APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 23.Memulai


__ADS_3

Setelah Edo mengantarkan


Bertha,akhirnya Edo pulang kerumahnya dan segera istirahat.


Setelah membersihkan diri Edo segera membaringkan tubuhnya dan segera istirahat, seluruh tubuhnya terasa remuk.


Selama Bertha sakit, apa lagi saat Bertha belum bisa melakukan apa pun dia sering begadang.


Saat ini Edo mau melepaskan seluruh kelelahannya dengan tidur nyenyak.


Saat Edo terbangun ternyata sudah malam, perut yang sudah terasa lapar membuat dia harus bergerak menuju ruang makan.


Sampai di meja makan, bi Afa segera memanaskan makanan untuk majikannya itu.


Selesai makan Edo langsung menghubungi Bertha.


Edo


"Halo sayang lagi apa? sudah makan obatkan?"


Bertha


"Sudah yang kamu tenanglah, disini sudah ada yang jaga. "


Edo


"Memang salah,jika aku perhatian sama calon istri aku."


Bertha


"Tidak sayang, aku malah senang jika kamu perhatikan."


Edo


"Aku malah lebih senang, jika aku bisa membuat kamu bahagia sayang. "


Bertha


"Apa kamu sudah makan? "


Edo


"Sudah dong, ini masih di meja makan ,aku ketiduran sayang ini baru bangun dan langsung makan."


Bertha


"Kamu pasti capek ya, ngurus aku selama ini? maaf ya aku selalu ngrepotin kamu."


Edo


"Jangan gitu dong sayang, aku tidak merasa direpotin kok, tadi aku sudah bilang bahwa aku lebih senang jika melihat kamu bahagia. "


Bertha


"Iya sudah Trimakasih atas cinta yang selalu kamu berikan untuk aku."


Edo


"Sama-sama sayang ,iya sudah kamu tidur sana,biar tambah cantik. "


Bertha


"Memang ada hubungannya cantik dengan tidur?"


Edo


"Ada dong jika cukup tidur pasti akan terlihat segar, dan kalau segar pasti akan terlihat cantik. "


Bertha


"Makin lama kamu makin pandai gombal ya."


Edo


"Gombal hanya untuk kamu tidak apakan sayang."


Bertha


"Iya sudah sayang kita tidur ya, aku sudah ngantuk banget. "


Edo


"Ok sayang,mimpi indah ya."


Bertha


"Kamu juga ya, selamat malam."


Setelah mematikan panggilan dari Edo,Bertha segera membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Pagi hari setelah membersihkan diri, Bertha turun untuk sarapan bersama.

__ADS_1


"Pagi pa,sapa Bertha dengan senyum merekah."


Melihat putri yang sangat disayangi itu sudah begitu sehat membuat bibir tersenyum bahagia.


"Pagi juga sayang,mari kita sarapan bersama."


"Iya pa,aku juga sudah kangen makan sama adekku yang paling ganteng ini,"ucapnya sambil mengacak rambut Joni.


"Ih kakak rambut adek jadi jelek tahu."


Ha... ha... tawa Bertha pecah, melihat reaksi adeknya yang sok imut.


"Gaya kamu dek, ucap Bertha masih tertawa."


"Iya memang aku ganteng ucapnya dengan percaya diri.


Menurut kakak gantengan mana adek atau kak Edo?"


"Iya gantengan adek kakak dong ucap Bertha,"tapi tiba -tiba ada suara yang menyambar,yang benar nanti bohong.


"Kak Edo sini duduk dekat adek,biar kakak lebih jelas lihat kita gandengan mana."


Edo yang menerima tantangan anak kecil itu menurut duduk di sampingnya.


"Ayo makan kak biar tambah ganteng,ujar Joni."


"Maaf sainganku sayang kakak sudah sarapan tadi,lanjutlah biar cepat besar dan tambah ganteng."


