APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Pernikahan Joni


__ADS_3

Setelah pulang dari liburan secara resmi keluarga papa Aldo datang untuk melamar Angel.


Pak Wo ayah angkat mereka yang menjadi wali Angels.


Tidak ada masalah karena dari awal semua sudah tahu tentang keluarga Angel.


Tanggal pernikahan mereka sudah di tetapkan,papa Aldo sangat bersyukur karena Joni mau melupakan masa lalu yang membuat dia takut akan pernikahan.


Papa Aldo dengan gembira mempersiapkan semuanya, Joni dan Angel hanya mengurus pakaian pengantin mereka saja.


Seminggu telah berlalu vero dan Revan bekerja dengan baik, setiap pulang kerja Revan menjemput Vero.


Para karyawan pria di tempat Vero merasa kecewa karena cewek cantik itu ternyata sudah ada yang punya, bahkan sudah terang-terangan menunjukkan kepemilikanya dengan selalu antar jemput.


Saat Vero menunggu di lobi kantor, Edo dan Gilbert berserta pak Wo lewat.


"Mau ikut kami atau masih mau nunggu Revan?"tanya Edo sambil tersenyum.


"Nungguin saja kak."


"Benaran, nanti kamu nangis sendirian di sini."


"Nggaklah kak, bentar lagi juga dia datang."


"Iya sudah kami duluan saja ya ucap Edo," lalu berjalan menuju mobil yang sudah di depan.


Lima menit kemudian Revan datang dengan senyum merekah.


"Maaf cil aku telat."


"Nggak apa-apa boc, iya sudah yo jalan."


"Mau langsung pulang atau mau makan?"


"makan juga tidak apa-apalah boc aku lagi lapar."


Revan memarkirkan mobilnya di sebuah rumah makan siap saji.


"Mau makan seperti biasa cil atau ada pesanan khusus?"


"biasa saja deh, kitakan belum gajian."


"Kalau hanya untuk traktir kamu makan masih ada kok cil."


"Yang biasa sajalah boc, kita juga harus menabungkan?"


"ok tuan putri."


Revan segera memesan makanan untuk mereka, sambil menunggu seperti biasa mereka bercerita banyak hal, mungkin karena mereka awalnya sebagai sahabat maka hubungan mereka sangat dekat.


Makanan pesanan mereka sudah tertata rapi, segera mereka menyantapnya.


Saat makan tiba-tiba masuk pasangan yang sudah sangat mereka kenal yaitu cewek mantan Revan dengan seorang pria paruh baya.


Revan tersedak melihat siapa yang di gandeng oleh mantannya itu.


Dia tidak menyangka jika wanita itu samapi mau pacaran dengan pria yang sudah layak jadi ayahnya.


"Boc itu benaran mantan kamu? kok pacarnya ganti lagi sudah tua pula."


"Itu salah satu koneksinya mungkin."


"Apa? kamu serius? kok kamu bisa pacaran sama wanita seperti itu sih?"


"masa lalu cil."


"Iyalah masa kamu mau punya masa depan dengan wanita seperti itu?"


"iya nggaklah, makanya aku pilih kamu, bukan dia."


"Aku heran deh sama kamu, mau sama dia pasti karena hanya cantik? ayo ngaku!."


"Iya cil aku ngaku habis kamu tidak mau sama aku saat itu, setiap kali aku mau ngungkapin perasaan eh, kamu langsung potong."


"Maksudnya waktu kita baru masuk kuliah itu?"


"iya orang aku sudah cinta sama kamu sejak kita kelas dua SMA."


"Mana aku tahu kamu cinta aku, orang kamunya seperti main -main juga."


"Tapi tidak apa-apa sih aku jadi punya pengalaman, dan yang

__ADS_1


pasti sekarang kamu sudah jadi pacar aku, dan semoga sampai tua."


"Enak saja sampai tua."


"Terus?"


"satu tahun."


"Kok hanya satu tahun?lalu siap itu ngapain dong."


"Nikah, baru sampai tua, kalau pacaran sampai tua iya nggak maulah."


"Cil.. cil...iya maksudnya juga begitu sayang."


"Oh... aku pikir pacaran sampai tua."


"Sudah yo kita pulang, nanti kamu semakin ngawur lagi."


Revan membayar makanan mereka, dia hanya berjalan lurus tanpa menoleh pada wanita yang sudah jadi mantannya.


Saat ini mereka sudah berada di mobil, Revan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Rumah mereka memang searah bahkan bisa di bilang tetangga.


Rumah Revan hanya beda jalur, jalur mereka termasuk perumahan elit, sedangkan Vero tidak.


"Cil kamu tidak mau turun atau mau aku gendong?"


"Loh kita sudah sampai ya?"


"kamu itu mikirin apa sih mulai tadi?"


"mantan pacar kamu."


"Buat apa sih kamu mikirin dia, orang dia saja bahagia."


"Iya juga sih, ah.. bodoh, trimakasih ya boc sudah ngantar aku."


"Iya bocil sayang."


Mereka akhirnya tertawa bersama,seperti biasanya jika sudah menyangkut nama panggilan mereka.


