
Bangga kata itulah yang pantas Edo ucapkan melihat ketiga anaknya dapat menyelesaikan masalah tanpa harus melibatkan mereka sebagai orang tua, bahkan anak yang dia anggap masih kecil,ternyata lebih dewasa.
Edo tersenyum bahagia melihat anaknya dari jauh.
"Sayang ada apa?" tanya Bertha yang melihat suaminya tersenyum sendiri.
"Tidak apa-apa sayang, aku hanya bangga dengan anak-anakku."
"Memang kenapa sayang?"
"lihat mereka, mereka bisa menyelesaikan masalah mereka, dan yang pasti karena mereka saling membantu."
"Iya sayang ternyata mereka sudah dewasa, aku pikir masih kecil yang harus ku manja."
"Sama sayang, ternyata kita sudah tua."
Edo membawa Bertha ke dalam pelukannya.
"Sayang sudah kita langsung masuk ke kamar yo, aku kangen nic."
"Masa sih? kok aku nggak percaya ya."
Edo mengangkat tubuh Bertha setelah memasuki kamarnya.
Meletakkannya dengan sangat hati-hati.
"Sayang nanti deh, anak-anak saja belum pada tidur," gerutu Bertha karena tangan suaminya mulai tidak terkontrol.
"Sayang jangan begitu deh, nanti ya, aku janji."
"Baiklah bidadariku, aku percaya, tapi kamu mau kemana sayang?"
"Mau melihat putri kecilku."
"Baiklah kalau begitu aku tunggu ya, silahkan sayang."
Bertha meninggalkan suaminya menuju kamar putrinya.
Tok... tok.... tok.
suara pintu di ketuk oleh maminya,sambil memanggil nama putrinya.
"Sayang ini mama, buka pintunya."
"Masuk saja mi, tidak di kunci kok."
Bertha masuk dan melihat putrinya sedang tersenyum bahagia.
"Sayang ada apa kok bahagia banget?"
"Iya dong soalnya aku sudah baikan sama abang."
"Baguslah kalau begitu sayang,sudah sekarang kamu tidur, sudah malam."
"Baik mi," Dia merebahkan tubuhnya diranjang empuknya lalu maminya menarik selimut hingga batas dada putrinya.
Setelah mengecup kening sang putri, maminya keluar dari kamar putrinya dengan rasa bahagia.
Bertha melihat putra sulungnya masih sibuk dengan leptopnya, lalu menghampiri.
"Sayang belum tidur?"
"iya mi, tanggung ada tugas kuliah mau di kumpul besok pagi."
"Perlu bantuan mami nggak?"
"nggak usah mi, sudah mau siap kok," tolak Andre halus.
Sebenarnya tugas kuliah Andre masih lumayan banyak, tapi dia tidak tega jika harus minta bantuan maminya.
"Iya sudah mami tinggal tidur aja ya,ingat langsung tidur jika sudah selesai."
"Pasti mi, selamat tidur mi."
"Trimakasih sayangku, mimpi indah juga ya sayang."
Selepas kepergian maminya Andre langsung menyelesaikan pekerjaannya, karena dia sudah merasa lelah dan mengantuk.
Setengah jam kemudian Andre menyudahi pekerjaannya karena sudah tidak sanggup lagi menahan ngantuknya, dia berencana menyelesaikan besok pagi sebelum kuliah.
__ADS_1
Sementara itu Edo masih setia menunggu sang istri untuk menagih janji.
Bertha masuk dan langsung di sambut senyum dari suaminya.
"Bisa mulai sayang?" tanya Edo saat sang pujaan hatinya sudah berada di sampingnya.
"Silahkan sayang jiwa dan raga ini adalah milik kamu tidak maka lakukanlah sesuai harapanmu."
Edo terkekeh mendengar perkataan istrinya, dia mulai melancarkan aksinya dengan mengikuti gaya bayi pada bagian bukit indah sang istri.
Puas laksana bayi, Edo mulai memasuki area pribadi miliknya dengan mengobrak -abrik isinya.
Gerakan maju mundur yang dilakukan oleh Edo membuat Bertha semakin terbang bersama indahnya cinta mereka.
Erangan kepuasan dari keduanya mengakhiri pergulatan mereka.
Pagi hari semua anggota keluarga sudah berkumpul bersama untuk sarapan.
Semua kegiatan terlaksana dengan baik,hingga pada akhirnya mereka pergi menuju tempat masing-masing bertugas.
Pagi ini Andre harus fokus menyelesaikan tugasnya yang belum selesai, dia tidak mau sampai ada masalah gara-gara tugas yang belum selesai.
"Ah... akhirnya selesai juga"ujarnya karena puas dengan tugasnya.
Andre segera membereskan perlengkapan kuliahnya, lalu berangkat.
Hari ini dia sangat sibuk dengan urusan kuliahnya, sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan gadis yang sudah mencuri hatinya.
Di sela kesibukannya dia mengingat wajah sedih itu, Mayanti dia adalah gadis cantik yang sudah mencuri hati seorang Andre.
Andre tersenyum kecil, dia berencana menemuai gadis tersebut nanti sore setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Mayanti sudah mulai kuliah seperti yang di janjikan oleh papi dan maminya Andre.
