Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 120


__ADS_3

Acara pertunangan Parel berjalan lancar, acaranya sangat meriah, Parel terlihat bahagia senyum dia terus mengembang selama acara pertunangan dia, lain halnya dengan Rio, ia terus curi-curi pandang kepada Rini dan selalu ambil kesempatan untuk dekat dengan Rini, Rido memperhatikan tingkah Papanya, hanya tersenyum ia legi sendiri melihat Papa dia seperti itu, Rio tidak menyadari kalau tingkah dia diperhatikan Anak dia sendiri.


"Bang, calon istri bang Parel cantik ya," ucap Ika memuji calon kakak ipar dia.


"Iya," jawab Rido singkat, ia tidak terlalu memperhatikan wajah calon istri Parel karena sibuk memperhatikan Papa dia, tapi karena Ika bicara seperti itu Rido mengiyakan walau ia tidak memperhatikan orang yang dikatakan istri dia cantik.


"Cantikan mana aku apa calon istri bang Parel?" kata Ika ingin dipuji suaminya.


"Iya cantik," jawab Rido, Ika heran kenapa jawaban suami dia tidak sesuai apa yang dia harapkan.


"Abang dengar apa tidak sih apa yang Ika bilang," ujar merasa penasaran.


"Dengar," jawab Rido tapi ia sibuk memperhatikan yang Papa dia dan Mama dia, Ika mengikuti pandangan suami dia, setelah Ika melihat apa yang dipandang suami dia, ia paham kalau suami dia dari tadi tidak fokus dengan perkataan dia.


"Aku sana dulu," Ika pamit karena merasa diacuhkan suami dia.


"Iya," jawab Rido singkat, Ika semangkin kesal karena suami dia tidak perduli sama dia, Ika pergi menghentakkan kali dia sangking kesalnya, ia berjalan cepat menuju tempat Ibu dia dan Parel, karena tidak memperhatikan jalan dia, Ika menabrak orang lain.

__ADS_1


"Maaf aku tidak sengaja," ucap Ika merasa bersalah, tapi setelah ia melihat siapa yang dia tabrak rasa bersalah dia menghilang yang ada rasa semakin marah, tapi ia mencoba mengontrol emosi dia.


"Sedang apa kamu disini? mana cucu saya," ucap bu Risma ibu Radit, Ika malas menanggapi perkataan bu Risma ia pergi dari hadapan bu Risma tanpa menjawab, bu Risma sangat kesal melihat sikap Ika, lalu ia mengejar Ika, setelah bu Risma sampai didekat Ika, ia menarik tangan Ika, Ika yang malas berdebat dengan bu Risma menghempaskan tangan bu Risma yang menjegal dia, lalu pergi bu Risma akhirnya mengalah karena banyak orang yang melihat mereka, ia takut nama baik dia tercoreng karena pertengkaran dia dan Ika.


Ika mendatangi Ibu dia, setelah sampai didekat ibunya Ika mengadukan perbuatan bu Rukma kepada ibu dia.


"Sudah tidak perlu ditanggapin, ini hari bahagia abang mu, jangan cari masalah tidak baik dilihat orang lain," nasehat bu Ati agar Ika tidak lagi menanggapi bu Risma.


"Tapi Ika kesal bu, Nenek lampir itu sangat menyebalkan," ujar Ika sangking kesalnya kepada bu Risma.


"Hus, tidak baik bicara seperti itu, tuh lihat Anakmu jangan duduk diam saja disini suamimu kerepotan mengasuh mereka," ucap bu Ati sambil menunjuk Rido bersama Diba dan Wiah, Ika kembali ketempat suami dia duduk.


"Aku ketempat Ibu, abang sih dari tadi aku ajak bicara malah asik dengan yang lain," jawab Ika sambil menerima Wiah.


"Apa iya sih," kata Rido karena tidak merasa mengabaikan istri dia.


