APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 85.Bertarung


__ADS_3

Edo meninggalkan kamar putranya,karena Andre sudah terlelap.


Ketika Edo memasuki kamarnya ternyata istrinya sudah tidur, melihat hal itu Edo masuk ke ruang kerjanya.


Banyak hal yang harus di kerjakan oleh Edo, sehingga tanpa terasa sudah menjelang tengah malam.


Melihat jam yang sudah tengah malam, dia membereskan mejanya lalu beranjak menuju kamar tudur untuk beristirahat.


Hari ini Edo merasa sangat lelah,maka tanpa menunggu lama dia sudah ikut terlelap.


Pagi hari, Edo terbangun dan ternyata istrinya sudah tidak ada di samping, sementara si kembar masih setia dalam boxnya.


Edo mencari keberadaan istrinya dan ternyata ada di kamar putranya yang sedang bersiap untuk ke sekolah.


Edo ikut tertidur duduk di sisi ranjang sambil mengamati Andre yang sedang bersiap.


"Papi dan mami kenapa lihatin abang sih?"


"tidak apa-apa sayang,mami dan papi senang punya anak yang pintar seperti abang."


"Trimaksih mamiku sayang."


"Sama -sama anak mami yang paling ganteng."


"Iya sudah kamu tunggu ya, mami bantu siapin keperluan papi untuk kerja."


"Baiklah mi."


"Ayo pi segera mandi."


Edo ikut bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mereka.


"Sayang aku bangga banget punya istri, yang cantik dan pandai bisa buat putra kita jadi mandiri di usia masih kecil."


"Iya deh, Trimaksih atas pujiannya, tapi sebaiknya papi mandi deh biar cepat, entar si abang marah lagi."


"Ok cantik."


Edo menuju kamar mandi setelah mencium bi**r istrinya.


Tidak perlu waktu lama Edo sudah selesai membersihkan diri, lalu memakai pakiannya yang sudah di sediakan oleh Bertha.


"Sayang, tumben si kembar masih tidur?"


"iya pi, tadi baru tidur setelah jam lima, mereka terbangun mulai jam tiga."


"Maaf ya sayang, aku tidak bisa ikut mengurus si kembar, mereka bangun saja aku malah tidak dengar."


"Tidak apa-apa sayang, aku tahu kamu pasti sangat lelah, makanya tidurnya sangat nyenyak banget."


"Iya sayang soalnya tadi malam banyak kerjaan yang harus selesai."


"Iya aku tahu kamu sampai jam dua belas baru masuk ke kamar."


"Kamu belum tidur ketika aku masuk?"


"sudah tapi baru mau tidur kembali setelah selesai kasih minum si kembar."


"O... gitu ya, hemmmm muach,"tiba -tiba Edo mencium pipi Bertha sambil memeluknya.


"Sudah ayo sarapan, nanti si abang terlambat loh."


"Baik ratuku."


Setelah itu mereka sarapan bersama, Andre sudah duduk manis menunggu kedua orangtuanya.


"Mi, abang berangkat ya, kakek abang berangkat."


Andre menyalam mami dan kakeknya lalu berjalan menuju mobil yang sudah ada Gilbert.


"Pagi om ganteng."


"Pagi juga boy, wah cerah banget harinya, senang om lihatnya."


"Iya dong om, pagi itu harus semangat, tidak boleh lemah."


Beberapa menit kemudian barulah Edo memasuki mobil.

__ADS_1


"Papi kok lama banget sih, sudah lima menit tahu nunggunya."


"Iya boy, tadi ada berkas yang harus di tanda tangani oleh kakek dan mami."


"Oh... gitu pi, abang pikir papi lagi drama sama mami."


"Nggak boy, maaf sayang sudah membuat kamu menunggu."


"Wah... bos rada hati -hatilah sama bu bos, saingannya lumayan berat."


Gilbert yang mendengar perkataan Andre sengaja memanas -manasi bosnya itu.


"Ih... om bilang apa sih aku nggak ngerti."


"Tidak apa-apa boy hanya obrolan orang dewasa, bos kecil tidak perlu tahu, yang penting Kamu itu belajar baik boy."


"Om... nyebelin tahu."


"Ha.... ha... tadi katanya harus semangat, eh sekarang malah semangat marah ya."


"Andre nggak mau sama om, besok sama kakek saja."


"Kakek Wo kamu itu ada di belakang kita boy, jadi ya tidak seru."


Sejak Gilbert ditugaskan untuk antar jemput Edo, pak Wo akan berada di belakang mobil Edo bersama beberapa pengawal.


Pak Wo meresa tidak tenang jika melepaskan Edo selagi dia masih bisa.


Saat ini anak keduanya masih sedang di persiapkan dari segal bentuk, agar sesudah dia terjun sudah siap lahir batin membantu Edo dan perusahaan.


Sementara Andre dia sudah lupa dengan marahnya karena mendengar cerita lucu dari Gilbert.


Gilbert sangat menyayangi anak -anak sehingga sangat muda untuk mengambil hati mereka dengan berbagai macam cara.


