Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Ayu Pindah 2


__ADS_3

"Wa,alaikumsalam,''Jawab Ria dari dalam rumah, yang datang datang pak RT dan beberapa tetangga lainnya termasuk pak Tono, tentu kedatangan mereka membuat Ria dan Rini juga bu Aini terkejut dan bertanya-tanya, mau apa mereka datang, itu yang ada dalam pikiran mereka.


Saat ini semua sudah berkumpul di ruangan tamu, pak RT memulai pembicaraan, ia menceritakan Ayu dan Radit sudah melakukan zina di rumah mereka, tentu saja Ria dan Rini juga bu Aini terkejut mendengar kabar itu, karena sepengetahuan mereka Ayu tidak pernah pacaran.


''Kenapa baru sekarang di kasih tau kepada kami?" tanya Ria.


''Kami sudah kasih tau kepada Rio, pak Toto yang memberitahu," jawab pak RT.


''Mas Rio tidak ada cerita kepada ku," jawab Rini.


Saat mereka serius membahas masalah Ayu dan Radit, suara Rio terdengar mengucap salam dari luar, mereka tidak menyadari suara sepeda motor Rio yang sampai, sangking seriusnya membahas masalah Ayu dan Radit, suara Rio mengucap salam baru mereka menyadarinya.


''Assalamu'alaikum," ucap Rio sebelum masuk kerumah, lalu ia masuk.


"Wa, alaikumsalam," jawab mereka yang ada didalam rumah, Rio heran melihat banyak orang di rumah dia.


"Ada apa ini rame rame?" tanya Rio dengan hati penuh bertanya-tanya.


''Kamu kenapa tidak cerita masalah sebesar ini Yo?" tanya Ria protes.


''Masalah apa?"tanya balik Rio karena tidak mengerti apa yang dikatakan kakak dia.


"Sudahlah Yo, kami sudah tau semuanya tidak usah kau tutupi lagi, Ayu itu memang tidak tau diri," ucap Ria dengan nada marah saat mengingat Ayu.


''Kakak bicara apa sih? Rio tidak ngerti, kalau bicara itu yang jelas biar Rio tau," ujar Rio kebingungan.


Rini istri menceritakan semua permasalah Ayu, mendengar cerita istrinya Rio terkejut.


''Mungkin pak Tono salah lihat kali," ucap Rio masih belum percaya.


"Salah lihat bagai mana, orang kami menangkap basah mereka, kalau tidak percaya tanya sendiri sama Ayu," jawab pak Tono.


''Iya Yo, bukan pak Tono saja yang melihat kami juga ikut melihat," tutur pak RT.

__ADS_1


"Mereka saja udah mengaku waktu kejadian, bapak menghubungi mu waktu kejadian kemarin memberitahukan ke kamu apa kamu lupa?" tanya pak Tono menimpali.


"Kapan? tidak pernah Bapak menghubungi ku," ucap Rio.


"Mungkin kamu lupa, sebab waktunya sama sehari almarhum bapak mu meninggal,"tutur pak Tono.


Rio mencoba mengingat ingat, ia teringat ponsel dia pecah tepat di kejatuhan ayah dia, apa mungkin ayah yang menerima telepon pak Tono?" gumam Rio.


"Coba lihat ponsel Bapak," ujar Rio, ia ingin memastikan apa yang ia pikirkan itu benar apa tidak, pak Tono memberi ponsel dia, kenapa Rio.


Rio memeriksa ponsel pak Tono, seperti dugaan dia ayahnya yang mengangkat telepon dari pak Tono.


"Ini yang menerima bukan aku pak, tapi almarhum ayah," jawab Rio sontak mereka semua terkejut dengan perkataan Rio


"Maksudnya apa Yo?kakak tidak mengerti?" tanya Ria memperjelas apa yang ia dengar.


Lalu Rio menceritakan kejadian saat ayah dia diketemukan, setelah mendengar cerita Rio mereka menyimpulkan bahwa almarhum pak Rahmat meninggal karena mendengar kabar Ayu yang tertangkap basah dengan Radit.


Apa lagi semasa hidupnya pak Rahmat sangat menyayangi Ayu mungkin saja ia sangat terpukul dengan kejadian itu membuat dia meninggal, itu pemikiran mereka yang berada disitu.


