
"Kalian harus menikah malam ini juga, kalau tidak kalian bisa tinggalkan kampung ini, percuma dokter menjelaskan, kenyataannya doktor ada dirumah Ayu, tidak wajar seorang laki-laki dewasa berada dirumah perempuan dewasa, apa pun alasannya itu tidak wajar, apa lagi ini sudah tengah malam," keputusan pak RT.
"Tapi pak," ucap Ayu terhenti karena dokter Paujan menahan Ayu berbicara.
"Baik pak, kami akan menikah malam ini juga," kata dokter Paujan.
Mendengar pertanyaan Paujan, Ayu menggelengkan kepala dia, ia tidak mau kalau Paujan yang jadi kena impas permasalahan dia, sementara Paujan senang menikah dengan Ayu, karena dia memang suka sama Ayu.
"Ya sudah dokter panggil keluargamu kemari, Ayu siapa wali nikahmu?" ujar pak RT.
Ayu terdiam ia masih berat harus menikah dengan Dokter Paujan, ia juga bingung siapa wali dia.
"Saya tidak munya keluarga, orang tua saya sudah meninggal dunia, jadi saya tidak punya wali," jawab Ayu, setelah mengatakan itu, dada Ayu terasa sesak, air mata dia menetes tidak bisa ditahan, ia sedih mengingat perjalanan hidup dia.
Melihat Ayu menangis, dokter Paujan mengelus bahu Ayu, agar Ayu tenang, lalu dokter Paujan berkata,
"Ya sudah bapak yang jadi waki Ayu," kata pak RT, karena merasa kasihan melihat Ayu.
Malam itu Ayu dan Paujan menikah, mereka menikah secara agama saja, karena waktunya mepet, setelah selesai menikahkan Ayu dan Paujan, pak RT pulang bersama para bapak-bapak dan ibu-ibu yang melabrak Ayu dah Paujan, Ayu canggung berduaan dengan dokter Paujan, ia diam saja tidak tau harus berkata apa.
Melihat Ayu diam saja Paujan melukai pembicaraan,
"Aku tidur dimana?" kata Paujan, sontak Ayu terkejut dengan perkataan Paujan, Paujan juga terkejut mengapa dia bisa berkata seperti itu," Bodoh ngapain sih bahas tidur, Ayu saja masih belum membuka hatinya dasar bodoh, pasti Ayu mengira aku mau minta malam pertama," ucap Paujan didalam hati.
__ADS_1
"Kamu tidur dikamar saja, biar aku tidur disini," ucap Paujan.
"Iya," kata Ayu singkat ia masih canggung bicara kepada Paujan, lalu Ayu pergi mengambil selimut dan bantal lalu memberikannya ke Paujan, Paujan menerimanya, lalu mereka tidur berpisah, Ayu tidur dikamar sedangkan Paujan tidur diruangan tamu, Paujan tidak bisa tidur, karena ia tidak terbiasa tidur dilantai, juga tidak terbiasa tidur tidak pakai AC, Paujan membolak balikkan badan dia kesana kemari mencari yang aman untuk tidur, dia hanya beralaskan selimut, itu yang membuat dia susah tidur.
Sementara Ayu juga sama seperti Paujan, ia gelisah memikirkan bagai mana kehidupan mereka selanjutnya, apa pernikahan mereka akan berjalan seperti pernikahan orang lain pada umumnya, atau hanya sementara untuk menghindari amukan para tetangga dia, Ayu tau diri dia tidak pantas bersanding dengan Paujan dari segi apapun, karena itu Ayu tidak berharap lebih untuk hubungan mereka.
Sedang asik melamun Adnan bangun dan menangis karena Adnan nangis Adela ikut nangis, Ayu tersadar dari lamunan dia karena mendengar suara Anak dia, buru-buru Ayu mendiamkan mereka, Paujan mendengar Anak Ayu menangis keduanya, masuk kekamar Ayu, kebetulan Ayu sedang menyusui Adnan, Ayu segera membalikkan badan dia, sementara Paujan terkejut melihat Ayu sedang menyusui Anak dia, Paujan mengutuk kebodohan dia yang masuk tanpa permisi, ia jadi salah tingkah, lalu berkata,
"Maaf aku masuk tidak permisi, aku kira kamu belum bangun," kata dokter Paujan, ia menjelaskan agar Ayu tidak salah paham, sementara Adela terus saja menangis, Ayu mencoba menenangkan Adela sambil berkata,
"Tidak apa-apa," jawab Ayu, melihat Ayu kerepotan mendiamkan Anaknya, Paujan mengambil Adela, ajaibnya Adela langsung terdiam membuat Ayu dan Paujan heran, setelah selesai menyusui Adnan, Ayu keluar dari kamar mendatangi Paujan yang sedang menggendong Adela.
