APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 89.Tersentuh


__ADS_3

Tepat pukul sebelas siang Joni mengantar kakaknya untuk menjumpai papa kak Pino.


"Kak apa masih ada rasa sakit hati kakak sama kak Kinan?"


"tanya seperti itu memang kenapa dek?"


"iya karena aku tahu melupakan rasa sakit itu sangatlah sulit."


"Kamu memang benar dek, apa lagi kita berusaha untuk melupakan."


"Jadi harus bagaimana kak?"


"Kita harus berusaha menerima rasa sakit itu, agar kita bisa memaafkan orang yang menyakiti hati kita."


"Tapi rasanya sangat berat kak, aku salut sama kakak yang bisa menerima kak Kinan,yang sudah sangat jahat sama kakak."


"Apa ada pilihan yang lain dek?"


"iya nih kakak, entahlah kak, aku saja sangat sulit untuk menerima semua apa yang telah dilakukan oleh mama."


"Jadi kamu belum bisa memaafkan mama dek?"


"berat banget kak, jika harus mengingat itu semua, kemarin ketika kita jiarah aku tidak ada merasa sesuatu yang bisa kuungkapkan."


"Jangan seperti itu dek, ikhlaskan saja semua agar mama bisa tenang, kakak tahu semua butuh waktu untuk menyembuhkan luka batin, tapi apapun itu kita harus bisa menerima rasa sakit itu."


"Itulah kak, kenapa harus kita yang mengalami semua itu."


"Dek apa mungkin bisa mama orang yang baik dan setia jadi mama kita?"


"iya nggaklah kak."


"Coba kamu tanya hati kecil kamu, apa tidak ada rasa cinta selain rasa sakit yang kamu rasakan pada mama."


Ups.. tarikan nafas kasar dari Joni membuat Bertha tertawa.


"Ada apa kak?"


"nggak apa-apa dek, kakak hanya merasa lucu dengan nasib kita, nggak kamu, nggak kakak kok sial ya."


"Punya mama tapi rasanya tidak punya, tapi iya sudahlah dek kita harus berjuang bersama untuk kebahagiaan kita dan kebahagiaan papa."


"Kakak tahu dengan semua itu, aku jadi takut untuk menjalin hubungan serius."


"Makanya kakak bilang berusaha untuk menerima kenyataan, agar tidak trauma."


"Kakak benar."


"Apa kamu mau membuat papa tambah terluka? dengan kamu tidak percaya pada wanita berarti kamu akan melajang terus, maka yang jadi penerus papa siapa dong?"


"Kamu itu anak papa satu -satunya jadi jangan pernah trauma pada wanita, lagian kakak wanita juga tahu."


"Kakakkan beda."


"Bedanya?"


"kakak baik sejagat."


"iya wanita di luar sana juga pasti banyak yang baik."


"Carikan aku satu kak, seperti kak Pino juga dapat istri teman kakak."


"Iya tapi bukan karena kakak jodohkan iya, mereka murni merasa cocok."


"Iya aku tahu, tapi masih punya stok nggak?"


"Ada sih teman kakak, dia seorang dokter, dia kerja di rumah sakit,dia yang menangani kakak selama hamil si kembar dan sampai lahir."


"Lebih tua dari aku dong kak?"


"beberapa tahunlah."


"Jangan yang lebih tua dong kak, aku tidak suka."


"Oh... manajer cafe Edo gimana?masih muda, cantik lagi, sepertinya baik, tapi aslinya kakak tidak tahu."


"Yang dekat sama kakaklah, tahu hatinya, juga sifatnya kak."


"Iya ada sih, dia asisten pribadi kakak,ya ...

__ADS_1


dia sejauh kakak lihat juga baik, tapi mereka bukan keluarga kaya, dia hanya punya adik yang masih kuliah."


"Cantik nggak?"


"cantik dong... dia pandai bela diri, tapi jika kamu sama dia siapa dong yang akan jaga kakak."


"Cari yang lain kali kak, pelit banget untuk adik sendiri."


"Cari sendiri kenapa dek?"


"nggak ada yang pas."


"Kenalin kita dong kakak."


"Boleh deh, nanti jika kamu sudah ke kantor akan sering jumpa kok, yang antar berkas penting itu dia ke kakak dari kalian."


Entah kenapa Joni merasa senang jika bertemu wanita yang sudah kenal sama kakaknya.


"Hemmm baiklah kalau begitu, sekarang kita sudah sampai, dan segera temuin papa, ok!"


Saat ini mereka sudah duduk bersama papanya, ada rasa tidak tega, bersalah semua bercampur aduk.


"Bagimana keadaan papa?"


"sehat nak."


"Oya... pa, kemarin kak Kinan cerita katanya dia mau di lamar orang, apa papa setuju jika kak Kinan menikah?"