Tiba-tiba Wiah menangis Ika berusaha menenangkan agar Wiah diam, karena Wiah tidak kunjung diam Ika membawa Wiah ketempat agak sunyi mungkin Wiah tidak nyaman ditempat ramai, Rido mengikuti istri dia yang membawa Wiah sambil menggendong Diba.

__ADS_1


"Kenapa Wiah tidak mau diam, sini sama Papa," ujar Rido sambil mengambil Wiah dari gendongan Ika, sedangkan Diba diturunkan dilantai Ika dan Rido sibuk mendiamkan Wiah, Dina berjalan ketempat keramaian itu kembali, Diba memang suka ditempat keramaian berbeda dengan Wiah yang tidak suka tempat keramaian, Rido dan Ika tidak menyadari kalau Diba sudah pergi dari dekat mereka.


Diba berjalan kesana kemari, ia sangat senang karena bisa bebas tidak ada yang melarang dia, ia melihat Papa dia ada disitu lalu ia berjalan mendekati, sesampainya ia didekat Papa dia, ia menarik-narik celana Radit, Radit merasa ada yang menarik celana dia segera melihat Alangkah terkejutnya dia melihat Anak dia berada didekat dia, lalu Radit menggendong Diba, sambil memperhatikan semua tamu yang datang karena ia yakin kalau Diba datang bersama Ika, tapi Radit tidak melihat Ika atau pun Rido lalu ia bertanya,


"Diba datang sama siapa Nak?" kata Radit sambil mencium pipi diba yang kelihatan menggemaskan.


"Mama," jawab Ika sambil menunjuk arah dimana Ika dan Rido berada, Radit melihat yang ditunjuk anak dia, tapi Radit tidak melihat siapa-siapa disana, karena Rido dan Ika dibalik tembok.


"Itu siapa Dit?" kata bu Risma karena penasaran.


"Anakku," jawab Radit, bu Risma senang karena sudah bisa berjumpa dengan Diba, sudah lama ia tidak bisa melihat Diba karena hubungan dia dengan Ika memburuk saat ia mau mengambil Diba dari Ika, sekarang wajah Diba sudah berubah karena itu bu Risma tidak mengenali Diba lagi.


Bu Risma segera menggendong Diba, saat Radit dan bu Risma melepas rindu kepada Diba Wulan datang membawa Anak dia, lalu menyerahkan Anak dia ke Radit mungkin ia merasa cemburu melihat suami dan mertua dia terlihat bahagia bersama Diba, Radit menerima anak dia.


"Ini adik diba sini cium adik dulu," ucap Radit lalu mendekatkan Diba kepada anak dia bersama Wulan, semenjak Wulan melahirkan dia tidak pernah lagi ikut berkunjung kerumah Ika kalau Radit menjumpai Diba, karena itu Diba baru pertama jumpa dengan Adik dia lain ibu, Anak kedua Parel bersama Wulan berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Abimanyu dipanggil Abi, Diba mencium adik dia, ia memang suka melihat anak kecil.


Sementara itu Ika dan Rido baru menyadari kalau Diba sudah tidak ada lagi didekat mereka, seketika mereka berdua panik, mereka menyerahkan Wiah kepada Rini karena Wiah sudah tidur mereka semua mencari Diba.

__ADS_1


Sedangkan Diba sangat senang bersama adik dia, Radit melihat kedua anak dia merasa terharu, tidak terasa air mata dia menetes mengingat Leo, rasa penyesalan yang sangat dalam mengingat anak pertamanya itu, ia selalu berdoa dimana pun Leo berada selalu dalam keadaan baik-baik saja.


"Maafkan Papa Nak, karena ulah Papa kamu tidak dapat kasih sayang dari kedua orang tua yang lengkap, seandainya waktu bisa diputar aku tidak akan meninggalkan Mamamu," ucap Radit dalam hati ia buru-buru menghapus air mata dia yang menetes, ia tidak mau kalau sampai orang lain melihat ia bersedih mengingat anak dia yang tidak dapat ia sentuh.


__ADS_2