
Semua orang melihat Paujan menunggu jawabannya.
"Pernikahan kami sangat mendadak jadi aku belum sempat memberitahu kepada orang tuaku kalau aku sudah menikah, jadi di saat pesta pernikahan adikku orang tuaku belum tau aku sudah menikah karena itu aku jawab masih lajang kalau ada yang bertanya," jawab Paujan.
Rido sangat penasaran kenapa mereka bisa menikah mendadak ingin rasanya ia bertanya tapi ia segan.
"Kenapa kalian bisa mendadak menikah?" tanya Rio kembali jiwa kepo Rio kambuh.
"Waktu itu warga salah paham, aku bertamu kerumah Ayu, mereka berpikir kalau aku dan Ayu berbuat yang tidak-tidak, mereka memaksa kami menikah," jawab Paujan apa adanya.
"Tidak apa-apa yang penting kamu bisa menerima Ayu dan anak anaknya," ujar Rio menasehati.
"Insyallah saya akan menjadi suami dan juga ayah yang baik untuk anak anak kami kedepannya," jawab Paujan.
Semua orang merasa bahagia mendengar jawaban Paujan hanya Rido yang kelihatan tidak senang mendengar jawaban Paujan.
"Apa sampai sekarang orang tuamu belum tau kamu sudah menikahi Ayu?" tanya pak Pajar penasaran.
"Orang tua saya sudah tau kalau saya sudah menikah," jawab Paujan. Mendengar jawaban Paujan pak Pajar bisa bernafas lega.
Malam harinya mereka berkumpul bercerita pengalaman masing-masing. Sedangkan Ayu menyuapi pak Pajar makan, karena pak Pajar selalu tidak selera makan jadi Ayu yang menyuapi sambil bercerita agar pak Pajar mau makan.
Sedangkan Rido dari tadi curi curi pandang ke pada Ayu, ia sangat merindukan Ayu. Tapi saat mereka bertemu semua sudah berbeda ia merasa tidak bisa hanya sekedar menyapa Ayu itu yang membuat Rido sedih.
"Ya Allah kenapa aku seakan tidak bisa menerima takdir yang engkau berikan, ku mohon ya Allah hilangkan rasa cinta di hatiku kepada Ayu, rasa ini begitu menyiksaku," kata Rido dalam hati.
Tiba-tiba Rini berucap membuat semua orang terkejut.
"Anak Ayu yang ini siapa namanya? Kok dia mirip Rido sewaktu kecil," kata Rini.
"Namanya Adnan Oma," jawab Leo.
Sedangkan Ayu tidak tau harus berkata apa.
"Iya juga ya, kok aku baru perhatikan kok mirip Rido," kata Rio menimpali.
__ADS_1
"Usia mereka berapa tahun Yu?" tanya Rini kembali ia sengaja mengakrabkan diri kepada Ayu ia ingin meminta maaf kepada Ayu.
"Adnan dan Adela berusia dua tahun bude," jawab Ayu.
Sontak Rido terkejut karena Ayu pergi juga sekitar tiga tahun yang lalu.
"Maafkan bude Yu, gara gara bude kau dan Rido berpisah, hiks..hiks..Hiks," ujar Rini yang tiba tiba memeluk Ayu sambil menangis.
"Sudah bude Ayu sudah memaafkan bude sebelum bude minta maaf," jawab Ayu sambil mengelus bahu Rini.
"Kamu memang anak baik, bude yang kelewatan bude jadi malu mengingat kata kata bude dulu," kata Rini.
"Semua sudah berlalu bude, kita tidak usah ingat-ingat lagi yang penting kedepannya kita bisa seperti dulu lagi menjadi keluarga," tutur Ayu. Rini menganggukkan kepalanya.
"Berapa lama kalian sudah menikah?" tanya Rio kembali jiwa kepo dia datang lagi.
"Kami menikah sekita tujuh bulan yang lalu," jawab Paujan.
"Jadi Adnan dan Adela bukan anak kandungmu?" tanya Rio kembali.
"Jadi mereka anak siapa Yu?" tanya Rido sudah tidak tahan menahan rasa ingin tahunya.
