
Setelah Ika pergi mengantar Rido, Ayu datang, ia baru selesai membuat kue jualan dia.
''Assalamualaikum,''Ucap Ayu sebelum masuk rumah pak Adi.
''Wa, alaikumsalam,''Jawab orang yang ada didalam.
''Mama ketinggalan om nya sudah pergi,'' Ujar Leo.
''Wah mama ketinggalan dong," Ayu berkata dengan dana menyesal.
''Mama sih kelamaan datangnya," Ujar Leo protes.
''Tidak usah kuatir minggu dengan Rido datang lagi bersama keluarganya di saat itu ibu kenalkan dengan calon mantu ibu,'' Ujar bu Ati dengan hati gembira.
''Ciee, ya mau punya mantu bahagia banget,'' Kata Ayu mengejek ibu Ati, bu Ati tertawa mendengar perkataan Ayu.
''Om nya ganteng banget lo, Leo pingin punya papa seperti om itu,'' Ucap Leo, mendengar perkataan anaknya hati Ayu sedih, setiap anaknya bicara soal papa Ayu selalu sedih, ia tahu anaknya ingin memiliki papa, tapi Ayu tidak bisa mengabulkan permintaan anak dia, karena ia juga tidak tau di mana Radit saat ini.
__ADS_1
''Lihat ma, Leo di beri uang sama om itu, sudah ganteng baik lagi,'' Ujar Leo sambil menunjukan uang yang di beri Rido sebelum pulang,ia tidak tau mama dia saat ini sedang bersedih, karena perkataan dia.
''Leo sudah punya papa Parel, kok mau cari papa lagi,'' Ujar bu Ati.
''Papa Parel, papa bohongan, kata teman aku kalau punya papa pasti tinggal bersama, kita juga tidur sama, papa Parel tidak pernah tidur di rumah kami,'' Ucap Leo.
''Kita pulang ya, sudah sore jemuran mama belum di angkat,'' Kata Ayu ia sudah tidak sanggup mendengar perkataan anak dia. Ayu dan Leo pun kembali ke rumah mereka.
Di rumah pak Adi sedang sibuk mempersiapkan acara lamaran Ika dan Rido, Ayu dan Leo juga ikut sibuk membantu, Ayu sibuk membantu menyiapkan hidangan buat tamu yang akan datang nanti, sedangkan Leo sibuk melihat Ika yang di hias.
''Ya Allah mengapa jantung ku berdebar ya, yang di lamar Ika aku yang gelisah pertanda apa itu ya Allah,''Ucap Ayu didalam hati.
''Auti, kok senyum-senyum sendiri?" Leo bertanya dengan polosnya, ia tidak tau pertanyaan dia membuat Ika malu. Ika yang di tanya seperti itu jadi salah tingkah, ia tidak tau harus jawab apa.
''Auti mu sedang membayangkan calon suaminya,'' Kata Ririn teman Ika, setelah mengatakan itu Ririn tertawa, membuat semua orang yang ada di kamar itu ikut tertawa, membuat Ika semakin malu.
''Tidak usah di bayangkan Auti, bentar lagi calon suami Auti sampai, kalau sudah sampai pandang aja sampai puas,'' Ujar Leo, mendengar perkataan Leo semua yang ada di kamar itu kembali tertawa.
__ADS_1
Rombongan calon suami Ika sudah sampai, Leo yang melihat rombongan calon suami Ika sudah sampai, langsung berlari ke halaman menyambut mereka, Leo yang melihat papa Parel dia ada bersama rombongan calon suami Ika, segera berlari mendatangi papanya.
''Paapaaa,''Kata Leo sambil berlari mendatangi Parel, semenjak Leo selalu bertanya siapa papa dia, pak Adi menyuruh Parel mengangkat Leo, sebagai anak nya, atas persetujuan Ayu, agar Leo punya papa, Parel juga tidak ke beratan dengan permintaan ayahnya, ia juga suka pua nya anak angkat sepeti Leo yang pintar juga tampan.
''Anak papa sudah besar,''Kata Parel sambil menyambut Leo, ia memeluk Leo menumpahkan rasa rindu dia, karena mereka sudah jarang bertemu semenjak Parel bekerja. Leo juga memeluk papa Parel.
''Wah Parel sudah punya anak,'' Kata temen Parel yang ikut dengan mereka.
''Leo ini yang aku ceritakan waktu itu,'' Ujar Parel.
''Oh yang itu ya, jadi penasaran pengen kenal sama mamanya!" Ucap Hansel teman Parel.
''Hus, tidak usah kepedean, ingat sudah punya tunangan,''Ujar Parel.
''Cuma pingin kenal saja masa tidak boleh,''Ujar Hansel lesu.
''Bukan tidak boleh, tapi aku takut kalau kau melihat Ayu, hati mu berpindah Haluan,''Kata Parel. Perkataan mereka terhenti karena mereka sudah dipanggil pak Adi dari dalam rumah, saat mereka tersadar, mereka berdua melihat rombongan sudah masuk semua ke dalam rumah sangking asiknya mereka bercerita mereka tidak menyadari kapan rombongan itu masuk, termasuk Leo juga suda di dalam.
__ADS_1
''Kalian mau di situ saja sampai acara selesai?" Kata pak Adi, dengan nada marah.
''Iya kami Masuk,''Kata Parel menjawab, mereka berdua pun masuk, Leo tertawa melihat papanya di tegur kakek Adi, karena dari tadi Leo di belakang kakek Adi, saat kakek Adi menegur Parel dan Hansel, melihat ia di tertawakan Leo, mata Parel melotot ke Leo, bukannya takut Leo malah menjulurkan lidahnya ke papa Parel, Parel semakin gemas melihat tingkah Leo, kalau bukan ada acara di rumahnya ia akan mengejar Leo, yang sudah berlari setelah menjulurkan lidahnya.