
Sesuai janji papa Aldo hari ini mereka bersiap untuk berangkat untuk berlibur.
Pagi hari mereka sudah berkumpul di rumah papa Aldo. Kedua kakaknya Bertha juga sudah sampai.
Rita tersenyum bahagia melihat keakraban diantara mereka, selama ini mereka belum pernah berlibur bersama keluarga.
Setelah mereka bersiap mereka segara berangkat, kali ini mereka hanya berlibur di dekat saja karena waktu hanya dua hari.
Tempat yang mereka datangi hanya pedesaan yang penduduknya bekerja sebagai petani dan pelayan.
Tempat ini sengaja dipilih oleh papa Aldo karena disinilah dia membawa istrinya dulu untuk beristirahat setelah mereka tahu bahwa istrinya menderita kanker rahim.
Rumah sederhana bila dibandingkan rumah mereka di kota, tapi jika dibandingkan dengan rumah penduduk rumah inilah yang paling besar dan megah.
Hamparan pesawahan yang luas membuat mata tidak bosan untuk memandangi.
Jika kita berdiri dibalkon atas maka sangat jelas terlihat daerah pedesaan dengan segala tanaman mereka.
"Pa tempatnya sejuk ya"ucap Joni yang sudah berputar -putar untuk merasakan kesejukan udara segar.
"Kak sini deh,panggil Bertha yang sedang berdiri dibalkon."
Kedua kakaknya datang menghampirinya, takjub itulah yang mereka rasakan saat ini,
jika selama ini mereka hanya melihat dari televisi atau media sosial lainnya, tapi sekarang mereka langsung menikmatinya.
"Papa Aldo dan Joni datang menghampiri Bertha dan kakaknya serta Edo.
Sekarang kita istirahat dulu ya, nanti menjelang sore kita jalan -jalan mengelilingi pesawahan."
ucapnya agar anak dan keponakannya jangan terlalu lelah, lahian hari masih sangat terik.
Tanpa ada yang membantah semua patuh apa lagi badan mereka terasa lelah saat perjalanan tadi.
Jam tiga sore mereka sudah berada diruang keluarga untuk menungggu papa Aldo datang.
"Wah kalian semangat banget sampai rela menunggu ya, ayo berangkat, nanti keburu sore."
Mereka semuanya nyengir karena pada kenyataannya mereka sangat semangat.
Memori mereka terlalu indah, mengingat indahny pesawahan itu.
Akhirnya mereka berjalan untuk mengelilingi pesawahan itu dengan berjalankaki saja.
"Kalian tidak lelah"tanya papa Aldo karena mereka semua masih ingin berjalan-jalan di tengah sawah.
"Tidak pa jawab Joni dengan antusias."
"Ok kita lanjutkan kalau tidak capek tapi kalau terasa capek kita istirahat dulu ya."
Sampai menjelang magrib barulah mereka pulang,karena sesudah sampai barulah mereka merasa lelah, hingga mereka merebahkan tubuh mereka di rumput.
"Nanti gatal badan kalian, ujar papa Aldo untuk mengingatkan mereka."
"Begini enak pa jawsb Bertha."
"Iya sudah sebaiknya kita mandi biar nanti kita bakar ikan segar makan?"
"Mau om, pa,"jawab mereka serempak.
Mereka segara membersihkan diri,saat jalan menuju kamar Edo menghadang Bertha.
"Sayang kamu nggak capek? "
Edo sebenarnya sangat kwatir sama Bertha, karena berjalan jauh membuat dia kelelahan dan akhirnya jatuh sakit.
"Nggak tenang aja, aku baik -baik dari saja, lihat ni ucap Bertha sambil mengangkat kedua tangannya."
__ADS_1
Edo terkekeh mendengar perkataan Bertha yang berlagak seorang memamerkan ototnya.
"Iya sudah mandi sana,"aku juga mau mandi nanti kita lomba makan ikan bakar aja ok ujar Edo yang kemudian meninggalkan Bertha.
Saat mereka membersihkan diri,Bertha benar-benar menikmati setiap tetes air yang mengalir ditubuhnya.
Puas dengan menikmati sejuknya air,Bertha menyudahi bersih-bersihnya.
Ia segera memakai pakaiannya,dan menyisir rambut panjangnya.
Setelah merasa rapi Bertha segera turun,tapi saat hendak turun dia berpapasan dengan Pino.
"Malam kak sapanya yang kemudian bergeliat manja pada kengan kakaknya."
"Kamu ya sudah besar masih manja,ucap Pino sambil mencubit hidung Bertha."
"Sakit kak jerit Bertha."
Sampai di bawah,ternyata sudah pada siap dengan ikan ditangan dan hendak membakarnya.
Bertha langsung mendekati papanya yang lagi sibuk untuk membuat bumbu dan sambal.
Sekarang kokinya papa ya,ujar Bertha dan kemudian ikut mengupas bumbu yang sudah di sediakan oleh ibu Ani.
