Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 78


__ADS_3

Ayu terdiam mendengar apa yang dikatakan abangnya, di satu sisi ia bersyukur karena Rido mau menjadikan dia istrinya ia tau kalau Rido pasti bisa jadi ayah yang baik untuk Leo, tapi disisi lain ia mengingat bule Rini tidak suka kepadanya, kalau ia menerima Rido jadi suaminya bagai mana perasaan Ika juga pak Adi, kalau ia menolaknya, ia takut kalau jantung neneknya kambuh, ia tidak mau hal serupa terulang kembali seperti almarhum kakeknya meninggal karena dirinya.


''Bagai mana Yu, kamu mau menerima abang sebagai ayah pengganti untuk Leo,'' Tanya Rido kedua kalinya.


''Ayu takut kalau Ayu menerima abang, pak Adi juga Ika akan tersinggung Ayu tidak tega mengingat wajah Ika, ia terlihat sangat mencintai abang, selama ini mereka yang jadi keluarga Ayu disini, mereka juga yang menolong Ayu,''Jawab Ayu.


''Kamu tidak usah terlalu memusingkannya, biar abang yang bicara ke pak Adi, abang akan coba memberi pengertian ke pak Adi, kamu duduk diam saja di rumah biar abang yang mengurus semuanya,'' Ujar Rido.


''Tapi bang." Ucap Ayu terhenti karena Leo datang dengan wajar cemberut.


''Ma, kapan kita perginya, aku sudah dari tadi nunggu di luar, Leo bosan,''Kata Leo.


''Bentar ya sayang, sebentar lagi pembicaraan om sama mama selesai, Leo main saja di kursi itu,''Ujar Rido sambil menunjuk ke arah kursi di dekat mereka, lalu Leo duduk di kursi itu.


''Gimana yu, kamu masukan menerima abang jadi suami mu?'' Tanya Rido kembali, ia bicara hampir berbisik agar Leo tidak mendengar.


''Iya bang Ayu mau,'' Jawab Ayu ikut berbisik.


Leo memperhatikan mamanya dan Rido, ia heran kenapa mereka bisik-bisik pikirnya.


''Tapi bang, kapan kita nikahnya,''Tanya Ayu berbisik lagi.

__ADS_1


''Apa kamu tidak sabar lagi mau jadi istri abang,'' Kata Rido menggoda Ayu.


''Idih abang, Ayu mau menerima abang karena abang yang terus memaksa,'' Ucap Ayu sambil mencubit perut Rido.


''Aau, sakit,''Jerit Rido, karena merasa sakit di cubit Ayu.


Leo sudah tidak tahan melihat mamanya juga omnya terus berbisik, ia mendatangi mereka.


''Mana sama om ngapain dari tadi bisik-bisik terus?" Tanya Leo.


''Mulai sekarang Leo panggil papa bukan om lagi ya,'' Kata Rido.


''Iya om sekarang sudah jadi papa Leo,''Jawab Rido.


''Hooreeee, Leo punya papa,''Leo berkata dengan hati gembira.


Melihat anaknya begitu gembira karena punya papa Ayu jadi sedih.


''Bang di mana kamu sekarang anakmu begitu senang punya ayah sambung, apa abang tidak pernah mencari ku, apa kata kata mu dulu hanya omong kosong saja, abang mengatakan sangat mencintai ku, tapi mengapa abang meninggalkan aku bersama anakmu, kalau saja abang tau anak abang sangat tampan dan pintar, apakah abang bahagia atau sebaliknya,'' Ucap Ayu didalam hati, ia belum bisa melupakan Radit penuhnya.


''Kamu tidak usah ke rumah pak Adi biar abang saja kesana memberitahu ke pak Adi, setelah abang pulang dari sana, kita mengurus pernikahan kita, biar kita besok bisa menikah,''Tutur Aditya.

__ADS_1


''Apa itu tidak terlalu mendadak,''Ucap Ayu.


''Tidak lebih cepat lebih baik, abang sudah terlanjur mengambil cuti untuk pernikahan abang kemarin, jadi dimanfaatkan saja waktu cutinya,'' Kata Rido.


**


Saat ini Rido berhadapan dengan pak Adi, ia ingin menyampaikan niat dia ingin menikahi Ayu.


''Ada masalah apa sehingga nak Rido ingin bicara berdua dengan bapak?" Tanya pak Adi.


''Ada yang Rido ingin sampaikan ke bapak, aku dan Ayu akan menikah,'' Jawab Rido.


Perkataan Rido tentu saja membuat pak Adi terkejut.


''Kenapa harus Ayu yang akan kamu nikahi, masih banyak diluar sana gadis yang lebih pantas untuk kamu, bapak berkata seperti itu bukan menganggap Ayu tidak baik tapi bapak takut suatu hari nak Rido menyesal menikahi Ayu, karena kamu terburu-buru mengambil keputusan, bapak menyayangi Ayu, bapak tidak mau melihat Ayu kembali terpuruk karena dikecewakan, nak Rido pikirkan sekali lagi Ayu sudah punya anak, apa keluarga nak Rido juga sudah tau dengan keputusan nak Rido,''Tanya pak Adi.


''Rido sudah memikirkannya pak, keluarga ku semua menyayangi Ayu, aku juga mengambil keputusan ini karena takut kalau nenek sakit lagi karena mendengar kamar batalnya pernikahan ku, bapak tau sendiri kalau nenek punya sakit jantung,''Jawab Rido.


''Kalau nak Rido sudah mantap ingin menikahi Ayu, bapak merestui tapi bapak mohon jangan pernah sakiti Ayu,'' Ucap pak Adi.


''Saya bukan laki-laki seperti itu, saya tulus ingin menikahi Ayu dan bersungguh-sungguh menjalani pernikahan ini dengan baik,''Ucap Rido.

__ADS_1


__ADS_2