
"Kakek enak ya tinggal sendiri? dulu kata kakek hanya untuk menenangkan hati untuk sementara, tetapi kenyataan sampai bertahun-tahun juga kek."
"Iya cucuku sayang, di usia kakek yang tidak mudah lagi sangat menyenangkan tinggal di tempat kakek, rasanya nyaman, walaupun terkadang perasaan sepi itu hadir."
"Jadi kakek masih mau kembali ke sana sendiri?"
"nggak.... kakek mau menghabiskan sisa waktu kakek untuk bersama cucu-cucuku."
"Kakek serius?"
"iya seriuslah cucuku, kapan kakek berbohong ha?"
"Asik.... aku punya teman lagi deh."
Setelah selesai bercerita Dia mengajak kakeknya makan bakso yang ada di pinggir taman.
"Kamu bagaimana kabar?"
kakek menyapa khusus Dio karena sejak tadi dia hanya diam.
"Baik kek."
"kok kamu mulai tadi hanya diam kenapa?"
"baru putus cinta kek,"jawaban Dia membuat Dio jengkel,ia merasa malu pada kakeknya apa lagi jika kakekknya samapai tahu pernah menomor duakan adiknya demi cewek tersebut.
"Jadi kamu sudah mengenal cinta anak muda? kasihan masih umur muda tapi kamu sudah merasakan sakitnya putus cinta."
"Benar itu kek, dia kemarin sempat seperti ikan panggang kek, pasrah gitu, kalau kakek lihat wajahnya pasti kakek tertawa."
"Tapi tidak apa-apa supaya kedepannya lebih hati-hati untuk mencari pasangan, jangan sampai cinta menghancurkan hidupmu."
"Iya kek."
"Iya sudah ayo kita pulang, nanti papi dan mami kalian cemas."
Sambil menikmati udara sore hari mereka pulang menuju rumah papinya banyak orang yang bertemu mereka menyapa dengan ramah selain menghormati kakek juga kepada dua anak remaja yang juga tergolong sopan itu.
Walaupun dia keluarga Edo sejak kakekknya orang kaya tapi mereka sangat baik terhadap lingkungan, kepedulian mereka kepada orang miskin membuat mereka sangat di hargai oleh lingkungan sekitar.
Sampai di rumah segera mereka membersihkan diri lalu mempersiapkan tugas sekolah,karena mereka akan makan malam sekitar satu jam lagi.
Disiplin waktu cukup membuat Bertha tidak terlalu sulit untuk mengatur anak-anaknya.
Dia memiliki tugas yang lumayan banyak sehingga tanpa terasa waktu makan malam bersama sudah tiba.
Dio datang menghampiri Dia di kamar.
"Ayo makan sudah di tunggu papi dan yang lain."
"Eh... ya ampun saking asyiknya aku sampai lupa."
"Masih banyak?"
"Masih bang."
"Sama abang juga masih banyak, tapi kasihan yang lain, nanti kita selesaikan yo."
Keduanya turun dan di sambut senyum manis dari semuany, membuat hati kedua remaja itu menghangat.
Sapaan dan perhatian dari keluarganya membuat seseorang menjadi lebih berharga.
Tuhan menginginkan seseorang menjadi lebih bahagia, bersama keluarga itu lah sebabnya manusia harus berusaha.
Semuanya makan dengan tertib, selingan pembicaraan sederhana yang membuat mereka tertawa bahagia.
"Kakek banyak makan supaya sehat, Dia tidak mau kalau kakek sakit."
"Pasti sayang, kakek juga tidak mau sakit."
"Kek, kangen nggak sama kakek dan nenek?"
"kangen dong, tapi bulan lalu mereka baru mengunjungi kakek kok."
"Kok hanya kakek, kesini mereka tidak ada datang kek."
"Waktunya tidak cukup sayang."
"Adek kangen nenek?"
"Iya mi."
"Liburan besok kita kesana ya pi."
"Boleh lagian sudah lama kita tidak pernah liburan ke sana."
__ADS_1
Akhirnya makanan sudah ludes, mereka berpindah ke ruang televisi untuk sekedar menikmati acara keluarga.
Andre yang pertama izin masuk kamarnya karena tugas skripsi cukup sulit, dia harus mengulang kembali apa yang di tolak oleh dosen pembimbing skripsinya.
Bergulat dengan tugas kuliah membuat Andre teringat akan kekasih hatinya.
Andre mengambil Poncelnya untuk melakukan vc, sebab sudah dua hari mereka tidak bertemu karena kesibukan masing -masing.
"Hai.. sayang apa kabar?" sapa Andre setelah panggilannya sudah tersambung.
"Kabar baik bang, bagaimana hasilnya beres?"
"Sedikit lagi sayang masih di suruh perbaikan, tapi ini sudah siap kok, mudah-mudahan besok sudah beres."
"Amin."
"Kamu sudah siap tugasnya?"
"Sudah ini tadi rencananya mau tidur."
"Jadi aku ganggu nih?"
"nggak kok, aku juga kangen."
"Jujur atau bohong tuh."
"Abang mau yang mana?"
"Jujurlah."
"Iya itu aku jujur."