"Wah kalian benar saingan ni, berarti jadi tiga dong yang harus saingan."


Joni yang merasa bingung dengan pertanyaan papanya malah balik bertanya.


"Siapa lagi pa?" ya tanya Joni bingung.


"Kak Pino jagoan,"dia juga sangat menyayangi Bertha ujar papa Aldo.


"Berarti empat dong pa,"ucap Bertha.


"Siapa lagi kak?" banyak betul saingan untuk dapat pujian terganteng dari kakak.


"Siapa lagi kalau bukan papa yang terganteng sedunia,"ucap Bertha dengan bangga.


"Loh papa ikutan juga, "jawab papa Aldo.


"Iya biar banyak pasti adek yang menang,"soalnya hanya adek yang imut, ucapnya dengan gayanya.


Tawa mereka akhirnya pecah mendengar ucapan Joni,ya begitulah cara mereka menikmati kebersamaan, dengan percakapan Kecil membuat mereka begitu bahagia.


Edo dan Bertha yang berencana mengantarkan tugas kuliah sejak Bertha sakit.


"Sayang apa kamu sudah selesai?"tanya Edo setelah Bertha menghampirinya di ruang keluarga.


"Sudah ayo berangkat,"ajak Bertha singkat.


Mereka segara memasuki mobil Edo,yang sudah ditunggu oleh pak Wo.


Sampai di kampus mereka segera mencari dosen mata kuliah mereka.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan para dosen, banyak teman yang menyapa mereka.


Sebagian ada yang senang melihat Bertha sudah sembuh, tetapi banyak yang merasa cemburu.


"Sayang kamu tidak apa -apa kan tanya Edo yang melihat Bertha hanya diam."


Bertha yang mendapatkan pertanyaan dari Edo berusaha untuk tenang, entah kenapa setelah kejadian beberapa minggu lalu membuatnya sedikit minder.


Ia merasa malu pada diri sendiri karena semua masalahnya,menyangkut tentang orang yang paling dekat dengan dia.


Bertha merasa orang yang paling tidak berharga bila mengingat masalah itu.


Kakaknya dipenjara,ia sampai depresi semua hanya karena egois yang tidak memiliki alasan yang tepat atas semua masalah.


Melihat Bertha yang tidak aman, segera mereka mencari dosen, dan memberikan tugas -tugas mereka.


"Apa kabar Bertha?"sapa dosen yang merasa senang melihat mahasiswi yang berprestasi digadapannya sudah sembuh.


"Baik pak,"jawab Bertha sambil senyum.


"Bapak senang kamu sudah sehat,habiskan waktumu untuk istirahat, jangan terlalu paksa untuk tugas kuliah, nanti jika kamu sudah sembuh benar baru jejar ketinggalanmu, ok Bertha."


Dosen yang selalu perhatian kepada anak didiknya,saat Bertha di rumah sakit pak Willi dosen penyebar itu dua kali mengunjungi Bertha,


ia sangat prihatin melihat kondisi Bertha saat itu, sebagai anak yang cerdas sangat disayangkan orang tuanya memperlakukan Bertha seperti itu.


"Iya sudah pak kami permisi dulu ucap Edo kepada pak Willi."


"Baiklah kalau begitu,jaga dia dengan baik pesan pak Willi pada Edo."


Setelah perbincangan terakhir Edo dan Bertha segera meninggalkan area kampus.


Didalam mobil Edo mengajak Bertha ke cafe miliknya tempat Bertha bekerja dulu.

__ADS_1


"Sayang kita ke cafe yo,"sudah lamakan tidak bertemu teman grup band?


"Boleh aku juga sudah kangen sama mereka ,Bertha memang yang sangat bahagia memiliki teman sesama anggota grup band, mereka sangat perhatian banget sama Bertha."


Selama bekerja sama dengan mereka tidak pernah terjadi keributan, itu karena mereka bisa saling mengisi satu sama lain.


