
Setelah selesai mandi, pak Pajar membawa Mawar ke kamar yang akan mereka tempati. Mawar bertanya kenapa mereka tidak tidur di kamar utama yang di tiduri pak Pajar dan Alam bu Lia.
"Mas, kenapa kita tidak tidur di kamar utama?" kata Mawar protes.
"Kamar itu punya mendiang Istri pertama Mas,'' jawab pak Pajar menjelaskan.
"Kak Lia kan udah gak ada?'' ucap Mawar.
"Tetap saja Mas tidak akan bawa perempuan manapun ke kamar itu, di kamar itu banyak kenangan Mas, bersama almarhum istri pertama Mas, Mas harap kamu mengerti,'' jawab pak Pajar.
Dengan berat hati Mawar mengiyakan, agar ia terkesan istri penurut.
"Tunggu saja nanti kalau aku sudah bisa meluluhkan hati mu Mas, jangankan kamar rumah ini juga akan jadi milik ku,'' kata Mawar dalam hati.
__ADS_1
**
Tidak terasa sudah dua bulan pak Pajar dan Mawar berumah tangga, sikap Mawar ke Ayu mulai berubah, yang dulunya sewaktu baru menikah, ia kelihatan sangat menyayangi Ayu, tapi sekarang ia sering memarahi Ayu, ia juga selalu menyuruh Ayu bekerja beres-beres rumah bantu Bibi, ia mengancam Ayu agar Ayu tidak mengadu ke pak Pajar, begitu juga bibi juga di ancam agar tidak mengadu ke pak Pajar perbuatan dia yang sering menyiksa Ayu, ia berani menyiksa Ayu karena ia tau kalau Ayu bukan anak kandung pak Pajar, di tambah mertua nya yang ikut mendukung perbuatan dia.
Mawar memang sengaja menyiksa Ayu agar Ayu tidak betah tinggal bersama mereka di rumah itu, Mawar sangat iri melihat suami dia perhatian ke Ayu, Mawar pikir dia dan Anak dia saja yang harus dapat perhatian dari pak Pajar, malah sebaliknya Ayu yang lebih dapat perhatian dari pak Pajar ketimbang dia dan Anak dia, itu sebab nya Mawar membenci Ayu, setelah pak Pajar pergi bekerja, sepulang sekolah Ayu di suruh bekerja tidak dikasih makan kalau belum selesai bekerja. Seperti siang ini Ayu harus bekerja tanpa makan.
''Non! makan dulu, biar Bibi yang mengerjakan semua itu,''kata Bibi menawarkan, Bibi kasihan melihat Ayu belum makan dari siang tadi.
''Kalau Mama tau aku dimarahi Bi,'' jawab Ayu tidak berani makan.
Akhirnya Ayu makan dikamar pembantu, begitu setiap hari Ayu akan disiksa kalau pak Pajar pergi bekerja dan tidak di kasih makan sebelum kerjaan dia selesai, kalau Nawar tau Ayu makan sebelum selesai bekerja, Ayu akan dihukum tidak di kasih makan satu hari satu malam, karena itu Ayu takut makan kalau belum selesai bekerja.
Pembantu juga sangat iba melihat nasib Ayu, tapi ia tidak bisa membantu lebih, apa lagi kalau harus mengadu ke pak Pajar ia tidak berani karena takut pak Pajar tidak percaya, sebab Mawar sangat pandai bersandiwara, kalau pak Pajar di rumah Mawar terlihat sangat perhatian ke Ayu, kalau pak Pajar pergi baru Ayu di siksa, belum lagi ia takut di pecat karena ia membutuhkan pekerjaan biar bisa menghidupi keluarga dia dikampung.
__ADS_1
Setiap hari Fikri anak Mawar membuat ulah, agar Ayu di marahi Mama dia, sebab ia iri melihat pak Pajar sangat menyayangi Ayu, karena ia pikir hanya dia yang harus di sayang, karena dia Anak kandung Mama dia, sedangkan Ayu Anak pungut pikir Fikri. Fikri memang mewarisi watak Mawar licik tukang iri dan masih banyak lagi kejelekan Fikri yang ia dapat dari Mama dia.
Pagi ini mereka sarapan bersama, tiba-tiba Mawar merasa mual, karena sudah tidak tahan Mawar berlari ke kamar mandi, sesampainya ia di kamar mandi ia memuntahkan semua yang ia makan tadi, melihat istrinya muntah-muntah, pak Pajar cemas dengan ke adaan Mawar, lalu pak Pajar membawa Mawar ke rumah sakit memeriksakan keadaan Mawar, setelah Dokter memeriksa, mereka di suruh duduk di depan Dokter, mereka pun duduk didepan dokter yang berbatas meja, disaat Dokter ingin menyampaikan hasil pemeriksaan dia, pak Pajar sudah duluan bertanya.
''Bagai mana keadaan Istri saya Dok?" kata pak Pajar dengan tidak sabaran.
''Selamat ya pak, Istri bapak positif hamil,'' jawab dokter, mendengar apa yang di sampaikan Dokter membuat pak Pajar dan Mawar bahagia, pak Pajar sampai bersujud syukur sangking bahagianya, lalu pak Pajar bertanya lagi.
''Usia kandungan istri saya sudah berapa bulan Dok?" Kata pak Pajar bertanya.
''Usia kandungan istri bapak sudah empat minggu, masih muda harus hati hati usia segitu masih rawan kalau tidak hati hati akan rentan ke guguran pola makan juga harus di jaga kurangi aktivitas yang melelahkan jangan terlalu kecapean dan satu lagi ini yang paling penting jangan banyak pikiran,'' jawab Dokter menjelaskan.
Pak Pajar sangat bahagia, ia sampai meneteskan air mata karena doa dia selama ini, dikabulkan walau bukan dari rahim yang ia cintai, tapi ia tetap bahagia.
__ADS_1
💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai pembaca setia AYU YANG MALANG ikuti terus cerita nya dan juga dukung dengan cara beri like dan komen dibawah ini 👇👃 👃