"Oklah boc."


Vero masuk ke dalam rumah,disana masih ada Joni dan kakaknya sedang ngobrol.


"Malam kakak ku sayang."


"Malam dek,kpk baru pulang?"


"iya tadi makan dulu sama Revan."


"Jadi kamu sudah makan?padahal rencananya mau ngajak makan malam di luar."


"Iya... sayang deh, perut aku sudah kenyang."


"Kalau begitu kakak berangkat iya."


"Ok deh."


Akhirnya mereka makan malam di luar, Angel mengajak Joni makan di pinggir jalan, warung kecil yang biasa dia kunjungi bersama adiknya.


"Makan deh, dijamin enak."


"Iya aku juga biasa makan di pinggir jalan bersama kak Bertha."


"Masak sih kak Bertha sering makan di pinggir jalan?"


"Iya.. kok heran sih?mereka itu tidak pilih makanan kak Edo saja yang sudah kaya sebelum lahir mau makan di tempat seperti ini."


"Iya juga sih aku salut sama pasangannya itu, kaya tapi sangat sederhana."


"Semua keluarga mereka seperti itu, sudah mulai dari kakeknya."


"Baguslah aku senang banget melihat orang seperti itu, memang terasa sih dari cara mereka memperlakukan karyawannya."


"Iya sudah kita makan, nanti keburu dingin lagi, masalah itu baik, kita bisa contoh ok."


Mereka segera makan lalu meninggalkan warung tersebut.


Joni langsung mengantarkan Angel pulang, dia tidak tega membiarkan Vero sendirian.

__ADS_1


Sementara itu Edo di Pagi hari,Bertha sedang sibuk mengurus keluarga kecilnya.


"Sayang aku ada di sini loh, mulai tadi aku di cueki saja."


"Papi kok cemburu sama anak sendiri ya."


Edo bangkit dari duduknya lalu memeluknya dari belakang.


"Sayang aku bukan cemburu,hanya saja pengen di sayang."


"Memang kamu sudah merasa bahwa aku sudah tidak sayang kamu lagi?"


"bukan begitu juga ya, hanya saja aku mau di peluk."


"Oh... begitu, baiklah jika hanya itu mah gampang, sini biar aku peluk."


Edo mengangkat tubuh Bertha menuju ranjang, dia mengglitiki Bertha hingga keluar tawa lepasnya.


"Ampun... pi, geli tahu."


Edo segera menghentikan kegiatannya, dia sengaja melakukan itu karena sejak minggu lalu istrinya sibuk terus membuat rancangan untuk gaun pengantin dan baju untuk mereka.


"Ha...ha... gini dong sayang, mulai kemarin kamu sibuk terus, aku sebel tahu."


"Iya... namanya juga mendadak, jadi harus lembur sayang, tapi sekarang sudah selesai kok."


"Berarti sekarang aku bisa punya waktu dong."


"Memangnya kamu tidak mau kerja pi?"


"nggak ah, aku mau tidur dulu bersama istriku, kerja terus aku jadi tidak bisa peluk seperti ini."


"Pi kamu itu ya aneh deh, seperti tidak pernah bertemu saja."


"Iya hari ini memang belum tidur sama kamu sayang."


Edo menyerang Bertha dengan lembut, Edo benar menepati kata-katanya.


"Sayang Trimakasih ya ucap Edo setelah selesai dengan aksinya."


"Sama-sama pi."


"Kita jalan ke taman sama si kembar yo."


"Boleh...tapi setelah si abang berangkat ke sekolah."


"Siap tuan putriku."


"Aku lihat si abang dulu ya pi, tolong jaga sikembar."


Dua hati menjadi satu, begitulah kisah cinta Edo dan Bertha sejak mereka di pertemukan cinta itu sudah tumbuh.


Hari yang di nanti telah tiba bagi pasangan Joni dan Angel.


Semua sudah terlihat cantik terutama pengantin wanitanya, baju pengantin rancangan Bertha sangat pas di tubuh Angel sehingga ia semakin cantik banget dan anggun.


Tempat acara janji suci sudah penuh dengan tamu dan keluarga.


Kini tiba saatnya pengikraran janji suci itu.


Semua bertepuk tangan menyambut keluarga baru itu, sematan cincin menambah indah janji suci mereka.


Ibarat cincin yang melingkar begitu juga dengan kehidupan cinta mereka tidak pernah putus.


Setelah selesai acara janji nikah mereka langsung melanjutkan acara resepsi.


Banyak para tamu undangan yang hadir, Vero menangis haru, dia sangat bahagia karena kakak yang selalu melindungi dia sudah mendapatkan kebahagiaannya.


"Kakak selamat ya, dan trimakasih atas perjuangan kakak selama ini."


"Trimakasih adikku sayang, semoga kamu juga dapat cinta yang tulus seperti impianmu."


Revan yang ada di samping Vero ikut menyambar.


"Tenang kak aku ada di sini, untuk memberikan cinta itu."


Bersambung.


Like....


like... dong.

__ADS_1


__ADS_2