Sementara tadi Ayu mendengar perkataan mereka, Ayu segera pergi ke makam almarhum kakek dia untuk meminta maaf.


Di makam almarhum kakek dia, Ayu menumpahkan kesedihan dia ia begitu menyesal dengan semua yang terjadi.


''Kek Ayu minta maa, gara-gara Ayu kakek meninggal," ucap Ayu, ia terus saja menangis di kuburan kakeknya.


Sementara itu semua orang di rumah sedang mencari Ayu.


''Kemana dia sudah bikin ayah meninggal dan sekarang dia kabur lagi," kata Ria mengomel sendiri.


''Kak jangan ngomong gitu ayah meninggal karena azalnya sudah sampai," ucap Rio menegur kakaknya.


"Kalian selaku membela Ayu, kalau tau seperti ini jadinya aku tidak akan membawa dia ke keluarga kita, Ayu itu pembawa sual," ujar Ria dengan nada marah.

__ADS_1


''Astaga apa yang kakak bicarakan itu tidak baik, Ayu itu bukan pembawa sial,"nasehat Rio bijak.


''Kakak bicara sesuai pakta, coba kau ingat Yo, mulai dari almarhum Lia lalu anaknya Pajar terus sekarang bapak, nyesel kakak bawa Ayu kemari kalau dia sudah ketemu kita usir saja dia dari sini Yo," kata Ria tetap kekeh mengalahkan Ayu.


''Kak azal itu sudah di tentukan Allah, kita tidak bisa memajukan atau memundurkannya, Ayu itu bukan pembawa sial seperti yang kakak bicarakan Ayu itu anak yatim-piatu yang harus kita lindungi," ujar Rio kembali menasehati kakak dia.


"Sudah tidak usah berdebat kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin," tutur bu Aini.


"Yo kamu cari Ayu di pemakaman ayah mungkin dia di sana, pujuk dia biar dia mau pulang ke rumah," kata bu Aini.


"Ibu kok tau Ayu disana?" tanya Rio.


''Piling ibu yang mengatakan dia disana makanya kamu lihat kesana,"jawab bu Aini.


''Pak Tono minta tolong panggil Radit sekalian orang tua dia," ucap bu Aini, pak Tono pergi mendatangi rumah Radit, sedangkan Rio pergi ke makam ayah dia.


Sesampainya Rio di pemakaman, Rio melihat Ayu sedang menangis sambil memeluk batu nisan almarhum pak Rahmat.


Rio mendekat, ia mengusap kepala Ayu, Ayu terkejut merasa ada yang mengusap kepala dia, ia segera melihat siapa yang mengusap kepala dia, setelah ia melihat pak Lek nya yang mengusap kepala dia, Ayu segera memeluk Rio.


''Ayu mita maaf pak lek, gara-gara Ayu kakek meninggal," ucap Ayu sambil menangis.


''Itu bukan kesalahan Ayu, orang yang meninggal karena azal dia sudah sampai, tidak ada yang bisa menahannya begitu pula sebaliknya kalau belum sampai azal almarhum kakek bagaimanapun orang ingin membunuh almarhum kakek kalau Allah belum berkehendak almarhum kakek akan selamat, almarhum kakek meninggal karena azal kakek sudah sampai, Ayu tidak usah menyalahkan diri sendiri, Ayu juga tidak usah sedih lagi, ayo kita pulang Nenek sudah menunggu Ayu di rumah," kata Rio membujuk Ayu.


Ayu dan Rio Akhirnya pulang, sesampainya mereka di rumah, semua orang melihat mereka begitu juga dengan Ria.


Ria yang sudah emosi langsung saja memarahi Ayu habis-habisan, Rio melihat kakak dia marah segera melerai.


"Sudah kak tahan emosi kakak, tidak baik dilihat orang, kakak tidak malu dilihat bapak-bapak ini," kata Rio sambil menunjuk bapak-bapak yang berada disitu.


💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Hai pembaca setia AYU YG MALANG, ikuti

__ADS_1


terus cerita nya ya dan dukung terus dengan,


cara like dan komen dibawah ini, 👃👃


__ADS_2