APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 25.Lukisan


__ADS_3

Sebulan telah berlalu setelah kematian mamanya Joni.


Hari ini disekolsh Joni tampak murung tidak seperti biasa, dia hanya melihat teman - temannya berlari kesana kemari.


Tadi pagi ketika pelajaran pertama guru meminta supaya besok semua mengajak mamanya hadir kesekolah karena mau merayakan hari ibu.


Joni yang sudah tidak punya mama lagi, merasa sedih, apa lagi mamanya pergi dengan pria lain dan bukan papanya.


Sejak kematian mamanya dan dia tahu kenapa mamanya meninggal dengan laki -laki lain membuat dia kecewa.


Saat Bertha datang menjemputnya Joni hanya diam ditempat, seolah dia tidak mau beranjak dari tempatnya.


Bertha menghampiri adiknya, menyapa dengan senyuman, tapi tidak dihiraukan karena asyik dengan pemikirannya sendiri.


"Hei kok bengong ada apa? "tanya Bertha sambil memeluk Joni.


"Eh... kakak, buat aku kaget aja,ujar Joni karena terkejut."


"Loh tadi kakak sudah memanggil dek, kamu saja yang melamun, memang kamu mikirin apa sih?"


"Besok semua siswa harus datang sama mamanya kak, terus aku sama siapa,"kitakan tidak ada mama.


Tenang besok kakak yang akan menemani adikku yang paling ganteng ini, ujar Bertha.


"Tapi kakak harus kuliah? "


"Khusus besok untuk adekku yang paling ganteng, ok."


Setelah berjanji dengan Joni, Bertha mengajak Joni masuk ke dalam mobil yang sudah ditunggu oleh Edo.


Edo segera melajukan mobilnya menuju rumah Bertha.


"Ada apa yang kok lama untuk masuk tadi."


"Besok aku mau menemani dia kesekolah ujar Bertha dan diakui oleh Joni."


"Kak Edo bisa ikut nggak? "


"Boleh kalau kakak mau,"jadi lebih seru deh kalau banyak yang menemani teriak Joni senang.


"Ok aku akan ikut besok,"ujar Edo.


Edo menghentikan mobilnya, disebuah tempat bermain, mereka bertiga bermain bersama.


Lelah menghabiskan waktu bersama akhirnya mereka mencari tempat untuk makan.


Sampai di rumah makan, mereka segara memesan makanan yang mereka sukai.


Sambil makan mereka bercanda bersama,seolah tidak ada masalah diantara mereka.


Selesai makan mereka segera pulang,sampai di rumah,Edo langsung pulang karena masih harus menyelesaikan pekerjaannya.


"Sayang aku langsung pulang ya, sampai jumpa besok,by.."


"Ok hati -hati ya."


Bertha masih melihat kepergian Edo sampai mobilnya tidak terlihat lagi.


Setelah mobil Edo tidak terlihat lagi barulah Bertha masuk ke dalam rumah.


Bertha langsung menyusul Joni yang sudah masuk ke dalam kamar.


"Hai ganteng Kamu mau tidur atau mau belajar?"


"Tidur dulu kak, jawab Joni."


"Iya sudah kamu ganti baju dulu ya."


Setelah Joni tidur barulah Bertha keluar dari kamar Joni, dan memasuki kamarnya.


Didalam kamar Bertha memikirkan perkataan Joni.


Apa yang harus aku lakukan agar Joni tidak sedih terus gumamnya.


Saat Bertha asyik dengan pemikirannya sendiri Edo meneleponnya.


Bertha


"Ada apa yang?"


Edo


"Kangen sayang"


Bertha


"Boong"

__ADS_1


Edo


hemmmm


"Tadi itu ada apa dengan Joni? "


Bertha


"Dia bilang besok semua siswa harus datang bersama ibu mereka, jadi dia sedih karena sudah tidak punya mama lagi."


Edo


"Oh... begitu, tapi tadi aku lihat dia sudah lebih ceria setelah kamu janji menemani dia. "


Bertha


"Iya yang apa lagi tadi Kamu janji ikut. "


Edo


"Iya sudah ya sayang,aku hanya penasaran banget dengan sikap Joni tadi siang."


Bertha


Ok yang Trimakasih iya.


Semuanya telah terjadi begitu saja dalam hidup kami, baik aku maupun Joni.


Mengapa hidup kami yang harus dipermainkan oleh takdir,ujar Bertha dengan air mata dipipinya.


Bersama mimpinya Bertha menyudahi pikirannya.


Dia terlelap karena merasa lelah.


Dia terbangun ketika mendengarkan ketukan pintu kamarnya.


"Kak... panggil papanya karena sudah masuk jam makan malam bersama."


Bertha segera membuka pintu dan menemui papanya.


"Iya pa? "


"Kamu cepat mandi ya papa tunggu di meja makan."


Baiklah pa, maaf aku ketiduran sayang ujarnya memelas.


Tidak apa -apa yang sayang ucap papanya sambil mengelus rambut panjang Bertha.


Beberapa menit kemudian Bertha sudah turun dan bergabung dengan papa dan adiknya.


"Malam pa,"dek sapa Bertha dengan senyuman.


"Ayo kak cepat duduk aku sudah sangat lapar,"ajak Joni.