"Hati-hati nak pegang pisaunya nanti tangannya terpotong,ujar Aldo memperingatkan."
"Ok pa tenang saja jangan takut princesmu ini,sudah biasa."
"Baiklah nak tapi tetap harus hati-hati ujar Aldo."
"Ok bos."
Mereka semua sudah siap dengan satu ikan ditangan masing-masing.
Sekarang mereka menikmati ikan bakar itu,ikan yang masih segar sehingga terasa sangat manis.
"Enak ya kalau ikannya segar manis rasanya ucap Joni yang merasa sangat senang."
Apa kamu masih mau dek? tanya Bertha.
"Nggak kak sudah kenyang jawab Joni."
Setelah semua habis mereka akhirnya masuk kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
Pagi hari dengan penuh semangat mereka kembali berkumpul untuk mengadakan perjalanan sepanjang lapangan rumah.
Mereka mengadakan lomba lari.lelah berolahraga mereka akhirnya sarapan bersama.
Setelah selesai makan bersama mereka kembali merasakan kesegaran mata dengan menikmati pemandangan pesawahan.
Saat tengah hari,mereka kembali berkumpul untuk makan siang bersama dan setelah itu,harus siap untuk pulang.
Saat hendak makan,Joni melihat bahwa tangan Bertha berdarah.
"Kak tangan kakak kenapa?"
"Lecet sedikit dek"ucapnya sambil menutupi tangannya yang luka.
"Lecet bagaimana?"tanya papa Aldo sambil memeriksa tangan Bertha.
"Ini bukan sedikit nak,"ujar Aldo sambil menyuruh Pino untuk mengambil kotak p3k.
Papa Aldo dengan telaten mengobati tangan Bertha.
Rita yang melihat itu merasa sangat tersentuh,hatinya merasa bahagia atas cinta tulus omnya pada Bertha.
Selesai mengobati tangan Bertha mereka segera makan siang bersama.
__ADS_1
Dengan nikmat mereka menikmati makanan yang terhidang.
Semua tampak suka makanan yang telah terhidang,nampak dengan semua menghabiskan makanan yang ada didalam piring mereka.
Setelah selesai makan semua masuk kamar untuk membereskan perlengkapan mereka.
Satu jam kemudian mereka sudah siap untuk berangkat.
Ayo kita berangkat semoga sampai ditujuan.
Diperjalanan mereka nampak kelelahan,dengan perlahan sudsh larut dalam mimpi indah.
"Bagaimana pemandangannya nak?apa kamu suka tanya papa Aldo yang melihat anaknya terbangun."
Suka banget pa,lain kali kita kesana lahi ya pa,pinta Joni dengan semangat.
"Iya nak tapi jika ada waktu libur ya,papa tidak bisa janji tapi jika ada waktu,boleh."
Tanpa terasa ternyata mereka sudah sampai di depan rumah papa Aldo.
"Kita sudah sampai,"
teriak Joni yang membuat semua langsung bangun.
Bertha yang masih ngantuk sangat enggan untuk beranjak dari duduknya.
"Ayo turun dek,",ujar Pino yang tidak bisa keluar dari kursi paling belakang.
Akhirnya Bertha berusaha untuk turun juga karena sudah mendapat ejekan dari kakak dan Edo,tapi badannya sangat berat untuk bergerak.
"Dek kamu kekenyangan apa?kok sampai,tidak bisa untuk bangkit?ucap Pino."
Iya kak sebentar masih ngantuk ni,ujar Bertha yang memang sangat berat untuk membuka matanya.
Papa Aldo yang melihat Bertha tidak bergerak,akhirnya menghampirinya.
"Sayang ayo turun ucapnya sambil menarik tangan Bertha."
Papa Aldo sangat terkejut karena tangan Bertha sangat panas.
"Sayang kamu demam ujarnya sambil menempelkan punggung tangannya pada dahi Bertha."
"Apa tidak langsung kita bawa kerumah sakit saja om tanya Edo,dan Pino bersamaan."
Mereka sangat kwatir akan keadaan Bertha,apalagi riwayat kesehatan Bertha.
"Tidak usah nak,biar dokternya kita panggil kesini jelas papa Aldo."
"Kalian tolong bantu angkat saja masuk ke kamar."'
Pino membopong tubuh Bertha,sedangkan Edo akhirnya mengalah membiarkan Pino yang mengangkatnya.
Sampai dikamar Bertha dibaringkan diranjangnya.
Papa Aldo minta Rita untuk mengganti pakaian Bertha yang sedikit longgar.
Beberapa menit kemudian,seorang dokter datang.
Papa Aldo segera membawa dokter menuju kamar Bertha.
Tanpa menunggu lebih lama,dokter sudah siap memeriksa kondisi Bertha.
"Baiklah tidak ada yang perlu dikwatirkan,hanya kecapean saja."
Terimakasih dokter ucap papa Aldo dengan tersenyum,karena sudah sedikit tenang.
Bersambung
__ADS_1