APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 119.Waow


__ADS_3

Dia memeluk papinya karena sangat bahagia, waow jeritnya dengan suara khasnya.


Andre dan Dio keluar dari rumah karena mendengar ribut.


Kedua anak lajang Edo terbengong menyaksikan semuanya.


Sudah beberapa hari ini,tidak terdengar suara tawa lepas, tapi hari ini mereka dapat mendengar lagi.


Antara senang dan sedikit rasa kecewa karena mereka harus kehilangan keceriaan sang adik.


Dengan adanya mobil Dia,maka kebersamaan mereka akan terbatas.


Dio juga tahu ini akibat ulahnya sehingga papinya harus menuruti keinginan adiknya.


"Waow... "


kembali terdengar suara Dia setelah melihat isi mobilnya yang mewah.


"Apa kamu suka pilihan om princes?"


"Jelas dong om, aku sangat bahagia, mobilnya sangat bagus."


"Pasti dong demi princes om, asal papi dan mami kamu setuju om akan usahakan sayang."


"Trimaksih om atas usahanya."


"Sama-sama sayang."


Gilbert mengajak Dia naik untuk mencobanya.


Sore hari mengelilingi areal perumahan membuat hati Dia merasa bahagia apalagi dengan mobil baru.


Setelah selesai keliling akhirnya mereka kembali ke rumah karena Gilbert harus pulang.


Sudah jadi kebiasaan bahwa mereka selalu makan bersama.


Dia yang di liputi rasa bahagia sampai tidak menyadari bahwa kedua abangnya berada di ruang keluarga, saat di berlari menaiki anak tangga.


Sampai di kamar ia langsung membersihkan dirinya karena hari akan semakin malam.


Tidak butuh waktu lama Dia sudah selesai membersihkan dirinya dan memakai pakaian rumahnya.


Saat turun ternyata semua sudah berkumpul di ruang makan.


Dengan menarik kursi kosong tepat di di tengah kedua abangnya.


Semua makan dengan lahap dan dalam diam sehingga acara makan cepat selesai.


Papi Edo sengaja tidak memulai pembicaraan, karena dia tahu kedua anak lelakinya masih ada merasa bersalah, terbukti dari sikap mereka.


Walaupun tidak marah tapi ada sedikit kecewa kepada keduanya.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan acara bersantai seperti biasa.


"Papi mau bicara pada kalian,"ujarnya untuk memulai pembicaraan.


"Iya ada apa pi?"


"papi sengaja membelikan mobil untuk ngantar jemput Dia, tapi papi harap kalian tetap saling perhatian atau melihat adik kalian, cukup kejadian beberapa hari yang lalu saja jangan sampai terulang lagi.


Papi tahu dan bisa terima alasan kalian, tapi coba jika terjadi sesuatu pada adik kalian, dunia ini kejam bahkan banyak orang di luar sana yang mungkin tidak suka dengan kita."


"Iya maaf pi, ujar Andre tulus."


"Jika adik kalian meminta bantuan tapi kalian tidak bisa tolong beritahu papi dan mami."


"Iya pi."

__ADS_1


Setelah bicara Edo menghidupkan televisi agar suasana kembali ceria dan canggung, dia mulai membahas masalah ringan bahkan cerita lucu.


Satu jam bersama akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Pagi hari Dia sudah bersiap untuk sekolah, entah karena mobil baru Dia sangat bahagia, hingga masih setengah jam waktu sarapan bersama ia sudah siap.


Mami yang duluan turun tersenyum melihat tingkah putrinya.


"Pagi sayang."


"Pagi mami."


"Cepat banget sayang ini masih jam enam loh."


"Sudah nggak sabar mi."


Dia.... Dia.... setelah itu mami Bertha melanjutkan perjalanan untuk mengambil air putih untuk suaminya.


Sampai di kamar Bertha langsung menceritakan putrinya.


"Pi... tahu nggak putri kamu itu sudah siaploh,dan sudah ada di bawah."


"Palingan karena nggak sabar mau naik mobil sayang."


"Iya pi, putrimu juga bilang begitu."


"Biasalah mi,nanti sesudah biasa akhirnya juga bosan."


"Iya sih, hanya mami nggak nyangka jika Dia bisa cepat bersiap hanya karena sebuah mobil."


