
Rido terjatuh dari tempat tidur, ia membuka mata dia lebar-lebar karena merasa sakit badan dia akibat terjatuh, lalu ia bangun dari lantai kembali naik ketempat tidur dia, ia melihat jam dinding masih pukul 02.30 wib dini hari, ia heran kenapa ia bisa bermimpi seperti itu, baru kali ini dia bermimpi seperti itu.
"Ya Allah pertanda apa mimpi ku itu," ucap Rido sambil berpikir, lalu ia bangun dari tempat tidur pergi ke kamar mandi, ia wudhu setelah itu ia shalat.
**
Pagi harinya Rido dikejutkan dengan kedatangan Ika, ia heran kenapa Ika datang pagi-pagi sekali kerumah dia, padahal ia sudah memberitahu Ika agar tidak lagi datang kerumah dia.
"Wah cucu Nenek datang," ucap Rini menyambut Ika dan diba dengan hati gembira.
"Iya Oma, kami kemari mau minta tolong sama bang Rido," kata Ika.
"Bapak dikampung saat ini sedang sakit, Ika mau minta tolong bang Rido antar Ika kerumah bapak," ujar Ika.
"Abang tidak bisa, kerjaan abang banyak, suruh orang lain saja yang antar Ika," jawab Rido menolak.
"Tidak ada yang bisa Ika minta tolongin selain abang, kalau Ika naik bus kasihan Diba masih kecil takut dia tidak bertah kalau naik bus," jawab Ika.
"Iya Do, kasihan Diba kalau naik bus, lagian kamu hari ini libur," kata Rini mendukung permintaan Ika.
__ADS_1
"Aku banyak kerjaan ma, mama tau sendiri kalau Rido hari Minggu tetap kerja walau kerjanya dirumah," jawab Rido.
"Aku mohon bang, mungkin ini terakhir kalinya Ika melihat bapak, bang Parel tadi ngabari kalau kondisi bapak semakin lemah, hiks..hiks..hiks," ucap Ika samb menangis.
"Aku tidak mungkin pergi bersamamu sementara kita bukan suami istri, aku tidak mau kalau kita jadi jadi bahan omongan orang-orang nantinya," jawab Rido.
"Kalau begitu mama ikut, agar tidak jadi fitnah," kata Rini.
Rido tidak bisa menolak lagi karena mama dia sudah memaksa, ia juga kasihan melihat Ika harus pergi membawa Diba yang masih kecil, mereka akhirnya pergi berempat.
Sesampainya mereka dirumah sakit tempat pak Adi dirawat mereka melihat bu Ati sudah menangis tersedu-sedu dipeluk Parel, Ika semangkin cemas melihat ibu dia menangis lalu ia mendekat.
"Ibu tidak boleh bicara seperti itu, kita doakan agar bapak kembali sehat," kata Ika.
Rido menyalami Parel juga bu Ati begitu juga dengan Rini, ia juga ikut menyalami mereka, Rini mencoba menenangkan bu Ati, bu Ati terus gelisah memikirkan kondisi suami dia.
Ika masuk keruangan bapak dia, ia menitipkan anak dia ke Rini, sementara Rido dan Parel berbincang-bincang.
"Sabar Rel, doakan aja agar bapakmu cepat sembuh," kata Rido menasehati.
__ADS_1
"Aku gak yakin bapak akan sembuh Do, dari kemarin semenjak aku sampai ia terus berpesan menitipkan ibu dan juga Ika ke aku, tadi malam juga aku mimpi kalau bapak pergi pakai baju putih, aku coba memanggil tapi bapak tidak mau melihatku bapak terus berjalan kedepan," tutur Parel, Parel sudah satu Minggu pulang kampung menjaga bapak dia yang sedang sakit.
"Mimpi itu cuma bunga tidur, tidak ada kaitannya dengan keadaan bapakmu, mungkin saja kamu mimpi karena kamu kepikiran terus dengan bapak mu," ujar Rido.
"Mungkin juga, makasih ya sudah mau mengantar Ika kemari," kata Parel.
"Kamu tidak perlu berterimakasih Rel, sudah sewajarnya teman membantu teman sendiri," jawab Rido, padahal ia sebenarnya malas mengantar Ika, karena ibu dia yang memaksa ia jadi mau mengantar Ika.
Rido malas mengantar Ika bukan karena dia Keberatan masalah waktu juga uang, ia keberatan karena Ika selalu mendekati dia, dan selalu berharap ke dia, karena itu Rido malas.
Sedang asik berbincang Rido dan Parel, Ika datang menyuruh Rido masuk ruangan pak Adi.
"Bang, bapak mau bicara sama abang," kata Ika ke Rido, Rido terkejut dan bertanya-tanya kenapa dia yang dipanggil.
"Mau apa bapak, biar abang saja," ucap Parel, merasa tidak enak sama Rido.
"Bapak mau bicara saja bukan apa-apa," jawab Ika, lalu Rido bangun dari duduk dia, iapun masuk ruangan pak Adi.
Sementara Parel dan ibunya merasa heran dan bertanya-tanya apa yang mau dibicarakan bak Adi ke Rido.
__ADS_1
Rido duduk di kursi sebelah pak Adi, ia memperhatikan wajah pak Adi yang terlihat pucat, lalu Rido menyapa pak Adi, pak Adi tidak menyadari kehadiran Rido, setelah mendengar Rido memanggil dia baru pak Adi tau Rido sudah ada disebelah dia.