Ayu diam saja tidak menjawab, Ayu hanya menangis saja merasa sedih. Paujan memeluk Ayu dan mengelus kepala Ayu agar Ayu tenang.
"Adnan dan Adela adalah anak kandungmu," jawab Paujan.
Sontak Rini menangis kencang rasa bersalahnya semakin dalam setelah tau Ayu mempunya anak dari Rino.
"Maafkan Oma cucuku, gara gara Oma kalian terpisah dengan papa kalian," kata Rini sambil memeluk Adnan juga Adela.
"Rido mendekat ia mengulurkan tangannya kepada kedua anaknya.
"Sini sayang, ini Papa, hiks..hiks..hiks," ujar Rido sambil memeluk kedua anaknya tangisnya pecah tidak tertahan lagi.
Semua orang juga ikut sedih melihat Rido menangis, hanya Ika yang merasa kesal setelah tau Rido punya anak dari Ayu.
__ADS_1
"Kenapa sih, harus ada anak mereka, aku takut anak yang akan di jadikan mereka alasan untuk bertemu kedepannya," kata Ika dalam hati.
Mereka kembali bercerita Rido tidak melepaskan Adnan dan Adela dari pangkuannya, menyalurkan rasa rindunya kepada mereka. Tiba tiba Diba datang dan menarik Adnan dan Adela dari pangkuan Rido.
"Awas ini Papaku," ucap Diba.
Sedangkan Rido mencoba memberi pengertian kepada Diba agar mengerti. Tetap saja Diba tidak perduli ia semakin menangis kencang.
"Jangan ambil papaku pergi kalian!" kata Diba sambil menangis meraung, Rido sangat geram melihat Ika diam saja tidak mau menarik Diba.
Ayu merasa tidak enak lalu ia mengambil Adnan juga Adela, baru Diba diam.
Akhirnya Ayu membawa anak anaknya beristirahat ke kamar tamu, sedangkan Paujan menyusul dari belakang, Rini dan Rio jadi tidak enak hati melihat kejadian tadi. begitu juga dengan Rido ia merasa bersalah kepada Adnan dan juga Adela baru saja mereka bertemu sudah membuat Adnan dan juga Adela kecewa.
Sesampainya di kamar Rido meluapkan semua kekesalannya kepada Ika.
"kamu itu tidak ada pengertiannya sudah tau Diba nangis bukanya membujuk malah santai seperti tidak ada masalah," kata Rido Protes.
"Loh Abang kok nyalahin aku, Diba seperti itu karena ia merasa papanya di ambil," jawab Ika tidak terima.
"Seharusnya kamu kasih pengertian kepadanya, bukan diam saja," kata Rido kembali.
"Itu salah Abang kenapa Abang begitu perhatian kepada anak Ayu dan mengabaikan anak sendiri," Jawab Ika.
"Apa kamu bilang, anak sendiri dengar ya, Diba bukan anakku, kamu seharusnya bersyukur aku selama ini menganggap Diba seperti anakku sendiri, sedangkan Adela dan Adnan mereka anak kandungku, sudah sepantasnya mereka mendapat kasih sayang dari Papa mereka," kata Rido. Setelah mengatakan itu Rido pergi keluar dari kamar agar tidak terbawa emosi.
"Jahat kamu bang, teganya kamu bicara seperti itu kepadaku, ini semua gara-gara Ayu, bang Rido jadi berubah," gumam Ika.
Sedangkan Rido pergi keluar ia berjalan tidak tentu arah, ia begitu sedih tapi ia tidak tau harus kemana mengadu kesedihannya.
"Siapa yang harus ku salahkan, aku begitu sedih dan kecewa tapi aku tidak tau kemana rasa kecewa ini ku alamatkan," gumam Rido.
Rini mengintai anaknya keluar dari rumah, ia jadi semakin merasa bersalah kepada anaknya.
"Ya Allah ampuni kesalahan hambamu ini, hilangkan rasa cinta anakku kepada Ayu, karena aku tidak tega melihat dia begitu tersiksa karena orang yang dia cintai sudah menjadi milik orang lain, ini semua salahku ya Allah kalau ada yang dihukum biar aku yang mendapat hukuman bukan anakku," Doa Rini.
__ADS_1