Apa lagi seperti tipe Andre yang sangat muda menerima seperti sifat Gilbert.


"Boy... kamu mau turun apa ikut om ke kantor, soalnya kita sudah sampai."


Edo dan Andre tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai karena bercanda di dalam mobil.


"Turun dong om, kalau sudah besar baru ikut om ke kantor."


Edo turun untuk mengantarkan Andre sampai ke depan kelas anaknya.


Sampai di mobil Edo duduk di samping Gilbert, mereka berbincang banyak hal.


"Oya... Gil,bagaimana keadaan tante, apa sudah mendingan? nanti sore kita ke rumah sakit ya."


"Sudah lumayan, baiklah nanti aku atur waktunya."


Gilbert yang tahu Edo bagaimana mending mengalah, walau dia merasa tidak enak karena sudah banyak di bantu Edo tentang perobatan kedua orangtuanya.


Edo termasuk orang yang loyal kepada orang yang bekerja sama dia, karena menurutnya jika keluarga mereka dalam keadaan baik, maka mereka akan bekerja dengan baik pula.


Sampai di kantor Edo masuk seperti biasa, dengan wajah dan senyuman untuk membalas sapaan para karyawan.


Gilbert tidak kalah dengan sikap bosnya, sedikit mencari perhatian jika dengan wanita cantik, tapi tetap dalam batas wajar.


Gilbert adalah didikan pak Wo, saat bekerja tidak boleh ada yang main-main jika di luar jam kerja itu tidak masalah asal masih sebatas wajar, dan jangan pernah menyakiti sesama karyawan apa lagi wanita.


Di dalam ruangan Edo menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, hari ini dia menjeput Andre latihan bela diri sore mau jenguk mama Gilbert,jadi waktu


untuk bekerja benar -benar dia manfaatkan.


Tepat pukul dua belas Edo keluar dari kantor, mereka segara menuju sekolah Andre karena disana dilaksanakan latihan bela diri.


"Anak papi sudah siap?"


"sudah pi, ini abang masih keringat."


"Bagaimana apa sudah lancar?"


"belum pi oya om Gilbert mana."


"Ada di kantor sayang, papikan ada di sini jadi yang ngurus kantor ya om sama kakek Wo."


"Kita pulang yo pi, abang sudah lapar."

__ADS_1


"Apa abang mau makan di luar?"


"nggak ah pi, dirumah saja kasihan mami tidak ada teman, kakek mau ke kantor katanya."


"Oklah boy."


Saat ini mereka sudah berada di rumah, Bertha yang baru turun, tersenyum bahagia melihat kedua pria yang sangat dicintainya.


"Sudah pulang sayang?"


"Iya mi, abang lapar banget, kita langsung makan ya!"


"iya ayo."


Andre benar sangat lapar, buktinya dia makan begitu lahap.


Saat selesai makan Edo naik untuk melihat si kembar, Andre juga sudah masuk ke kamar untuk membersihkan diri.


Bertha masuk dengan secangkir kopi untuk suaminya, yang di sambut dengan senyuman indah dari bibir Edo.


"Trimakasih sayangku, kamu memang istri andalanku."


"Oya..


si kembar lagi ngapain sayang?"


"jalan -jalan pi."


"Ha? sama siapa?"


"mereka berdualah, bukannya papi tanya mereka?"


Edo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia sadar sudah salah bertanya lalu istrinya mengerjainya.


"Pi mereka belum bisa apa-apa,paling tidur, dan ngoceh."


"Iya sayang, aku salah bertanya, hemmm sekarang mereka lagi tidur? bawa sini dong."


"Bentar ya pi aku lihat dulu."


Bertha menggendong Dio yang sudah bangun lalu menyerahkan pada papinya.


"Dio sudah bangun pi, aku jemput Dia dulu."


Edo menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya karena sungguh sangat menyenangkan bermain-main bersama mereka.


Andre tadi sudah bergabung setelah selesai membersihkan dirinya.


"Apa papi tidak mau ke kantor lagi?"


"ke kantor sayang, entar lagi papi masih ada meeting, baru jenguk nenek om Gilbert."


Melihat jam hampir jam tiga dia bersiap untuk berangkat ke kantor.


Supir dan pegawal Edo masih setia di luar.


"Papi berangkat boy, bobok nanti ya."


"Beres pi."


Edo kemudian masuk mobil setelah sedikit drama pada istrinya.


"Ayo sayang papi sudah pergi, sekarang kita bobok ya."


"Tapi sama mami."


"Boleh dong sayang."


"Mi kenapa hidup ini di bilang bertarung?"


"iya sayang, kadang hidup kita berada di atas tapi kadang di bawah, jadi kita harus pintar, pertarungan di dunia ini akan ada penilaiannya dari Tuhan."


"Gitu ya mi?"


"di dunia ini hanya kesenangan sementara sayang jadi apapun yang kita miliki jangan sombong."


"Apa mami pernah merasa di bawah dan tidak ada yang menolong?"

__ADS_1


Bersambung


Hai..... hai Trimaksih untuk yang masih setia pada karya ku ini ya.


__ADS_2