Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Ayu Ternodai


__ADS_3

Ayu sekarang disibukkan dengan sekolahnya, karena ia sudah kelas tiga.


Waktu Ayu untuk berjumpa dengan Radit jadi berkurang sehingga membuat Radit sering ngambek .


Pak Rahmat sekarang sedang sakit, sudah satu


Minggu tapi tidak kunjung sembuh, Karena merasa kuatir Rio berinisiatif membawa ayahnya ke rumah sakit.


Hari ini Rio akan berangkat membawa pak Rahmat ke rumah sakit, Rio tidak sendiri ia membawa istri juga ibunya menemani, sedangkan Ayu tinggal di rumah untuk menjaga rumah karena Ayu juga sekolah, Rio minta tolong ke Pina menemani Ayu tidur di rumah mereka, Rio mempermisikan Pina ke orang tuanya, orang tua Pina mengijinkan.


Sesampainya Rio dan keluarganya di rumah sakit, pak Rahmat segera di periksa oleh dokter, setelah selesai diperiksa pak Rahmat di sarankan untuk rawat inap karena kondisi pak Rahmat lemah, Rio dan keluarga menyetujui saran dokter, Rio bersama ibu dan istrinya menginap di rumah sakit.


Pagi harinya Rio pergi bekerja karena ia mengambil cuti cuma sehari, istri dan ibunya yang menjaga pak Rahmat selama ia pergi bekerja.


Sore harinya Rio pulang kerja menyempatkan pulang ke rumah mereka karena istri dia berpesan mengambilkan baju ganti, mereka hanya membawa baju ganti satu saja, mereka mengira pak Rahmat dirawat hanya sehari, tapi dokter menyarankan pak Rahmat dirawat di rumah sakit sampai sembuh.


Sesampainya Rio di Rumah, ia tidak melihat Ayu, ia mencari di sekitar rumah juga tidak ada lalu Rio bertanya ke salah satu tetangga mereka.


''Assalamualaikum, pak," sapa Rio, ke tetangga dia yang bernama pak Tono.


"Wa, alaikumsalam," jawab pak Tono.


''Pak numpang tanya lihat Ayu aku cari dari tadi tidak ketemu?"tanya Rio.


''Bapak tidak melihat Ayu sore ini, tadi pagi bapak lihat dia pergi sekolah sampai sekarang bapak belum lihat dia lagi," jawab pak Tono.


"Lo ini kan sudah sore seharusnya Ayu sudah pulang," kata Rio.


''Bapak tidak tau sudah pulang apa belum, bapak hanya bilang bapak tidak melihat," ujar pak Tono.


''Ya sudah Rio pergi pak,Assalamualaikum," kata Rio.


''Wa,alaikumsalam," jawab pak Tono.


Rio balik lagi ke rumah sakit, sesampainya ia di rumah kamar inap pak Rahmat ia menyerahkan titipan istri dia.


''Ayu tidak ada di rumah, aku cari di sekeliling rumah juga tidak ada," tutur Rio.


''Emang ayu di mana?"tanya Rini.

__ADS_1


''Tidak tau aku tanya pak Tono katanya ia tidak melihat Ayu, cuma tadi pagi ia melihat Ayu pergi sekolah setelah itu pak Tono tidak melihat lagi, aku takut Ayu Kenapa-napa," jawab Rio.


''Paling main di rumah temannya, sudah abang hubungi Ayu," tanya Rini.


''Oh iya, kok tidak kepikiran dari tadi," jawab Rio setelah itu Rio menghubungi Ayu.


''Halo assalamualaikum Pak Lek," jawab Ayu.


''Ayu dimana? tanya Rio.


''Ayu di rumah Pak Lek," jawab Ayu.


''Tapi tadi Pak Lek, ke Rumah Ayu tidak ada," kata Rio.


Ayu mendengar perkataan Rio, jadi takut kalau kebohongan dia ketahuan.


"Ayu baru sampai pak lek, tadi ayu ada kerja kelompok di rumah teman, jadi pulangnya sore," jawab Ayu berbohong.


"Ya udah pak lek cuma kuatir kalau Ayu Kenapa-kenapa kalau Ayu baik-baik saja pak Lek tutup teleponnya assalamualaikum," ujar Rio.


