APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 36.Iya iyalah


__ADS_3

Gerecia yang tidak terlalu suka dengan sikap kakaknya membuat dia jengkel.


"Iya iyalah sukaku, memang seperti kakak,diam melulu."


"Dari pada seperti kamu, lebih ribut dari burung nuri tahu nggak?"cewek kok ribet.


"Kak Edo, tinggal di sini kenapa? aku tidak punya teman tahu kak Evan itu pelit banget sama suaranya."


"Jangankan kak Edo, burung beo saja malas sama kamu, nanti dia pikir kamu saingan dia."


"Ih... dasar kakak durhaka, gerutu Gracia."


"Kak aku ikut tinggal sama kakak om boleh pa?"entah kenapa tiba -tiba Gracia ingin tinggal bersama kakak tertuanya.


"Kamu terlalu kecil sayang jika harus terpisah dari papa dan mama."


"Atau kamu tidak sayang lagi sama mama dan papa? biar kami tahu cari tempat di mana kami suka."


Sebenarnya Gerecia merasa sedih jika berpisah dari orang tuanya.


Dia hanya iseng bertanya ,tapi papanya malah serius.


"Iya sayang dong pa, aku hanya bercanda."


"Masa anak yang satu sudah tidak mau tinggal bersama kami, sekarang kamu ikutan pula."


"Kok ikutan ke hutan rimba ceritanya, Edo yang merasa bahwa dirinya yang di maksud oleh papanya ikut memberikan komentar."


"Iya karena gunung bergoyang terpaksa hutan rimba ikutan."


Mereka tertawa bersama mendengarkan ocehan papa dan anak itu.


Setelah selesai bercanda bersama,akhirnya mereka masuk ke dalam kamar masing -masing.


Edo mengantar Bertha sampai ke kamarnya.


"Selamat istirahat ya sayang, semoga mimpi indah."


"Sama -sama gan."


Satu minggu tinggal di rumah papa dan mamanya, banyak hal yang mereka lakukan, Bertha yang merasa sangat diterina oleh keluarga itu, merasa sangat bahagia.


"Kamu nampaknya sangat bahagia can? apa kita tinggal di sini aja ya."


"Tidak usalah gan, bagaimana dengan pekerjaanmu."


"Kalau kamu lebih bahagia di sini aku tidak masalah sayang, soal pekerjaan yang lain dapat mengatasi."


"Nggak gan, aku memang sangat bahagia tinggal di sini, tapi tidak juga harus disini terus, aku rindu papa gan."


"Iya sudah besok kita pulang ya, beberapa hari lagi kita kesini lagi."


"Aku tidak enak juga gan,"kamu sampai korbankan kuliah dan kerja kamu hanya untuk aku.


"Tidak apa-apa can, yang penting aku bisa bersama kamu ,dan aku tidak kwatir tentang keadaan kamu."


"Tapi bagaimana dengan keluarga kamu, apa mereka menerima semua yang kamu lakukan? aku takut mereka akan membenci aku."


"Hei kamu ngomong apa sih?"jika mereka tidak suka dengan kamu, mana mungkin kamu bisa bahagia tinggal di sini.

__ADS_1


"Iya sih tapi hatiku tetap merasa tidak tenang gan."


"Aku tidak mau mendengar kamu bicara seperti itu ya,aku ikhlas melakukan itu semua karena kamu adalah bagian dari hati dan hidupku."


"Trimakasih gan atas cinta yang selalu kamu berikan untuk aku."


"Ha... itu lebih baik dari pada kamu berpikir yang negatif terus berpikir positif lebih membuat kita menjadi orang yang paling bahagia."


Bertha memeluk Edo dengan erat, hatinya sangat bersyukur memiliki kekasih yang sangat menyayangi dia.


Edo membalas pelukan hangatnya Bertha dengan melingkarkan tanganya di pinggang Bertha.


Edo menempelkan bibirnya dengan bibir seksi Bertha.


"Sekarang kita turun ya, nanti kita jalan sekitar usaha papa dan mama."


Bertha mengangguk, tanda dia setuju dengan semua perkataan Edo.


Mereka berjalan menyusuri tangga rumah Edo untuk menuju ruang makan.


Rumah papa Edo juga sangat besar, walaupun rumah peninggalan kakeknya jauh lebih besar dan megah.


"Sini kita makan sayang," kami sudah duluan, soalnya mau pergi sama papa ada janji pagi ini.


"Tidak apa-apa ma, toh kami tidak mau kemana-mana.


"Iya sayang,kami duluan ya nak, kalian nikmati saja hari ini sebelum kalian pulang."


"Baik ma, papa dan mama juga sukses untuk hari ini."


Kedua orang tua Edo berangkat ke kantor, karena memang ada janji dengan seseorang yang harus mereka jumpai hari ini.


