Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 102


__ADS_3

Rini dan Rio saat ini sibuk mempersiapkan resepsi pernikahan Rido dan Ika, Ria ikut membantu mereka menyiapkan pesta mereka, hanya pak Pajar yang tidak mau membantu mereka, ia tidak tertarik untuk membantu mereka menyiapkan pesta Ika dan Rido.


Berbagai alasan pak Pajar saat disuruh bantu mereka, tapi Rio dan Rini tidak tau kalau pak Pajar sebenarnya tidak setuju kalau Rido menikah dengan Ika.


**


Sementara itu, dokter Paujan terus saja kepikiran Ayu, semenjak ia mengantar Ayu pulang dari rumah sakit, ia melihat kondisi rumah Ayu sangat serba sederhana, itu yang membuat dia kepikiran, dilihat dari wajar Ayu terus melamun, dokter Paujan menduga kalau Ayu mempunya beban hidup yang ia alami saat ini, ingin rasanya ia menolong Ayu, tapi ia tidak tau caranya sedangkan ia tidak kenal dengan Ayu, tidak mungkin dia datang kerumah Ayu untuk bertanya tentang suami dia, dokter Paujan sudah bertanya ke warga sekitar dimana suami Ayu, warga tidak ada yang tau dimana suami Ayu, karena Ayu orang pendatang dan saat Ayu datang ia sudah tidak ada suami, hal itu membuat dokter Paujan sangat penasaran dengan latar belakang Ayu.


Leo sangat menyayangi adik dia, ia tidak pernah lagi pergi bermain bersama teman-teman dia, semenjak adik dia sudah lahir.


Bayi kembar Ayu yang laki-laki diberi nama Adnan Ghassan Dhafi, dipanggil Adnan, sedangkan anak perempuan diberi nama Adena Saskirana dipanggil Adena, Ayu bersyukur anak dia tidak begitu rewel Ayu bisa bekerja sambil mengasuh anak-anak dia, saat ini Ayu menjual sarapan didepan rumah dia.


Jualan Ayu juga lumayan laris, mereka bisa makan dari hasil jualan sarapan, Leo juga mengerti dengan kehidupan mereka saat ini, karena itu Leo tidak pernah lagi bermain bersama teman-teman dia, setelah pulang sekolah ia membantu mama dia bekerja sambil mengasuh adik dia.


**


Hari ini Rido dan keluarga istrinya pulang kampung dia, karena lusa acara resepsi pernikahan mereka, saat Rido sampai para tetangga mereka melihat Rido pulang mereka berdatangan melihat istri Rido, mereka disambut hangat oleh para tetangga mereka, tapi Rido heran kenapa Pakde Pajar tidak ada kelihatan menyambut dia, sampai besoknya juga Rido tidak melihat pak Pajar, lalu ia bertanya ke papa dia.

__ADS_1


"Pa, Pakde kemana dari kemarin aku tidak lihat Pakde?" tanya Rido


"Kata bule mu, pakde sakit," jawab Rio.


"Pantas aku tidak lihat dari kemarin, aku kesana dulu pa, lihat pakde," kata Rido.


"Iya, papa belum sempat lihat sibuk menyiapkan persami," jawab Rio.


"Salah siapa aku dah bilang gak usah buat pesta," ujar Rido.


Rido tidak menanggapi ucapan papa dia, ia pergi kerumah Pakde Pajar, sesampainya ia disana ia melihat pak Pajar baik-baik saja tidak terlihat sedang sakit, ia mendekat lalu menyapa pak Pajar,


"Pakde sudah sembuh?" tanya Rido memulai pembicaraan, tapi pak Pajar diam saja, Rido kembali berkata,


"Apa pakde yang sakit biar Rido urut?" tanya Rido kembali, baru pak Pajar merespon ia berkata,


"Ini pakde yang sakit Do," jawab pak Pajar menunjuk dada dia.

__ADS_1


"Kita kerumah sakit ya, biar pakde sembuh, agar besok sewaktu pasta pakde bisa ikut hadir," kata Rido dengan penuh kekuatiran dengan kondisi pak Pajar, ia baru melihat wajah pakde dia kelihatan kurang tidur, pak Pajar juga tidak biasanya bersikap seperti itu ke dia, mungkin karena pakde sakit, pikir Rido.


"Penyakit pakde tidak bisa disembuhkan dokter Do," jawab pak Pajar, Rido bingung dengan ucapakan pakde dia.


"Jadi harus bagai mana agar pakde sembuh?" tanya Rido kembali, sambil berpikir penyakit apa yang diderita pakde dia.


"Hanya anak pakde yang bisa menyembuhkan pakde," ucap pak Pajar, mendengar perkataan pakde dia, baru Rido paham kemana arah pembicaraan pakde dia, Rido menarik napas panjang sebelum menjawab perkataan pakde dia.


"Apa pakde marah aku menikah dengan Ika?" tanya Rido, sontak pak Pajar memandang Rido, lalu ia berkata,


"Sakit Do, pakde tidak bisa menggambarkan rasa pakde saat ini, pakde hanya merasakan sakit teramat sakit," ucap Pajar.


"Rido juga terpaksa menikah dengan Ika, kalau ditanya perasaan Rido saat ini, hanya ada Ayu yang memenuhi hati Rido, tapi Rido tidak bisa memaksa Ayu untuk bertahan disisi Rido, Ayu sendiri yang pergi dari hidup Rido, Rido harus ikhlas kalau Ayu tidak mau hidup bersama Rido pakde, pakde juga harus mencoba ikhlas kalau Ayu tidak mau bersama keluarga kita lagi.


"Tapi hati kecil pakde berkata kalau Ayu pergi karena ada sebabnya, tidak mungkin dia pergi kalau tidak ada sebabnya," ujar pak Pajar.


"Alasan Ayu pergi karena dia tidak mau hidup bersamaku pakde, aku yang salah memaksa Ayu menikah dengan ku pakde, sementara hati Ayu tidak ada rasa cinta sedikit saja untukku," kata Rido, ia mengingat bagai mana ia meyakinkan Ayu agar mau menikah dengan dia.

__ADS_1


__ADS_2