
Angel tersenyum atas ucapan Revan dia tahu bahwa pria yang ada di depan matanya selalu ada untuk adiknya.
"Kakak titip dia ya, kakak percaya sama kamu, bahwa kamu akan menjaganya melebihi kakak menjaga dia."
"Pasti kakak, jangan ragu akan hal itu, mana mungkin aku meninggalkan gadis secantik adik kakak."
Vero yang mendengar perkataan kakaknya tidak setuju soal titip menitip.
"Kakak apaan sih? seperti menitip barang saja."
"Lebih dari barang sayang, kalau barang rusak ada gantinya tapi kalau kamu itu tidak ada gantinya."
"Iya... iyalah, aku itu khusus tempahan Tuhan, mana ada duanya."
"Makanya itu adikku sayang, kamu sangat berharga bagi kakak melebihi apapun."
"Iya... aku percaya sama kakak, dan sekali lagi terimakasih ya kak."
Vero yang mendapat kasih sayang tulus dari kakaknya, mana mungkin dia membantah ucapan kakaknya.
Wanita tegar dan tidak pernah mengeluh sekali pun dia lelah,jika di hadapan adiknya dia akan tersenyum.
Wanita yang tidak menyalahkan takdir dengan apa yang terjadi dalam hidup mereka.
Joni tersenyum bahagia melihat keakraban diantara mereka, dia tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang kakak yang sangat menyayangi.
Jika istrinya masih ada hubungan darah yang mengalir yang sangat kental, beda pula dengan dia yang sebenarnya hanya sebagai kakak sepupu, tapi bisa saling menyanyangi.
Orang luar tidak pernah tahu jika mereka bukan saudara sepupu.
Orang lain yang melihat mereka pasti percaya bahwa mereka saudara kandung.
Bertha dan Edo menghampiri adiknya.
"Selamat ya dek, semoga menjadi keluarga yang harmonis sampai tua, dan jangan lupa cepat kasih kakak keponakan."
"Trimakasih banyak kak atas semua, aku tidak bisa menyebutkan semua yang kakak berikan."
"Iya.. adikku sayang ih...jangan cengeng ah, malu."
Joni menangis di pelukan kakaknya, dia bahagia memiliki kakak seperti Bertha, kehilangan sosok ibu dapat dia temukan dari Bertha.
"Aku sangat bahagia kak, kakak.... "ucapan Joni tidak bisa dia lanjutkan, dia terseduh -seduh membuat Bertha semakin memeluk adiknya.
Edo sengaja mengerjai Joni dengan berbisik di telinga adik iparnya.
"Jangan lama-lama peluk istri kakak, nanti istri kamu cemburu."
Kedua pria itu akhirnya tertawa bersama, membuat Bertha bahagia dibuatnya.
Edo dan Joni memang sangat dekat mungkin karena saat itu Joni masih terbilang kecil sudah mengenal Edo.
Acara khusus mereka akhirnya selesai, sekarang giliran yang lain lagi.
Edo sudah memberikan paket bulan madu untuk pasangan muda tersebut.
Setelah selesai acara, mereka langsung berangkat sesuai permintaan Edo dan Bertha, dan yang pasti pasangan tersebut tidak akan menolaknya.
Begitulah kehidupan anak manusia yang ada di bumi ini tidak pernah sempurna, pasti ada cacat cela di setiap hidupnya.
Tetapi cacat itu bisa hilang jika kita mampu dan sabar untuk menjalani hidup yang lebih baik.
__ADS_1
Kebahagiaan anak manusia bukan tergantung dengan materi tapi tergantung dari hati kita yang bisa merasakan apa itu bahagia dari dasar lubuk hati.
Banyak harta tidak membuat bahagia jika egois yang terjadi setiap hari, seperti keluarga kandung Bertha.
Joni sudah sampai di tempat dia akan menghabiskan waktu bersama istrinya sebagai pasangan suami istri.
Sebuah villa yang sudah di dekorasi sangat indah, kamar tidur yang lengkap dengan kelopak bunga mawar indah.
Pasangan muda itu tersenyum bahagia melihat semuanya yang sangat bagus.
Seindah bunga ini, begitulah kehidupan yang akan kalian jalani, salam.....
Edo dan Bertha
Andre, Dia dan Dio.
Dan salam terberat dari
PAPA
I LOVE YOU:Joni dan Angel
Papa dan family
"Wah....ternyata kak Bertha sangat romantis iya."
"Iya sayang tapi kita nanti yang akan lebih romantis, makanya sekarang kita langsung istirahat biar bisa membuktikannya."
Mereka segera membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya di ranjang karena mereka memang sangat lelah.