Bertha dan Edo sarapan dengan hikmat,yang kemudian bersiap untuk berangkat menuju tempat usaha kedua orang tuanya Edo.


"Bukannya setiap hari aku cantik ya, kok cuma hari ini sih, sedih deh."


Edo yang melihat tingkah Bertha terkekeh sambil mencubit hidung Bertha lembut.


"Ayo kita berangkat, biar sempat ada waktu pergi ke pulau cinta."


"Pulau cinta? sepertinya nama yang bagus, pasti tempatnya juga bagus."


"Iya bagus atau tidak yang paling penting tempat itu sangat di gemari oleh orang muda."


"Ok aku jadi penasaran nih, nanti kita kesana, janji ya... "


Bertha minta agar Edo mau menepati janjinya.


Sebenarnya Edo tidak pernah berbohobg kepada Bertha, tapi karena ada sesuatu hal, Edo tidak bisa menepati janjinya.


"Janji sayang apa pernah aku membohongi kamu? tidak kan?aku tidak ingin melihat kamu kecewa."


"Iya aku tau gan, ayo kita berangkat aku sudah tidak sabar nih."


Edo segera melajukan mobilnya menuju butik milik mamanya.


Disana mereka hanya melihat -lihat keadaan butik, karena keinginan Bertha yang ingin membuka sebuah usaha butik.


"Bagaimana can, sudah terbayang belum cara membuat butikmu agar lebih menarik?aku rasa butik mama ini juga cukup menarik."

__ADS_1


"Iya masih samar sih, belum jelas untuk bagaimana mengatur cara membuat butik yang bagus dan di sukai oleh orang banyak."


"Iya tidak apa-apa sayang yang penting Kamu sudah memiliki konsep bagaimana cara kerjanya."


Terus apa yang harus kita lakukan lagi sekarang,ada yang masih kita lihat.


"Sepertinya tidak ada lagi deh,kita pergi ke pulau cinta saja ya."


"Baik cintaku,hamba bersedia."


"Ih... kamu itu ya buat sebel tahu nggak."


"Jangan dong sayang, tidak boleh sebel,hamba juga sedih nih."


"Sudah yo, keburu sore tahu, kamu banyak cerita, gerutu Bertha."


Dalam perjalanan menuju pulau cinta, Bertha dan Edo bercanda sehingga tanpa terasa mereka sudah sampai.


"Ih... benaran bagus ya," ucap Bertha terpana.


"Iya ayo, kita cari tempat yang nyaman, Edo menarik tangan Bertha."


Mereka dapat tempat duduk yang nyaman,sehingga dapat menikmati pemandangan yang ada di sekitar pulau cinta itu.


Jika kita lihat sepertinya semua orang yang ada di sini tidak memiliki masalah ya gan,pada hal mungkin semua itu hanya di tutupi dengan senyum palsu.


"Iya setiap orang pasti memiliki masalah sayang, hanya tergantung bagaimana cara orang tersebut menangggapi masalah tersebut."


"Iya sih, aku salut dengan orang yang bisa tenang jika memiliki masalah."


"Kita juga harus bisa seperti itu sayang, kita harus bisa menerima rasa sakit yang kita alami."


"Iya gan, aku juga akan berusaha agar aku cepat sembuh, aku tidak mau terpuruk lebih jauh lagi."


"Iya sayang kamu harus kuat, dan berusaha untuk rileks agar kamu tidak terlalu pusing."


Bertha mencoba untuk tidak terbawa emosi saat ada seseorang yang ingin menyakitinya.


Karena pengalaman pahit yang selalu menemaninya sehingga membuat dia mudah merasa tidak berarti.


Rasa sakit yang dia alami sungguh sangat berpengaruh dalam hidupnya.


Apa lagi penolakan yang secara langsung berulang kali dia dengar dari ibu yang melahirkannya.


"Apa kamu mau makan can?" biar aku carikan, Edo bertanya karena sudah melihat Bertha mulai bengong.


"Nggak gan, aku mau menikmati suasana tenang di sini."


"Iya sudah aku akan temani kamu sampai puas."


Bertha tersenyum tanpa mengalihkan tatapannya pada sebuah pohon besar dan rindang.


Di batang pohon itu ada poto keluarga yang harmonis, kembali teringat dengan pengalamannya.


Edo yang melihat perubahan wajah Bertha, memeluknya dengan erat.


"Sayang kamu kenapa? kok murung sih,sini aku lihat apa yang membuat hati kamu menjadi sedih."


"Nggak kenapa kok gan, hanya terbawa perasaan."

__ADS_1


Kita jalan kesana yo, capek hanya duduk. Edo bangkit dari duduknya,dan menarik lembut tangan Bertha.


Bersambung.


__ADS_2