"Sini Mas, Asela Mas tidur saja," kata Ayu sambil mengambil Adela dari gendongan Paujan.
"Adnan mana?" kata Paujan.
"Iya," jawab Paujan, lalu Ayu kekamar sedang kan Paujan diluar.
Pagi-pagi sekali Leo terbangun dari tidur dia, ia terbiasa bangun cepat karena ia menjaga adiknya kalau pagi menunggu pergi sekolah, ia melihat Mama dia masih tertidur, ia heran kenapa Mama dia belum bangun padahal sudah jam 4.30 wib, Leo panik ia mengira kalau Mama dia kesiangan lalu ia buru-buru membangunkan Mama dia, padahal Ayu baru saja tertidur, Ayu terkejut karena merasa ada yang mengguncang badan dia, sontak ia terduduk sangking terkejutnya.
"Ma, kita kesiangan, ini sudah jam 4.30 wib," ucap Leo.
Ayu menarik napas panjang, ia begitu bersyukur memiliki Anak seperti Leo, Leo begitu memahami keadaan mereka, padahal usia Leo belum saatnya mengerti, tapi Leo sudah mengerti dan selalu membantu Mama dia, disaat teman-teman dia bermain ia malah menjaga adiknya.
__ADS_1
"Ma," kata Leo sambil mengguncang badan Ayu, Ayu yang lagi melamun tersadar.
"Hari ini kita tidak jualan," ujar Ayu, Ayu masih bingung bagai mana menjelaskan kepada Leo kalau dia sudah menikah.
"Kenapa Ma, apa Mama sakit?" kata Leo sambil menempelkan tangan dia kening Ayu.
"Mama tidak sakit,," jawab Ayu.
"Kalau kita tidak jualan besok kita makan apa?" ujar Leo, ia begitu cemas kalau mereka tidak bisa makan.
"Tidak apa-apa, hanya hari ini kita libur jualan," jawab Ayu.
"Ya sudah kalau begitu, aku mandi dulu bentar lagi adzan subuh," ujar Leo lalu keluar dari kamar, setelah Leo keluar ia melihat ada orang tertidur diruangan dengan ia tidak bisa melihat wajah orang itu karena ditutup selimut, Leo kembali kekamar lalu bertanya ke mama dia,
"Ma, siapa yang tidur didepan?" kata Leo karena penasaran.
"Dokter Paujan," jawab Ayu, Leo terkejut mendengar perkataan Mama dia, karena dokter Paujan sudah lama tidak main kerumah mereka.
"Kenapa Dokter Paujan tidur dirumah kita?" kata Leo.
"Nanti Mama cerita, kamu mandi saja ini sudah mau keluar waktu," ujar Ayu mengalihkan pembicaraan agar Leo tidak bertanya lagi, Ayu belum ada jawaban untuk pertanyaan Leo, Leo pergi kekamar mandi dengan hati bertanya-tanya, sedangkan Ayu bisa bernapas lega setelah Leo pergi.
Ayu membuat sarapan untuk mereka, sedangkan Leo menjaga adik dia dikamar, Paujan terbangun karena mencium bau masakan, lalu ia pergi kedapur, setelah ia di dapur ia bertanya,
__ADS_1
"Kamar mandi mana?" kata Paujan, Ayu terkejut mendengar suara Paujan lalu Ayu membalikkan badan dia yang dari tadi asik memasak sampai tidak menyadari Paujan berada didekat dia.
"Itu Mas," jawab Ayu singkat karena masih canggung, Lalu Paujan pergi kekamar mandi, setelah Paujan pergi Ayu memegang dada dia yang berdebar kencang saat berdekatan dengan Paujan.