
Hari pernikahan Edo dan Bertha akhirnya telah tiba, hari ini semua tampak sibuk untuk merias diri masing-masing, selain Bertha yang sudah selesai mulai tadi.
Semua sudah selesai, dia sudah duduk manis menunggu waktu mereka berangkat ke tempat pernikahan sekaligus resepsi pernikahan mereka.
Setelah semua telah berkumpul di ruang keluarga, mereka berdoa bersama sebelum berangkat, setelah berdoa mereka berangkat bersama, walau waktu masih ada satu jam lagi, tapi mereka lebih memilih cepat dari pada terlambat.
Bertha satu mobil dengan papa Aldo dan papa kandungnya.
Dari kaca spion Bertha melihat papanya menangis, Bertha hanya melihat dari kaca spion tanpa ingin bicara, dia tidak ingin merusak acara bahagianya sendiri.
Papa mungkin hanya merasa bersalah, itu yang ada dalam pikirannya.
Papa Aldo ternyata menyadarinya jika kakaknya sedang menangis.
"Sudahlah bang, apa yang abang pikirkan? hari ini adalah hari spesial untuk anak kita, berdoa aja biar kebahagiaan yang selalu menemaninya."
"Iya, aku hanya merasa bersalah karena tidak bisa me
berikan dia kebahagiaan."
Bertha yang mendengar perkataan papanya akhirnya berbalik menghadap mereka.
"Pa... sudah ya tidak usah sedih, aku sudah bahagia melihat papa seperti sekarang, biarpun bukan papa yang menjaga aku, tapi papa Aldo juga adik papa jadi sama saja."
Kita tidak boleh terlalu larut di masa lalu, agar kita bisa bangkit pa.
Doakan saja agar aku tetap semangat dan bahagia, aku sayang papa.
"Iya nak."
Setelah pembicaraan itu, mereka akhirnya memilih untuk diam, hingga mereka sampai di tempat acara.
Semua sudah berkumpul termasuk keluarga dari Edo.
Edo datang menghampiri Bertha, mereka berjalan menyusuri karpet merah yang sudah di taburi kelopak bunga mawar merah dan putih.
Hingga akhirnya mereka sampai di altar pernikahan.
Saat itu masih ada waktu setengah jam, mereka memilih untuk berfoto bersama agar saat selesai acara janji nikah mereka langsung melanjutkan acara selanjutnya.
Setelah selesai semua berfoto acara segera di lanjutkan.
Ikrar janji suci berlangsung dengan baik tanpa ada halangan, hingga kini pasangan muda itu sudah resmi suami istri.
Edo menyematkan cincin pada jari manis Bertha, kemudian gantian dengan Bertha yang menyematkan cicin pada jari manis Edo.
Edo mencium kening Bertha, semua bertepuk tangan atas bertambahnya angota baru tersebut.
Setelah selesai acara perjanjian nikah mereka menuju tempat redepsi di samping altar tadi.
Ada acara hiburan yang telah disediakan,semua di persilahkan menikmati acara, ada yang sedang makan, ada yang menonton dan ada yang sekaligus menikmati keduanya.
Karena saat itu tepat waktu makan siang maka bagi mereka yang sudah perutnya meronta segera mengisinya terlebih dahulu.
Edo dan juga menikmati makan siang mereka, karena tadi saat sarapan mereka tidak selera sama sekali.
"Sayang banyak makan agar kuat untuk menyalami tamu di lihat itu banyak sekali."
"Iya... yah.. apa kita kuat berdiri berjam-jam."
"Makanya kamu harus banyak makannya, biar tenaganya cukup sampai nanti malam."
"Uh... kamu mesum tahu."
"Bukan mesum tapi kebutuhan sayang, lagian kita sudah sah jadi wajar dong."
"Iya aku tahu.. tapi jangan di sini juga kali malu di dengar orang."
Edo terkekeh mendengar perkataan Bertha yang sudah terlihat kesal.
__ADS_1
Saat mereka asyik cerita ternyata mc sudah memanggil agar mereka menaiki tempat yang telah disediakan, karena para tamu akan memberikan kata selamat.
Satu jam kemudian Bertha sudah mulai capek, sementara tamu masih banyak bagaimana tidak banyak,dari dua perusahaan yang kokoh megah, belum lagi para kolega mereka.
Dua jam akhirnya penderitaan Bertha selesai juga, semua undangan sudah kembali ketempat masing-masing.
Edo dan Bertha masih berada di acara tadi, sekarang giliran keluarga besar yang datang untuk memberikan kata selamat.
"Sayang selamat ya, semoga bahagia dan keluarga yang bahagia sampai maut memisahkan kalian."
"Trimakasih papa, papa jangan sedih aku akan tetap di dekat papa."
"Iya sayang tapi tidak papa lagi yang bertanggung jawab sama kamu lagi sayang."
Saat Bertha memeluk erat papanya, dia menangis tersedu karena hanya papanya yang selalu memberikan dia kasih sayang selama ini.
