Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 136


__ADS_3

Paujan mencari Mama dia kesemua ruangan rumah mereka, tapi Paujan tidak menemukan Mama dia, lalu ia pergi ketaman belakang rumah, ia melihat Mama dia duduk termenung dikursi yang ada disitu, lalu ia mendekat.


"Ma, kenapa duduk disini sendiri?" tanya Paujan menyapa.


"Kamu kapan sampai?" tanya bu Sania bukan menjawab perkataan Anak dia, ia sengaja bertanya agar Paujan mengira kalau dia tidak tau kedatangan mereka.


"Baru saja sampai, yuk kedepan," ajak Paujan sambil menarik tangan Mama dia pelan.


Terpaksa bu Sania mengikut, ia tidak mau kalau sampai anak dia tau kalau ia masih tidak suka melihat menantu dia.


Sesampainya didepan bu Sania terpaksa menyalami Ayu, karena pak Fatur sudah memberi kode kepada dia agar menyalami Ayu.


Mereka berbincang-bincang diruangan tamu, saat mereka sedang bercerita banyak hal, terdengar suara mengucap salam dari luar rumah, Vania segera bangun dari duduk dia dan mendatangi kedepan pintu karena ia tau yang datang adalah suami dia ya itu Parel.


"Kok lama sampainya bang, malah keduluan bang Paujan sampai?" tanya Vania sambil menyalami dan mencium tangan suami dia.


"Aku tadi mampir kerumah Ibu, karena ibu tadi telepon aku disuruh antar ibu kerumah Rido, jadi Abang antar ibu kerumah Rido dulu baru kemari," jawab Parel.


"Ada acara apa kalau ibu harus hari ini kesana?" tanya Vania merasa tidak senang dengan jawaban suami dia, sebab ia sudah menelepon suami dia, menyuruh cepat datang malah pergi mengantar ibu Ati ketempat Rido, "Apa tidak bisa ditunda pikir Vania.


"Pak Lek Pajar sakit, jadi Rido mau pergi menjenguk kesana, Ika mengajak ibu ikut dengan mereka, karena itu Abang disuruh antar Mama kesana, mereka tidak sempat menjemput karena bule Ria mengabari baru tadi, kamu tau lah kalau pergi mendadak bawa anak kecil dia kan haris banyak persiapan," jawab Parel panjang lebar karena ia tidak mau kalau sampai istrinya marah karena ia telat.


"Ya sudah kita masuk kedalam biar kenalan sama kakak ipar," kata Vania sambil menarik tangan Parel, mereka masuk, sesampainya didalam Ayu dan Paujan sudah tidak ada, Vania heran kemana mereka lagi ia bertanya kepada Papa dia.


"Pa, kakak ipar sama abang mana?" tanya Vania ingin tau


"Mereka ada dikamar, istrinya Paujan tadi pusing jadi Abang membawa kekamar, mungkin dia kecapean habis perjalanan jauh," jawab pak Fatur.


"Yah padahal aku mau ngenalin bang Parel sama kakak ipar," ujar Vania merasa kecewa.


"Nantikan bisa," jawab pak Fatur.

__ADS_1


"Iya sih, ya sudah kita kekamar bang," kata Vania menarik suami dia, sedangkan Parel pasrah diajak istri dia.


Dari tadi Leo memperhatikan Parel, Vania lupa mengenalkan Parel kepada Leo, Parel juga tidak terlalu memperhatikan wajah Leo, sementara Leo mengenal Parel, tapi ia merasa ragu menyapa karena takut kalau ia salah mengenal orang.


Setelah Parel dan Vania pergi, Leo bertanya kepada pak Fatur.


"Opa yang tadi siapa?" tanya Leo ingin memastikan.


"Suami tante Vania," jawab pak Fatur jujur, merasa kurang puas dengan jawaban pak Fatur Leo kembali bertanya,


"Ya tau, yang aku tanya namanya siapa?" kata Leo memperjelas pertanyaan dia.


"Kenapa Leo pingin tau nama suami tante Vania?" tanya pak Fatur merasa curiga.


"Sepertinya aku kenal suami tante Vania," jawab Leo.