"Baik bos kecil,"ujar Bertha sambil mengacak rambut Joni.


Mereka akhirnya menikmati makan malam bersama dengan nikmat.


Selesai makan mereka bercerita bersama diruang keluarga sambil nonton televisi.


Satu jam kemudian mereka memilih untuk beristirahat di kamar masing -masing.


Pagi hari semua anggota keluarga sudah berkumpul bersama untuk sarapan.


Joni yang sudah mendapatkan dukungan dari papanya, kalau dia akan ditemani oleh kedua kakaknya,sangat gembira.


Papa Aldo ikut gembira melihat putranya gembira setelah satu bulan nampak murung.


"Sayang hati -hati makannya,nanti keselek loh,ujar papanya mengingatkan Joni yang tampak makan terburu -buru."


"Iya pa,aku terlalu senang karena kakak mau menemaniku."


"Iya sudah sekarang papa berangkat dulu ya,papa Aldo pamit kepada kedua anaknya."


Saat papanya mau berangkat ternyata Edo sudah datang untuk menjemput Bertha dan Joni.


Pagi om, sapa Edo saat berpapasan dengan papanya Bertha.


"Pagi juga nak tolong jaga anak om ya, maafkan om yang selalu merepotkan kamu nak."


"Baik om tapi janganlah merasa seperti itu, aku tulus om jelas Edo."


"Oklah om duluan ya nak,"hati-hati dijalan.


"Baik om."


Setelah itu papa Aldo segera pergi masuk ke dalam mobil dan segera supirnya melajukan mobilnya menuju kantor.

__ADS_1


Sementara Edo dan Bertha sudah sampai di sekolah Joni untuk mengikuti kegiatan sekolah.


Semua siswa dan orang tua sudah berkumpul di aula, Edo yang laki -laki sendiri tetap disamping Bertha dan Joni.


Sebenarnya saat mereka izin ke ibu guru, Edo tidak diizinkan untuk menemani Joni.


Tapi melihat Joni yang menangis akhirnya guru mengizinkan Edo tetap di dalam kelas.


Dua jam mereka berada dalam ruangan aula, dan sekarang mereka sudah dalam perjalanan.


Joni sangat bahagia karena dia dapat juara satu,untuk kategori melukis.


"Trimakasih ya kak sudah temani aku, hingga aku dapat juara satu."


"Sama -sama adekku sayang."


"Sekarang kita mau ke mana, untuk merayakan hari keberuntungan Kamu."


"Kita ke kantor papa dulu deh kak ,"ujar Joni yang sudah tidak sabar ingin menjumpai papanya.


Edo segera memutar balik mobilnya,untuk menuju kantor papanya.


Sampai di sana mereka langsung menuju ruangan papanya.


Edo langsung menggendong tubuh Joni saat keluar dari lif.


Sampai di ruangan papanya Joni langsung berlari kepelukan papanya.


"Papa aku menang... ujar Joni semangat."


Benarkah jagoan papa menang?


"Iya dong pa aku juara satu lagi,"ujar Bertha dengan semangat.


Papa Aldo langsung membawa Joni dalam pelukannya.


"Papa sangat bangga padamu jagoan papa."


Kebahagiaan terpancar dari wajah setiap orang yang berada di dalam ruangan papa Aldo.


"Sekarang kita rayakan dimana keberhasilanmu jagoan?"


Kita pergi liburan saja pa tapi kak Pio harus ikut.


"Terus kak Rita tidak? "


"Iya juga kak, masak tinggal sendiri sih, jan kasihan."


"Iya sudah nanti papa atur waktunya ya."


"Tapi untuk sekarang,"papa masih ada pekerjaan nak papa kalian pulang duluan ya,biar sabtu besok kita bisa berlibur.


Beres pa, ayo kak kita pulang biar kerjaan papa cepat selesai.


Mereka segara keluar ruangan papa Aldo.


Di jalan mereka berhenti untuk membeli eskrim kesukaan Joni.


Dengan menikmati eskrim membuat mereka sudah menghabiskan waktu hampir setengah jam


Selesai menikmati eskrim mereka segara pulang.


Di perjalanan Joni sudah tertidur dengan nyenyak.


Setelah memarkirkan mobilnya Edo langsung menggendong tubuh mungil Joni dan mengantar kekamarnya Joni.


Dengan membaringkan tubuh Joni dan kemudian menyelimuti.


Edo dan Bertha akhirnya keluar dari kamar Joni.


Trimakasih ya sudah menemani kami seharian ucap Bertha.


"Sama -sama aku senang bisa menemani kalian, iya sudah aku pulang ya."


"Hati -hati dijalan ujar Bertha memperingatkan."


"Baiklah princes ."


Edo akhirnya pulang dan segera menuju kantornya, karena mulai tadi Gilbert sudah menelepon karena ada yang harus fi delesaikan.


Sampai di kantor, Edo langsung menuju ruangannya.


Melihat Edo sudah datang Gilbert langsung menghampirinya.


"Bro ini ada yang perlu Kamu tanda tangani,"dan besok sudah harus berjumpa untuk dengan mereka.


Iya sudah ini sudah selesai ujar Edo sambil memberikan berkas yang sudah ditandatangani oleh Edo.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Edo pergi dengan Gilbert untuk mencari udara segar.


Bersambung


__ADS_2