
Sementara itu Parel pindah kontrakan, agar Ika tidak tau kemana dia, Parel tidak sendiri dia membawa ibu Ati bersamanya, sedangkan Rido juga pindah rumah, Rido dan Parel sepakat untuk memberikan pelajaran kepada Ika, agar dia bisa bersikap dewasa dan bertanggung jawab terhadap Anak dan juga suami dia.
Kontrakan Parel dan Rido bersebelahan, mereka memang mencari rumah kontrakan yang bisa bersebelahan, agar bu Ati bisa menjaga cucu dia, Rido rela mengontrak rumah walau ia punya rumah sendiri, karena ingin membuat Ika berubah.
Rido juga memindahkan Mama dia kerumah sakit lain, agar Ika tidak bisa bertemu dengan mereka.
Saat Rido termenung disebelah mama dia, tangan Rini bergerak, Rido terkejut bercampur bahagia melihat Mamanya sudah menggerakkan tangan, Rini membuka mata dia, Rido semakin bahagia, lalu Rido memanggil dokter, setelah diperiksa dokter, dokter berpesan agar Rini menjalani terapi, dokter juga berpesan tidak boleh membuat mama dia banyak pikiran, Rido mengiyakan perkataan Dokter.
Rini menangis, melihat Mama dia menangis Rido menghapus air mata mama dia, lalu memeluk mamanya.
"Rido sayang Mama, Mama cepat sembuh ya," ucap Rido menyemangati mama dia.
Namun Rini tidak bisa bicara, dia nya memberi isyarat kepada Rido, membuat Rido bingung lalu Rido bertanya,
"Apa Ma? kata Rido karena tidak mengerti, Rido belum tau kalau Rini tidak bisa bicara.
Melihat Anak dia, tidak mengerti Rini sedih air mata dia kembali mengalir, membuat Rido semangkin bingung, lalu Rido berkata,
"Apa ada yang sakit Ma?" kata Rido kembali, Rini menggelengkan kepada dia, menjawab perkataan Rido.
Rido memangil Dokter karena takut kalau Mama dia Kenapa-napa lagi, setelah Dokter memeriksa Rini, Dokter menjelaskan kalau Rini belum bisa bicara, setelah Dokter menjelaskan baru Rido tau kalau Mama dia tidak bisa bicara, Rido sedih melihat Mama dia seperti itu, tapi Rido tidak mau menunjukan kesedihan dia didepan Mama dia, ia takut kalau dia bersedih didepan Mama dia, Mama dia kepikiran, karena itu Rido tidak menunjukan kesedihan dia.
"Mama harus semangat ya, ada Rido disamping Mama, Rido janji Rido akan merawat Mama sampai Mama sembuh," ujar Rido sambil mengelus tangan Mama dia, yang dia genggam dari tadi.
Rini menganggukkan kepala dia, menjawab perkataan Rido.
Saat Rido Menyuapi Mama dia makan, ponsel Rido bergetar tanda ada yang menghubungi, lalu Rido melihat siapa yang menghubungi, ia melihat bude Ria dia yang menghubungi, lalu Rido mengangkat telepon dari Ria,
__ADS_1
"Assalamualaikum bude," ucap Rido setelah mengangkat telepon dari bude dia.
"Wa, allaikumsalam, Do bude sudah sampai Jakarta kamu kirim alamat rumah sakit tempat Mamamu dirawat ya," ujar Ria.
"Iya bude," jawab Rido.
"Ya sudah sampai ketemu nanti ya assalamualaikum," ucap Ria mengakhiri pembicaraan mereka.
"Wa, allaikumsalam," jawab Rido telepon terputus.
**
Selang beberapa saat Ria dan rombongan datang kerumah sakit tempat Rini dirawat, setelah mereka masuk keruangan Rini, Rido terkejut melihat Papa dia datang, Rido senang melihat Papa dia masih mau menjenguk Mama dia, Rido juga sudah Rindu dengan Papa dia, karena sudah lama mereka tidak jumpa, terakhir mereka ketemu saat pernikahan Papa dia, tapi ia tidak bisa bicara dengan Papa dia, karena Papa dia sibuk dengan tamu dia, Rido juga cuma sebentar datang pernikahan Papa dia, karena itu, Rido tidak bisa melepas Rindu dia kepada Papa dia.
