Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Maysa Meninggal


__ADS_3

Setelah menyadari Maysa tidak ada Bibi mencari ia panik karena Maysa tidak ada, lalu ia mencari Maysa di sekeliling rumah tapi Maysa tidak ketemu, Bibi terus mencari sambil memangil nama Maysa tetap Maysa tidak ada dimana pun berada Bibi kembali kerumah menemui Mawar ia membangunkan Mawar dan memberi tahukan kalau Maysa hilang, mendengar Anak dia hilang, Mawar ikutan panik Bibi dan Mawar mencari Maysa ke seluruh tempat yang mungkin Maysa datangi, tapi mereka tetap tidak menemukan Maysa mau tidak mau Mawar terpaksa memberi tahukan kehilangan Anak dia kepada suami dia melalui telepon mendengar Anak dia hilang pak Pajar juga ikut panik ia kuatir anak dia kenapa-napa pak Pajar buru-buru kembali ke rumah, sesampainya pak Pajar di rumah para tetangga sudah ramai di ruma dia.


Pak Pajar dan para tetangga mencari Maysa ke sekeliling kampung mereka, karena mereka menduga kalau Maysa keluar dari rumah diluar dia diculik sebab lagi musim culik di daerah mereka sementara di rumah ada beberapa tetangga perempuan yang menenangkan Mawar yang terus saja menangis karena sedih mengingat Maysa belum ketemu.


''Ada apa Ma? kok rame Mama kenapa menangis," kata Fikri, ia tiba-tiba keluar dari kamar dia, karena ia sudah tau orang-orang sedang mencari Maysa ia menampakan wajah tidak berdosa dia walau dialah yang membuat Adik dia hilang.


''Adik mu Pik, hilang hiks.. hiks.. hiks," ucap Mawar mengadu sambil menangis karena merasa sangat kuatir kalau Maysa dalam bahaya.


''Kok bisa hilang tadi siapa yang jaga?" kata Fikri seolah-olah dia tidak tau apa-apa padahal dia dalang hilangnya adik dia.


''Tadi mama tinggal di ruang televisi, Bibi Mama suruh menjaga adikmu, Bibi menjaga sambil menggosok baju, Bibi tidak tau kapan Maysa tidak ada lagi diruang televisi tau-tau saat dia melihat kearah ruang televisi adikmu sudah tidak ada," kata Mawar menjelaskan dengan detail.


''Tadi sewaktu Fikri pulang sekolah adik Maysa tidak ada diruang televisi," ujar Fikri berbohong agar mereka tidak curiga kepada dia.

__ADS_1


''Seharusnya Mama tidak menitipkan adik sama Bibi yang lagi bekerja, kalau seperti ini siapa yang harus disalahkan," ujar Fikri sok bijak.


''Mama tenang dulu adik Maysa pasti ketemu kita doakan saja biar adik cepat ketemunya," kata Fikri sok menasehati Mama dia, agar terlihat dia Anak baik didepan para tetangga juga Mama dia, Fikri memang pantai akting mengelabui semua orang.


''Iya Fik, semoga adikmu lekas ketemu, kita dia kan sama-sama ya," kata Mawar, semua orang yang ada disitu mengaminkan perkataan Mawar.


Entah ke napa Bibi ingin mencari Maysa ke kamar mandi belakang rumah mereka, Bibi pergi kesana dengan harapan ketemu dengan Masya, sesampainya Bibi disana ia terkejut melihat sesuatu bak mandi ia mendekat untuk memastikan apa yang ia lihat, Bibi melihat Maysa sudah di bak mandi mengapung melihat Maysa seperti itu Bibi shock ia menjerit suara Bibi terdengar sampai kedepan rumah para ibu-ibu segera mendatangi asal suara itu Mawar yang tadinya menangis seketika menghentikan tangisnya juga ikut menyusul ibu-ibu ke belakang rumah dia.