Dia kuliah di universitas yang berbeda dengan Andre, atas permintaannya.
May tidak mau jauh dari mamanya,di dunia ini hanya mamanya yang dia punya.
Untuk bisa kuliah dia sangat bahagia, apa lagi saat ini mamanya sudah sembuh.
Jam lima sore Andre melajukan mobilnya menuju rumah May.
May dan mamanya pencinta tanaman hias, dan ini pula tambahan uang mereka.
Melihat hal itu, timbul niat Andre untuk membantu membuat taman agar mama May,lebih bebas untuk menanam bunga.
"Sore bu, May,"sapa Andre ketika sudah berada di dekatnya Bertha kedua wanita tersebut.
"Eh... nak Andre, ayo masuk ibu dan May sudah siap."
"Ibu suka tanam bunga?"
"Iya nak, hati ibu merasa damai dekat bunga-bunga tersebut."
"Kalau kita buka toko bunga sekaligus taman bunga bagaimana?"
"Wah... jangan nak Andre, soalnya biayanya pasti sangat besar, pada hal kami sudah banyak di bantu oleh keluarga nak Andre."
"Tapi saya rasa tidak masalah bu, karena ibu bisa mendapatkan penghasilan dari sana, jadi tidak perlu kerja sama orang."
"Tapi nak,"belum selesai dengan ucapan ibunya May,Andre sudah memotongnya.
"Begini bu, masalah ini anggap saja ibu pinjam uang saya, ibu bisa cicil berapapun."
"Kalau begitu ibu setujui nak,tapi tanah dan tokonya dimana nak?"
"Nanti kita cari tempat yang pas, di sekitar sini."
"Trimakasih banyak nak Andre sudah banyak membantu kami."
"Sama-sama bu."
Satu jam berada di sana Andre akhirnya permisi untuk pulang.
Andre sampai di rumah, semua anggota keluarga sudah selesai makan malam.
Mereka sedang bersantai di ruang keluarga sambil menikmati secangkir kopi.
"Malam pi, mi," sapanya Andre saat sudah berada di ruang keluarga.
__ADS_1
"Malam sayang, ayo duduk."
"Abang mandi dulu saja mi."
"Iya sudah tidak apa-apa sayang, sana biar wangi, kamu sudah makan?"
"belum mi."
Andre langsung menuju kamarnya untuk segera membersihkan dirinya.
Tidak perlu membutuhkan waktu lama dia sudah turun untuk makan.
Dia tahu jika mami dan papinya masih menunggu dirinya.
"Sudah siap sayang," sapa maminya ketika anaknya sudah turun kembali.
"Sudah mi, abang sudah lapar jadi tidak perlu waktu lama."
"Kenapa nggak makan di jalan tadi?"
"malas mi, kalau harus makan sendiri, di sini ada mami yang menemani."
"Iya sudah ini makan,"ujar Bertha sambil menyodorkan piring yang sudah di isi nasi.
"Trimakasih mi."
"Bagaimana keadaan May dan ibunya sayang?"
"Baik mi, oya tadi aku bicara tentang toko bunga dan sekaligus taman bunga agar ibu May tidak perlu bekerja di toko lagi mi."
"Bagus itu nak, mami setuju, kalau papi bagaimana?"
"setuju juga, tapi apa sudah ada tempatnya?"
"belum pi, masih harus mencari."
"Iya sudah biar im Gilbert yang urus kamu fokus kuliah saja dulu."
"Baiklah pi, abang setuju."
"Iya sudah sekarang kita istirahat dulu biar tetap sehat, jangan banyak begadang."
"Ah... papi kapan juga abang begadang."
Edo tersenyum mendengar perkataan putranya, memang benar Andre tidak pernah keluyuran, sejauh ini jejak Edo masih bisa di ikuti oleh anak-anaknya.
Mereka berpisah tepat di depan pintu kamar Andre.
"Selamat malam pi, mi, mimpi indah."
"Iya sayang kamu juga."
Tidak terasa satu minggu telah berlalu, dan sesuai dengan keinginan Andre, tempat sudah dapat dan tepat di wilayah strategis.
Saat ini mereka sudah berada di sana, mama May sangat senang.
Dua orang karyawan sudah sekalian di sediakan, untuk membatu di toko dan dua orang untuk di kebun, jadi May dan
mamanya hanya mengontrol saja.
"Lah... nak Andre ini bagaimana?"
"kenapa bu?"
"ini namanya bukan bekerja nak, semua ada yang mengerjakannya lalu ibu kerja apa?"
"membantu mereka bu."
"Iya bu, kalau ibu yang mengerjakan semua yang ada ibu sakit lagi," ujar Bertha sambil tersenyum.
"Iya sudah trimakasih banyak pak, bu juga nak Andre."
Setelah melihat kebun tersebut mereka menuju toko bunga yang sudah tersusun rapi.
Mereka akhirnya makan bersama, sebagai syukuran untuk pembukuan toko dan taman bunga tersebut.
Acara sederhana tersebut sudah selesai, saatnya mereka untuk pulang.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya dong, dengan like dan komentarnya serta votenya iya ya.... Trimakasih.