APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 64.Kunjungan


__ADS_3

Setelah lelah dengan kegiatan pasangan suami istri itu akhirnya mereka tidur.


Saat pagi hari Edo terbangun, ia tersenyum melihat istri tercintanya meringkuk sambil memeluknya dengan erat.


Edo mengelus perut buncitnya istrinya, sehat selalu ya sayangnya papa, kalian berdua harus selalu sehat demi papa.


Bertha yang merasa ada pergerakan dalam perutnya, membuka matanya.


"Sayang ada apa?" ucapnya di tengah mencari kesadarannya.


"Tidak apa-apa sayang hanya mau bicara dengan jagoan kita."


"Oya sayang aku boleh berkunjung nggak?soalnya mereka kangen papanya yang ganteng ini."


"Tapi aku belum mandi sayang bau."


"Nggak apa-apa, aku juga belum mandi, baunya itu buat aroma terapi sayang."


"Ha? pendapat siapa itu."


"Iya pendapat aku dong sayang, kan yang meniknati juga aku."


"Boleh ya?"tanya Edo kembali dengan penuh permohonan.


"Boleh deh aku juga kangen papanya."


Edo yang sudah mendapatkan lampu hijau, merasa sangat bahagia, dengan cepat dia memulai kegiatannya.


Bibir seksi Bertha adalah yang pertama dia serang,******* demi ******* mereka lakukan.


Edo tidak hanya diam di situ saja, tanganya sudah mulai giat mencari tempat favoritnya.


Bagaikan bayi Edo menyusu dengan rakus.


Karena sudah tidak tahan lagi Edo menyatukan si jaknya agar merasakan nikmat yang tidak bisa terlukiskan.


Kunjungannya pagi ini akhirnya berakhir dengan sebuah kecupan di kening istrinya.


"Trimakasih sayangku, semoga kunjungan kali ini mengobati rindu yang dalam."


"Sama-sama papa,ucap Bertha dengan menirukan suara anak kecil."


Edo terkekeh mendengar jawaban Bertha.


"Mandi yo, ajak Edo."


"Kok mandi sih, kita jalan pagi dulu sayang."


"Iya ampun aku lupa sayang,iya sudah kita hanya bersih di area sini saja,"ucap Edo sambil menunjukkan area terlarang milik mereka.


Dengan cepat mereka membersihkan diri lalu keluar dari kamar menuju taman rumah mereka.


Seperti biasa mereka melakukan kegiatan itu dengan senang hati.


"Sayang aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kalian, sebaiknya kamu sesar saja ya."


"Kok gitu sih sayang, aku itu mau merasakan bagaimana seorang ibu yang sesungguhnya, dengan segala perjuangannya untuk melahirkan anak."


"Sayang tanpa harus melahirkan normal kamu juga merasa seorang ibu."


"Percayalah tidak akan terjadi sesuatu sayang."


"Aku takut sayang jika saat akan melahirkan terjadi sesuatu dan akhirnya harus operasi, jadi resikonya lebih berat sayang."

__ADS_1


"Sayang kita harus kekuatan Tuhan,kamu ingat berapa kali aku hampir kehilangan nyawaku tapi sampai sekarang aku masih hidup karena kekuatan Tuhan sayang."


Edo terdiam dengan perkataan istrinya, dia ingat kembali perjuangan Bertha untuk bisa bertahan hidup.


"Iya sudah deh aku nyerah."


"Ayo kita mandi biar kita sarapan."


Akhirnya mereka segera membersihkan diri lalu keluar untuk sarapan.


Setelah sarapan Edo berangkat ke kantor.


"Sayang aku berangkat ya,baik-baik di rumah ya sayang."


"Ok bos besar."


Edo mengacak rambut panjang Bertha karena gemas.


Edo sudah berangkat ke kantor tinggal dia sendiri dengan semua aktivitasnya.


Hari berganti hari tibalah saatnya Bertha tinggal menunggu hari, sesuai hasil usg dan dari terakhir datang bulannya Bertha.


Hari ini mau tidak mau Bertha harus ke kantor karena ada investor yang maksa harus ketemu dengan Bertha.


Setelah Edo memarkirkan mobilnya, Edo menemani Bertha sampai ke ruang rapat.


Di sana semua sudah berkumpul termasuk papa Aldo dan kak Pino.


"Sayang ayo duduk,biar kita mulai."


Edo dan Bertha langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Bertha hanya diam mendengar semua penjelasan dan perdebatan antara mereka, demikian juga dengan Edo.


