
Melihat papinya malah terkekeh, Dio semakin bingung.
"Abang kenapa wajahnya kok bingung gitu?"
Dio tidak bisa menjawab pertanyaan adiknya, hanya ikut nyengir.
"Sudah tidak perlu bingung papi baik-baik saja."
"Oh.... aku tahu pasti karena mami tidak ikut kerja iyakan pi?"
"iya deh papi ngaku, papi kan sangat menyayangi mami kalian jadi wajar dong kalau papi merindukan mami kalian."
"Wah... aku juga mau dong cari cowok yang setia seperti papi."
"Cari di tong sampah tuh."
"Ih... abang kenapa sih selalu sewot, kalau cari di tong sampah itu namanya cari sampah bukan cowok."
"Terus mau cari di mana coba?"
"Yang jelas iya bang carinya di dunia ini masa yang sudah tiada."
"Iya tahu tapi di mana?"
"Di mana ya pi?"
"Kamu pasti akan dapat sayang tidak usah di cari, kamu putri papi yang cantik, baik, jadi pastinya dapat yang baik."
"Trimakasih papiku sayang atas doanya."
"Sama-sama sayang papi akan selalu berdoa untuk kebahagiaan anak-anak papi."
"Seharusnya begitu bang, jangan hanya menghina saja, berdoa supaya adikmu yang cantik ini kelak dapat jodoh yang baik seperti papi."
"Iya deh,aku berdoa nih, ya Tuhan berikan jodoh yang baik untuk adikku yang paling cantik dan cerewet ini, amin."
"Terimakasih abang yang ganteng, semoga dapat jodoh yang baik juga, seperti mami."
"Sudah-saduh masih pada kecil tapi sudah cerita jodoh terus."
Mami Bertha datang lansung mendekati para orang yang dia sayang.
"Ok deh mami."
"Mami bawa cemilan apa?"
"Coba deh mami lihat enak belum coba juga, baru nenek buat,ayo kita coba."
Mami Bertha memberikan kepada suaminya baru kepada kedua anaknya.
"Iya mi, enak banget rasanya."
"Tapi memang nenek selalu masak yang enak bukan."
"Kamu tahu yang enak tapi tidak mau belajar, padahal kamu seorang cewek."
"Biarin aku tadi sudah bilang kalau mau cari jodoh seperti papi, lihat tuh papi tidak memaksa mami untuk memasak."
"Iya tapi mami masak pandai ya."
"Sudah bang jangan ganggu adek kamu terus, lain kali mami akan ajarin adikmu memasak."
"Ye... kalahkan makanya jangan suka ngomongin orang."
"Iya nyerah deh kamu princes yang selalu harus menang."
Semua akhirnya menikmati suasana sore hingga Andre tiba.
"Sore semua...." suara Andre membuat mereka menoleh.
Dia langsung menghampiri abangnya dengan bergulat manja.
__ADS_1
"Abang lama banget sih kami sudah menunggu mulai tadi."
"Maaf sayang abang tadi banyak kerja soalnya papi melarikan diri."
Edo terkekeh mendengar perkataan anak sulungnya.
"Sudah bang tidak usah di perpanjang lagi, sekarang lebih baik abang segera membersihkan diri lalu kita berangkat."
Mami Bertha yang sudah tahu keadaan anaknya banyak pekerjaan akibat sang suami pulang cepat.
"Iya sudah abang naik ya mi."
"Iya sayang."
Andre sampai di kamar langsung membersihkan dirinya ia tidak mau membuat semua lama menunggu lagi.
Dua puluh menit kemudian Andre sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya.
Ia segera turun untuk menemui keluarganya.
"Ayo kita berangkat abang sudah selesai nic."
"Abang minum dulu ya, biar hangat perutnya."
"Ia mi."
Mami Bertha memberikan teh yang telah disediakannya untuk anak sulungnya.
Sebenarnya ia kasihan, sebab baru saja pulang kerja tapi harus berangkat lagi, tapi mau bagaimana lagi ini demi keluarganya.
Cinta memang benar membutuhkan pengorbanan, itulah yang harus di lakukan oleh setiap orang yang ingin hubungannya berjalan dengan baik.
Bukan hanya sebagai pasangan melainkan setiap orang yang ingin melihat orang yang dia sayang merasa bahagia.
Jika kita hanya mementingkan ego maka yang ada hanya pertengkaran.
Banyak keluarga yang hancur karena mementingkan ego masing-masing.
Bertha sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang harmonis.
Saat ini mereka mengadakan perjalanan menuju cafe milik mereka untuk berkumpul karena cinta.
