Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 127


__ADS_3

Hari ini Paujan berangkat ke Jakarta, sepanjang perjalanan ia termenung, ia sebenarnya tidak tega membohongi Ayu, rasa bersalah dia membuat Paujan tidak tenang sepanjang perjalanan menuju rumah orang tua dia.


Sesampainya Paujan dirumah, ia melihat rumah orang tua dia sudah ramai kedatangan keluarga mereka, Vania melihat abang dia pulang segera memeluk Paujan karena dia sudah rindu, Paujan juga memeluk adik kesayangan dia.


"Aku pikir abang tidak jadi datang, kok gak ngabari kalau abang datang hari ini?" kata Vania dengan rasa bahagia dia karena sebentar lagi ia akan menikah dengan pria yang ia cinta senyum dia selalu mengembang setiap hari setelah Mama dia merestui pernikahan dia dengan Parel.


"Sengaja kejutan yuk kita masuk," ajak Paujan lalu mereka masuk kedalam rumah mereka, sesampainya didalam Paujan menyalami semua keluarga dia, seperti biasa bu Sania membanggakan Anak didepan keluarga.


"Paujan tidak seperti Vania, kalau Vania selalu tidak patuh kalau dikasih tau beda dengan Paujan, kalau Paujan tidak pernah membantah apa saja aku katakan," ucap bu Sania bercerita ke keluarga mereka.


"Bagus itu kalau jadi anak penurut, hidupnya pasti selalu bahagia kalau mendengarkan perkataan orang tua," jawab adik bu Sania yang bernama Ida.


"Mama kenapa sih selalu membandingkan Vania sama abang, aku juga selalu nurut perkataan Mama," ucap Vania tidak suka mendengar ucapan Mama dia.


"Buktinya kamu tidak mau dilarang menikah dengan Parel si kere itu," kata bu Sania dengan sengaja menyinggung kembali permintaan Vania menikah dengan Parel, karena sebenarnya bu Sania belum ikhlas menikahkan Vania dengan Parel.


"Kenapa bahas itu lagi sih Ma, pernikahanku besok akan dilangsungkan Mama jangan bicara masalah itu lagi, aku tidak mau kalau keluarga bang Parel sampai mendengar perkataan Mama, ke mohon kedepan Mama tidak usah lagi bahas masalah itu lagi," kata Vania karena tidak suka.


"Iya Ma, betul yang dikatakan Vania tidak baik didengar orang lain kalau Mama bicara seperti itu," kata pak Fatur menimpali.


"Terserah kalian saja, kalau dibilang gak mau dengar, kalau sampai rumah tanggamu ada masalah jangan salahkan Mama, Mama tidak ikut ikutan kalau kamu dalam masalah, Taku tanggung sendiri," ucap bu Sania lalu pergi setelah mengatakan itu, karena ia tidak suka melihat mereka tidak bisa dikasih tau.

__ADS_1


Paujan hanya jadi pendengar saja, ia tidak berani bersuara karena ia juga saat ini hanya kepikiran dengan Ayu yang ia tinggalkan besar sama Anak dia saja dirumah.


"Mama selalu seperti itu, selalu memandang orang dari materi," ucap Vania protes dengan sikap Mama dia.


"Sudah tidak usah diambil hati perkataan Mamamu, biarkan saja sebentar lagi kamu menikah kamu fokus saja dengan pernikahan mu," kata pak Fatur agar Anak kesayangan dia tidak marah lagi.


**


Malam harinya saat keluarga pak Fatur berkumpul ada tamu yang datang, bu Sania segera menyambut tamu mereka dengan hangat.


"Assalamualaikum," ucap tamu mereka yang datang.


"Wa,allaikumsalam eh kalian jadi datang, kirain tidak jadi yuk masuk," ajak bu Sania menyambut tamu dia sepasang suami istri bersama putri mereka, mereka pun masuk kedalam rumah pak Fatur.