Edo memberi kode kepada istrinya dengan menggelengkan kepalanya.


Papa Aldo yang melihat itu juga mengerti akan kode dari Edo.Segera dia mengakhiri perdebatan panjang itu.


Baiklah bapak -bapak semua,sepertinya rapat kita kali ini sudah dulu, dari pihak kami tidak menerima usulan dari pak Andre.


"Jika masih ada yang harus kita bicarakan,di lain waktu saja, sesuai keinginan pak Andre kami sudah menuruti dengan mendatangkan kehadiran anak saya."


"Tapi sesuai keinginan bapak kami merasa di rugikan, dan dengan ini kami menolak permintaan bapak."


"Kalau begitu saya menarik saham dari perusahaan saya di perusahaan ini."


Pak Andre langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari ruang rapat itu.


Setelah pak Andre keluar, papa Aldo bertanya kepada yang hadir.


"Apa masih ada yang mau menyusul? silahkan!"


Tapi tidak ada satu pun yang bersuara, semua diam,karena tidak ada yang mau bicara lagi maka rapatpun segera di tutup.


Setelah semua ke luar, sekarang tinggal papa Aldo, Edo dan Bertha.


Berapa persen saham pak Andre pa?tanya Edo kemudian.


"Sekitar sepuluh persen nak."


"Saham sepuluh persen sudah berlagu,"ucap Edo sinis.


"Makanya papa emosi mendengar perkataannya yang tidak masuk akal itu."

__ADS_1


"Jika dia menarik sahamnya apa ada pengaruhnya dengan perusahaan pa?" tanya Bertha sedikit kwatir.


"Tidak sayang, sekarang pun kita bisa langsung menutupi."


"Dulu dia ommu pakai karena saat itu sangat di butuhkan, tapi sekarang dengan bertambahnya cabang perusahaan, kita memiliki peningkatan pendapatan."


"Sepertinya dia sering menggunakan cara curang ya pa?"tanya Edo karena menuturut penglihatan dia pak Andre bukan orang jujur.


"Iya mungkin nak, tapi memang papa sudah lama tidak setuju dengan pendapat dia yang ingin menang sendiri."


"Kita harus hati -hati dengan dia pa, mungkin dia akan menggunakan cara lain atas kejadian hari ini."


"Kamu benar nak, karena banyak juga saingan bisnis dia yang rugi akibat ulahnya."


"Iya sudah sayang kamu tidak perlu kwatir akan hal itu, biar jadi urusan papa dan kakak kamu."


"Iya pa, tenang saja aku baik -baik kok."


"Sebaiknya kalian pulang duluan jika ada sesuatu papa akan hubungi kalian atau pak Wo."


Edo dan Bertha akhirnya pamit untuk pulang.


Di mobil Bertha bertanya pada Edo, yang membuat Edo tertawa.


"Sayang tadi kok langsung kasih kode aku sih?"


"iya sejak awal aku tidak suka cara orang itu yang memojokkan perusahaan, seolah -olah dia tidak dapat keuntungan selama ini."


"O.... begitu ya, pintar bangat sih suamiku ini, "ucap Bertha sambil mencubit pipi Edo.


"Iya dong suami siapa dulu,ucap Edo narsis.


"Iya suamiku yang paling ganteng sejagat raya,"ucap Bertha lembut.


Karena percakapan yang tidak ada putus akhirnya tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah.


"Sayang ayo kita kita turun, sudah sampai loh kok ucap Edo,"yang melihat Bertha sedang melamun.


Edo menemani istrinya setengah hari ini, dia sengaja tidak ke kantor lagi.


Bahkan dia sudah berencana tidak akan pergi ke kantor lagi.


Edo menyelesaikan pekerjaannya dari rumah agar bisa selalu menemani istrinya dia mau suami yang siaga.


Saat sudah waktunya makan siang mereka segera menuju meja makan.


Satu hari telah usai makan siang Bertha merasa pinggangnya sangat sakit.


Bertha memanggil Edo dari ruang jerjanya.


"Ada apa sayang? apa ada yang sakit?"


"iya pingggang aku sakit bangat sayang."


"Biar aku urut ya."


Edo memijit kecil punggung Bertha,hingga tertidur pulas.


Edo tersenyum melihat Bertha yang sudah tidur pulas.


"Tidur yang nyenyak sayangku,"ucapnya sambil mencium keningnya Bertha.


Edo kembali ke ruang kerjanya,dia harus menyelesaikan beberapa berkas.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2