
''Maafkan Ayu bule, Ayu juga sudah memikirkan ke adaan bang Rido,''jawab Ayu.
''Bohong kamu! kalau memang kamu perduli dengan keadaan Rido kamu tinggalkan dia,''ucap Rini.
''Apa apaan kamu Rin, jaga bicaramu Ayu ini menantumu jangan kau mencoba memisahkan mereka kalau harus tau kebahagian Rido adalah bersama Ayu, kalau kau sayang anak mu terima Ayu sebagai menantu mu!" Kata bu Aini, ia mendengar apa yang dikatakan Rini ke Ayu, ia tidak menyangka kalau Rini bicara seperti itu.
''Ibu selalu membela Ayu, ibu harus tau yang menyebabkan bapak meninggal adalah Ayu dan sekarang Rido punya penyakit setelah menikah dengan Ayu, Ayu ini pembawa sial, aku tidak mau kehilangan anak ku karena hidup bersama Ayu," ujar Rini.
''Mereka sudah menikah tidak mungkin mereka harus berpisah hanya karena dengan alasan mu yang tidak masuk anak itu,''tutur bu Aini.
''Rido itu anak ku bukan anak ibu, aku lebih berhak atas anak ku, kalau Ayu tidak mau berpisah dengan Rido, aku yang akan berpisah dengan anak ibu, aku akan bawa anakku jauh dari kalian,''kata Rini membentak ibu mertuanya.
Bu Aini merasa dadanya sesak mendengar perkataan menantunya, ia tersungkur ke lantai dan tergeletak tidak berdaya, Ayu yang melihat neneknya terjatuh segera berlari mendekat ke bu Aini, Rini juga terkejut melihat mertuanya terjatuh kelantai ia lupa kalau mertuanya punya penyakit jantung, setelah melihat mertuanya terjatuh ada rasa penyesalan di hati dia, yang tidak bisa menahan amarah dia tadi.
''Bule tolong nenek, Ayu takut kalau nenek Kenapa-kenapa,'' ucap Ayu ia takut melihat neneknya sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
''Kamu disini dulu, bule panggil pak Lek,''kata Rini, Ayu menganggukkan kepalanya, lalu Rini pergi ke ruangan Rido dirawat.
**
Saat ini bu Aini sedang diperiksa dokter keluarga sedang cemas menunggu di luar ruangan pemeriksaan, sedangkan Ayu menjaga suaminya, Ayu memikirkan keadaan neneknya juga memikirkan perkataan bulenya tadi, Rido memperhatikan istrinya yang kelihatan banyak pikiran ia mengelus kepala istrinya.
''Sudah dek, jangan terlalu dipikirkan nenek pasti Baik-baik saja,''ucap Rido.
''Iya bang, abang tidur saja biar Ayu temani,'' kata Ayu ia tidak mau kalau Rido tampah sakit karena kurang istirahat.
''Ayu tidur di dekat Leo saja, biar abang bisa istirahat tidak terganggu, kalau Ayu tidur disebelah abang nanti abang tidak nyaman tidurnya karena sempit,'' kata Ayu.
''Malah kok adik jauh tidurnya, abang tidak bisa tidur,'' ujar Rido, terpaksa Ayu menurut agar Rido mau tidur, mereka tidur, Rido menyuruh Ayu memeluk dia, Ayu menurut saja biar Rido tertidur mereka tidur berpelukan.
Terdengar suara ribut-ribut Ayu terbangun mendengar suara ribut-ribut itu, Ayu melihat bule Rini juga bude Ria menangis mereka berdebat dengan pak lek nya.
__ADS_1
''Kalau mas masih memilih Ayu untuk jadi istri Rido, Rini akan bawa Rido jauh dari mas, karena Rini tidak mau kalau anak ku meninggal karena kena sial Ayu,'' ujar Rini.
''Iya do, kau lihat kan setelah Ayu bersama kita legi ibu meninggal, jangan sampai Rido juga mengalami nasib yang sama dengan kedua orang tua kita juga dengan almarhum lia hiks..hiks hiks,''kata Ria.
Ayu mendengar perkataan mereka jadi sedih, tapi ia mencoba menahan rasa sakit yang ia rasakan dengan penolakan mereka.
''Sudah nanti Rido sama Ayu dengar, aku mau mendatangi mas Pajar kalian berkemas setelah selesai mengurus semuanya kita segera pulang membawa jenazah ibu,''ucap Rio, lalu ia pergi mendatangi pak Pajar yang lagi mengurus ke pulangan jenazah bu Aini.
Sedangkan Ayu masih pura-pura tidur, agar bule Rini juga bude Ria tidak tau kalau ia sudah mendengar perkataan mereka.
''Kakak harus bantu Rini untuk meyakinkan mas Rio, kalau Ayu harus kita usir dari keluarga kita, karena Ayu itu pembawa sial, kakak lihat kan baru sehari Ayu kembali ke keluarga kita sudah ada yang meninggal,selama ini Rido tidak pernah sakit, tapi setelah menikah dengan Ayu dia langsung sakit, kurang bukti apa lagi kalau Ayu itu pembawa sial,'' kata Rini.
''Iya sih, tapi kakak tidak berani kalau ada mas Pajar, kau tau sendiri kalau mas Pajar sangat menyayangi Ayu, kalau kakak ikut mendukungmu di depan mas Pajar, pasti mas Pajar tersinggung,''ucap Rini.
''Tapi Rini takut kalau Rido Kenapa-napa apalagi sebentar lagi Rido mau dioperasi, membayangkan hal yang tidak diinginkan terjadi menari-nari dipikiran Rini kak,''Rini berkata dengan dana cemas.
__ADS_1
''Iya kakak ngerti apa yang Rini rasakan, nanti saja kita cari jalan keluarnya,''ujar Ria, mencoba menenangkan Rini yang lagi cemas memikirkan keadaan anaknya.