Bertha pribadi mandiri dan disiplin membuat semua menyanyanginya walaupun dia yang tergolong paling muda.


"Ham... gitu dong sayang jangan wajah itu di tekuk mulu."


Ayo kita berangkat ke cafe pak ucap Edo sopan.


"Baik den."


Setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di cafe, Edo yang sudah menghubungi grup band di cafe miliknya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Wah my princes kita sudah datang ni goda Ivan setelah melihat Bertha dan Edo."


Edo yang sudah biasa mendengar godaan Ivan sudah tidak masalah lagi.


"Hai semua sapa Bertha ramah."


"Hai juga princes sudah sehatkan kami sangat senang ucap Ivan."


Senyuman tulus terukir diwajah mereka, bukan sekedar kepura-puraan.


Mereka makan dan tertawa bersama,seperti ketika mereka masih bekerja bersama hanya ada tawa bukan kesedihan.


"Sepi tahu princes setelah kamu tidak bersama kita, sekali -kali datanglah melihat kita ujar Toto memohon."


Boleh asal ada traktirannya,ucap Bertha seloro.


"Itu mah gampang nces tingal minta sama bos, iya tidak bos?"tanya Anggi yang lebih pendiam.


"Edo terkekeh mendengar perkataan mereka, bokeh ucapnya madih terkekeh."


"Ha ..bos saja sudah izin berarti tinggal nunggu janji nih ucap Tito lagi."


Satu jam mereka sudah habiskan, sekarang mereka harus latihan lagu yang akan mereka bawa dua jam kemudian.


Edo dan Bertha permisi undur diri, mereka memasuki ruangan Edo.


Sampai disana Bertha langsung mendudukkan dirinya di atas sofa.


"Kamu tidak masalah nunggu akukan sayang?"


Bertha tertawa mendengar perkataan Edo.


"Tidaklah yang, masak hanya nunggu sebentar keberatan, tapi kalau sampai ketiduran ya jangan salahkan aku. "


Edo segera melanjutkan pekerjaannya,dia sekali-kali melirik Bertha yang sudah mulai tertidur.


"Sayang kita pulang yo,sudah sore ni,"ucap Edo sambil mengguncang lengan Bertha.


Bertha perlahan membuka matanya,dia melihat Edo yang tersenyum di depannya.


Sudah siap ya? tanya Bertha dengan suara seraknya.


"Iya sayang maaf ya membuatmu lama menunggu," sampai ketiduran gini.


"Tidak apa -apa yang,"aku nunggu dengan tidur juga, sekarang kita langsung mau pulang? tanya Bertha.


"Memang kita mau kemana sayang? apa kamu mau beli sesuatu ?jika kamu mau kemana bilang saja,aku siap mengantar kemanapun kamu mau."


Bertha kembali tersenyum, dia tidak menjawabnya.


Hai,kok cuma senyuman saja sih sayang, tadi nanya mau pulang atau...


Belum sempat Edo melanjutkan ucapannya,Bertha sudah memotong ucapan Edo.


"Aku mau jalan ke kantor ucap Bertha dengan suara kecil."


Edo terkekeh mendengar perkataan Bertha yang seperti menahan rasa takut.


"Kenapa kamu takut ngomongnya, ya sudah ayo nanti keburu tutup kantornya."


"Aku takut tidak dibolehkan kalau mau ke kantor.Tapi aku sangat tindu kesana."


"Sayang kalau hanya sekedar main bolehlah," asal jangan kerja dulu.


Akhirnya Edo membawa Bertha kekantornya untuk sekedar jalan.


Di kantor mereka bertemu kedua kakaknya yang baru pulang dari luar kota.


Bertha yang sudah sangat rindu pada kakaknya langsung memeluknya dengan erat.


Para karyawan yang tidak tahu hubungan mereka hanya diam dan heran.


Ada yang bertanya Kecil kesesama mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2