APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 93.Kejutan pi


__ADS_3

Sesuai rencana Bertha setelah menjemput Andre mereka langsung menuju kantor suaminya.


Pihak resepsionis tunduk hormat melihat istri dan anak bos mereka.


Bertha dan Andre,serta sikembar langsung menuju ruangan Edo.


Pak Wo yang melihat Bertha datang lansung menyapa dengan senyuman.


"Siang nak Bertha," sapanya sopan.


"Siang juga pak, ada papinya Andre?"


"ada nak ayo silahkan masuk."


Pak Wo membuka pintu ruangan Edo, lalu masuklah para pasukan Edo.


"Hai pi, lagi sibuk?"


"Eh... jagoan papi, loh mami dan sikembar juga?"


Bertha memberikan Dio pada Edo lalu mengambil Dia dari gendongannya suster pengasuh.


"Boleh tunggu di luar mbak," ucap Bertha tersenyum.


"Wah... mami bawa apaan sih?"tanya Edo melihat supir gatang mengantar banyak bekal.


"Makan siang pi."


"Kok nggak bilang jika kalian mau datang, untung papi sudah pulang, jika tidak kalian pasti kecewa."


"Kejutan pi,"seru Andre dengan semangat.


"O.... begitu iya jadi sekarang mau main kejutan."


"Sesekali dong pi iya, tidak mi."


"Iya sudah ayo kita makan papi sudah lapar."


Akhirnya mereka segera makan hanya si kembar yang asyik bermain.


Sebenarnya mereka hanya pindah tempat saja,tapi sungguh sangat menyenangkan bagi mereka.


"Papi masih banyak kerja?"


"Iya sayang, memang kenapa?"


"tidak apa-apa pi, hanya tanya."


"Oh... gitu ya, papi masih ada pertemuan penting sayang, mau main?lain kali ya."


Karena papinya sudah harus pergi maka Bertha membawa anak-anaknya untuk pulang.


Setelah sampai di rumah Bertha membawa ketiga anaknya untuk segera tidur siang.


Mereka akhirnya tertidur pulas hingga sore hari.


"Mami ayo bangun sudah sore pr abang belum siap mi."


Saat ini Bertha membantu putranya untuk mengerjakan tugasnya sementara si kembar di mandikan oleh suster pengasuh.


Empat puluh menit akhirnya semua tugas Andre akhirnya selesai, Bertha mengajak Andre agar segera mandi.


Satu jam kemudian semua sudah terlihat rapi, Edo pulang kerja langsung di sambut oleh istrinya serta anaknya.


Rasa lelah yang di rasa Edo hilang melihat senyuman orang yang sangat dicintainya.


Papi sudah pulang hore teriak Andre sekuat -kuatnya membuat para pelayan yang ada di rumah datang menghampiri mereka.


Melihat Andre langsung menghambur kepelukan papinya para pelayan langsung kembali untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


"Aduh jagoan papi semangat sekali iya, samapi para bibi keluar karena suara abang."


"Jelas abang semangat dong, papi itu pahlawanku."


"Papi bangga sayang."


Dia yang melihat papinya memrentangkan kedua tangannya minta di gendong.


Edo yang melihat itu langsung membujuk si abang agar turun dari gendongannya.


"Boy kasihan adek deh papi mandi dulu ya biar gendong dedek."


Dia yang melihat papinya malah pergi menjadi menangis.

__ADS_1


Edo tertawa tapi tetap melanjutkan langkahnya.


"Sayang nanti saja ya sama papinya,soalnya papi baru pulang, masih bau sementara dedek sudah wangi."


Seolah mengerti Dia akhirnya diam dalam gendongan maminya.


Sepuluh menit kemudian Edo sudah selesai mandi, dia langsung menggendong tubuh mungil putrinya.


"He... he... gadis papi cemburu sama abang ya. "


Dia mengusap wajahnya dan juga bibir Edo.


Edo terkekeh melihat tingkah putrinya.


"Mi... lihatlah putrimu sudah pandai cemburu."


"Iya dong, anak gadis mami ingin juga."


Dio enteng saja sama bibi pengasuh.


"Dedek Dia cemburu iya sama abang, karena papi yang digendong."


Andre mengerjai adiknya yang sedang di gendong papinya.


"Wa... wa.. a...a.. "celoteh Dia sehingga membuat Andre semakin senang mengganggu adiknya.


Karena sudah mulai kesal akhirnya Dia menangis.


"Ha.... ha... dedek Dia marah,"princesnya abang nggak boleh nangis.


"Sama abang yok,"ajak Andre sambil menjulurkan tangannya, tapi Dia malah semakin memeluk papinya.


"Sudah dong bang jangan ganggu adik terus," protes maminya sambil menarik Andre duduk di sampingnya.


"Senang mi lihat adek ngrajuk."


Dio yang ada di pangkuan maminya memberikan tangannya kepada Andre.


"Adek Dio mau di ganggu abang juga?"


"Ih.. gantengnya dedek abang, jadi ada saingan deh."


