Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Pak Pajar dan Ayu diusir.


__ADS_3

''Pak Pajar beri pembelaan bapak, kalau tidak saya minta maaf dengan berat hati saya menyampaikan kalau bapak harus pindah dari kampung ini karena bapak tidak bisa membuktikan Ayu hamil bukan anak bapak," kata pak RT.


Pak Pajar hanya diam ia bingung harus jawab apa, kalau ia mengatakan bahwa anak yang dikandung Ayu bukan anak dia, Ayu akan diusir sendiri dari kampung ini, kalau ia mengatakan anak yang dikandung Ayu adalah anak dia, ia harus siap meninggalkan rumah dan harus siap dihina orang-orang disekelilingnya.


''Ini bukan anak papa, ini anak Ayu sendiri Ayu pria lain jangan usir papa biar Ayu yang pergi dari sini," kata Ayu sambil menelungkupkan tangan dia memohon kepada warga juga pak RT, melihat anak dia memohon sambil menangis pak Pajar tidak tega lalu pak Pajar berkata,


''Sudah Yu, kamu tidak perlu minta maaf ke mereka biar kita pergi dari sini," kata pak Pajar.


''Papa tidak usah melindungi Ayu, biar Ayu yang pergi, papa tidak salah ini semua salah Ayu, Ayu minta maaf karena selalu menyusahkan papa hiks..hiks..hiks," kata Ayu sambil menangis.


''Tidak Yu, kalau Ayu pergi papa juga ikut pergi," ujar pak Pajar.


''Wah Wah romantis sekali pasangan ini, kalian lihat mereka sangat menjanjikan," kata salah satu warga.


"Iya tunggu apa lagi usir mereka berdua dari kampung kita ini, sebelum kampung kita kena kutukan karena ulah mereka berdua," ucap warga lainnya.


''Sudah-Sudah kalian tenang dulu biar pak Pajar memberikan pembelaan dia dulu, silahkan pak Pajar ada yang mau dijelaskan?" tanya pak RT.

__ADS_1


''Saya tidak perlu menjelaskan apapun, kami akan pindah dari kampung ini," ujar pak Pajar.


''Tidak pa, biar Ayu yang pergi, papa tidak usah mengorbankan kehidupan papa demi Ayu," ujar Ayu.


''Pak Pajar tidak mau memberi penjelasan karena memang dia bersalah," kata salah satu warga.


''Kalau seperti itu dengan berat hati saya mengatakan bapak harus pindah dari kampung ini," ucap pak RT.


''Baik, kami akan segera pergi dari desa ini, sekali lagi saya minta maaf kepada kalian semua karena masalah ini," ucap pak Pajar.


''Bagus, kalian memang pindah dari sini," jawab warga yang lain.


''Sudah cukup kalian menghina kami! saya tidak mau menjelaskan kepada kalian bukan karena saya merasa bersalah, tapi apapun yang saya jelaskan tetap saja akan mempermalukan anak saya, kalian punya anak bagaimana perasaan kalian seandainya anak kalian dilecehkan seperti yang di alami Ayu, disini Ayu adalah korban bukan perempuan murahan seperti yang kalian tuduhkan," ucap pak Pajar, setelah mengatakan itu, pak Pajar membawa Ayu pulang.


Sesampainya pak Pajar dan Ayu dirumah, pak Pajar menyuruh bibi mengemasi barang yang akan mereka bawa, setelah itu pak Pajar menghubungi paman dia ya itu Prapto, setelah sambungan telepon dia angkat di sebrang sana,


''Halo Assalamualaikum Jar, ada apa kau menghubungi paman tengah malam begini, apa ada masalah?" tanya Prapto, ia curiga kalau pak Pajar ada masalah karena tidak biasanya keponakan dia itu menghubungi tengah malam.

__ADS_1


''Wa, alaikumsalam, begini paman," pak Pajar menceritakan semua permasalahan dia saat ini, Prapto terkejut, lalu Prapto menyarankan kalau Ayu tinggal dirumah dia untuk sementara waktu, agar pak Pajar tidak harus pindah dari kampung dia, pak Pajar diam mendengar saran dari paman dia, melihat keponakan dia diam saja Prapto kembali berkata,


''Biar Paman hubungi Pak RT, kemungkinan kalau Ayu yang pindah mereka bisa menerimamu tinggal dikampung itu," ujar Prapto.


''Tapi aku tidak mau kalau Ayu tinggal sendiri dirumah paman, takutnya dia kenapa-kenapa tidak ada yang memperhatikan dia, bude tiap hari pergi ke kebun sama paman," pak Pajar menolak tawaran paman dia.


''Budemu tiap hari dirumah sekarang, dia sudah tidak pernah ikut kekebun lagi biar bude mu yang menjaga Ayu, paman hubungi pak RT nanti paman kabari keputusan pak RT assalamualaikum," kata Prapto mengakhiri.


''Ya paman Wa,allaikumsalam," jawab pak Pajar,


sambungan telepon terputus, selang beberapa saat Prapto kembali menghubungi, lalu pak Pajar segera mengangkat.


''Halo Paman," jawab pak Pajar.


''Jar paman sudah menghubungi pak RT, kata dia, ia harus menanyakan ke warga dulu agar mereka tidak menyalahkan kamu terus menerus," kata Prapto.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟

__ADS_1


Hai Pembaca setia AYU YG MALANG ikuti terus ya ceritanya dan dukung dengan cara


beri like dan komen dibawah ini 👇👇👃👃.


__ADS_2