
Pagi ini pak Pajar mengajak istrinya ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian dimana mereka saat sehari kematian bu Parida.
''Ma,bersiaplah kita mau pergi ke kantor polisi!" kata pak Pajar mengajak istrinya.
''Untuk apa kita kesana?" tanya Mawar karena tidak mengerti.
''Memberi keterangan atas meninggalnya Ibu,'' jawab pak Pajar menjelaskan.
''Papa bicara apa mama gak ngerti?" tanya Mawar lagi karena belum mengerti.
''Papa melaporkan ke polisi atas meninggalnya ibu, jadi kita disuruh kekantor polisi hari ini untuk dimintai keterangan," jawab pak Pajar.
Mawar yang baru mengetahui pelaporan suaminya itu terkejut, ia takut kalau mereka mengetahui dialah pelakunya yang meracuni ibu mertuanya walau bukan niat dia meracuni ibu mertuanya tapi itu sama saja pikir Mawar, wajah Mawar pucat ia mulai khawatir dan gelisah.
Mampus aku bagai ini jangan sampai aku ketahuan yang meracuni ibu, tapi aku harus gimana agar mereka tidak mengetahui kalau aku pelakunya, aku harus cari cara agar aja tidak ketahuan, aku tidak mau sampai mendekam di penjara." Mawar terus saja memikirkan cara untuk bisa lolos dari jerat hukum.
''Cepat Ma! malah melamun lagi," tegur pak Pajar karena Mawar masih tidak pergi untuk bersiap.
Mawar tersadar dari lamunan dia setelah mendengar suara suaminya.
''Ya Pa,"jawab Mawar, lalu ia pergi ke kamarnya, sesampainya di kamar Mawar mondar mandir dilamarnya memikirkan cara bagai mana nanti ia menjawab di kantor polisi.
''Halo, ada apa Ma?"tanya Fikri.
''Fik, tolong Mama, Papa melaporkan kematian Nenek Parida ke polisi, hari ini Papa mengajak Papa ke kantor polisi memberikan kesaksian, mama takut salah bicara bagai mana ini?" kata Mawar dengan penuh kecemasan.
''Mama tenang dulu, gak usah panik, kemarin mama menceritakan ke Fikri kalau yang membuat jus itu Bibi,'' ujar Fikri.
''Iya Bibi yang membuat jus itu,'' jawab Mawar.
''Mama bisa mengelak dan menyudut kan Bibi agar Bibi yang jadi tersangka bukan mama,'' kata Fikri memberi ide.
''Iya ya, kok Mama bisa lupa,'' kata Mawar, ia lumayan tenang setelah mendengarnya.
''Mama harus tenang gak usah panik, apa lagi kalau di kantor polisi, mama harus setenang mungkin agar polisi tidak curiga kepada mama,'' ucap Fikri memberi pengarahan.
__ADS_1
''Ya Fik, mama usahakan agar mama tidak panik,'' jawab Mawar.
Sedang asik Mawar dan Fikri bercerita, suara pak Pajar memanggil dari luar.
''Ma! buruan nanti kita kesiangan,'' kata pak Pajar.
''Iya pa," jawab Mawar, ia memutuskan teleponnya, ia buru-buru berkemas setelah selesai berkemas Mawar keluar dari kamar mendatangi suaminya.
''Lama kenapa mama bersiapnya?" tanya pak Pajar.
''Mama tadi sakit perut Pa, jadi mama lama dikamar mandi,'' jawab Mawar beralasan.
''Ya sudah, ayo kita berangkat,'' ujar pak Pajar.
''Tunggu dulu Pa, mama mau titip rumah ke Bibi,'' ujar Mawar ia belum tau kalau Bibi sudah di kantor polisi, karena mulai semalam ia sibuk dengan tamu mereka yang datang.
''Bibi sudah di kantor polisi sejak semalam, apa mama tidak tau?" tanya pak Pajar.
''Mama tidak tau Pa, pantesan mama tidak lihat mulai semalam,'' jawab Mawar.
Mereka pergi kekantor polisi, Mawar lumayan tenang karena Bibi sudah ditahan di kantor polisi, kemungkinan ia akan lolos dari jerat hukum.
