Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Tragedi


__ADS_3

Pagi hari ini disebuah desa yang terletak di antara perbukitan yang menjulang. Di Jendela kayu nan usang sebuah kamar yang menghadap ke arah kebun. Seorang Wanita muda berdiri dengan wajah yang terlihat pucat mata yang di penuhi kekalutan ia terus memandang lurus kedepan mencari sesuatu pada kehampaan dengan napas yang terasa berat di tenggorokan. Dia merasa tragedi di desa sebelah tengah mengintai dirinya.


''Mas, ayo kita pindah dari sini! kemarin aku dengar ada perampokan sadis yang menyerang pendatang baru di desa itu, aku takut hal itu terjadi kepada kita, mas tau sediri kalau kita juga merupakan pendatang baru disini,'' kata bu Ira bercerita ke suaminya.


''Kita mau pindah kemana Bu? Ibu kan tau kita sudah menjual semua tanah kita yang di Jawa di pindahkan kesini, tanah kita yang dibeli disini tidak laku di jual, mana ada yang berani membeli tanah orang pendatang, mereka takut di bantai komplotan itu kalau mereka nekat membeli tanah kita, karena itu mereka tidak merani membeli tanah prang pendatang, mau modal apa kita pindah dari desa ini,'' kata pak Sarno menjawab perkataan istrinya, agar istri dia paham.


"Kemana sajalah mas, yang penting kita tidak mati dibunuh disini, kalau tau seperti ini jadinya lebih baik kita tidak pindah dari Jawa kemari," ujar bu Ira dengan penuh kecemasan dan penyesalan.


"Ajal Allah yang menentukan Bu, kemanapun kita pergi kalau sudah sampai ajal kita, kita pasti mati, begitu pula sebaliknya kalau ajal kita belum sampai, Allah akan melindungi kita,'' jawab pak Sarno, berusaha menenangkan istri dia, padahal ia juga sebenarnya gelisah dan cemas bagai mana kalau komplotan menyerang keluarga dia.


''Tapi aku takut Mas,'' kata bu Ira, menyampaikan apa yang sedang ia rasakan saat ini.


"Sudahlah Bu, serahkan saja kepada Allah, banyak-banyak berdoa mohon perlindungannya, agar keluarga kita selamat dari mara bahaya," jawab pak Sarno.


Pak Sarno dan bu Ira adalah pasangan suami istri, mereka sudah menikah selama 6 tahun, asal mereka dari Jawa, mereka pindah ke Provinsi A, mereka tinggal di desa B, memang di desa mereka saat ini tidak aman, ada sekelompok masyarakat disitu membuat kegaduhan, mereka membantai orang-orang pendatang, alasan mereka mereka mau merdeka dan ingin berpisah dari negara ini, mereka tidak suka melihat orang-orang pendatang maju di wilayah mereka, itulah alasan mereka membantai orang-orang pendatang, dulu sewaktu pak Sarno dan bu Ira pindah Provinsi A masih aman tidak ada komplotan seperti saat ini, karena itu mereka pindah dari Jawa ke provinsi A, tapi sekarang Provinsi A sedang kacau karena komplotan itu.

__ADS_1


Pak Sarno dan bu Ira mempunyai satu orang anak perempuan yang bernama Ayunda sari, biasa dipanggil Ayu, wajah Ayu cantik seperti namanya, Ayu juga sangat dimanja oleh kedua orang duanya, karena Ayu Anak satu satunya.


Tibalah malam seperti biasa semua orang di desa itu beristirahat, ada yang berkumpul bersama keluarga mereka, begitu juga dengan keluarga pak Sarno dan bu Ira, saat ini bu Ira menidurkan Ayu dikamar Ayu sendiri, sedangkan pak sarno di kamarnya beristirahat, setelah Ayu tidur bu Ira keluar dari kamar Ayu.


Lalu bu Ira pergi ke kamarnya, ia mendapati pak Sarno sudah tidur, lalu bu Ira merebahkan badannya, ia berusaha memejamkan mata dia, namun ia tak bisa tidur, hati dia gelisah tapi ia tak tahu apa sebabnya yang membuat dia gelisah," Apa karena aku memikirkan komplotan itu ya," kata bu ira dalam hati.


Baru saja bu Ira tertidur, komplotan itu mengepung rumah pak Sarno, enam orang masuk kedalam rumah pak Sarno, yang lain menunggu diluar menjaga kalau ada orang lain datang, setelah mereka masuk, Bos komplotan itu berkata,


''Ada dua kamar disini,'' kata bos komplotan itu.


Pintu kamar Anak pak Sarno tertutup kain tirai, penjaga kamar anak pak Sarno tidak sengaja melihat Ayu tertidur pulas, karena kain penutup pintu Anak pak Sarno tertiup angin, ada rasa tidak tega melihat kepolosan Ayu, ia tau Anak itu pasti nanti akan dibunuh kalau bosnya tau masih ada orang lalu ia masuk ke kamar Ayu tanpa sepengetahuan temannya, ia mengangkat Ayu dengan hati-hati dari tempat tidur, lalu ia meletakkan Ayu ke bawah tempat tidur, setelah ia meletakkan Ayu dilantai kolong tempat tidur, ia merapikan tempat tidur kembali seperti tidak bekas di tiduri, setelah selesai ia keluar dari kamar Ayu, ia berdoa agar Ayu tidak bangun sampai mereka pergi.


Sementara itu dikamar depan yaitu kamar pak Sarno dan bu Ira, tiga orang itu menembak pasangan suami istri itu secara serentak, setelah memastikan pak Sarno dan bu Ira meninggal, mereka bertiga menggeledah kamar itu, mereka mencari uang atau barang berharga, setah mereka mendapatkan apa yang dicari, mereka keluar dari kamar depan setelah mereka keluar.


''Kau sudah memeriksa kamar itu?" kata bos komplotan itu.

__ADS_1


''Sudah bos tapi tidak ada siapa-siapa di dalam,'' jawab penjaga kamar Ayu, lalu mereka semua melihat kedalam kamar Ayu, memang tidak ada siapa-siapa di dalam.


''Tapi itu ada foto anak-anak apa itu tidak anak mereka?" kata salah satu dari komplotan itu, karena melihat ada foto Anak-anak didinding rumah pak Sarno.


''Mungkin itu saudara mereka, atau anak mereka, tapi Anak mereka lagi berkunjung ke rumah saudaranya,'' jawab penjaga kamar Ayu.


''Mungkin juga, ya sudah kita pergi! sebelum orang-orang datang,'' kata bos komplotan itu.


Si penjaga kamar Ayu bisa bernapas lega mendengar perkataan bosnya, karena dari tadi ia gelisah takut ke tahuan ia menyembunyikan Ayu. setelah itu mereka pergi, membawa barang berharga keluarga pak Sarno, penjaga kamar Ayu masih kepikiran bagai mana nanti kalau Ayu bangun, ia takut kalau Ayu bangun ketakutan seandainya ia tidak membutuhkan uang, ia sudah berhenti tidak lagi ikut komplotan itu, ia tau membunuh ada lah dosa besar, dia berdoa agar ada jawaban bisa keluar dari komplotan itu.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia AYU YG MALANG.ikuti terus cerita nya, dan juga dukung dengan


cara beri like dan komen dibawah ini.👇👇👃👃

__ADS_1


__ADS_2