APA SALAHKU MAMA

APA SALAHKU MAMA
Episode 24.Bersama


__ADS_3

Setelah melepaskan pelukannya Bertha ikut keruangan kakaknya.


Edo yang tahu Bertha sangat merindukan kakaknya, akhirnya memberikan kesempatan untuk mereka bertiga.


Edo menjumpai papanya Bertha yang sedang sibuk diruangannya.


Edo yang dibawa masuk oleh sekretaris untuk menjumpai calon mertuanya,membuat yang dikunjunginya terkejut.


"Sore om,"sapa Edo dan yang disapa juga langsung menjawab,walaupun dalam keadaan terkejut.


"Hei sini nak,tumben sore datang mengunjungi om?"


"Iya maaf ya om jadi mengganggu,tadi Bertha minta di antar kesini jawab Edo."


"Terus Berthanya dimana?"


"Ada sama kakak om," sengaja aku tinggal supaya mereka punya waktu untuk bersama.


"Oh... begitu,"iya sudah ayo ikut om, kita minum di kantin kantor.


Kedua pria beda generasi itu nampak akrab,mereka jalan bersama menuju ke kantin.


Sampai di kantin mereka memesan minuman yang mereka.


Berbagai macam cerita sudah mereka bicarakan, hingga akhirnya membicarakan perkembangan kesehatan Bertha.


"Om sangat bersyukur atas kehadiranmu untuk mengurus Bertha,mungkin kalau kamu tidak ada Bertha akan merasa kesepian."


"Aku juga sangat bersyukur atas kehadiran Bertha om, jadi sudah sepantasnya aku selalu ada untuk Bertha."


Setelah selesai menghabiskan pesanan mereka kedua pria itu kembali kekantor,untuk melihat apa kah my princesnya sudah selesai apa belum.


"Papa sapa Bertha ketika bertemu dengan mereka. Maaf ya pa aku datang kesini padahal papa sudah mengingatkan aku."


"Tidak apa-apa sayang,"sekarang kamu sudah lebih baik jadi papa tidak melarang kamu datang kesini apa lagi hanya sekedar main.


"Trimakasih iya pa ujar Bertha sambil memeluk papanya dengan erat."


"Iya sayang selagi itu demi kebaikanmu papa akan mengizinkan."


"Pa kami duluan pulang ya,"pamit Bertha pada papanya.


Bertha juga pamit ke pada kedua kakaknya.


Bertha dan Edo diantar sampai lobi kantor dimana mobilnya berada.


"Kak datang dong kerumah papa,"gumam Bertha yang dibalas dengan senyuman oleh kedua kakaknya.


"Iya akhir pekan kami nginap di rumah papa kok," janji ucap kakaknya Bertha.


Benaran iya aku tunggu,awas kalau bohong ancam Bertha.


Ok bawel ucap Rita sambil mecoel pipi Bertha.


Setelah bicara dengan kakaknya Edo dan Bertha akhirnya meninggalkan kantor dan segera pulang.


Dirumah Joni sudah menunggu mereka, dengan penuh semangat datang menghampiri kedua kakaknya.


"Kakak dari mana aja sih kok lama banget, grutu Joni dengan mimik khas anak -anak."


"Maaf adekku sayang,"jangan marah dong, ini ada kakak bawa mainan untuk adek kakak yang paling ganteng ini.


Bertha memberikan sebuah kotak mainan yang baru dibelikan oleh Bertha dan Edo beberapa hari yang lalu.


"Bagus kak" ucap Joni setelah membuka mainan yang baru diberikan oleh kakaknya.


"Apa kamu senang dek?"tanya Bertha sama Joni.


Sangat kak ucapnya sambil berlari kepelukan Bertha.


Dengan semangat empat lima Edo dan Joni bermain bersama, sementara Bertha sudah beranjak untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri Bertha menghampiri kedua pria yang tampan dan dia sayangi.

__ADS_1


Melihat keduanya sangat asyik bermain, Bertha mengambil beberapa Cemilan dari dapur.


Dengan membawa minuman dan camilan Bertha mengajak mereka untuk istirahat.


"Ayo kita istirahat dulu ya,"ini ada minuman dan cemilan,ucap Bertha lalu mengajak mereka untuk duduk aja.


Setelah bermain Edo permisi pulang karena dia masih harus memeriksa beberapa laporan dari berbagai usahanya.


Sayang aku pulang ya, maaf tidak bisa lama untuk menemani kalian bermain.


Tidak apa -apa yang, hati -hati ya,jangan ngebut, ucap Bertha mengingatkan.


Baik sayangku by... sayang pamit Edo.


Setelah Edo pulang, Bertha mengajak Joni untuk masuk dan melanjutkan permainan mereka,hingga papanya tiba.


"Malam sayangnya papa,"asyiknya bermain sampai lupa sama papa nih gumum papanya Bertha sambil duduk di sampingnya.


"Iya ni pa tadi kakak bawa untuk adek, baguskan pa?"tanya Joni.


"Iya nak bagus sekali,"coba jalankan papa mau lihat, minta papanya.


Joni dengan semangat mencoba mainannya, iya sangat bahagia memiliki kakak yang baik dan perhatian.


"Wah benar-benar bagus puji papanya."Iya sudah lanjutkan lagi ya papa mandi dulu, biar kita makan bersama.