Sedangkan Paujan saat ini sedang asik bercerita bersama Anak dan juga istri dia dikamar melalui telepon.


"Pa, besok pulangnya bawa oleh-oleh yang banyak ya," kata Leo berpesan kepada Paujan.


"Iya Leo mau oleh-oleh apa?" ujar Paujan agar ia bisa membawa oleh-oleh sesuai permintaan anak dia.


"Tidak usah Mas, kamu tuh gak usah pinta sama Papa, tidak kamu minta saja Papa selalu bawa oleh-oleh," ucap Mawar kepada Paujan juga Leo karena ia selalu maresa segan kalau Anak dia meminta sesuatu kepada Paujan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa malah Mas senang kalau mereka meminta sesuatu sama Mas, Mas sudah menganggap mereka Anak kandung Mas sendiri, Mas mohon jangan larang mereka meminta apa saja," kata Paujan karena Ayu selalu membatasi Anak dia kalau meminta sesuatu kepada dia.


"Aku bukan membatasi Mas untuk dekat sama Anak-anak, aku hanya merasa takut kalau uang Mas habis untuk kami, sementara aku tidak bekerja," kata Ayu menyampaikan apa yang ada dihati dia.


"Insyallah uang untuk mereka masih ada, Ayu tidak perlu takut kalau uang Mas habis," jawab Paujan meyakinkan Ayu.


Sedang asik bercerita suara ketukan pintu dari luar terdengar lalu pintu dibuka, Paujan mematikan telepon dia tanpa permisi karena yang datang adalah Mama dia. Sedangkan Ayu merasa heran tidak biasanya Paujan mematikan telepon tanpa pamit, karena takut ada hal buruk terjadi dengan suami dia, Ayu menghubungi Paujan kembali, namun tidak diangkat ia coba berapa kali tetap tidak diangkat, rasa cemas Ayu semangkin menjadi takut kalau suami dia dalam bahaya.


Sementara itu Paujan meninggalkan ponsel dia, karena Mama dia mengajak dia keluar bertemu dengan tamu yang mau dikenalkan Mamanya.


"Jeng, ini Anak saya Jan ini teman sekolah Mama dulu," ujar bu Sania memperkenalkan teman dia, dan keluarganya.


Sedangkan Anak teman bu Sania langsung terpesona melihat ketampanan Paujan, saat ini mereka sudah berkumpul diruang tamu, karena merasa tidak nyaman selalu diperhatikan oleh gadis tamu Mama dia, Paujan berpamitan mau berkumpul dengan keluarga mereka yang lain, tapi bu Sania melarang Paujan pergi.


"Sudah kamu disini saja, temani Winda ajak dia bercerita biar dia gak bosan disini," ujar bu Sania sengaja agar Anak dia bisa dekat dengan Anak teman dia.


Karena segan meninggalkan tamu Mama dia Paujan tidak jadi pergi ia bertahan duduk ikut berkumpul bersama teman Mama dia, sementara Winda mencoba mengakrabkan diri kepada Paujan tapi usaha dia sia-sia setiap Winda bertanya Paujan menjawab seperlunya saja, Winda merasa kecewa dengan sikap Paujan seperti itu.


**


Hari ini adalah hari bahagia Vania dan Parel sekarang Vania dan Parel resmi menjadi sepasang suami istri, resepsi pernikahan Vania dan Parel sangat meriah, senyum sepasang suami istri yang baru menikah itu terus saja mengembang sepanjang pesta mereka.

__ADS_1


Sementara itu Rido selalu mengawasi istri dia sepanjang pesta berlangsung ia takut hal serupa akan terulang lagi kalau Ika bertemu dengan mantan mertua dia, walau ia sudah mewanti-wanti dari rumah tetap saja Rido takut, karena ia tau istri dia tidak bisa menahan emosi kalau ada persoalan.


Tidak jauh dari Rido, Radit juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Rido, ia juga mewanti-wanti ibu dia agar tidak lagi membuat keributan di pesta itu.


__ADS_2