Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 94


__ADS_3

Hari-hari telah terlewati kini kehamilan Ayu sudah memasuki bulan sembilan, walau ia hamil besar ia tetap bekerja membuat kue dititipkan di warung-warung.


Sementara Rido saat ini selalu dijodohkan mama dia kembali dengan Ika, Ika juga selalu datang kerumah Rido dengan berbagai alasan, tapi Rido tidak terlalu menanggapinya di hati Rido masih mencintai Ayu walau ia berusaha keras untuk melupakan Ayu tetap saja tidak bisa melupakan Ayu.


Hari ini Ika datang kerumah Rido bersama anak dia, Ika sudah melahirkan anak perempuan diberi nama Adiba Afsheen dipanggil diba, usia Diba baru dua bulan, Ika datang karena disuruh Rini, Rini sekarang sering ke Jakarta semenjak Rido dioperasi, ia takut penyakit Rido kembali kambuh karena itu ia sering berkunjung kerumah Rido.


Ika sangat senang karena dia dapat dukungan dari Rini untuk menjadi istri Rido, Ika membawa makanan kesukaan Rido juga kesukaan calon ibu mertua dia.


"Assalamualaikum," ucap Ika sebelum masuk rumah Rido.


"Wa, alaikumsalam," jawab Rini dari dalam, lalu Rini menyuruh Ika masuk, Ika menyerahkan yang ia bawa, melihat apa yang Ika bawa Rini senang.


"Wah kamu tau aja kesukaan ibu, kamu memang calon mantu ibu yang sangat pengertian, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot bawa makanan segala, anak kamu masih kecil kan repot bikin kue sambil ngasuh anak," ujar Rini.


"Tidak apa-apa bu, aku malah senang buat kue untuk ibu juga bang Rido, Diba juga tidak rewel pas aku buat kue, mungkin dia tau mama dia masih buat kue untuk neneknya," jawab Ika.


"Wah cucu Oma baik ya, sini Oma gendong," kata Rini, Ika menyerahkan Diba ke Rini, Rini segera menerima Diba ia menimang-nimang Diba, Dina tertawa melihat Diba tertawa Ika dan Rini senang mereka juga ikut tertawa, sedang asik mereka bermain dengan Diba, terdengar suara mobil Rido Ika segera merapikan penampilan dia, Ika ingin terlihat sempurna di hadapan Rido.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap Rido sebelum masuk rumah dia, setelah ia masuk ia melihat Ika dan ibu dia sedang duduk diruangan tamu, dengan berat hati Rido menyapa Ika, ia segan kalau tidak menyapa, Rido mendatangi mereka Rido mengambil tangan ibu dia dan menyelam dan menciumnya.


"Sudah lama kamu datang," tanya Rido basa-basi ke Ika, lalu Ika menjawab


"Belum bang, Ika baru sampai," kata Ika dengan gugup, jantung Ika sudah berdebar dari Rido masuk rumah tadi.


"Do, Ika bawa kue kesukaan mu, rasanya enak do, coba kamu cicipi Ika pandai buat kue, beruntung yang mendapatkan Ika, sudah cantik pandai masak, komplit deh," kata Rini membanggakan Ika.


"Ibu terlalu berlebihan memuji aku, aku tidak ada apa-apanya dibanding perempuan diluar sana," jawab Ika merendah.


"Kamu tidak jadi makan kue yang dibawa Ika," tanya Rini.


"Nanti saja ma," jawab Rido sambil berjalan ke kamar dia, melihat sikap Rido yang tidak sesuai yang diharapkan Ika kecewa.


Sudah sering Rido mengabaikan Ika, tapi Ika tetap gigih mendekati Rido, Rido sebenarnya tidak suka melihat Ika sering datang kerumah dia, ia tau kalau Ika masih suka sama dia, tapi Rido tidak berani untuk melarang Ika datang kerumah dia, sebab mama dia yang menyuruh Ika datang, Rido sengaja berlama-lama dikamar ia malas keluar kamar karena, karena Ika masih balum pulang, terdengar suara mama dia memanggil dari luar, terpaksa Rido keluar.


"Do, kamu ngapain di kamar terus," kata Rini setelah Rido kuat dari kamar.

__ADS_1


"Aku ketiduran ma," jawab Rido beralasan.


"Sana kamu makan, setelah makan kamu anterin Ika pulang, kasihan dia pulang bawa Diba malam-malam begini," ujar Rini, terpaksa Rido mengantar Ika ia kasihan melihat Diba masih kecil harus dibawa naik sepeda motor pulang malam-malam takutnya Diba masuk angin, dalam hati Rido," Sudah tau punya anak kecil malah dibawa keluyuran mana pulang malam lagi merepotkan saja," Rido membatin.


Ika sangat senang karena Rido mau mengantarkan dia pulang dalam hati Ika membatin," Semoga saja aku sama bang Rido semakin dekat, aku harus mengatakan isi hatiku sama bang Rido nanti saat sampai dikontrakan," dalam hati Ika.


"Ayo aku antar," kata Rido.


"Abang tidak makan dulu?" tanya Ika.


"Nanti saja setelah mengantar mu, keburu kemalaman kasihan Diba takutnya dia masuk angin," jawab Rido.


"Ya sudah aku pamit sama ibu dulu," kata Ika.


"Iya aku tunggu di mobil," jawab Rido.


Rini sengaja meninggalkan mereka pergi ke kamar dia agar Ika dan Rido bisa lebih dekat, Ika mendatangi Rini ke kamarnya Ika berpamitan, setelah berpamitan Ika pulang diantar Rido.

__ADS_1


__ADS_2