Rido bangun dari duduk dia, menyambut Papa dia juga bude dia dan pakde dia, Rido segera memeluk Papa dia melepas rasa rindu dia, Rini melihat mantan suami dia dan Anak dia berpelukan jadi sedih, tidak terasa air mata Rini menetes, Rini juga merindukan mantan suami dia, cinta Rini belum hilang walau Rido sudah menikah lagi, penyesalan Rini semakin dalam mengingat perbuatan dia kepada Rio.
"Maaf aku tadi ke toilet sebentar," ucap istri Rio, Rini memperhatikan perempuan itu, karena dia tidak mengenalnya.
Ria segera memeluk mantan adik ipar dia, dan bertanya bagai keadaan Rini, fokus Rini teralihkan setelah Ria bertanya, kecanggungan pun dirasakan Rido, rasa rindu dia berubah menjadi rasa marah, karena Papa dia membawa istri dia, Rido takut kalau Mama dia kembali drop karena melihat Papa dia dengan istri barunya.
Rio tidak bersuara sedikit pun, hanya Ria dan pak Pajar berbicara, tiba-tiba istri Rio bangun dari duduk dia, Rio haran mau kemana istri dia lalu bertanya,
"Mau kemana sayang?" kata Rio, membuat semua orang diruangan itu terdiam.
"Mau berkenalan dengan Mama Rido sayang," jawab istri Rio, lalu istri Rio mendekati Rini yang terbaring lemas.
"Halo kak, perkenalkan aku istri mas Rio," ujar Leni istri Rio sambil mengulurkan tangan dia.
__ADS_1
Membuat rahang Rido mengeras, ia geram melihat Papa dan istrinya seolah memanas-manasi Mama dia, tapi Rido mencoba mengontrol emosi dia, Rini tidak bisa menyambut uluran tangan istri Rio, karena tangan dia tidak bisa digerakkan.
Tiba-tiba Rini kembali pingsan, Rido segera memanggil dokter, setelah dokter masuk mereka disuruh keluar, Rido mondar-mandir dipintu ruangan Mama dia, hati Rido sangat cemas bercampur sedih melihat kondisi Mama dia, melihat Rido sangat gelisah, pak Pajar dan Ria mencoba menenangkan Rido.
"Kamu yang sabar Do, Mamamu pasti sembuh," ucap pak Pajar, agar Rido lebih tenang.
"Iya Do, kita berdoa agar Mamamu sembuh," ucap Ria menimpali, sedangkan Rio termenung dari wajar dia tidak terbaca sedih atau biasa saja melihat mantan istri dia seperti itu.
Leni menyandarkan kepala dia ke bahu Rio.
"Sayang kepalaku pening," kata Leni cari perhatian kepada suami dia.
"Baringkan kepala adik disini, biar abang urut," jawab Rio sambil menunjuk paha dia, Leni membaringkan kepala dia dipangkuan suami dia, lalu Rio mengurut kepala Leni.
Melihat tingkah laku Papa dia dan istrinya, darah Rido mendidih, ia merasa kalau Papa dia dan istrinya tidak punya hati, karena sudah tersudut emosi Rido mendekat, setelah ia sampai dihadapan Papa dia, Rido berkata,
"Pergi kalian dari sini! untuk apa Papa datang kemari haa, mau memanas-manasi Mama, belum cukup Papa menyakiti Mama, aku baru tau kalau Papaku tidak punya hati," ucap Rido meluapkan emosi dia.
"Kamu bicara apa, Papa datang kemari niat baik, tapi kau menuduh Papa yang bukan-bukan, kalau tau begini caramu menyambut Papa, Papa tidak akan datang kemari," jawab Rio, melihat Rido ingin melayangkan pukulan kepada Papa dia, pak Pajar dan Ria mencoba melerai.
"Sudah cukup kalian tidak usah bertengkar disini, ini rumah sakit, jaga sikap kalian," nasehat pak Pajar.
"Puas Papa membuat Mamaku seperti ini, aku tidak akan memaafkan Papa kalau sampai Mama kenapa-napa," ujar Rido.
"Sudah Yo, kau bawa istri mu pergi, kalian harus mengalah diantara salah satu," kata pak Pajar.
Rio dan istri dia pergi, setelah Rio pergi, Rido menangis ia tidak pernah membentak Papa dia seperti yang ia lakukan tadi, karena emosi ia melakukannya, ia menangis, melihat keponakan dia seperti itu Ria iba, lalu ia mengelus Rambut keponakan dia dengan penuh kasih sayang, Ria tau kalau pikiran Rido saat ini sedang kacau.
__ADS_1