sumbangkan jw panti asuhan."


"Tapi ini hari spesial kita sayang, kalau soal sumbangan kita juga buat setiap bulan, tapi ini hanya terjadi untuk seumur hidup kita."


"Aku tahu tapi untuk kali ini aku ingin pergi, ya aku mohon."


"Baiklah apa yang kamu mau aku nurut deh."

__ADS_1


"Aku mau nanti kita berlibur, setelah kita punya anak, baru kita pergi menikmati hidup dengan mereka."


"Baiklah kalau begitu aku akan kerja keras untuk itu, agar cepat tercapai, ok!".


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah singgah heran memang Bertha tidak mau menggunakan apa yang dia miliki.


Pengalaman pahit untuk bertahan hidup membuat dia tidak mudah menghamburkan uang.


Di tengah jalan mereka istirahat untuk mengisi perut.


Saat sedang makan Bertha yang melihat banyak anak kecil berjalan dengan membawa gitar.


Seolah dia tidak lepas dari pemandangan itu, Edo mengukuti pandangannya Bertha.


"Ada apa sayang lihatin mereka seperti itu?"


"aku mau membuat mereka tempat tinggal dan tempat mereka menuangkan hoby mereka."


"Iya nanti sesudah libur kita urus semua, asal kamu bahagia sayang."


"Trimakasih suamiku sayang."


Selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah singgah.


Pak Wo mendengar semua ucapan Edo yang ingin membuat gadisnya bahagia.


"Pak, tolong urus rumah untuk tempat anak yang tidak memiliki rumah dekat kita makan tadi."


"Biklah dan nanti akan segera di urus."


Sampai di rumah penginapan mereka segera masuk,untuk beristirahat.


Saat di kamar Bertha melihat jendela yang langsung berhadapan dengan bukit yang di tumbuhi pohon hijau.


Edo yang baru masuk langsung memeluk Bertha dari belakang.


"Sayang apa sih yang membuat kamu bahagia di tempat ini?"


"udaranya sangat segar dan dedaunan hijau."


?Terus mana yang lebih indah dari pada yang ada di belakang kamu hammm."


"Jelas yang ada di belakang aku dong, dia itu ibarat cahaya dalam hidup aku."


"Oya.. aku baru tahu jika ada gadis cantik yang anggap aku cahaya loh."


"Makanya kamu harus tahu sayang, dan jangan pernah berniat untuk melupakan dan meninggalkannya."


"Baiklah sayang, kamu adalah jiwaku jadi tidak mungkin nyawaku akan terpisah dari ragaku selama aku masih bernafas sayang."


"Iya sudah aku mau sekali doong, tapi saat kita mandi."


Bertha yang faham apa maksud Edo langsung mengangguk.


Edo menggendong tubuh Bertha kedalam kamar mandi, segera ia melepaskan pakaian yang masih membungkus tubuh mereka.


Saat ini mereka benar sudah polos, bersama suara percikan air mereka menghabiskan waktu bersama hingga satu jam lamanya.


Setelah merasa puas maka Edo kembali menggendong tubuh mungil Bertha menuju kamar ganti.


Edo membantu memakaikan pakaian Bertha.


Setelah mereka sudah rapi, Edo mengajak Bertha untuk beristirahat.


"Ayo kita tidur, aku mau saat bangun nanti kita dalam keadaan bugar."


Akhirnya mereka terlelap hingga sore hari.


Saat mereka terbangun, matahari sudah beradu dalam belaian bumi, hanya angin yang menerpa wajah cantik Bertha membuat dia semakin cantik.


"Sayang minum dulu tehnya, biar jangan masuk angin."


"Besok kita berangkat jam berapa?"tanya Bertha setelah menerima tehnya.


"Pagi sayang, soalnya jangan terlalu panas saat di dalam kapal."

__ADS_1


Edo mengukuti Bertha tidak pergi ke luar negeri untuk bulan madu, tapi setelah dari rumah singgah Bertha harus ikut kemana Edo bawa.


Pagi hari pak Wo sudah datang menjemput mereka menuju pelabuhan.


Bertha merentangkan kedua tangannya di atas kapal sedang tapi cukup mewah semua fasilitas lengkap di sana.


A... a.... a teriak Bertha menghadap danau indah yang mereka lewati.


Edo hanya tersenyum melihat tingkah Bertha.


Ada rasa bahagia melihat orang yang dicintainya sangat bahagia.


Edo tidak mendekati Bertha sama sekali dia hanya kadang terkekeh melihat tingkah Bertha.


Bertha yang sudah merasa lelah berjalan menuju Edo, dia duduk tepat di samping Edo.


Bertha menyandarkan kepalanya di bahu Edo, hingga Edo memberikan ruang untuk Bertha aman.


Belaian tangan Edo, membuat Bertha semakin dapat merasakan di cintai.


"Capek nggak?"jika ia ada kamar di dalam.


"Nggak ah.. aku mau menikmati suasana di sini."


"Iya sudah aku akan temani sampai kita sampai."


Dua jam kemudian mereka sampai di sebuah pulau kecil, tapi cukup membuat mata terasa di manja.


Sebuah villa mungil tapi dengan gaya modern.


Bangunan yang nampak masih baru, ada banyak tanaman buah, pohon yang sangat terlindung.


Gerbang dengan tulisan Pulau Cinta.Di bawah tulisan ada ucapan selamat datang istriku tercinta.


"Sayang selamat datang du pulau cinta khusus untuk kamu, sebagai hadiah pernikahan kita."


"Trimakasih... tapi kapan kamu buat ini semua, sepertinya rumah itu masih baru."


"Sesudah kak Rita menikah, tapi tempat ini sudah lama aku beli, tapi aku sengaja tidak cerita karena akan jadi kejutan."


"Trimakasih sekali lagi ya."


"Kamu suka?"


"sangat... aku suka tempatnya,tapi sepertinya di balik sana ada perkampungan iya."


"Iya sayang di sana ada perkampungan hanya kita harus lewat dari timur."


Keperkampungan tinggal lurus dari danu ini, tapi jika mau langsung dari darat kita dari timur langsung perkampungan.


"Ini jalur khusus ceritanya."


"Iya dong untuk orang yang spesial juga harus di buat spesial."


"Ayo masuk, tidak mau melihat kamar kita?aku sudah sediakan khusus untuk kamu."


Sampai di kamar Bertha tercengang melihat fotonya terpampang begitu besar.


Bertha memukul lengan Edo, karena foto itu adalah foto Bertha saat menangis di pinggir jalan menuju sekolah.


"Ih.. kamu simpan foto ini? trus di pampanng lagi."


"Tidak apa-apa karena gadis malang yang ada di foto ini yang membuat aku sangat menyayangi dan mencintaimu."


"Mana ada gitu."


"Ada, kamu adalah wanita kuat dan pantang menyerah."


Pelukan hangatnya Edo membuat Bertha menangis.


"Jangan menangis sayang,"aku membuat foto ini bukan mengajak kamu menangis melainkan untuk bangkit.


"Lupakan kenangan itu, atau jadikan sebagai pelajaran, aku akan membawamu kembali menuju kebahagian."


Edo melepaskan foto lama Bertha yang kemudian berganti foto pernikahan mereka yang di penuhi kebahagiaan.

__ADS_1


Bersambung


Trimakasih kepada semua yang masih setia mengikuti karyaku ini .


__ADS_2