"Ok pa siap,"kami tunggu papa adek sudah lapar.


Papa Aldo segera membersihkan diri mengingat bahwa anaknya sudah sangat lapar.


Setelah memakai pakaian santai, Papa Aldo turun untuk menjumpai kedua anaknya.


"Hai jagoan papa sini ayo kita makan, ajak papa Aldo ketika sudah sampai di meja makan."


Bertha dan Joni dengan cepat menghampiri papanya untuk segera makan malam.


Selesai makan mereka duduk sambil menonton televisi.


"Hai jagoan apa tidak ada tugas?"sini biar papa yang bantu, soalnya kakak juga harus menyelesaikan tugasnya.


"Benaran nak? "


Benarlah pa, untuk apa bohong.


Kalau jagoan papa?


Sudah beres semuanya pa, tadi siang sudah adek selesaikan.


Saat menonton bersama karena semua tugas keduanya sudah selesai, handpon papa Aldo berdering.


Aldo sejenak melihat no yang tanpa nama itu,dan membiarkannya tapi kemudian berdering kembali.


Karena merasa terganggu, akhirnya papa Aldo mengangkatnya.


"Iya halo dengan siapa?"tanya papa Aldo.


"Saya Brian mas,"ini mau kasih kabar bahwa mbak Eka kecelakaan dan minta mau jumpa mas dan anak - anak.


"Aku mohon mas,izinkan untuk kali ini."


"Ok dirumah sakit mana?"


Nusantara mas.


Setelah mengakhiri hubungan telepon papa Aldo mengajak Bertha kedua anaknya segara berangkat ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit, mereka telah ditunggu, sehingga tidak memakan waktu yang cukup lama.


Keadaan Eka benar -benar sudah sangat mengkwatirkan.


Perlahan mereka mendekati Eka. Hingga sampai di samping ranjang pasien.


"Eka sapa Aldo dengan perlahan Eka membuka matanya."

__ADS_1


"Mas maafkan aku ya, aku sudah banyak salah sama kamu ucapnya dengan terbata -bata."


Dan tolong jaga abak kita dengan baik,


"Joni maafkan mama nak,"aku tidak bisa jadi mama yang baik untuk kamu, jadilah anak yang berguna sayang.


"Dan untuk kamu Bertha maafkan tante yang selalu jahat sama kamu."


"Tolonglah jaga adek kamu,"jangan balas perbuatan tante sama adik Kamu ya.


Iya tante ,aku akan selalu menjaganya.


tante tenang aja, dan aku telah memaafkan tante.


Setelah berbicara kepada mereka bertiga dan yang berkumpul ,Eka segera menghembuskan napas terakhirnya.


"Aldo mendekat kearah keluar,"dan nemanggil dokter agar dilihat mengapa Eka bisa tiba -tiba diam.


Segera dokter menangani eka ,tapi sayangnya dokter tidak dapat menyelamatkan Eka.


Maaf untuk semua, pasien sudah meninggal, ucap dokter menjelaskan.


Eka segera ditutupi dengan kain putih dan keluarga di minta untuk membayar administrasi rumah sakit agar segera dibawa keluar dari rumah sakit.


Segala keperluan rumah sakit sudah diurus.


Aldo berusaha menenangkan Joni yang histeris.


"Hai jagoan papa,kamu harus kuat dan tenang agar mama kamu istirahat dengan damai.


Ingat masih ada papa dan kakak yang selalu menyantangimu."


"Iya pa aku tahu,"ucap Joni jujur.


Aldo membawa pulang kedua anaknya karena esok hari baru di kebumikan.


Sampai dirumah Aldo sengaja tidur dengan Joni.


Pagi hari mereka berangkat ke rumah orang tua Eka.


Aldo sengaja membawa Joni sampai di makam, agar dia bisa menerima kenyataan kematian mamanya, dan maafkan semua kesalahannya selama ini.


Semua keluarga memeluk Joni karena sejak perpisahan kedua orangtuanya mereka tidak pernah berjumpa.


Merasa malu pada Aldo atas ulah anak mereka.


"Maafkan mama kamu nak ucap Brian pada Joni dan Bertha."


"Iya om, kami sudah memaafkan tante dengan ikhlas."


Selesai pemakaman mereka segera pulang, Aldo yang masih belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan atas perbuatan istrinya, membuat hubungan mereka semakin retak.


Joni terlihat sudah seperti biasa pada esok harinya, seperti tidak ada terjadi sesuatu.


Bahkan sampai sudah satu minggu seperti pada hari ini.


"Hai jagoan papa lagi apa?tanya papanya ketika masuk di kamar abaknya."


"Lagi menggambar pa jawabnya santai."


"Pa kenapa mama bisa pergi dengan seorang laki-laki?"ya padahal dia mama Joni?


"Maaf papa dan mama sayang tidak bisa memberikan kadih sayang padamu secara utuh.


Dia memang mamanya Joni tapi dia sudah punya kehidupan sendiri nak.


Dan kehidupan itu bukan bersama dengan kita sayang.


Pria bersama mamamu itulah yang menjadi temannya dan bukan kita. "


"Apa karena itu mama tidak pernah bersama Joni? "


"Iya sayang,"maafkan papa ya nak ucap Aldo penuh penyesalan.

__ADS_1


Bersambung


Mohon dukungannya ya melalui vote dan like.


__ADS_2