Cinta yang membuat mereka bisa tertawa bersama, tersenyum bersama dan berjalan bersama.
Sampai di cafe mereka di sambut dengan hangat, Andre yang sudah memberikan perintah kepada pegawainya dapat di laksanakan dengan baik.
Di meja sudah di tata dengan baik, suasana ceria ada bunga, lilin dan juga makanan.
"Waow.... keren banget bang, sumpah deh."
"Iya abang sengaja supaya adik abang yang cantik ini senang, tuh lihat makanannya juga yang kamu suka ada di sana."
"Terimakasih banyak bang, memang abang adalah yang terbaik."
Setelah semua duduk di kursi yang sudah di sediakan, dua orang pelayan datang untuk membantu menghidangkan makanan di hadapannya masing -masing.
Dia sangat menikmati makanan yang sudah tersedia di hadapannya.
"Luar biasa enaknya bang, lain kali aku ikut deh."
"Boleh bawel,kapan abang larang kamu ikut, abang malah senang ada teman abang saat di jalan."
"Boleh pi, mi?"
"Boleh kok jika pergi sama abang, tapi dengan cowok nggak boleh."
"Hore.... siap bos aku pergi dengan abang."
Andre sangat bahagia melihat kebahagiaan keluarganya walaupun badannya lelah tapi melihat semua senang rasa lelah itu hilang.
Setelah selesai makan mereka bercerita banyak hal, tanpa terasa ternyata sudah malam.
__ADS_1
"Pi, mi kita pulang atau nginap?"
"Memang ada kamar bang?" Dia si ratu kepo langsung bertanya.
"Ada dong, sengaja sudah di sediakan."
"Pi, kita pulang besok pagi saja ya," Dia merayu papinya agar mau menginap malam ini.
"Kamu sudah tidak ada tugas untuk besok?"
"nggak kok pi, tadi sudah selesai semua."
"Memang di sini mau melihat apa sayang?"
"Banyak mi, lihat tuh ada taman di sana, kalau di rumah mana ada bisa melihat pemandangan indah seperti ini."
"Dek kamu mau melihat sesuatu dari lantai atas?"
Dia yang sangat penasaran ada apa di sana dengan cepat mengiyakan.
"Jelas dong bang, ayo kita lihat."
"Papi dan mami tidak mau ikut?"
"boleh deh mami juga penasaran."
Akhirnya mereka semua ikut, dan memang benar di lantai atas ada pemandangan indah.
Semua bisa di lihat dengan indah, apa lagi langit yang berhiaskan bintang.
"Siapa yang arsitektur bangunan ini bang"
"Ini idenya kak May dek."
"Waow kak May hebat banget ya, aku mau juga seperti kak May."
"Memang kamu nggak marah lagi sama kak May?dulu saja cemburu setengah mati."
"Siapa yang cemburu aku itu marah karena kalian nggak ingat aku."
"Sudah tidak usah ribut lagi,yang penting kalian bisa menikmati malam ini sudah lebih dari cukup untuk menerima dia."
Papi Edo tidak meyiakan waktu yang indah itu dia memeluk erat istrinya.
"Sayang kita duluan masuk kamar saja ya ada tugas yang harus di tuntaskan nic."
"Baik sayangku aku mau."
"Anak-anakku,papi dan mami duluan ke kamar ya, kalian lanjut saja."
"Baik pi."
Edo menggandeng tangan istrinya, menuju kamar yang sudah di tunjukkan oleh anaknya.
Sampai di kamar Edo merayu istrinya agar sama-sama merasakan nikmatnya cinta diantara mereka.
Bersama untuk cinta dan cinta untuk bersama.
Edo dengan lembut membimbing istrinya merasakan setiap sentuhan yang membawa mereka terbang bersama indahnya cinta.
Walaupun pernikahan mereka sudah tidak tergolong baru lagi, tapi Edo tidak pernah memaksakan kehendaknya pada sang istri atau berbuat kasar.
Kelembutan yang selalu dia tawarkan membuat hubungan mereka bisa tetap romantis hingga saat ini.
"Sayang kamu sudah lelahkan, sekarang kita tidur ya tapi nanti boleh lagi ya."
"Iya nih pi, mami sudah lelah papi semangatnya tidak pernah turun sih, selalu membuat mami terbang tinggi."
"Tapi kamu senangkan sayang."
"Pasti dong pi."
__ADS_1
Meraih tubuh Bertha kedalam pelukan hangatnya untuk meraih mimpi indah.
Bersambung.