Setelah ibu-ibu sampai mereka melihat bibi nangis sambil melihat ke bak mereka mengikuti pandangan bibi melihat bak, mereka melihat Maysa sudah ada di bak Melihat anaknya sudah tidak bernyawa Mawar pingsan para ibu-ibu membantu mengangkat Maysa ada juga yang mengangkat Mawar ada yang mengabari para bapak-bapak yang lagi mencari Maysa.


Buk parida yan g baru saya pulang dari arisan, heran melihat ada keramaian di rumah mereka apa lagi melihat orang-orang memakai baju serba hitam seperti ada kemalangan bu Parida bertanya-tanya dalam hati apa ada yang meninggal kalau ada siapa pikir bu Parida, ia mempercepat langkahnya sesampainya dia di rumah ia melihat ada orang tidur di kasur ditutupi kain putih ia melihat ciri-ciri orang yang terlentang di kasur seperti cucu nya bu Parida langsung berlari menghampiri kasur itu, setelah memastikan itu adalah cucu dia, bu Parida menangis meraung ia sangat terpukul dengan kepergian cucunya itu.


Setelah kejadian itu rumah itu menjadi dingin tidak ada lagi canda tawa yang biasa terdengar ramai di rumah itu, sikap pak Pajar sekarang kembali dingin ke Mawar sama seperti saat mereka baru menikah dulu Mawar yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya sangat sedih padahal ia juga terpukul atas musibah itu, Mawar jadi kepikiran terus membuat dia jadi stres.

__ADS_1


Sampai saat ini, mereka belum tahu kalau kematian almarhum Maysa adalah perbuatan Fikri yang mereka tau Maysa meninggal karena Maysa sendiri yang masuk ke bak, sebab semasa hidupnya Maysa memang suka bermain air.


Siapa yang percaya anak seusia Fikri akan bisa tega membunuh adik dia sendiri walau mereka tau kalau Fikri memang bandel tapi untuk membunuh tidak akan mungkin dilakukan Fikri, itu pemikiran mereka.


Tapi itulah kenyataan yang terjadi karena Fikri menurun sipat mama dia ya itu Mawar yang licik dan irian apa lagi ajaran mamanya yang mendidik dia selama ini kurang baik jadilah anak bandel, perbuatan Fikri diluar nalar manusia.


Semakin hari sikap pak Pajar semakin dingin dan kasar ia tidak segan-segan membentak Mawar kalau Mawar membuat kesalahan walau itu kesalahan kecil.


Melihat sikap pak Pajar seperti itu, membuat Mawar menjadi tambah stres sama halnya dengan pak Pajar bu Parida juga sama mendiamkan Mawar bu Parida tidak mau berbicara kepada Mawar mereka melampiaskan semua yang terjadi kepada Mawar, Mereka menganggap Mawar ceroboh tidak hati-hati saat menjaga anak dia sehingga Maysa bisa masuk kedalam bak mandi tidak diketahui sampai Maysa mengapung melihat itu mereka menganggap Maysa sudah lama didalam bak tidak diperhatikan Mawar.


Bu Parida menganggap ke matian cucu dia karena Mawar penyebabnya, karena itu bu Parida tidak mau bicara kepada Mawar, bu Parida belum ikhlas dengan kematian cucu kesayangan dia, membayangkan saat Maysa berada di bak sampai menghembuskan napas terakhir dia, bu Parida sangat emosi melihat Mawar bisa-bisa Mawar tidak tau anak dia sampai kekamar mandi belakang tidak diperhatikan, pikir bu Parida seandainya waktu bisa ia putar ia tidak akan pergi hari itu agar Masya tidak meninggal itu, tapi sayang waktu tidak bisa diputar lagi, hanya penyesalan yang bu Parida rasakan saat ini.


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ

__ADS_1


Hai yg mengikuti cerita AYU YG MALANG. dukung terus ya cerita nya jangan lupa, like


dan komenπŸ‘ƒπŸ‘ƒ


__ADS_2