Setelah melepaskan pelukannya papa Aldo bergantian memeluk Edo, jaga putri papa dengan baik, ucapnya dengan air mata dipipinya.
"Edo akan berusaha semampu Edo pa."
Saat ini giliran papa Pino, sebelum dia berkata apa -apa dia dudah menangis.
Dengan erat dipeluknya tubuh Bertha, selama hidup Bertha baru kali ini dia rasakan pelukan hangatnya dari papa kandungnya.
"Ma... af.. kan papa nak, ucapnya terbata-bata."
Hatinya masih terasa bersalah membuat putrinya begitu menderita selama ini.
Tidak pernah ada kebahagiaan hanya ada air mata yang selalu menemaninya.
Pino tersenyum bahagia melihat adik bungsunya sudah mendapat kebahagiaannya.
"Selamat ya dek, kakak akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu."
"Titip adikku yang paling cantik ini ya,jaga dia denga baik, aku percaya sama kamu."
"Iya bang, Trimakasih sudah percaya sama aku."
"Selamat ya nak, jaga putri mama dengan baik."
"Hanya putri mama yang perlu di jaga gitu,anak mama yang ganteng ini tidak di titip sama putri mama, ucap Edo cemberut."
"Mama percaya sama putri mama, dia akan menjagamu dengan baik."
"Jadi aku tidak mama percaya."
Semua orang yang berada di sana tertawa menyaksikan drama itu.
Saat ini papa Edo yang memberikan kata selamat kepada anak sulungnya.
"Selamat ya jagoan papa, jangan berhenti sampai di sini, perjuangan mu baru di mulai semangat terus."
"Trimakasih ya pa."
Setelah semua selesai mengucapkan selamat, mereka segara meninggalkan tempat itu.
Edo dan Bertha menuju hotel dimana keluarga besar mereka telah memesan untuk malam pertama mereka.
Sampai di kamar hotel Bertha tertegun atas hiasan kamar hotel yang sungguh indah.
"Sayang sini aku bantu buka hiasan di rambut mu."
Edo membuka pernak pernik yang ada di rambut Bertha.
Edo membuka resleting gaun Bertha sehingga punggung mulus Bertha terlihat sempurna oleh Edo.
"Mau mandi sama atau kamu duluan."
"Duluan deh,"ucap Bertha yang kemudian berlari menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setengah jam kemudian Bertha keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
Edo melihat istrinya dengan penuh cinta.
Cantik... ucap Edo sambil terkekeh karena wajah Bertha bersemu merah.
"Hei bengong,"ucap Bertha sambil memukul lengan Edo.
"Habis kamu cantik banget sayang,"aku sampai pangling di buatnya.
"Sayang aku mandi dulu ya, tunggu jangan kemana-mana."
Bertha menggelengkan kepalanya karena tingkah lakunya Edo yang sangat aneh menurutnya.
Setelah selesai mandi Edo mengeringkan rambutnya sambil melihat Bertha dari cermin.
Sayang... ucap Edo yang sudah memeluk Bertha dari belakang.
"Pakai baju dulu sana masih sore ucapnya manja."
"Memang ada ya peraturannya peluk istri itu harus malam, baru tahu aku."
Bertha merasa malu, karena dia pikir Edo akan minta jatahnya.
"Kamu pikir apa sayang? kok wajah kamu merah gitu."
"Nggak ada ya."
"Tenang saja aku minta nanti malam, sama seperti kata ku tadi siang."
"Sekarang kita nikmati waktu istirahat dulu, biar ada tenaga untuk nanti malam."
Edo masuk keruang ganti untuk memakai pakiannya.
Setelah berganti pakaian, dia lihat Bertha sudah tidur, segera ia menyusul membaringkan tubuhnya di samping Bertha.
Karena lelah Edo akhirnya tertidur pulas.
Saat terbangun ternyata sudah jam sembilan malam, Edo segera memesan makanan untuk mereka.
Setelah selesai memesan makanan, Edo membangunkan Bertha karena pesanan makanan mereka akan tiba.
"Sayang bangun, nanti lanjut tidur kita makan dulu ya."
Karena merasa ada yang mengguncang lengannya Bertha perlahan membuka matanya.
"Jam berapa?" tanyanya masih setengah sadar.
"Jam sembilan sayang, ayo kita makan dulu ini makanan baru di antar, nanti keburu dingin."
Bertha duduk dan kemudian menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Bertha duduk di samping Edo yang sudah selesai menata makan mereka.
"Mau di suapin atau mau makan dendiri?"
"Makan sendiri," ucap Bertha cepat.
"Baiklah sayang, aku ngalah asal ada tenaga untuk nanti."
"Pasti sayang.. "ucap Bertha sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Mulai nakal ya."
"Iya belajar dari kamu dong."
Akhirnya mereka menyelesaikan makan malam mereka yang tertunda.
Bersambung
__ADS_1
Trimakasih kepada semua yang sudah mendukung karya ku ini. p