''Sesampainya mereka di kantor polisi, mereka diperiksa secara terpisah, pak Pajar diperiksa selama tiga jam.
Sedangkan Mawar belum tau jam berapa selesai diperiksa.
Pak Pajar sudah selesai diperiksa ia menunggu Mawar selesai diperiksa, tapi sudah dua jam lamanya ia menunggu Mawar, tapi Mawar tidak kunjung selesai diperiksa, karena merasa bosan pak Pajar pulang sebelum pulang ia berpesan ke salah satu polisi, kalau istrinya selesai diperiksa ia ditelepon memberitahu agar ia bisa menjemput istrinya.
Sesampainya pak Pajar dirumah, ia ditanyai oleh keluarganya, mereka sudah dari tadi menunggu kabar mengenai kasus almarhum bu Parida, apa lagi pak Pajar pulang sendiri.
''Bagai mana Jar, ada perkembangan dengan kasus pembunuhan ibu mu?" tanya Prapto, paman pak Pajar.
''Belum tau paman, aku cuma diperiksa selama tiga jam, setelah itu aku menunggu istriku diperiksa, tapi karena istriku tidak selesai-selesai diperiksa aku bosan aku pulang belum ada penjelasan dari polisi." Tutur pak Pajar.
''Paman heran kenapa istrimu lebih lama diperiksa?" tanya Prapto paman pak Pajar.
__ADS_1
''Entahlah paman, aku sudah capek memikirkannya.'' jawab pak Pajar sedang asik mereka berbincang pak Pajar mendapat telepon dari kantor polisi, ia disuruh datang kesana, ia pun pergi ke sana, sesampai ia di kantor polisi, polisi menjelaskan siapa pelaku yang meracuni bu Parida.
"Begini pak, kami sudah menemukan siapa pelakunya yang meracuni almarhum bu Parida," kata polisi memberitahu.
"Jadi sudah ada tersangka Pak?" tanya pak Pajar penasaran.
"Iya pelakunya istri Bapak," jawab polisi.
Pak Pajar terkejut mendengar apa yang disampaikan polisi, tangan pak Pajar gemetar menahan rasa marah bercampur sedih yang ia rasakan saat ini.
"Apa alasannya meracuni ibuku?" tanya pak Pajar ingin tau.
"Alasannya karena cemburu, istri bapak bukan ingin meracuni ibu bapak tapi ia ingin meracuni anak angkat bapak yang bernama Ayu, istri bapak mencurigai kalau bapak ada hubungannya terlarang sama anak angkat Bapak," jawab polisi menjelaskan.
Pak Pajar lebih terkejut mendengar alasan istrinya ingin meracuni Ayu, rasa bersalah pak Pajar timbul karena tidak jujur kepada istrinya tentang masalah Ayu.
"Ya Allah aku gagal menjadi seorang pemimpin di rumah tanggaku, aku gagal menjadi suami aku juga gagal menjadi seorang ayah keluarga ku hancur berantakan, anakku hamil tidak punya suami sekarang istriku masuk penjara karena ingin membunuh anakku, aku suami yang tidak bisa membimbing istri ku juga anakku, ini semua yang terjadi salahku tolong maafkan kesalahan anak juga istri ku ya Allah." kata pak Pajar dalam hati meminta ampun kepada Allah SWT.
"Saya permisi dulu, sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya karena sudah mau bekerja keras untuk menemukan pelaku yang meracuni almarhum ibuku," ucap pak Pajar kepada polisi.
"Itu sudah menjadi kewajiban kami mencari pelakunya," jawab polisi.
"Saya permisi dulu Pak," ujar pak Pajar pamit.
"Silahkan," jawab Polisi sambil mengarahkan tangannya.
Lalu pak Pajar keluar dari ruangan itu, pak Pajar termenung ia bingung apa yang harus ia lakukan, apa lagi kalau keluarganya nanti bertanya ia bingung mau jawab apa.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Hai para pembaca setia cerita AYU YG MALANG. ikuti terus ya dan jangan lupa
dukung juga dengan cara beri like dan..
komen di bawah ini, 👇👇👃👃
__ADS_1