"Nama suami tante Vania Patel," jawab pak Fatur, mendengar jawaban Opanya Leo merasa senang ia berlari menuju kamar Parel dan Vania, pak Fatur heran melihat Leo berlari, belum sempat ia bertanya Leo sudah kembali lagi.


"Di sebelah sana," jawab pak Fatur sambil menunjuk kamar Vania.


Lalu Leo kembali berlari menuju kamar Vania, sesampainya Leo didepan kamar Vania, ia segera mengetuk pintu kamar Vania, Vania membuka pintu kamar dia, ia heran melihat Leo langsung masuk kedalam kamar dia tanpa bicara.


"Papa," kata Leo sambil memeluk Parel, Parel terkejut melihat anak kecil memanggil dia Papa, wajah Leo yang sudah berubah membuat Parel tidak mengenali Leo, ditambah badan Leo yang semakin tinggi itu juga membuat Parel tidak terlalu mengenali Leo.


Sementara Vania shock mendengar Anak Ayu memanggil suami dia Papa, apa kakak ipar mantan suami dia, itu yang ada dalam pikiran Vania, karena merasa kecewa Vania pergi dari kamar itu, sementara Parel tidak tau istri dia marah.


"Apa kamu Leo?" tanya Parel memastikan apa yang ada dalam pikiran dia, karena hanya Leo yang memanggil dia Papa.


"Iya Pa, Leo kangen sama Papa hiks.. hiks.. hiks," jawab Leo sambil menangis, Leo merasa bahagia sekaligus sedih.


"Papa juga kangen Leo, kamu sama siapa kemari dimana Mama?" tanya Parel sambil mengelus kepala Leo, ia juga sangat merindukan Anak angkat dia itu, karena mulai dari bayi Leo selalu bersama dia.

__ADS_1


"Mama dikamar sama Papa," jawab Leo.


Sontak Parel terkejut, mungkinkah bang Paujan suami Ayu sekarang, itu yang ada dalam pikiran Parel saat ini.


Sementara itu Vania menangis, berlari ke pelukan pak Fatur, pak Fatur merasa heran mengapa Vania menangis pikir dia.


"Kamu kenapa menangis Nak?" tanya pak Fatur sambil mengelus kepala Vania dengan penuh kasih sayang.


"Pa, bang Parel Papanya Leo, bang Parel sudah berbohong sama Vania kalau dia masih lajang, nyatanya bang Parel sudah punya Anak," adu Vania.


Perkataan Vania membuat pak Fatur terkejut.


"Jadi Ayu mantan istri Parel?" tanya pak Fatur penasaran.


"Iya Pa," jawab Vania, padahal dia belum tau yang sebenarnya, hanya menduga-duga saja.


"Apa Mama bilang, kamu salah pilih makanya kalau orang tua itu ngomong didengerin jangan membantah," kata bu Sania memperkeruh suasana karena dia juga tidak pernah senang melihat Parel jadi menantu dia.


"Apa Parel sudah mengatakannya langsung kepadamu?" tanya pak Fatur.


"Belum Pa, tapi Leo sudah memanggil bang Parel Papa, bang Parel juga tidak membantah," jawab Vania.


"Kurang ajar ini tidak biarin, aku harus memberi Parel pelajaran," kata bu Sania berapi-api ia pergi kekamar Vania mendatangi Parel.


Sesampainya bu Sania dikamar Vania, Parel sedang memangku Leo, sedangkan Leo bercerita kepada Parel, Parel hanya menjadi pendengar saja, melihat pemandangan itu, emosi bu Sania semakin meluap.


Lalu bu Sania berkata,


"Dasar pembohong, keluar kamu dari rumahku, sekalian bawa anakmu juga ibu anakmu dari rumah kami," ucap bu Sania mengeraskan suara dia, Leo ketakutan melihat bu Sania marah-marah.


Sedangkan Parel bingung melihat ibu mertua dia bicara seperti itu, pak Fatur dan Vania menyusul kekamar Vania karena mendengar suara bu Sania marah-marah kepada Parel.

__ADS_1


__ADS_2