''Wa, alaikumsalam," jawab Ayu, setelah menutup telepon nya, Ayu bisa bernapas lega, karena dari tadi Ayu kemas kalau kebohongan dia terbongkar, ia mengatakan ke pak Lek nya kalau dia di rumah padahal ia masih di luar bersama Radit mereka berkencan.


''Pak Lek nanya aku dimana, soalnya tadi pak Lek ke rumah Aku tidak ada pak Lek cemas kalau Ayu Kenapa-kenapa, yuk kita pulang sudah sore," jawab Ayu.


''tapi jadikan nanti malamnya, abang yang temani Ayu tidur," ucap Radit, ia memang dari tadi menawarkan diri untuk menemani Ayu tidur untuk malam ini.


''Iya iya dari tadi itu saja yang di omongin, tapi janji ya tidak boleh macem-macem," kata Ayu mewanti-wanti.


''Ok mana mungkin abang macam-macam sama pacar sendiri," jawab Radit.


"Tapi Ayu takut kalau ada yang tau, kalau abang nginep di rumah ku," kata Ayu.


''Aman adik tidak usah kuatir, nanti abang datangnya tengah malam sekitar jam sepuluh, biar tidak ada orang yang melihat abang datang ke rumah Ayu," ujar Radit meyakinkan Ayu, walau Ayu ragu ia akhirnya menyetujui karena dari tadi Radit terus saja memaksa.


Merekapun pulang, setelah mengantar Ayu, Radit pergi menjumpai teman dia mereka sudah janjian bertemu di kafe.


"Mana barangnya," kata Radit lalu teman dia mengeluarkan sesuatu dari saku celana dia lalu menyerahkannya ke Radit.


''Nih pesanan mu," kata teman Radit, Radit menerimanya.

__ADS_1


''Terima kasih, ya sudah aku pulang," kata Radit, setelah itu mereka berpisah dan pulang ketempat tujuan masing-masing.


Radit dengan penuh semangat pulang,ia merencanakan sesuatu malam ini.


Tibalah jam sepuluh malam, Radit datang ke rumah pak Rahmat, ia membawa jus kesukaan Ayu, Ayu sangat senang melihat kekasihnya datang apa lagi membawa jus kesukaan dia, Ayu menyambut Radit dengan senang hati.


''Sudah lama nunggu abang?"tanya Radit.


''lumayan lama, kirain tidak jadi dateng," jawab Ayu.


"Mana mungkin abang tidak jadi dateng, tadi abang lama nungguin jus ini soalnya antri banyak pembelinya," kata Radit sambil menyerahkan jus itu, Ayu menerima jus itu.


"Terimakasih bang," jawab Ayu ia menerima jus itu dengan senang hati ia langsung meminumnya.


Selang beberapa saat, Ayu merasa kepala dia pusing badan dia juga terasa panas, tapi Ayu berusaha menahannya, semakin lama ia semakin kepanasan.


Ayu sudah tidak tahan lagi akhirnya ia pamit untuk ke kamar dia.


''Bang Ayu ke kamar duluan, abang tidur dikamar itu." kata Ayu sambil berjalan menuju kamar dia ia juga menunjuk kamar yang akan di tempati Radit tidur.


"Iya tapi kamar adik jangan dikunci, kalau ada apa-apa abang bisa langsung masuk," ujar Radit.


''Iya bang," jawab Ayu dari dalam.


Radit menunggu beberapa saat setelah, Radit merasa sudah pas waktunya Radit bereaksi.


Radit mengintip dari celah pintu yang ia buka sedikit, sementara Ayu didalam kamar sudah tidak memakai bajunya alias telanjang bulat, Ayu bergerak kesana-kemari seperti cacing kepanasan, melihat pemandangan yang indah dari dalam kamar Radit tersenyum licik, ia tidak mau berlama-lama membuang waktu ia segera masuk menghampiri Ayu.


''Yu kamu kenapa?" tanya Radit, ia bertanya seolah-olah dia tidak tau apa-apa padahal dialah penyebabnya.


Ayu tidak lagi menjawab, ia sudah hampir kehilangan kesadarannya menahan hasrat dia.


Melihat Ayu sudah tidak berdaya, Radit langsung menyerang Ayu, dan terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi mereka melakukan hubungan suami istri.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia cerita AYU YG MALANG,


ikuti terus, juga dukung, dengan cara like dan

__ADS_1


komen di bawah ini, 👃👃


__ADS_2