Satu hari dengan acara pernikahan, di tambah lagi perjalanan sekitar enam jam.
Pagi hari mereka baru bangun, Joni langsung melakukan tugasnya sebagai umat yang harus bersyukur atas semua nikmat dari -Nya.
Menjelang siang barulah mereka mengisi perut yang sudah kosong, kembali istirahat itulah pilihan mereka karena cuaca sangat panas.
Angel yang sudah tidak mengantuk melihat pemandangan dari balkon kamarnya.
Hamparan air membuat mata dan hati dia terasa sejuk.
"Sayang kamu tidak mengantuk lagi?"
"tidak lagi say,pemandangan yang sangat indah apa lagi suara ombaknya,membuat aku tidak bisa memejamkan mata kembali."
Joni langsung memeluk istrinya dengan kuat, sehingga kehangatan dapat mereka rasakan.
Semelir angin membuat mereka terbawa suasana untuk merasakan kehangatan cinta itu.
Ciuman panas terjadi di balkon kamarnya dan suara ombak yang menjadi saksi atas cinta tulus mereka.
Gerakan tangan menuntut hasrat mereka untuk segera merasakan bagaimana romantis dalam hubungan suami istri.
Malam pertama telah berganti menjadi sore pertama.
Tubuh indah istrinya membuat Joni tidak mampu menahan hingga malam.
Tubuh mulus itu kini semakin terlihat jelas karena sudah tidak ada yang menutupinya.
Benda kenyal sudah sangat menantang hingga pemiliknya sudah tidak sabar.
Dengan gerakan cepat tangan kekar itu segera bermain di sana.
__ADS_1
Bagai bayi yang kehausan, dia juga melakukannya untuk pertama kalinya dengan wanita setelah dewasa.
Ujung yang merah muda, mengajaknya untuk tidak beralih.
******* indah tercipta tanpa ada yang mengajarinya, membuat sang pendekar semakin bersemangat, hingga.... bagian inti sang putri menjadi penjelajahan terakhir.
"Au.... sakit.. "pekikan sang putri membuat pendekar berhenti sejenak.
Kembali pendekar bereaksi hingga gol tercipta sempurna.
"Tahan sedikit ya sayang, aku akan pelan."
"Iya sayang,"jawaban singkat itu beganti dengan rasa puas yang tidak bisa di lukiskan.
Maka terjadilah penyatuan pertama mereka sebagai pria sejati dan wanita setia.
Angel telah memberikan hak penuh pada suaminya, hak yang memang harus di miliki suami yaitu harta berharga sebagai wanita.
Gempuran Joni membuat Angel lelah,namun wajah lelah itu sungguh memancarkan kebahagiaan.
Vitamin dan energi terkuras habis tapi cinta tidak akan pernah terkuras.
Joni mencium b*b*r tipis istrinya lagi hingga turun ke bagian menonjol yang akan menjadi mainan terindahnya.
Dan benar saja untuk kesekian kalinya dia bermain-main di sana hingga si empunya merasa terbang tinggi.
"Sayang trimakasih sudah menjaganya dengan baik untuk aku."
"Sama -sama sayang itu hak kamu, iya aku harus menjaganya."
Joni membawa istrinya untuk membersihkan diri.
Saat Angel membersihkan diri, dia mengganti seprei yang sudah ternoda.
Setelah selesai mengganti seprei Joni masuk kembali ke kamar mandi.
Angel yang sudah selesai membuat Joni langsung mengangkatnya.
"Sayang kamu pakailah bajumu aku mau mandi, setelah itu kita akan makan malam."
Permainan mereka tadi rupanya sudah menyita waktu yang cukup lama.
Sepuluh menit Joni sudah selesai, sementara itu Angel juga sudah selesai dengan sedikit polesan rias di wajahnya.
Mereka segera makan malam, tenaga mereka harus segera di ganti.
Setelah makan malam, sejenak mereka bersantai sekedar menikmati indahnya kebersamaan mereka.
"Sayang aku bahagia banget memiliki kamu sayang ucap Joni sambil menyisir rambut istrinya dengan memakai jemarinya yang berbaring di sofa berbantalkan pahanya."
"Aku juga sangat bahagia sayang."
Tangan Joni mulai menyusuri area kepemilikannya, membuat Angel kembali bernyanyi indah dengan suara merdunya.
"Sayang aku mau lagi boleh ya?"
"disini?"
"iya sayang, kita hanya berdua di sini jadi tidak apa-apakan?"
Angel mengangguk pasrah hingga pergulatan terjadi lagi.
__ADS_1
Bersambung.
Like.... like.... like.... dong sedih nic, tidak ada like komentar dan votenya.