"Sejujurnya papa sangat setuju nak, mana mungkin papa tidak mau melihat anaknya jatuh bahagia."


"Iya pa aku yakin jika papa pasti akan melakukan itu."


"Pasti sayang, tapi kenapa dia tidak ada cerita sama papa?"


"dia takut pa, takut papa tidak akan merestui, karena sejak dia bawa kesini papa tidak pernah tanya lagi masalah hubungan mereka."


"O... karena itu iya."


"Iya pa, makanya dia minta aku bicara pada papa."


"Baiklah nak Trimakasih ya sudah berlapang dada untuk menerima Kinan."


"Oya... pa, kami pulang dulu ya mau jemput si abang dari sekolah."


"Iya... nak hati-hati di jalan, salam pada cucu papa."


"Kami pulang ya pa," pamit Joni pada papa kak Pino.


"Aku sangat tersentuh tahu kak, aku bangga punya kakak seperti kak Bertha."


"Oya? trimakasih adikku sayang."


Saat ini mereka sudah berada di depan sekolah Andre.


Dengan menunggu waktu sebentar saja ternyata Andre sudah selesai berlatih.


Joni turun untuk menjumpai Andre yang sedang mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan siapa yang akan menjemputnya.


Om... teriaknya ketika sudah melihat omnya.


Joni langsung mengangkat tubuh Andre dan membawa menuju mobil.


"Om kita mau pergi kemana ya?"


"emang kamu mau kemana om temani deh."


"Mau jalan -jalan om."


"Ok kita antar mamimu dan adik kembar ya, terus mandi lalu pakai baju ganteng deh."


"Ok om, siap."


Ha... ha.


"kamu seperti paskibraka saja boy."


"Ah... om bilang apa sih, aku itu tidak mau ah."


"Turun boy? sudah sampai om mau bawa dedek kembar dulu abang jalan saja sendiri."

__ADS_1


Joni langsung mengendong tubuh Dia ke dalam rumah,sedangkan Dio di gendong oleh Bertha.


Andre langsung berlari menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri lalu berganti pakaian.


Hanya sepuluh menit Andre sudah turun dalam keadaan rapi.


"Ayo... om kita berangkat abang sudah siap nic."


"Ok boy, ayo."


Joni membawa Andre jalan-jalan menuju danau buatan yang ada di kota mereka.


"Om... bagus iya tempatnya, aku sangat senang ada di tempat seperti ini."


"Om juga boy."


Saat mereka berdua duduk memandang air danau supir sekaligus pengawal datang membawa minuman serta makanan untuk menemani waktu mereka.


"Silahkan di nikmati tuan muda."


"Andre itu bukan anak sultan om, panggil Andre saja."


Tapi tuan..


"Sudah panggil saja seperti apa yang dia mau, kalau tidak panggil boy saja agar dia aman."


"Baiklah mas."


Joni dan Andre sangat terlihat dekat, mungkin jika di lihat orang mereka itu ayah dan anak.


Lelah hanya duduk, akhirnya mereka jalan menyusuri danau tersebut.


"Om... waktu belajar jauh rindu nggak sama aku?"


"Jelas rindu dong malah sangat."


"Iya om, aku juga sangat rindu pada om, sedangkan om Pino sibuk kerja terus."


"Namanya juga kerja boy, pastilah sibuk."


"Jadi jika besok om kerja maka tidak ingat dengan Andre lagi."


"Pasti ingat dong boy, hanya tidak bisa kita sering main, tapi om janji hari libur om akan menemani kamu bermain."


"Om janji ya, Andre akan ingat kata-kata om."


"Ok boy, silahkan pegang kata om."


"Kita pulang boy sudah sore besok on harus mulai bekerja dan kamu juga sekolahkan?"


"Ok om, ayo."


Akhirnya mereka segera pulang menuju rumah Bertha kakaknya sedangkan dia harus pulang di antar oleh supir.


Sampai di rumah ternyata papinya Andre sudah pulang bahkn sudah santai di depan televisi sambil menunggu Andre.


"Sore pa... abang pulang."


Edo menyambut putranya dengan senyum merekah.


"Sore boy, baiklah abang segera mandi, baru boleh nemui adik kembar."


"Ok pa."


"Om Trimakasih ya atas jalan -jalannya sampai jumpa besok."


"Ok boy santai saja dulu."


"Oya kak aku juga langsung pulang iya," pamit Joni pada kakaknya.


Joni segera pulang karena dia harus menyiapkan segala keperluan untuk bekerja esok pagi.


Sebenarnya Joni bukan pertama datang ke kantor Bertha, dia sering kesana tapi hanya sekedar main.


Tapi kali ini sangat beda dia kesana untuk bekerja.


Sungguh pengalaman pertama bagi Joni untuk memulai bekerja.


Bersambung

__ADS_1


Hai jangan bosan iya untuk meninggalkan like, komentar dan votenya.


__ADS_2