"Trimakasih ya sayang sudah kangenin aku, tapi aku juga sudah sangat kangen kamu tahu."
"Besok ada waktu nggak? ketemuan yo."
"Boleh bang selesai kuliah aku kosong."
"Abang jemput di mana? kampus atau toko?"
"Dari toko saja deh bang, biar motor aku tinggal di sana."
"Iya sudah sampai ketemu besok ya, mimpi indah."
"Mimpi indah juga bang."
Semoga semua usahanya dapat berhasil dan akan segera wisuda.
Andre sadar sudah banyak tanggung jawab yang menantinya.
Sebenarnya jika Andre mau dia bisa saja memakai kekuasaan papinya di kampus, tapi sebagai calon pemimpin dia harus bisa bermain secara bersih.
Edo juga tidak mau memakai kekuasaannya, walaupun saham dia banyak di sana tapi itu bukan gaya Edo membuat anak -anaknya malas berjuang.
Pagi hari Andre sudah besiap doa pagi yang sudah dia lakukan membuat dia lebih optimis.
"Wah... abang segar bangat,"sapa Dia melihat abangnya yang tampil lebih ceria.
"Iya dong untuk mendapatkan sesuatu itu harus kita sambut dengan jiwa dan raga yang bersih."
"Ha.... kalau itu kakek setuju, jangan sejak dini memulai sesuatu itu dengan curang."
"Iya kek, doain berhasil ya supaya cepat sidang dan cepat wisuda."
"Pastinya dong, kakek selalu berdoa untuk kebaikan para cucu-cucuku."
"Semoga sukses ya bang."
"Trimakasih adikku yang paling cantik sejagat."
"Ih... abang orang serius jawabnya gitu."
"Abang juga serius adikku sayang."
"Sudah -sudah ayo cepat makan, kalau debat terus kapan makannya."
"Entah tuh mi, anak sama putri mami lebay kali."
"Sudah jangan perpanjang lagi, mari kita mulai sarapannya."
Semua menyantap sarapan pagi hingga akhirnya kembali ke kegiatan masing-masing.
"Abang berangkat ya mi, pi, doain abang."
"Iya sayang pasti mami akan doakan."
__ADS_1
Andre berangkat Dia dan Dio juga bersiap bersama papi dan maminya.
"Dada kakek, kami tinggal dulu ya."
"Dada cucu kakek, belajar yang baik ya sayang jangan langsung memikirkan pacar, belajar yang baik baru sesudah sukses mikirin apa namanya pacar."
"Iya kek, tenang saja cucu kakek yang cantik ini pasti akan nurut."
Setelah semua pergi, kakek Aldo tinggal sendiri, ia menikmati udara segar untuk mengelilingi perumahan.
Hingga sampai matahari terasa terik baru kakek Aldo pulang.
Sementara itu Edo dan Bertha yang sedang menemui Pino dan Joni untuk membicarakan masalah perusahaan masih sibuk membicarakan hal apa yang mereka buat saat ulang tahun perusahaan tahun ini.
Hingga sampai makan siang baru mereka menyudahi rapat mereka.
Mereka makan siang bersama, semua orang yang melihat kekompakan mereka merasa iri.
Tidak pernah terlihat mereka sedang ribut baik oleh karyawan maupun kawan bisnis mereka.
Bukan hanya saat makan tetapi juga saat mengambil keputusan, mereka terlihat saling menghargai ketika memberikan pendapat.
Setelah makan siang Edo dan Bertha kembali ke kantor.
Di kantor ternyata Andre sudah duduk manis, tadi setelah selesai urusannya dengan dosen dia langsung menuju kantor papinya karena Andre sangat bahagia skripsinya sudah lulus.
"Pi, mi... dari mana kok baru datang?"
"dari ketemu om sayang."
"Oh... gitu."
"Abang sudah lama?"
"Belum sih mi baru sepuluh menit."
"Memang ada apa bang?"
"nggak apa-apa pi, abang hanya senang akhirnya skripsi abang sudah lolos."
"Syukurlah sayang."
Bertha memeluk putranya dengan erat ia merasa bahagia akhirnya usaha anak sulungnya terbayar sudah.
"Selamat ya sayang."
"Trimakasih mi."
"Hei ini baru jagoan papi, harus berjuang."
"Pasti pi."
"Terus rencananya abang mau kemana nic?."
"Abang mau jalan sama May mi."
"Oh... gitu ya tidak apa-apa, hanya pesan mami jangan apa-apain gadis orang."
"Ngak mi, percayalah sama putra mami."
"Iya... mami percaya sama abang."
"Mau berangkat jam berapa bang?"
"Entar lagi mi."
"Hadiahnya saat wisuda saja ya bang."
"Terserah sama mami saja, abang kesini bukan mau minta hadiah tapi bagi rasa bahagia mi."
"Iya... mami juga tahu kok bang."
"Ada yang bisa di bantu pi?"
"Nggak ada bang, kebetulan hari ini papi dan mami tidak banyak kerja."
"Kalau gitu abang berangkat ya mi."
"Iya, hati-hati nyetirnya."
"Bay... mi, pi."
Setelah itu Andre langsung menuju toko May,tapi rupanya May belum pulang.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya dong.