Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 80


__ADS_3

Bu Aini sangat senang senyumnya tedak pernah hilang saat mengantar ke dua cucu kesayangannya ke kantor KUA, begitu juga dengan Rio, ia bahagia mengantar anaknya yang akan menikah, tapi tidak dengan Rini juga Ria mereka tidak terlalu bersemangat mengantar Ayu dan Rido.


Lain halnya dengan pak Pajar ia sedih saat mengantar Ayu juga Rido, ia teringat almarhum istri pertamanya.


''Ma, apa mama melihat kami saat ini, yang mengantar anak kita akan menikah, apa mama merestui Rido yang jadi suami anak kita, mama pasti ikut bahagia melihat Ayu akan menikah,''Ucap pak Pajar dalam hati.


Ia mengingat sewaktu ia dan almarhum istrinya mengangkat Ayu juga mengingat masa-masa kebersamaan mereka saat mengurus Ayu, mengingat itu hati pak Pajar kembali sedih, sampai saat ini dia belum bisa menghilangkan perasaan cinta dia ke almarhum bu Lia, walau ia sudah menikah sampai dua kali, tetap almarhum bu Lia yang mengisi hatinya.


Lain halnya juga yang dirasakan Rido ia sangat bahagia bisa menikah dengan Ayu, terlihat dari wajah dia yang selalu mengembangkan senyumnya sepanjang perjalanan.


Begitu juga dengan Leo, ia terlihat gembira dipangkuan opa Rio, ia terus saja berbicara ada saja yang ditanyakan nya sepanjang jalan kalau ada yang ia lihat.


Ayu menatap lurus kedepan, ia terlihat tidak nyaman melihat wajar bule Rini yang kelihatan tidak senang melihat dia, begitu juga dengan bule Ria nya juga menunjukan tidak senang dengan pernikahan mereka.


''Mikirin apa?" Tanya Rido sambil menggenggam tangan Ayu.


''Tidak ada,'' Bohong Ayu menjawab


''Apa Ayu masih ragu dengan pernikahan ini,''Tanya Rido.


''Tidak bang,''Jawab Ayu.


Lalu Rido mengelus kepala Ayu yang ditutup jilbab dengan kasih sayang, menyalurkan perasaan dia ke Ayu.


''Belum halal do, tunggu bentar lagi juga sudah halal, kamu harus sabar,''Kata Rio sambil terkekeh.

__ADS_1


semua orang yang berada dalam mobil itu melihat ke Ayu dan Rido, membuat Rido malu ia melepaskan tangan dia yang mengelus kepala Ayu.


''Kamu itu sukanya bikin anaknya malu, lihat tuh Rido jadi malu gara-gara kamu, ''Ucap bu Aini.


**


Sekarang Ayu dan Rido sudah sah menjadi seorang suami istri, Ayu menetes kan air matanya saat mengalami semua keluarganya, saat Ayu mengalam papanya ia langsung memeluk pak Pajar, semua orang yang berada disitu ikut sedih.


''Sudah ini hari bahagia kamu kok malah nangis,'' Ucap pak Pajar mencairkan suasana.


''Jadi kita kemana langsung pulang atau kemana?" Tanya Rio.


''Kita ke rumah pak Adi, tadi malam pak Adi sudah mengundang kita untuk datang ke pesta pernikahan Ika,''Kata pak Pajar.


Dalam hati Rido ada sedikit rasa cemas,'' bagai mana nanti kalau Ayu bertemu si kampret itu," Pikir Rido.


''Kamu itu kalau soal makan nomor satu,'' Ucap bu Aini.


Mereka pergi ke rumah pak Adi, sesampainya di sana, mereka disambut hangat oleh pak Adi juga bu Ati.


''Wah pengantin baru sudah datang kena tikung aku,'' Kata Parel.


''Pa, sekarang papa ku sudah dua,'' Ucap Leo.


''Kasihan papa digantikan sama yang lebih dari papa, pasti Leo senang punya papa baru,''Ujar Parel.

__ADS_1


''Iya dong, papa ku ini lebih tampan dari papa Parel,'' Kata Leo dengan polosnya.


Membuat semua orang yang mendengar tertawa.


''Kamu jahat sama papa ya, awas saja nanti tidak papa kasih uang lagi sama kamu,'' Kata Parel.


''Tidak apa-apa kan ada papa ini yang kasih uang untuk Leo,'' Ucap Leo.


''Anak durhaka kamu, mentang-mentang sudah ada yang baru yang lama dilupakan,''Ujar Parel.


Leo tertawa melihat papa Parel marah, Leo sangat senang membuat Parel marah.


''Pengantinnya mana kenapa belum ada di pelaminan?" Tanya Rini.


''Masih dihias dari tadi menunggu keluarga Radit tapi tidak keluarga nya tidak kunjung datang karena itu terlambat dihias,''Jawab bu Ati.


Mendengar nama Radit disebut hati Ayu berdebar, entah kenapa ia jadi gelisah, ia mencoba menenangkan hati dia agar tidak gelisah.


Rido melihat kegelisahan Ayu, lalu Rido menggenggam tangan Ayu.


''Bapak bisa minta tolong,''Ucap pak Adi.


''Minta tolong apa?'' Tanya Rio.


''Begini keluarga menantu saya tidak ada yang datang, bapak minta tolong kalian yang mendampingi menantu bapak biar para tetangga tidak bergosip nantinya, kalau mereka melihat menantu saya tidak ada yang mendampingi mereka akan bertanya kenapa keluarga menantu yang tidak ada yang datang, bapak susah menjawabnya,'' Kata pak Adi.

__ADS_1


belum sempat Rido menolak papanya sudah duluan menjawab.


__ADS_2