"Dio memasukkan jarinya ke dalam mulut Andre," sambil ngoceh.


"Ha... ha... adek Dio marah sama abang," ujar Bertha.


"Dia nggak mau di bilang saingan mi,"adu Andre.


"Iya deh dek Dio yang paling ganteng, abang no dua ok."


Dio menarik tangannya dari mulut Andre.


Andre tertawa bersama mami melihat adiknya yang sudah tidak mau dibandingkan.


"Hebat dedek Dio ya mi? masih kecil sudah tahu bahwa dia di katain."


"Makanya abang jangan usil sama adek, mereka sudah tidak mau di usilin."


"Kita makan yo, abang tolong panggil mbak Susi."


"Ok mi."


Andre beranjak memanggil mbak Susi untuk menjaga si kembar, sementara Bertha memasuki sikembar ke dalam box.


Mbak Susi tiba Bertha menuju meja makan, disana bibi yang bertugas sudah selesai menghidangkan makanan.


Selesai makan mereka bercerita sejenak sambil nonton televisi bersama.


Sikembar sudah tidur Edo mengantar mereka ke kamar, karena dia akan menemani Andre tidur.


Hari ini Edo harus lembur karena tadi banyak dia habiskan waktunya bersama keluarga kecilnya.


"Sayang kamu tidurlah dulu aku masih banyak kerja dan besok mau di bawa ke perusahaan Abadi Group."


"Butuh bantuan nggak? aku belum ngantuk tadi kami tidur sejak pulang."


"Benaran sayang?"


"Iya dong masa bohong."


Bertha fokus menyelesaikan beberapa berkas yang di berikan oleh Edo.


"Pi, apa aku yang salah atau ini berkas?"

__ADS_1


"Memang kenapa sayang?"


"Kok isinya seperti ini ya?"


Edo langsung mengambil berkas yang di pegang oleh Bertha, ia sangat terkejut melihat ada dua lembar selipan pada berkas pengeluaran kantor.


"Apa-apaan ini?"


"Siapa yang membuat ini pi?"


"Rafi tadi yang ngantar, kalau yang buat papi tidak tahu percis sayang."


"Apa pak Wo tahu?"


"Kurasa tidak sayang, soalnya kami tadi pergi bersama, sedangkan berkas ini sudah ada di meja sekretarisku."


"Berarti ada yang sengaja mau membocorkannya pi."


Edo langsung menghubungi pak Wo agar segera mengurus masalah tersebut.


Pak Wo langsung mengurus semuanya dan segara menuju ke kantor.


Tidak butuh waktu lama, pak Wo dapat petunjuk bahwa semua itu terjadi karena ulah Toto.


Pak Wo memberitahukan hal itu kepada Edo dan tanpa menunggu lama sudah di amankan.


"Sudah beres den semua sudah dalam penanganan pihak yang berwajib."


"Trimakasih sayangku karena kamu semua jadi jelas, sebenarnya sudah dari beberapa minggu terakhir ini aku curiga gerak-gerik Toto."


"Sama-sama papi sayang, itulah artinya suami istri."


"Baiklah sayang, Trimakasihnya di terima."


"Memang kamu mau apa sayang?"


"Tidak apa-apa sih."


"Iya sudah sekarang papi lanjut lagi kerjanya."


"Mana yang masih dapat aku bantu?"


"Kamu tidur dulu saja sayang."


"Jangan gitu dong, sekarang bilang mana yang masih bisa aku bantu."


"Baiklah tuan putri."


"Sekarang kamu bisa periksa ini tuan putri, karena aku menyerah."


Satu jam kemudian semua pekerjaan telah selesai.


"Ayo tidur sayang aku sangat lelah hari ini banyak hal yang terjadi di luar dugaan."


Akhirnya karena memang sudah sangat lelah mereka langsung tertidur pulas.


Pagi hari seperti biasa suasana rumah itu selalu damai,karena semua berjalan dengan baik, bertanggung jawab untuk urusan pribadi.


Sarapan sudah selesai, Edo dan Andre berangkat agar Andre tidak terlambat sekolah.


"Kami berangkat mami sayang."


"Da...da...sayang, sampai jumpa nanti iya, baik belajar."


"Ah... semua sudah pergi lagi si kembar tidur aku nyiram tanaman saja."


Bertha merasa bahagia jika berada di taman rumah, hatinya terasa sejuk menikmati indahnya bunga tersebut.


Sambil bersenandung dia menyiram bunga indah tersebut, tanpa dia sadari ada seseorang yang sudah berdiri di belakangnya.


"Bahagia bangat putri papa," sapa papa Aldo yang membuat Bertha terkejut.


"Papa ada di sini? kapan sampai?"


"Barusan sayang, saat papa sampai, papa lihat kakak ada di sini iya papa langsung ke sini."


"Iya nic pa, senang rasanya melihat bunga ini mekar indah."


"Iya... tumbuhan memang banyak membantu kita untuk bisa merasa bahagia."


Bersambung.


Hai... semua yang masih setia mengikuti karyaku ini, maaf baru up sekian dulu.

__ADS_1


__ADS_2