"Baguslah mi, jadi mami nggak perlu sibuk nyuruh Dia cepat -cepat."


"Iya juga sih pi, iya sudah yo kita turun kasihan Dia menunggu sendiri."


"Baiklah sayang tapi mana vitamin paginya jangan pura-pura lupa ya."


"Itukan bumbu cinta dan keharmonisan kita mi, sudah cepat sayang."


Merasa tidak akan menang akhirnya Bertha menghampiri suaminya dan memberikan ciuman mesra.


Muah.... suara ciuman Bertha membuat Edo semakin memperdalam ciumannya.


"Pi.... sudah ah, ntar terlambat loh."


"Iya sayang makasih ya buat vitaminnya."


Suami istri itu nampak menuruni anak anak tangga, senyuman indah terpancar dari bibir keduanya melihat putrinya terlihat bahagia.


"Pagi pi, mi."


"Pagi sayang senang banget nampaknya."


"Iya nic pi."


"Bagaimana kamu langsung pergi dengan om atau nanti siang di jemput oleh om?"


"Siang saja pi, pagi hari seperti biasa saja berangkat bareng papi dan mami."


"Ok sayangku, abang kamu pada ke mana kok belum pada turun."


"Nggak tahu pi."


Saat mereka sedang cerita ternyata kedua anak lelakinya sudah berdiri di belakang mereka.


"Kami ada di sini pi,"ujar Andre sambil menarik kursi kosong.


"Oh... kalian sudah turun?"

__ADS_1


"sudah dong pi, kami anak rajin juga."


"Iya sudah kita sarapan supaya berangkat."


Semua berangkat menuju tempat kegiatan masing-masing.


Hari ini Andre akan menjemput Maya terlebih dahulu,maka dia juga ikut berangkat sewaktu masih pagi agar tidak terburu -buru.


Saat berada di depan rumah May ternyata dia sudah menunggu di depan gerbang.


"Pagi sayang," sapa Andre sambil membuka pintu mobilnya.


"Pagi juga, langsung berangkat yo."


"Nggak jumpai ibu dulu sayang?"


"nggak ah, soalnya ibu sudah berangkat beberapa menit yan lalu."


"Oh... iya sudah kita berangkat."


"Ayo sayang, kamu sudah?makan?"


"Sudah kok kita langsung ke kampus saja."


"Baiklah sayang, kita langsung meluncur."


Dalam perjalanan menuju kampus May, banyak hal yang mereka ceritakan termasuk masalah Dia adiknya.


Andre sangat merasa puas dengan hatinya setelah mencurakan isi hatinya.


Tanpa terasa ternyata May sudah sampai di depan kampus.


"Sayang baik belajar ya, aku juga langsung berangkat ya, samapi jumpa nanti siang."


"Trimakasih bang."


Andre segera melajukan mobilnya menuju kampus karena dia sendiri masih harus ikut kuliah pagi.


Sementara itu setelah siang hari, Dia sudah di tunggu oleh om Gilbert di depan gerbang kampus.


"Siang om."


"Siang sayang, bagaimana kita mau langsung pulang atau mau jalan."


"Memangnya om tidak lagi sibuk?"


"tidak sayang, soalnya semua pekerjaan om, sudah menunggu untuk sore hari."


"Kita langsung pulang saja."


Dalam perjalanan pulang Dia sangat ceria membuat Gilbert merasa bahagia.


Sampai di rumah Edo Gilbert tidak langsung kembali ke kantor melainkan menuju sebuah tempat dia berjanji dengan anak dan istrinya.


Sebenarnya tadi dia berencana mau mengajak Dia tapi,anak itu menolaknya.


Saat Gilbert sampai di sebuah restoran ternyata semua keluarganya sudah menunggu.


Dengan memesan makanan yang mereka sukai, maka seorang pelayan dengan cepat menyediakan pesanan mereka.


Hari ini adalah hari ulang tahun istrinya, maka untuk merayakannya mereka makan di luar.


Walaupun tidak meriah tetapi bagi mereka itu sudah lebih dari cukup.


Makanan yang mereka pesan sudah habis, Gilbert mengantarkan pulang anak dan istrinya, dia kembali ke kantor karena masih ada pertemuan yang harus dia hadiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2